Anda di halaman 1dari 18

KOMUNIKASI PADA PASIEN ANAK PRA SEKOLAH ( 2,5-5 Tahun )

DENGAN DIAGNOSA LEUKEMIA

Disusun Oleh :

1. Hilda Ayu Adriyana


2. Siti Dwi Rahmawati
3. Tita Sumiati

12209022
12209040
12209045

S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) YATSI
Jl. Raya Prabu Siliwangi ( Jl. Raya Pasar Kemis) KM. 3
TANGERANG BANTEN

Naskah Drama Pada Anak Pra Sekolah ( 2,5 -5 Tahun )


Dengan Diagnosa Leukemia
Naskah Drama
Suatu pagi di sebuah rumah sakit besar, banyak orang berjalan kesana kemari untuk
mencari pengobatan atau hal lainnya. Pagi itu seorang perawat yang sedang di tugaskan
untuk menangani pasien-pasiennya sedang bersiap untuk menjalankan tugasnya. Setelah
mempersiapkan segala keperluannya, sang perawat bergegas menuju salah satu bangsal yang
ditugaskan padanya. Kemudian sampailah sang perawat di bangsal tersebut dan memulai
tugasnya.
Perawat

: Selamat pagi Bu..

Orang Tua Pasien

: Pagi Sus, ada apa ya ?

Perawat

: Begini Bu, saya mau melakukan pengambilan darah pada anak ibu

untuk memeriksa leukositnya, penganbilannya di lengan bu.


Orang Tua Pasien

: Oh..ya, silahkan sus !

Perawat

: Baik Bu, maaf ibu biasa membantu saya untuk mengalihkan

perhatian ade dwi..


Orang Tua Pasien

: Iyah suster..

Perawat

: Selamat pagi ade ..!

Pasien

: eemm suster mau apa ( mimik wajah cemas ).

Perawat

: ade jangan takut suster mau periksa ya. Ibu bisa mulai membantu

saya untuk mengalihkan perhatian ade dwi.


Ibu

: Nak mamah pinjem tangan nya dulu yah ( sambil mengalihkan

perhatian ).
Perawat

: ( mulai menganbil darah ), ibu sudah selesai pengambilannya.

Pasien

: ( ade dwi pun menangis )

Perawat

: ade jangan nangis lagi ya sayang, sudah tidak apa-apa ko, cepet

sembuh yah
Perawat

: Saya permisi dulu ya bu, silahkan istirahat kembali. Semoga lekas

sembuh ade dwi..


Ibu

: iyah makasih suster..

Perawat

: iya sama-sama ibu..

KOMUNIKASI PADA PASIEN KOMUNITAS


PENYULUHAN TENTANG ASI EKSLUSIF ( MASYARAKAT )
ASI EKSKLUSIF DAN CARA MENYUSUI YANG BENAR
Adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik
yang disekresi oleh kelenjar mammae ibu yang berguna sebagai makanan bayinya.
Sedangkan ASI eksklusif adalah perilaku dimana hanya memberikan ASI saja sampai umur 6
bulan tanpa makanan minuman lain selain obat (jika sakit).
ASI eksklusif juga berperan dalam mengoptimalkan hasil akhir kesehatan. Bayi harus
diberi ASI eksklusif (tanpa susu formula atau makanan lain selama 6 bulan pertama),
penambahan makanan pendamping yang sesuai diberikan pada paruh kedua tahun pertama
(usia 6 bulan ke atas).
Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi di Indonesia berlandaskan keputusan
Menteri Kesehatan RI No. 450/Men.Kes/SK/IV/2004 tanggal 7 April 2004. Ini juga mengacu
pada resolusi World Health Assembly (WHA. 2001). Disitu dikatakan, untuk mencapai
pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan optimal, bayi harus diberi ASI eksklusif selama 6
bulan pertama, selanjutnya untuk kecukupan nutrisi bayi mulai diberi makanan pendamping
ASI yang cukup dan aman, dengan pemberian ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun.
ASI merupakan santapan pertama dan utama bagi bayi baru lahir serta terbaik dan
alamiah, mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan
perkembangan bayi yang optimal. Permasalahan dalam pemberian ASI eksklusif adalah
masih rendahnya pemahaman ibu, keluarga dan masyarakat tentang ASI. Kebiasaan memberi
makanan atau minuman secara dini pada sebagian masyarakat juga memberi pemicu dari
kurang berhasilnya pemberian ASI eksklusif.
Di Indonesia, pemberian ASI masih belum optimal, hanya 4% bayi baru lahir yang
disusui pada jam pertama kelahiran (26% pada hari yang sama), hanya 39,5% yang menyusui
secara eksklusif 0-6 bulan. Rekomendasi WHO menyusui eksklusif pada 6 bulan pertama
belum optimal dilaksanakan.

Manfaat ASI eksklusif pada 6 bulan pertama


Pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan
pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan tubuh bayi,
pertumbuhan dan perkembangannya. ASI emmberi semua energi dan zat gizi (nutrisi) yang
dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya.
Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai
penyakit ynag umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru, serta mempercepat
pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran.
Beberapa istilah dalam kegiatan pemberian ASI
Pemberian ASI eksklusif adalah memberikan asupan kepada bayi sepenuhnya dengan
ASI (kecuali vitamin, mineral dan obat tertentu, ASI yang diperah/pompa juga
diperbolehkan)
Pemberian ASI predominan adalah memberikan asupan ASI tetapi juga memberi
sedikit air atau teh dalam jumlah kecil
Pemberian ASI penuh adalah kegiatan pemberian ASI secara rutin, baik dengan pemberian
ASI secara eksklusif maupun secara predominan
Keberhasilan pemberian ASI eksklusif

Tumbuhkan rasa percaya diri dan yakin bisa menyusui

Usahakan mengurangi sumber rasa sakit dan kecemasan

Kembangkan pikiran dan perasaan terhadap bayi

Dukungan bidan dalam pemberian ASI


Disinilah peran bidan untuk meyakinkan ibu yang baru emlahirkan bahwa bayi bahkan
tahan tidak menyusui hingga 224 jam dari lahir, bila ASI belum keluar. Jadi jangan terburuburu membeli susu formula bila ASI hanya keluar sedikit-sedikit.

Sesaat setelah bayi lahir lakukan early latch on yaitu bayi diserahkan langsung kepada
ibunya untuk disusui. Selain mengetes refleks menghisap bayi, tindakan ini juga untuk
merangsang payudara segera memproduksi ASI pertama (kolostrum) yang sangat
diperlukan untuk antibody bayi.

Bila ASI belum keluar, bidan melakukan massase pada payudara atau emngompres
dengan air hangat sambil terus mencoba menyusui langsung pada bayi. Biasanya ASI
baru lancar pada hari ketiga setelah melahirkan. Selama ASI belum lancar terus coba
menyusui bayi

Beritahu keluarga klien untuk memberi dukungan kepada ibu dan relaksasi untuk
memperlancar ASI

Anjurkan klien untuk menjaga asupan makanan dengan menu 4 sehat 5 sempurna

Keunggulan ASI dan manfaat ASI


Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu : aspek
gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis, dan aspek
penundaan kehamilan.
aspek gizi
Manfaat kolostrum

Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk emlindungi bayi dari
berbagai penyakit infeksi terutama diare

Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada harihari pertama kelahiran. Walaupun sedikit tapi cukup untuk memenuhi gizi bayi. Oleh
karena itu, kolostrum harus diberikan pada bayi.

Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat


dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama
kelahiran.

Membantu mengeluarkan mekonium (kotoran bayi yang pertama keluar yang


berwarna hitam kehijauan)

Komposisi ASI

ASI mudah dicerna, karena mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung
enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.

ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan
perkembangan kecerdasan bayi/anak

Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whey dan
Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio whey dan casein merupakan salah satu
keunggulan ASI dibanding dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak
yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan
pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey ; casein adalah 20 : 80 sehingga tidak
mudah diserap.

Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI

Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi
sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.
Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat
terjadinya gangguan pada retina mata.

Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak
jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentuka
sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk
emnjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu, DHA dan AA dalam
tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masingamsing dari omega 3 (asam linolenat) dan omega 6 (asam linoleat).

Aspek imunologik

ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi

Imunoglobulin A (IgA) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori
IgA tidak diserap tapi dapat melumpuhkan bakteri petogen E. Coli dan berbagai virus
pada saluran pencernaan

Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat ekkebalan yang
mengikat zat besi di saluran pencernaan

Lisosim, yaitu enzim yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. Coli dan Salmonella)
dan virus. Jumlah lisosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi

Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri
dari 3 macam yaitu : Bronchus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi
pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan
Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.

Faktor bifidus, sejenia karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang


pertumbuhan baktei lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus
bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan

Aspek psikologik

Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi
ASI yang mampu mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan
kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin
yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI

Interaksi ibu dan bayi : pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung
pada kesatuan ibu-bayi tersebut

Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena
berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa
aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut
jantung ibu yang sudha dikenal sejak bayi masih dalam rahim

Aspek kecerdasan

Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk
perkembangan sistem syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi

Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3
point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun dna 8.3
point lebih tinggi pada usia 8,5 tahun, dibanding dengan bayi yang tidak diberi ASI

Aspek neurologis

Dengan menghisap ASI, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang
terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna

Aspek ekonomis

Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk
makanan bayi smapai bayi berusia 6 bulan. Dengan demikian akan menghemat
pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.

Aspek penundaan kehamilan

Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga
dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai
Metode Amenore Laktasi (MAL)

Usaha memperbanyak ASI

Tingkatkan frekuansi menyusui/memompa/memeras ASI. Jika anak belum mau


menyusui karena masih kenyang, perahlah/pompalah ASI. Produksi ASI prinsipnya
based on demand sama seperti prinsip pabrik, yaitu jika makin sering diminta
disusui/diperas/dipompa maka makin banyak ASI yang diproduksi

Ibu harus dalam keadaan relaks. Kondisi ibu menyusui sangat menentukan
keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, lebih dari 80% kegagalan ibu
menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui.
Maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon
oksitosin (produksi ASI) untuk bekerja lambat, dna akhirnya produksi ASI menurun.
Disini juga memerlukan peran dan dukungan suami agar menciptakan suasana yang
nyaman bagi ibu sehingga ibu dpaat lebih relaks dan bisa menerapkan ASI eksklusif.

Ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi khususnya yang dapat meningkatkan


produksi Asi seperti sayur katuk.

Lakukan perawatan payudara.

Cara menyusui yang benar


Tujuan menyusui yang benar adalah untuk merangsang produksi susu memperkuat refleks
menghisap bayi
Posisi

Posisi madona atau menggendong : bayi berbaring menghadap ibu, leher dan
punggung atas bayi diletakan pada lengan bawah lateral payudara. Ibu menggunakan
tangan lainnya untuk memegang payudara jika diperlukan

Posisi football atau mengepit : bayi berbaring atau punggung melingkar antara lengan
dan samping dada ibu. Lengan bawah dan tangan ibu menyangga bayi, dan ia
menggunakan tangan sebelahnya untuk memegang payudara jika diperlukan

Posisi berbaring miring : ibu dan bayi berbaring miring saling berhadapan. Posisi ini
merupakan posisi yang paling aman bagi ibu yang mengalami penyembuhan dari
proses persalinan melalui pembedahan

Tahap tata laksana menyusui


Posisi badan ibu dan badan bayi

Ibu harus duduk atau berbaring dengan santai

Pegang bayi pada belakang bahunya, tidak pada dasar kepala

Putar seluruh badan bayi sehingga menghadap ke ibu

Rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara ibu

Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu

Dengan posisi ini maka telinga bayi akan berada dalam satu garis dengan leher dan
lengan bayi

Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan
lengan ibu bagian dalam

Posisi mulut bayi dan puting susu ibu

Keluarkan ASI sedikit oleskan pada puting susu dan areola

Pegang payudara dengan pegangan seperti membentuk huruf C yaitu payudara


dipegang dengan ibu jari dibagian atas dan jari yang lain menopang dibawah atau
dengan pegangan seperti gunting (puting susu dan areola dijepit oleh jari telunjuk dan
jari tengah seperti gunting) dibelakang areola

Sentuh pipi/bibir bayi untuk merangsang rooting refleks (refleks menghisap)

Tunggu sampai mulut bayi terbuka lebar, dan lidah menjulur kebawah

Dengan cepat dekatkan bayi ke payudara ibu dengan menekan bahu belakang bayi
bukan belakang kepala

Posisikan puting susu diatas bibir atas bayi dan berhadap-hadapan dengan hidung bay

Kemudian arahkan puting susu keatas menyusuri langit-langit mulut bayi

Usahakan sebagian besar areola masuk ke mulut bayi, sehingga puting susu berada
diantara pertemuan langit-langit yang keras (palatum durum) dan langit-langit yang
lunak (palatum molle)

Lidah bayi akan menekan dinding bawah payudara dengan gerakan memerah
sehingga ASI akan keluar

Setelah bayi menyusu atau menghisap payudara dengan baik, payudara tidak perlu
dipegang atau disangga lagi

Beberapa ibu sering meletakan jarinya pada payudara dengan hidung bayi dengan
maksud untuk memudahkan bayi bernafas. Hal ini tidak perlu karena hidung bayi telah
dijauhkan dari payudara dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu

Dianjurkan tangan ibu yang bebas untuk mengelus-elus bayi

Tanda-tanda posisi bayi menyusu dengan baik

Tubuh bagian depan bayi menempel pada tubuh ibu

Dagu bayi menempel pada payudara ibu

Dada bayi menempel pada dada ibu yang berada didasar payudara (payudara bagian
bawah)

Telinga bayi berada dalam satu garis dengan leher dan lengan bayi

Mulut bayi terbuka lebar dengan bibir bawah yang terbuka

Hidung bayi mendekati kadang-kadang menyentuh payudara ibu

Mulut bayi mencakup sebanyak mungkin areola (tidak hanya puting saja), sehingga
sebagian besar areola tidak tampak

Lidah bayi menopang puting susu dan areola bagian bawah

Bibir bawah bayi melengkung keluar

Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang-kadang disertai berhenti
sesaat

Terkadang terdengar suara bayi menelan

Bayi puas dan tenang pada akhir menyusu

Puting susu tidak terasa sakit atau lecet

Menciptakan praktek menyusui yang baik

Posisi yang benar

Perlekatan harus benar

Tidak diberi botol atau empeng

Menghisap sesering mungkin meningkatkan produksi ASI

Perlihatkan cara menyusui yang efektif

Tanda-tanda posisi menyusu yang salah

Mulut tidak terbuka lebar, dagu tidak menempel pada payudara

Dada bayi tidak menempel pada dada ibu, sehingga leher bayi berputar

Sebagian besar daerah areola masih terlihat

Bayi menghisap sebentar-sebentar

Bayi tetap gelisah pada akhir menyusu

Kadang-kadang bayi minum berjam-jam

Puting susu ibu lecet dan sakit

Tanda-tanda ASI cukup/penatalaksanaan menyusui yang optimal

Bayi BAK setidaknya 6x dalam 24 jam dan warnanya jernih sampai kuning muda

BAB bayi berwarna kekuningan berbiji 2x atau lebih dalam sehari

Bayi relaks dan puas setelah minum, terbaik bila bayi melepaskan puting susu sendiri.
Bayi yang selalu tidur bukanlah pertanda baik

Bayi setidaknya menyusu 10-12 kali dalam 24 jam

Payudara ibu terasa lembut dan kosong setiap kali selesai menyusui

Berat badan bayi bertambah

Mengeluarkan ASI dengan tangan


Mengosongkan ASI dengan tangan merupakan cara mengeluarkan ASI yang paling baik,
paling dianjurkan, terlembut walaupun beberapa ibu mengalami kesukaran waktu pertamatama melakukannya. Dengan mempelajari cara yang benar dan latihan yang sering,
mengeluarkan ASI dengan tangan merupakan cara yang efektif, ekonomis dan cepat. Caranya
:

Cuci tangan sampai bersih

Pegang cangkir yang bersih untuk menampung ASI

Condongkan badan ke depan dan sangga payudara dengan tangan

Letakkan ibu jari pada batas atas areola mammae dan letakkan jari telunjuk pada
batas areola bagian bawah sehingga berhadapan

Tekan kedua jari ini kedalam kearah dinding dada tanpa menggeser letak kedua jari
tadi

Pijat daerah diantara kedua jari tadi kearah depan sehingga akan memeras dan
mengeluarkan ASI yang berada didalam sinus lactiferus

Ulangi gerakan tekan, pijat dan lepas beberapa kali

Setelah pancaran ASI berkurang pindahkan posisi ibu jari dan telunjuk tadi dengan
cara diputar pada sisi lain dari batas areola dengan kedua jari selalu berhadapan

Lakukan hal yang sama pada setiap posisi sehingga ASI akan terperah dari semua
bagian payudara

Jangan menekan, memijat atau menarik puting susu karena ini tidak akan
mengeluarkan ASI dan akan menyebabkan rasa sakit

Pilihan pompa untuk mengosongkan payudara


Ada dua macam bentuk pompa
Pompa manual/tangan
Pompa manual/tangan sering dipergunakan karena murah, potable, mudah dibersihkan dan
umumnya mudah digunakan. Ada beberapa tipe pompa manual, antara lain :

Tipe silindris

Pompa tipe ini efektif dan mudah dipakai, kekuatan tekanan isapan mudah dikontrol. Baik
kedua silinder maupun gerakan memompa berada dalam garis lurus. Terbuat dari palstik
dengan tempat penampungan ASI dibagian bawah silinder

Tipe silindris bersudut

Tipe ini sama dengan tipe silindris, tetapi silindris bersudut kebawah. Dengan gerakan piston
yang ditarik kebawah akan mudah mengontrol kekuatan tekanan isapan. ASI akan ditampung
dibotol yang ditempelkan di pompa.

Tipe kerucut gelas/plastik dan bola karet/tipe terompet (squeeze and bulb atau horn)

Tipe ini tidak dianjurkan untuk dipakai karena menyakitkan dan dapat menyebabkan
kerusakan puting susu serta jaringan payudara. Kekuatan takanan isap sukar diatur. Tipe ini
juga sukar dibersihkan dan disterilkan secara efektif.

Peras atau pompa ASI setiap 3-4 jam sekali secara teratur, agar produksi ASI tetap
terjaga

Pilih waktu dimana payudara dalam keadaan penuh

Semua peralatan yang digunakan telah disterilkan terlebih dahulu. breast pump
sebaiknya dibersihkan segera setelah digunakan agar sisa susu tidak mengering dan
sulit untuk dibersihkan

Pompa elektrik
Beberapa macam pompa listrik sudah ada dibeberapa kota besar. Karena umumnya harganya
sangat mahal sehingga penggunaannya terbatas di rumah sakit-rumah sakit besar.
Cara mengosoongkan payudara dengan pompa

Pilih tempat yang tenang dan nyaman pada saat memerah ASI, tempat yang ideal
seharusnya dimana ibu tidak diganggu oleh suara bel pintu atau telepon masuk.

Cuci tangan dengan sabun sedangkan payudara dibersihkan dengan air

Sebelum memulai pemerahan, minumlah air atau cairan lain, seperti : susu, jus,
teh/kopi, sup, disarankan minuman hangat agar membantu menstimulasi payudara

Saat memerah ASI, ibu harus dalam kondisi santai. Kondisi piskologis ibu sangat
emnentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, lebih dari 80%
kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu
menyusui. Saat ibu memeras ASI jangan tegang dan jangan ditargetkan berapa banyak
ASI yang harus dikeluarkan

Jika ada masalah dalam ASI jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi ke bidan
atau klinik laktasi

Lama penyimpanan ASI setelah diperah

Jika ruangan tidak ber-AC, lama penyimpanan tidak lebih dari 4 jam. Jika ruangan
ber AC bisa sampai 6 jam. Suhu ruangan ber AC tersebut harus stabil, misalnya AC
tidak mati sama sekali selama botol ASI ada didalamnya.

Jika segera disimpan dilemari es, ASI ini bisa bertahan sampai 8 hari dalam suhu
lemari es. Syaratnya, ASI ditempatkan dalam ruangan terpisah dari bahan makanan
lain

Jika lemari es tidak memiliki ruangan terpisah untuk penyimpanan botol ASI hasil
pompa, maka sebaiknya ASI jangan disimpan lebih dari 324 jam

Dapat juga membuat ruangan terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam
container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu

ASI hasil pompa dapat disimpan dengan aman pada suhu kamar maksimum 25 C
selama 4 jam, dalam lemari es pada suhu 4C dapat disimpan selama 72 jam, dalam
pembeku/freezer pada suhu -20C selama 3-6 bulan

Jangan lupa untuk selalu mencantumkan tanggal dilakukannya pemerahan ASI pada
botol susu

Cara menyimpan ASI hasil pompa atau perah

Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu

Botol yang paling baik sebenarnya adalah yang terbuat dari kaca

Jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikan plastiknya cukup kuat (tidak
mudah meleleh jika direndam dalam air panas)

Jangan menggunakan botol susu berwarna atau bergambar, karena ada kemungkinan
catnya meleleh jika terkena panas

Jangan lupa untuk membubuhkan label setiap kali ibu akan menyimpan botol ASI,
dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa atau diperas

Simpan ASI dibotol yang tertutup rapat, jangan ditutup dengan dot, karena masih ada
peluang untuk berinteraksi dengan udara

Jika dalam satu hari ibu memompa atau memeras ASI beberapa kali, bisa saja ASI
digabungkan dalam satu botol yang sama, syaratnya suhu tempat botol disimpan harus
stabil

Penggabungan

hasil

simpanan

ini

bisa

dilakukan

asalkan

jangka

waktu

pemompaan/pemerasan pertama sampai dengan terakhir tidak lebih dari 24 jam


Cara memberikan ASI yang sudah didinginkan pada bayi

Panaskan ASI dengan cara membiarkan botol dialiri air panas yang bukan mendidih
yang keluar dari keran

Atau merendam botol didalam baskom atau mangkuk yang berisi air panas yang
bukan mendidih

jangan sekali-kali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci,


menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya karena beberapa zat kekebalan
enzim dapat berkurang, kecuali yang memang di desain untuk memanaskan botol
simpanan ASI

Sesuaikan jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan bayi sekali minum

Ingat susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi

DAFTAR PUSTAKA

http://superbidanhapsari.wordpress.com/2009/12/14/makalah-pemberian-asi-eksklusif/
diunduh pada tanggal 06-03-2014. Pada pukul 18:18 wib.