Anda di halaman 1dari 2

PENGUKURAN TEGANGAN PERMUKAAN AIR DENGAN METODE TEKANAN MAKSIMUM

GELEMBUNG
(K.I.4)

A. Tujuan percobaan
1. Dapat memahami pengertian dasar tegangan permukaan.
2. Dapat memperagakan metode penentuan tegangan permukaan.
B. Dasar teori
Sejumlah pengamatan menunjukkan bahwa permukaan zat cair berperilaku
seperti membrane yang teregang karena tegangan, dan tegangan ini yang
bekerja sejajar dengan permukaan, muncul dari gaya tarik antar molekul
cairan itu.
Sifat-sifat khas permukaan zat cair berhubungan dengan
1. Kohesi dan adhesi
2. Meniskus dan kapilaritas
3. Tegangan permukaan
Kohesi dan adhesi
Kohesi dan adhesi memegang peranan penting dalam menentukan
permukaan zat cair. Partikel-partikel dari zat cair dapat berpindah-pindah ke
segala arah, dimana partikel-partikel yang saling berdekatan tarik-menarik
saling mempengaruhi, tetapi tidak bercerai berai akibat gerak dan gaya tarik
menariknya.
Gaya tarik-menarik antara partikel-partikel dari zat yang sama disebut kohesi.
Sedang gaya tarik-menarik antara partikel-partikel zat yang berbeda disebut
adhesi. Kohesi dan adhesi memegang peranan penting dalam menentukan
bentuk permukaan zat cair.
Meniskus dan kapilaritas
Karena sudut sentuh air terhadap kaca merupakan sudut lancip, > 90,
maka dalam pembuluh kaca permukaan air berbentuk cekung dari atas.
Sebaliknya dalam air raksa, permukaan air raksa berbentuk cembung.
Permukaan zat cair dalam pembuluh ini disebut meniscus.
Jika sebatang pembuluh kaca yang terbuka kedua ujungnya ditegakkan
dengan sebuah ujungnya berada di atas permukaan air, sedang ujung yang
lain di bawah permukaan, maka permukaan air dalam pembuluh itu lebih
tinggi daripada permukaan air di luar pembuluh (untuk air raksa lebih
rendah). Gejala ini disebut kapilaritas, dan pembuluh semacam ini disebut
pipa kapiler. Kapilaritas ini tergantung kepada adhesi dan kohesi juga. Contoh
air di dalam pembuluh gelas. Adhesi menyebabkan air naik dinding, kohesi
cenderung membuat permukaan sekecil-kecilnya, yaitu mendatar. Jadi kohesi

menaikkan bagian tengan kolom air tersebut. Air ini naik sampai gaya
tersebut diimbangi oleh berat air yang naik tadi.
Tegangan permukaan
Permukaan zat cair nampaknya bersifat seperti kulit yang tegang. Untuk
lapisan permukaan zat cair, di atas permukaannnya tidak terisi dengan
molekul dari zat cair ini (jika di atasnya hampa atau peralihan dengan uapnya
mendadak). Oleh sebab itu pada lapisan permukaan gaya kohesi antara
molekul-molekul zat cair itu tidak terimbangi seperti halnya lapisan di bagian
dalam. Hal ini menyebabkan adanya sifat yang istimewa pada permukaan
yang dinamakan tegangan permukaan atau tegangan bidang batas.

C. Metode eksperimen
Alat yang diperlukan
1. Pipa kapiler
2. Bejana gelas
3. Manometer terbuka
4. Buret
5. Tabung Erlenmeyer
6. Mikroskop geser
7. Bejana air
8. Thermometer
9. Mistar
Kita dapat mencari harga tegangan permukaan (H) dari air, yaotu
menyamakan tekanan-tekanan yang bekerja pada bejana B dan manometer
M dalam keadaan setimbang. Dengan menurunkan air dari buret ke dalam
botol Erlenmeyer E, tekanan udara dalam pipa kapiler C menjadi besar.
Jika pada ujung pipa kapiler terjadi gelembung udara dengan jari-jari R, maka
pada permukaan gelembung ini bekerja tekanan-tekanan :
Dari atas = P
D. Analisa data