Anda di halaman 1dari 21

UJIAN AKHIR SEMESTER

Sampel
ke - i
1
2
3
4
5

25.018
25.012
25.019
25.016
25.018

25.017
25.017
25.014
25.015
25.014

25.019
25.018
25.016
25.012
25.008

25.014
25.019
25.006
25.014
25.012

25.016
25.020
25.022
25.017
25.018

25.019
25.018
25.016
25.017
25.015

25.017
25.015
25.018
25.019
25.022

25.015
25.018
25.017
25.017
25.020

25.014
25.017
25.022
25.020
25.019

Penentuan Kecermatan
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui :
Kecermatan =
0.001
mm

16

Penentuan Jangkauan (R)


Diketahui :
Xmaks = 25.022 mm
Xmin = 25.006 mm
R = Xmaks - Xmin
R = 25.022
R=
0.016
mm
Penentuan Tingkatan Kelas (k)
n=
50
k = 3.3 log n + 1
k = 6.60660101
=

25.006
=

Karena jangkauan berharga 16, bila dipilih k = 7 akan menghasilkan tingkat kenaikan
yang tidak bulat. Untuk itu dipilih k = 8 sehingga diperoleh tingkat kenaikan kelas sebesar
2m (kelipatan 2 dari kecermatan data aslinya)

Penentuan Harga Patokan / Computing Origin


Diketahui :
R=
0.016
mm
Xmin =
25.006 mm
Computing Origin =
Computing Origin =

Xmin + (R/2)
25.014 mm

Penentuan selang untuk setiap kelas


sampai
diatas
nilai tengah
dengan
25.005
25.007
25.006
25.007
25.009
25.008
25.009
25.011
25.010
25.011
25.013
25.012
25.013
25.015
25.014
25.015
25.017
25.016
25.017
25.019
25.018
25.019
25.021
25.020
25.021
25.023
25.022

1
2
3
4
5
6
7
8
9

1
1
0
4
9
14
14
4
3

Deskripsi Histogram dan Distribusi Frekuensi Kumulatif

Interpolasi histogram (antara 3 titik: 25.019, 25.017 dan 25.015):


Titik 1 (atas)
=
25.015
frekuensi Max
=
Titik 2 (tengah)
=
25.016
frek. Sebelum Max =
Titik 3 (bawah)
=
25.019
frek. Setelah Max =
AB
=
-9
CD
=
-4
Mo

25.015 +

0
9
4

x (25.019 - 25.015)

= 25.0160 mm
Interpolasi distribusi frekuensi kumulatif dari 2 titik pengamatan (absis: 25.014 dan 25.016):
Titik 1 (atas)
=
25.016
50 %
frekuensi Mi
=
Titik 2 (bawah)
=
25.014
frekuensi atas
=
58 %
frekuensi bawah
=
30 %
Mi

25.014 +

x 0.002

25.0154 mm

Mean
=
berdasarkan data yang terdapat pada tabel diatas, maka kita dapat tentukan harga rata-rata:
Xavg = 25 + 0,001 . 16,56
Xavg = 25 + 0,01656

mm

Xavg = 25,01656

Interpolasi garis lurus pada distribusi kumulatif yang diplot pada kertas probabilitas:
Absis pada 50%

25.0150 Mi

Absis pada 16%

25.0120

(Median terletak di sebelah kiri modus)

Jadi, perkiraan harga deviasi standar teoritik,

25.0150
=

25.012

0.0030 mm

Kesimpulan :
Sesuai dengan data hasil pengukuran diatas, data terbanyak berada pada kelas
1
berkisar antara 25,016 [mm] s.d 25.019 [mm]
Terlihat dari hasil perhitungan, harga average terletak diantara modus dan median
2
6 & 7 yaitu 25.01656 [mm];25.1054 [mm];25.0178 [mm]
Variabilitas proses mengalami perubahan, namun tidak terlalu signifikan
3
dapat kita prediksi karakteristik produksinya hampir memiliki kesamaan
Kemiringan (skewnes) distribusi relatif kecil {negatif ; -0.7218}
4
Diprediksi proses produksi mengalami perubahan tingkat proses rata-rata.
Kelancipan (Kurtosis) distribusi lebih besar {positif; 1,3218}
5
Diprediksi variabilitas proses mengalami perubahan yang lebih besar
dibandingkan dengan perubahan tingkat proses rata-rata.

10
25.012
25.016
25.020
25.016
25.018

Tabel Frekuensi
Kelas
-4
Frekuensi Per kelas (bh)
1
Frekuensi kumulatif (bh)
1
Frekuensi kumulatif (%)
2
Fraktil u
-2.054

frekuensi per kelas (bh)

16
14
12
10
8
6
4
2
0

-3
1
2
4
-1.751

-2
0
2
4
-1.751

-1
4
6
12
-1.175

0
9
15
30
-0.524

penyimpangan

2.000
f(x) = 0.5467024944x - 3.0123514676

1.500
1.000
0.500
0.000
-0.500 0

-1.000
-1.500
-2.000
-2.500

Grafik ini mengalami ketidaknormalan, karena tidak mengikuti distribusi normal.


Karakterisitik nya yaitu modus distribusi tunggal, modus variabilitas sempit

kemiringan negatif (ekor dikiri) dan leptokurtis.


Tabel Perhitungan Parameter Distribusi Empirik
Wj
aj
ajWj
ajWj2

ajWj3

ajWj4

-4
-3
-2
-1
0
1
2
3
4

1
1
0
4
9
14
14
4
3

-4.00
-3.00
0.00
-4.00
0.00
14.00
28.00
12.00
12.00

16.00
9.00
0.00
4.00
0.00
14.00
56.00
36.00
48.00

-64.00
-27.00
0.00
-4.00
0.00
14.00
112.00
108.00
192.00

256.00
81.00
0.00
4.00
0.00
14.00
224.00
324.00
768.00

SUM

50.00
MEAN

55.00
1.10
C1

183.00
3.66
C2
2.50
M2

331.00
6.62
C3
-2.85
M3
-0.72
1

1671.00
14
33.42
12
C410
27.018
M4 6
1.324
2
2

16

Harga deviasi standar yang dihitung dari rumus S :


Selang keyakinan bagi harga rata-rata,bilateral 95% t . s/n :

0.0032
0.011

Chart Title
A

16

14
12
10
Axis Title

8
6

4
2
0

-4

-3

-2

-1

Axis Title

Modus

100
90
80
70
60
50

Column M

40
30
20
10
0
-4

-3

-2

-1

1
14
29
58
0.202

2
14
43
86
1.080

3
4
47
94
1.555

4
3
50
100

Modus

D
5

ngikuti distribusi normal.


s variabilitas sempit

10

a=
b=

0.546
-3.012

Tabel Pembuatan Histogram


ai
ai (%)
1
2
2
6
15
29
43
47
50

2.00
4.00
4.00
12.00
30.00
58.00
86.00
94.00
100.00

f:
min :

50
25.006

ui

u_Linear

p {u}

f {x}

-2.054
-1.751
-1.751
-1.175
-0.524
0.202
1.080
1.555

-2.47
-1.92
-1.37
-0.83
-0.28
0.26
0.81
1.36

0.019
0.063
0.155
0.283
0.383
0.385
0.287
0.159

0.6031
1.9972
4.9087
8.9544
12.1239
12.1836
9.0874
5.0308

t:

25.016

maks :

25.022

Column M

Computing Origin : Xij = 25 + 0,001 . tij


Sampel ke-i

1
2
3
4
5
fi
Si
SSi
SSDi

10

18
12
19
16
18

17
17
14
15
14

19
18
16
12
8

14
19
6
14
12

16
20
22
17
18

19
18
16
17
15

17
15
18
19
22

15
18
17
17
20

14
17
22
20
19

12
16
20
16
18

4
83
1409
31.2

4
77
1195
9.2

4
73
1149
83.2

4
65
933
88.0

4
93
1753
23.2

4
85
1455
10.0

4
91
1683
26.8

4
87
1527
13.2

4
92
1730
37.2

4
82
1380
35.2

Xavg-i

16.6

15.4

14.6

13.0

18.6

17.0

18.2

17.4

18.4

16.4

s2i

7.8

2.3

20.8

22.0

5.8

2.5

6.7

3.3

9.3

8.8

41.3
24.8
1.1
0.2

41.3
24.8
1.1
0.2

41.3
24.8
1.1
0.2

41.3
24.8
1.1
0.2

41.3
24.8
1.1
0.2

41.3
24.8
1.1
0.2

a. Kestabilan Variabilitas Proses


Batas Kontrol Atas =
Batas Peringatan Atas =
Batas Peringatan Bawah =
Batas Kontrol Bawah =

41.3
24.8
1.1
0.2

41.3
24.8
1.1
0.2

45
40
35
30

Nilai

25

Batas Kontrol Atas

20.8 22

20

Batas Peringatan Atas


Batas Peringatan Bawah

15
10
5

Batas Kontrol Bawah


7.8

6.7

5.8
2

8.8

3.3

2.5

2.3

9.3

10

Batas Kontrol Bawah

10

7.8

8.8

3.3

2.5

2.3
1

6.7

5.8

9.3

10

b. Kestabilan Tingkat Proses Rata-rata


Batas Kontrol Atas =
Batas Peringatan Atas =
Batas Peringatan Bawah =
Batas Kontrol Bawah =

20.7
19.2
13.9
12.4

20.7
19.2
13.9
12.4

20.7
19.2
13.9
12.4

20.7
19.2
13.9
12.4

20.7
19.2
13.9
12.4

20.7
19.2
13.9
12.4

20.7
19.2
13.9
12.4

20.7
19.2
13.9
12.4

25

20
18.6
16.6
15

17
15.4

18.2

17.4

18.4
16.4

14.6

Nilai
Batas Kontrol Atas

13

Batas Peringatan Bawah


Batas Kontrol Bawah

10

Batas Peringatan Atas


5

0
1

10

Kesimpulan :
1
2
3

Harga varian gabungan dapat digunakan sebagai harga taksiran terbaik bagi 2.
Variabilitas proses dapat dikatakan stabil karena hanya terdapat satu sampel di luar batas peringatan
dalam selang 10 sampel sehingga tidak terjadi perubahan variabilitas yang signifikan
Harga rata-rata bisa diterima karena proses dianggap menghasilkan populasi dengan karakteristik yang homogen.

Tingkat proses rata-rata dapat dikatakan stabil karena tidak ada sampel di luar batas peringatan maupun batas kontrol.

Total
40
f
828
S
14214
SS
357.2
SSD
Xavg
16.56
8.93

41.3
24.8
1.1
0.2

s2

41.3
24.8
1.1
0.2

ng homogen.

20.7
19.2
13.9
12.4

20.7
19.2
13.9
12.4

pun batas kontrol.

3. Toleransi k8 (0 m s.d. +33 m)


a. Ketepatan Proses
Ukuran proses : 6 = 6 . 3,2388 = 19,4328 [m]

Karakteristik proses berada di dalam toleransi dan memiliki kelonggaran dalam menjaga kestabilan sehingga bisa disebut proses berket

b. Harga batas atur, batas peringatan, batas kontrol & Diagram kontrol
(10% resiko produsen & 20% resiko konsumen)
Toleransi poros k8 = 0 sampai 33 mikrometer

c. Harga batas atur, batas peringatan, batas kontrol & Diagram kontrol
Toleransi poros k8 = 0 sampai 33 mikrometer
Toleransi Atas =

33.0

33.0

33.0

33.0

33.0

Toleransi Bawah =

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

Batas Atur Atas =

25.6

25.6

25.6

25.6

25.6

Batas Atur Bawah =


Batas Kontrol Atas =
Batas Peringatan Atas =
Batas Peringatan Bawah =
Batas Kontrol Bawah =

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

35
30
25

Batas Kontrol Atas


Batas Peringatan Atas

20
15

16.6

18.6
15.4 14.6

17

18.2 17.4 18.4

Batas Peringatan Bawa


16.4

Batas Kontrol Bawah


Toleransi Atas

13

Toleransi Bawah

10

Nilai
5
0
1

10

ga bisa disebut proses berketepatan tinggi.

Diagram kontrol
Batas Bawah
33.0

33.0

33.0

33.0

33.0

0 + 2,48

0.0

0.0

0.0

0.0

0.0

0-b - 1,64 /n

25.6

25.6

25.6

25.6

25.6

0-b - 2,48 /n

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

7.4
28.9
27.8
5.2
4.1

Batas Kontrol Atas


Batas Peringatan Atas
Batas Peringatan Bawah
Batas Kontrol Bawah
Toleransi Atas
Toleransi Bawah
Nilai

Batas Atas Batas Bawah Batas Atas


33 - 2,48

8,03

24,97

Batas Atur

0-a + 1,64 /n

5,66

27,34

Batas Peringatan

0-a + 2,48 /n

4,44

28,56

Batas Kontrol