Anda di halaman 1dari 5

B.

Prolog
Ada seorang pasien yang dirawat di Rumah sakit umum dr. Slamet Garut, tepatnya
diruangan Puspa yang bernama Nur Alim, dia berusia 30 tahun, dia menderita
penyakit Usus buntu, perawat disana datang dan akan memberikan obat antibiotik
yang akan diberikan kepada pasien.
1. Fase Perkenalan
(pagi itu datanglah seorang perawat ke ruangan)
Perawat : Assalamualaikum
Pasien
: Waalaikumsalam
Perawat : Perkenalkan saya perawat Neng Yuli Setiani dari Akper Pemda Garut,
kebetulan saya lagi ada tugas di ruangan ini, dari pukul 07.00 sampai pukul 14.00
siang nanti. Jadi kalau bapak ada perlu apa-apa ibu bisa panggil saya. Insyaalloh
saya siap membantu bapak.
Pasien
: Ya sus terimakasih
Perawat : Kalau boleh tahu nama bapa siapa ?
Pasien
: Nama bapa Nur Alim.
Perawat : Nama lengkapnya ?
Pasien
: Nur Alim.
Perawat : Nama panggilannya ?
Pasien
: Panggil saja Alim.
1. Fase Orientasi
Perawat : Oh iya, Bapak Alim bagaimana kabar bapak hari ini ? (Open Endeed
Question)
Pasien
: Untuk sekarang lumayan agak mendingan sus, tapi di lain waktu suka
terasa secara tiba-tiba sakit tidak tertahankan.
Perawat : Ohh begitu ya pak, (sambil mengangguk) (Active Listening)
Bapak kesini sama siapa ?
Pasien : Saya kesini ditemani saudara saya, kebetulan dia lagi keluar katanaya
mau beli sesuatu.
Perawat : Berapa tahun umur bapak ?
Pasien : Umur saya sudah 22 tahun sus.
Perawat : Umur bapak 22 tapi masih kelihatan seperti umur 17. (Humor)
Pasien : Ah suster bisa aja.
Perawat : kalau boleh tahu bapak sudah bekerja apa masih kuliah ?
Pasien : Saya masih kuliah, sekarang sudah semester 6.
Perawat : Oh begitu ya, jadi begini ya pak berhubung dengan jadwal jadi sekarang
adalah waktunya bapak untuk minum obat yang telah di anjurkan oleh dokter,
bagaimana pak apakah bapak bersedia ?
Pasien : Iyah sus saya bersedia.
Perawat : Kalau begitu saya ambil dulu obatnya ya pak.
Pasien : Iyah sus silahkan.
2. Fase Kerja
Perawat ijin untuk keluar untuk mengambil obat yang akan diberikan kepada

pasien.
Perawat : Bapak ini obatnya sudah saya bawa (sambil meletakan di atas meja)
Nama obatnya adalah Gentamicin, ini termasuk golongan obat aminoglikosida
diberikan secara oral atau lewat mulut dan rasanya sedikir pahit, bagaimana
apakah bapak sudah siap ? (Informing)
Pasien : Siap sus (sambil mengangguk)
Perawat : Sebelumnya bapak minum obatnya mau sambil duduk atau berdiri ?
Pasien : Sambil duduk aja sus.
Perawat : Ini pak airnya bisa minum dulu
Pasien : (Meminum air yang diberkan perawat)
Perawat : Ini pak obatnya, lalu bapak telan bersamaan dengan air.
Pasien : Iyah sus.
Perawat : Bagaimana pak sudah masuk obatnya ?
Pasien : Sudah sus
Perawat : Bapak sekarang bisa berbaring kembali.
Pasien : Iyah sus (sambil berbaring)
Perawat : Bagaimana pak perasaanya setelah minum obat ? (Broad Opening)
Pasien : Belum ada reaksi sus belum terasa apa-apa.
Perawat : Iyah mungkin efek obatnya belu bekerja pak, karena pemberian obat
secara oral agak lambat dibanding dengan pemberian obat secara Intra Vena.
Dokter : Assalamualaikum
Semua : Waalaikumsalam
Dokter : Selamat siang pak Alim, nampaknya muka bapak berseri-seri seperti
yang senang saja, apakah gara-gara suster Neng Yuli yang merawatnya ?
(Sharing perseption)
Pasien : Ahh dokter bisa aja.
Dokter : Bagaimana keadaan bapak saat ini ?
Pasien : Alhamdulilah dok agak mendingan di banding hari kemarin.
Dokter : Oooh iya syukur kalo begitu, bagaimana obatnya sudah dimakan belum
pak ?
Pasien : Sudah dok, baru saja diberikan sama suster neng yuli.
Dokter : Baguslah kalo begitu, sekarang bapak saya periksa dulu ya .
Pasien : Iya dok silahkan.
Dokter : (Dokter memeriksa pasien dengan cara diperkusi dan Auskultasi)
Saudara Pasien : Bagaimana dok ?
Dokter : Ini sudah parah (sambil menggeleng kepala)
Saudara Pasien : Magsudnya gimana dok, coba jelaskan apa magsudnya ?
(Focussing)
Dokter : Saya rasa bapak alim harus segera dioperasi karena jikalau tidak
secepatnya akan berakibat patal.
Saudara pasien : Astagfirulahhaladim, apakah tidak ada jalan lain dok selain
dioperasi ?
Dokter : Ini adalah jalan satu-satunya untuk menyembuhkan nyawa pak Alim,
karena bila sekedar diberikan obat itu tidak akan bisa menyembuhkan penyakitnya.

Saudara pasien : Kalau itu yang terbaik untuk kesembuhan kaka saya, lakukan
saja dok, apapun itu caranya asalkan kaka saya bisa sembuh.
Dokter : Iyah, akan saya usahakan, jadi lusa pak alim akan dioperasi untuk
persiapannya nanti suster neng yuli atau resti yang akan menjelaskan.
Perawat
: Iyah dok.
Dokter : Kalau begitu saya pamit dulu karena saya masih ada pasien lain, bila
kurang jelas bisa tanyakan ke susuter neng yuli.
Saudara pasien : Iyah dok terimakasih.
Dokter : Sama-sama, Assalamualaikum
Semua : Waalaikumsalam.
Pasien : Sus bagaimana dengan semua ini ?
Perawat : Magsud bapak apa, bisakah bapak jelaskan kembali apa magsud
bapak ? (Claripication)
Pasien : Begini sus, tadi dokter bilang bahwa saya harus disegera diperasi karena
penyakit saya ini sudah parah, yang jadi permasalahnnya saya bingung dengan
masalah biayannya saya tidak punya biaya untuk membayarnya.
Saudara pasien : Sudahlah ka jangan pikirin soal biaya, nanti akan saya bantu
kalo soal biaya jadi sekarang kaka bersiap-siap saja untuk operasi.
Perawat : Betul apa yang dikatakan adik bapak tadi, sekarang bapak jangan
pikirkan soal biaya, sekarang bapak istirahat aja yang cukup terus bapak besok
harus puasa karena lusa akan dioperasi.
Pasien : Kenapa sus harus puasa dulu ?
Perawat : Iyah jadi begini pak, puasa disini dilakukan supaya semua kotoran
terkuras dan bersih dan nanti pada saat dilakukan operasi tidak menggu jalanya
operasi.
Pasien : Ohh begitu ya sus.
Saudara pasien : Berapa hari kaka saya harus puasa sus ?
Perawat : 1 hari sebelum dilaksanakan operasi.
Saudara pasien : Apakah tidak akan mempengaruhi kesehatan kaka saya sus dan
bagaimana dengan pemberian obatnya.
Perawat : Insa Allah tidak pak, dan bapak juga tidak usah khawatir mengenai obat
yang diberikan semuanya akan baik-baik saja.
Saudara pasien : Iyah sus kalau begitu, saya harap dengan operasi ini kaka saya
bisa sembuh dan dapat menjalankan aktivitas sperti biasanya.
Perawat : Iyah mudah-mudahan saja bapak berdoa saja sama yang di atas.
Pasien : iya sus..
Perawat
: Pak sebelumnya sudah pernah mengalami sakit seperti ini ?
Pasien : Pernah dulu sekali tapi tidak separah ini, yah saya tidak tahu kalo itu
penyakit usus buntu jadi saya biarkan saja.
Perawat
: Oooh begitu ya pak, Kira-kira kapan bapak merasakannya, dan apakah
bapak sempat memeriksa keadaan bapak waktu itu ?
(Perawat diam sambil mendengarkan apa yang pasien jelaskan)
(Silence)
Pasien : Yah sekitar 3 bulan yang kalau kalo tidak salah, kebetulan waktu itu saya

tidak memeriksa kemana-mana karena saat itu rasa sakitnya tidak terlalu hebat,
saya cuman menggunakan sebuah botol yang di isi air hangat lalu saya dekatkan ke
daerah yang nyeri, cara itu cukup mengurangi rasa sakit saya.
Perawat
: Iyah cara itu memang cukup membantu, terus kenapa bapak bisa
merasakan sakit itu lagi ?
Pasien : Jadi begini sus, kemarin pas saya lagi istirahat di kampus saya makan
baso pakai cabe yang banyak setelah beberapa jam kemudian perut saya sakit
sampai kejang-kejang, untung ada teman-teman saya lalu saya langsung dilarikan
ke rumah sakit. (Identifikasi Tema)
Perawat
: Ooh jadi itu yang melataarbelakangi bapak masuk ke rumah sakit ?
Pasien : Iyah sus, mungkin gara-gara kebanyakan makan cabe.
Perawat : Sebalah mana letak sakitnya pak ?
Pasien : Sebelah sini sus (sambil memegang perutnya)
Perawat : Coba anda angkat kaki anda sebelah !
Pasien : (Mengangkat kaki sesuai arahan perawat)
Perawat : kalo begitu saya kembali keruangan saya dulu ya pak, karena sudah
waktunya saya berganti tugas dengan teman saya, nanti saya perkenalkan ke
bapak ya. (sambil tersenyum ramah)
Pasien : iya sus, mkasih ya..
Perawat : iya pak, assalamualaikum
Pasien dan saudra pasien : waalaikumsalam..
Setelah beberapa saat perawat neng yuli kembali bersama perawat resti.
Perawat 1 : assalamualaikum
Saudra pasien :waalaikumsalam
Perawat 1 : bapak ini teman saya yang akan menggantikan tugas saya di ruangan
ini, karna wakru dinas saya sudah habis.
Pasien : oh, begitu ya sus..
Perawat 2 : iya pak, perkenalkan saya Resti Nurqodariah mahasiswi akper pemda
juga, saya yang akan menggantikan tugas Neng Yuli, saya bertugas dari pukul 14.00
sampai pukul 21.00 nanti.
Saudara pasien : kenapa harus diganti sekarang ?
Perawat 1 : iya pak, karna ini sudah waktunya untuk oper tugas, insyaallah besok
ketemu lagi.
Saudara pasien : iya sus,
Perawat 1 : saya keluar dulu, assalamualaikum.
Perawat 2, pasien, saudara pasien : Waalaikumsalam..
Perawat 2 : bapak gimana sekarang keadaanya ?
Pasien : saya bingung sus, kata dokter saya mengalami usus buntu dan saya
harus di opersi segera, namun saya bingung untuk biayanya, saya cemas sus.
3. Fase Terminasi
Perawat 2 : hemmm, iya pak saya mengerti, bapak tidak usah cemas, dan mulai
sekarang sebaiknya bapak tidak boleh makan cabe ya pak, apalagi dengan porsi
yang berlebihan karena itu akan mengakibatkan penyakit bapak kambuh bahkan
berakibat patal, karena dengan makan cabe, si bijinya itu nyangkut di usus dan

terjadi penyumbatan dan terjadi peradangan. Terus bapak sekarang istirahat, dan
besok bapak harus bangun pagi karena bapak akan berpuasa, dan bapak
persiapkan diri untuk operasi. (Saran)
Pasien : Iyah sus akan saya ingat itu.
Perawat 2 : Kalau bapak mengerti coba bapak sebutkan apa yang saya bicarakan
tadi.
Pasien : Jadi saya tidak boleh banyak makan pedas, istirahat yang cukup dan
besok saya harus bangun pagi karena akan berpuasa.
Perawat 2 : Iyah bagus pak, nampaknya bapak memahami apa yang saya
jelaskan, pak bagaimana kesannya setelah dirawat sama saya apakah senang atau
sebaliknya ?
Pasien : Senang banget sus, dari tadinya saya sakit setelah melihat suster
mendadak jadi sehat kembali.
Perawat 2 : hehe, iyah kelihatan pak dari mimik wajahnya bapak terlihat lebih
ceria, bapak santai saja operasi akan lancar jika semua telah di persiapkan.
Pasien : Iyah sus, semua kata-kata suster akan saya ingat selalu.
Perawat 2 : Kalau begitu sekarang bapak istirahat, jangan banyak pikiran siapkan
diri bapak untuk menjalani operasi, kebetulan sekarang tugas saya sudah selesai
nanti akan ada teman saya yang akan menggantikan dan bilamana bapak butuh
sesuatu bisa panggil dia saja, kalau begitu saya pamit dulu yah pak, semoga cepat
sembuh.
Assalamuaalaikum.
Pasien : Waalaikkumsalam