Anda di halaman 1dari 4

mekanisme sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh Ibu merupakan alat pertahanan yang lengkap dan terus menerus
berkembang. Memiliki fungsi utama yang penting untuk melindungi tubuh ibu dari serangan
mikro organisme pembawa penyakit seperti bakteri, jamur, protozoa, virus dan sejumlah
penyebab lain yang selalu mengancam kesehatan tubuh.
Secara umum, mekanisme sistem kekebalan tubuh dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Mekanik
2. Kimia
3. Biologis
4. Imunologi
Sistem ini mampu membedakan subtansi yang berasal dari dalam tubuh Ibu dan yang asing /
dari luar tubuh. Subtansi asing memiliki molekul yang disebut antigen pada permukaanya.
Antigen dapat dikenal oleh sistem kekebalan ibu untuk diserang.
Semua komponen sistem kekebalan tubuh ibu didapat sejak lahir, tapi hanya beberapa saja
yang dikembangkan tubuh. Oleh karena itu bayi lebih mudah terserang infeksi selama
beberapa tahun pertamanya, maka bayi ibu membutuhkan pengukuran spesial untuk
mendukung dan melindunginya
Kematangan sistem kekebalan tubuh membutuhkan kontak dengan subtansi yang asing bagi
tubuh (anti gen). Dalam rahim sistem kekebalan tubuh jarang bertemu dengan antigen oleh
karena itu sistem ini akan berkembang setelah kelahiran.
Pada saat kelahiran, buah hati ibu berpindah dari lingkungan steril ke non steril. Di
lingkungan non steril ini kulit, selaput lendir dan lumen usus menjadi populasi bakteri. Awal
kontaknya terjadi dari usus ibu, mikrobiota di vagina ibu, putting susu dan kulit.
Bakteri ini merubah bentuk dasar mikrobiota di usus buah hati ibu yang baru dilahirkan dan
memainkan peran penting dalam pengembangan sistem kekebalan tubuh bayi.
Organ-organ sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh ibu terdiri dari berbagai jenis organ dan sel dengan spesialiasasi
khusus, didistribusikan ke seluruh tubuh, bekerja sama dalam perannya masing-masing untuk
pertahanan tubuh.
Kelenjar getah bening dan pembuluh limfa bersama menuju saluran peredaran khusus
mengangkut getah bening, yaitu cairan transparan yang berisi sel darah putih bernama
limposit. Fungsi ini tampak seperti stasiun dimana sel sistem kekebalan dapat direproduksi
saat dibutuhkan untuk melawan perantara penyakit dari luar tubuh.
Limpa kecil, pada bagian atas kanan dari perut adalah tempat pengumpulan lainnya, dimana
sel getah bening mengangkut organisme asing yang dibawa oleh sistem getah bening.
Jaringan getah bening dapat ditemukan di bagian lain pada tubuh ibu, seperti di sumsum
tulang, timus, amandel dan usus buntu.
Sel kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh ibu beraksi melalui sel khusus yaitu limposit dan fagosit. Mereka
mampu mengenali perantara penyebab penyakit lalu menyerangnya. Terdapat dua jenis
limposit yaitu B-Limposit yang dikembangkan di sumsum tulang dan T-Limposit yang
dimatangkan di timus.
Sel B adalah sel yang dimatangkan oleh proses penciptaan sumsum tulang dan bekerja
melalui hasil dari molekul kimia yang kemudian dikenal dengan antibodi. Antibodi ini
mencoba untuk mengaitkan dirinya dengan antigen, dimana sel B akan mencoba mencari dan
memusnahkannya lalu menandainya untuk dihancurkan melalui proses kimia.
Sel T berbeda dengan Sel B, karena ia diciptakan sebagai sel yang belum matang dan dikirim
ke timus. Di timus Sel T diprogram untuk mengenali antigen secara spesifik. Perbedaan
lainnya Sel T ini membunuh sel yang ia kenal dengan serangan langsung. Ia akan
memulainya dengan mengaitkan dirinya ke sel yang dituju lalu menyuntikkan zat kimia.
Terdapat dua jenis Sel T yaitu regulator, mampu menyusun sistem kekebalan tubuh dengan
mengkoordinasi beberapa jenis sel dimana setiap sel memiliki tugas khusus. Kedua adalah
Cytotoxic , mampu berperan sebagai pembunuh sel dengan menyerang dan menghancurkan
sel yang menginfeksi tubuh ibu.
Sel B dapat secara bebas beredar dalam aliran darah, namun ia tidak bisa masuk ke jaringan
hidup. Sebaliknya Sel T dapat bergerak bebas ke seluruh bagian tubuh ibu. Sel T dapat juga
mendampingi Sel B melalui reaksi berantai yang mengubah bentuk Sel B menjadi sel plasma.
Plasma sel ini kemudian mulai memproduksi Sel B hingga jumlahnya terus bertambah
banyak. Sel T lainnya bertugas untuk memonitor produksi Sel B dan menghentikannya
tatkala infeksi telah benar-benar dihancurkan.
Limposit B adalah bagian dari kekebalan tubuh humoral, sedangkan limposit T adalah bagian
dari kekebalan tubuh mediated. Penengah ini diambil dari fungsinya yang mengatur dan
mengkoordinasikan keseluruhan sel kekebalan tubuh.
Sel kekebalan mediasi ini diperantarai oleh Sel T dan secara langsung menghancurkan target
berupa sel.
Sel kekebalan humoral diperantarai oleh antibodi yang diproduksi oleh Sel B.
source http://www.aksisadaralergi.org

Makan Wortel Bikin Orang Makin


Menarik
Merry Wahyuningsih - detikHealth

(Foto: thinkstock)
Bristol, Banyak makan wortel telah diketahui dapat menyehatkan mata. Tak hanya itu,
penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan wortel dapat membuat kulit sehat dan
bercahaya, yang membuat orang makin menarik.
Peneliti di St Andrews and University of Bristol menunjukkan bahwa wanita dan pria yang
rajin makan sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuat seperti wortel dan pulm, bisa
memiliki kulit kuning bercahaya yang dianggap sangat menarik dan sehat.
Sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuat biasanya mengandung pigmen yang disebut
karotenoid. Zat ini ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran tertentu yang memainkan
peran penting dalam memberikan kulit yang bercahaya.
"Hubungan antara kulit kuning bercahaya dan karotenoid membuka strategi baru untuk
mendorong orang agar mau makan lebih banyak buah dan sayuran," jelas Ian Stephen, salah
satu ilmuwan yang terlibat dalam proyek, seperti dilansir AFP, Kamis (13/1/2011).
Stephen mengatakan hanya butuh waktu dua bulan rutin mengonsumsi wortel untuk dapat
melihat hasil nyata pada kulit.
"Menyuruh orang makan sayur dan buah dengan alasan agar tidak terkena serangan jantung
di usia 40 tahun mungkin tampak lebih berat ketimbang mengatakan bahwa sayur dan buah
bisa membuat orang lebih menarik dalam beberapa bulan," lanjut Stephen.
Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam jurnal Evolution and Human Behavior edisi
Maret 2011 di majalah The Grocer.
Wortel atau Daucus carota merupakan tumbuhan sayur yang ditanam sepanjang tahun. Selain

untuk kesehatan mata dan kulit, sayur yang banyak mengandung beta-karoten, vitamin A,
protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor dan besi ini dapat juga berfungsi menurunkan
tekanan darah, menurunkan kadar gula darah dan membersihkan cacing kremi.

Beri Nilai