Anda di halaman 1dari 16

KB HORMONAL

MAKALAH

Disusun Oleh :
YULISMIATI
2013.06.01.0.0020

PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN


UNIVERSITAS ISLAM MADURA
2015

KATA PENGANTAR
Dengan kebesaran Allah SWT. yang maha pengasih lagi maha penyayang,
penulis panjatkan rasa puji syukur atas hidayah-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah "KB Hormonal".
Adapun makalah "KB Hormonal" ini telah penulis usahakan dapat disusun
dengan sebaik mungkin dengan mendapat bantuan dari berbagai pihak, sehingga
penyusunan makalah ini dapat diselesaikan secara tepat waktu. Untuk itu penulis
tidak lupa untuk menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini.
Terlepas dari upaya penulis untuk menyusun makalah ini dengan sebaikbaiknya, penulis tetap menyadari bahwa tentunya selalu ada kekurangan, baik dari
segi penggunaan kosa-kata, tata bahasa maupun kekurangan-kekurangan lainnya.
Oleh karena itu, dengan lapang dada penulis membuka selebar-lebarnya bagi
pembaca yang bermaksud untuk memberikan kritik dan saran kepada penulis agar
penulis dapat memperbaiki kualitas makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah "KB Hormonal" ini bermanfaat, dan
pelajaran-pelajaran yang tertuang dalam makalah ini dapat diambil hikmah dan
manfaatnya oleh para pembaca.

Pamekasan 19 Januari 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISI
Halaman Sampul.......................................................................................... i
Kata pengantar............................................................................................. ii
Daftar Isi...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................... 2
C. Tujuan......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kontrasepsi............................................................... 3
B. Kontrasepsi Hormonal................................................................ 3
C. Alat Kontrasepsi IUD / AKDR................................................... 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................ 3
B. Penutup....................................................................................... 3
Daftar Pustaka.............................................................................................. 8

iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang
besar. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia cukup besar, sehingga perlu
dilakukan program pembatasan angka kelahiran. Program pembatasan angka
kelahiran di Indonesia dikenal dengan program keluarga berencana yang
disingkat dengan KB. Pembatasan kelahiran tersebut bertujuan tidak hanya
untuk membatasi angka kelahiran tetapi juga mengurangi angka mortalitas
ibu dan anak, terutama ibu dengan usia tua, yang ketika hamil, angka
morbiditas dan mortalitas cukup tinggi dan juga kemungkinan anak yang
dilahirkan menderita gangguan kromosomal seperti sindrom Down dan
sebagainya cukup tinggi.
Program KB di Indonesia dijalankan dengan cara kontrasepsi yaitu
upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya tersebut dapat bersifat
sementara, dapat pula bersifat permanen. Namun sampai saat ini belum ada
suatu cara kontrasepsi yang 100% ideal, karena idealnya suatu kontrasepsi
dilihat dari daya guna, aman, murah, estetik, mudah didapat, tidak
memerlukan motivasi terus-menerus, dan efek samping minimal .
Sejak diberlakukannya program KB di Indonesia dan sejak
berkembangnya kontrasepsi di Indonesia, penggunaan kontrasepsi masih
dalam taraf

belum cukup memuaskan , sampai saat ini masih banyak

masyarakat Indonesia yang enggan untuk menggunakan kontrasepsi dengan


alasan

takut

akan

efek

samping

yang

merugikan

bahkan

lebih

memprihatinkan adalah bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang


belum tahu apa itu kontrasepsi, terutama masyarakat Indonesia yang tinggal
di daerah terpencil dan yang tidak berpendidikan. Padahal sampai saat ini
kontrasepsi di Indonesia telah mengalami evolusi yang cukup signifikan
dalam hal daya guna, aman, murah, estetik, mudah didapat dan efek samping
minimal. Dengan mengenal seluk beluk alat kontrasepsi, mulai dari apa itu
kontrasepsi hingga efek samping yang ditimbulkan diharapkan kedepannya
kontrasepsi dapat dengan mudah diterima dan jangkau oleh masyarakat
1

Indonesia terutama masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah terpencil.


Untuk itu perlunya digalakkan edukasi yang optimal mengenai kontrasepsi.
Oleh karena itu, adalah sebuah langkah yang baik jika pemahaman tentang
kontrasepsi ditingkatkan oleh seorang calon dokter praktik umum. Sehingga
nantinya diharapkan seorang dokter praktik umum mampu melakukan
edukasi dan penatalaksanaan secara paripurna mengenai kontrasepsi. Dan
pada akhirnya, dengan pemahaman yang baik di kalangan calon dokter
praktik umum, program keluarga berencana di Indonesia dapat berjalan
dengan baik.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian kontrasepsi
2.
Kontrasepsi Hormonal dan pembagiannya
C. TUJUAN
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan kontrasepsi
2. Mengetahui pembagian dari kontrasepsi hormonal

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan upaya
itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan
kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas.
(Prawirohardjo, 2006)
Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsidengan
menggunakan alat atau obat-obatan
B. Kontrasepsi hormonal
a. Kontrasepsi Oral (pil)
Kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet,
mengandung hormon estrogen dan progestrone yang digunakan untuk
mencegah hamil.
Kontrasepsi oral terdiri atas lima macam yaitu :
1) Pil kombinasi, dalam satu pil terdapat estrogen dan progestrone
sintetik yang diminum 3 kali seminggu.\
2) Pil sekunseal, Pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan
urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Maka
berdasarkan urutan hormon tersebut,estrogen hanya diberikan selama
14 16 hari pertama di ikuti oleh kombinasi progestrone dan estrogen
selama 5 7 hari terakhir.
3) Pil mini, merupakan pil hormon yang hanya mengandung progestrone
dalam dosis mini ( kurang dari 0,5 mg) yang harus diminum setiap
hari termasuk pada saat haid.
4) Once a moth pil, pil hormon yang mengandung estrogen yang Long
acting yaitu biasanya pil ini terutama diberikan untuk wanita yang
mempunyai Biological Half Life panjang.
5) Morning after pil, merupakan pil hormon yang mengandung estrogen
dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadan darurat saja, seperti
kasus pemerkosaan dan kondom bocor.\
Efek samping yang ditimbulkan kontrasepsi Oral ( Pil ).
1) Nyeri payudara
2) Gangguan Haid
3) Hipertensi
4) Acne
5) Penambahan berat badan.
Keuntungan Kontrasepsi Oral ( Pil )
3

1) Mudah menggunakannya.
2) Cocok untuk menunda kehamilan pertama dari pasangan usia subur
3)
4)
5)
6)

muda.
Mengurangi rasa sakit pada saat menstruasi
Dapat mencegah defesiensi zat besi (Fe)
Mengurangi resiko kanker ovarium.
Tidak mempengaruhi produksi ASI pada saat pemakaian pil yang
mengandung estrogen.

b.

Kontrasepsi suntikan/injeksi
Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya
kehamilan dengan melalui suntikan yang mengandung suatu cairan berisi
zat berupa hormon estrogen dan progesteron atau pun hanya
progesteronnya saja untuk jangka waktu tertentu.
Suntikan progestin pertama di temukan pada awal tahun 1950 an,
yang pada mulanya digunakan untuk pengobatan endometriosis dan
kanker endometrium (carcinoma endometrii). Baru pada awal tahun
1960, uji klinis penggunaan suntikan progestin untuk keperluan
kontrasepsi dilakukan.Terdapat dua jenis suntikan progestin yang
dipakai, yakni depo medroksiprogesteron asetat dan depo noretisteron
enantat.

Sedangkan

untuk

suntikan

depo

estrogen-progesteron

(Cyclofem) ditemukan pada tahun 1960 an. Penambahan estrogen pada


obat kontrasepsi progesteron ternyata dapat memperbaiki siklus haid.
Jenis-jenis alat KB suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain:
1. Suntikan / bulan ; contoh : cyclofem
2. Suntikan / 3 bulan ; contoh : Depoprovera, Depogeston.
a. Suntikan

Kombinasi

(Hormon

Estrogen

dan

Hormon

Progesteron)
Jenis

suntikan

kombinasi

adalah

25

mg

Depo

Medrosiprogesteron Asetat dan 5 mg Estradiol Sipionat yang


diberikan injeksi I.M sebulan sekali (Cyclofem), dan 50 mg
Noretrindron Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang diberikan
injeksi I.M.
Cara kerja :
a. Menekan ovulasi.
4

b. Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan


penetrasi sperma.
c. Menjadikan selaput lendr rahim tipis dan atrofi.
d. Menghambat transfortasi gamet oleh tuba
Yang boleh menggunakan suntikan kombinasi :
a. Usia reproduksi
b. Nulipara dan telah memiliki anak
c. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

efektivitas tinggi.
Menyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan.
Setelah melahirkan dan tidak menyusui .
Anemia.
Nyeri haid hebat.
Haid teratur.
Riwayat kehamilan ektopik.
Sering lupa mengunakan pil kontrasepsi.

Cara Penggunaan :
Suntikan kombinasi diberikan setiap bulan dengan suntikan IM
dalam. Klien diminta datang setiap 4 minggu. Suntikan ulang dapat
diberikan 7 hari lebih awal, dengan kemungkinan terjadi gangguan
perdarahan. Dapat juga diberikan setelah 7 hari dari jadwal yang telah
ditentukan, asal saja diyakini ibu tersebut tidak hamil. Tidak
dibenarkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau
menggunakan metode kontrasepsi yang lain untuk 7 hari saja.
b. Kontrasepsi Suntikan Progestin
Tersedia 2 jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin,
yaitu:
a. Depo Medroksiprogesteron Asetat (Depoprovera), mengandung 150
mg DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intra
muscular (di daerah bokong), disimpan dalam suhu 20OC 25OC.
b. Depo Noretisteron Enantat (Depo Noristerat), yang mengandung
200mg Noretrindron Enantat, diberikan setiap 2 bulan sekali atau
setiap 2 bulan untuk 6 bulan pertama (=3 kali suntikan pertama),
kemudian selanjutnya satu kali suntikan setiap 3 bulan dengan cara
disuntik intramuscular.
Cara kerja
5

1.

Mencegahovulasi.

2.

Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan


penetrasi sperma.

3.

Menjadikan lendir rahim tipis dan atrofi sehinga kurng baik untuk
implantasi ovum yang telah dibuahi.

4.

Menghambat transportasi gamet oleh tuba.

Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin :


1.

Usia reproduksi.

2.

Nulipara dan yang telah memiliki anak.

3.

Menghendaki kontrasepsi jangka panjang

5.

Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai.

6.

Setelah melahirkan dan tidak menyusui.

7.

Setelah abortus atau keguguran.

8.

Telah banyak anak, tetapi belum menghendaki tubektomi.

9.

Perokok.

10. Mempunyai tekanan darah < 180/119 mmHg dengan masalah


gangguan pembekuan darah atau anemia bulan sabit.
11. Menggunakan obat untuk epilepsi (fenitoin dan barbiturat) atau obat
tuberkulosis (rifampisin).
12. Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen.
13. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi.
14. Anemia defisiensi besi.
15. Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh
menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.
c. Kontrasepsi Implant
Kontrasepsi Implan biasa juga disebut Alat Kontrasepsi Bawah Kulit
(AKBK) adalah alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit atau yang
diinsersikan tepat di bawah kulit, dilakukan pada bagian dalam lengan atas
6

atau dibawah siku melalui insisi tunggal dalam bentuk kipas. (Suratun,
dkk. 2008. Pelayanan Keluarga Berencana dan Pelayanan Kontrasepsi.
Jakarta: TIM)
Efek samping Implant
Pada umumnya efek samping yang ditimbulkan implant tidak
berbahaya. Yang paling sering ditemukan adalah gangguan haid yang
kejadiannya bervariasi pada setiap pemakaian, seperti pendarahan haid
yang banyak atau sedikit, bahkan ada pemakaian yang tidak haid sama
sekali. Keadaan ini biasanya terjadi 3 6 bulan pertama sesudah beberapa
bulan kemudian. Efek samping lain yang mungkin timbul, tetapi jarang
adalah sakit kepala, mual, mulut kering, jerawat, payudara tegang,
perubahan selera makan dan perubahan berat badan.
Jenis
a. Norplant: terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan
panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm yang diisi dengan 36 mg
Levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
b. Implanon: terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira
kira 40 mm dan diameter 2 mm yang diisi dengan 68 mg 3-Ketodesogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
adena dan Indoplant: terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg
Levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.
Cara Kerja
a. Lendir servik menjadi kental karena akibat adanya kerja hormon
progesteron yang terkandung dalam kontrasepsi Implan.
b. Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit
terjadi implantasi karena kerja hormon progesteron menekan hormon
estrogen.
c. Mengurangi transportasi sperma karena kerja hormon progesteron
membuat saluran genital menjadi relaksasi sehingga tidak dapat
mendorong ovum.
d. Menekan ovulasi karena hormon estrogen ditekan hormon
progesteron yang telah ada sejak awal.

C. Alat Kontrasepsi IUD / AKDR

Adalah aspek utama banyaknya ibu yang memilih sebagai alat


kontrasepsi untuk mencegah kehamilan saat KB. Jenis alat kontrasepsi ini
berbentuk seperti huruf T, dengan metode pemasangannya dimasukan ke
dalam rahim. IUD terbuat dari bahan dasar hormon, yang akan melepaskan
progestin dengan tujuan menghambat ovulasi. IUD biasanya dapat berfungsi
selama 5 tahun mulai dari awal pemasangan.Alat kontrasepsi dalam rahim
( AKDR / IUD ) merupakan alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim yang
relatif lebih efektif bila dibandingkan dengan metode pil, suntik dan kondom.
Alat kontrasepsi dalam rahim terbuat dari plastik elastik, dililit tembaga atau
campuran tembaga dengan perak. Lilitan logam menyebabkan reaksi anti
fertilitas dengan waktu penggunaan dapat mencapai 2-10 tahun, dengan
metode kerja mencegah masuknya sprematozoa/sel mani ke dalam saluran
tuba. Pemasangan dan pencabutan alat kontrasepsi ini harus dilakukan oleh
tenaga medis (dokter atau bidan terlatih), dapat dipakai oleh semua
perempuan usia reproduksi namun tidak boleh dipakai oleh perempuan yang
terpapar infeksi menular seksual (Imbarwati, 2009).
IUD yaitu alat yang terbuat dari plastik yang dimasukkan ke dalam
rahim dan mencegah kehamilan dengan cara menganggu lingkungan rahim
dan menghalangi terjadinya pembuahan maupun implantasi (ILUNI FKUI,
2010).
AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) atau spiral, atau dalam bahasa
Inggrisnya Intra-Uterine Devices, disingkat IUD adalah alat yang dibuat dari
polietilen dengan atau tanpa metal/steroid yang ditempatkan di dalam rahim.
Pemasangan ini dapat untuk 3-5 tahun dan bisa dilepaskan setiap saat bila
klien berkeinginan untuk mempunyai anak. AKDR inibekerja dengan
mencegah pertemuan sperma dengan sel telur (Kusumaningrum, 2009).
Jenis-jenis
Jenis IUD yang dipakai di Indonesia antara lain adalah :
a. Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen dimana pada
bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan tembaga
8

halus ini mempunyai efek anti fertilitas (anti pembuahan) yang cukup baik
(Imbarwati, 2009).
b. Copper-7
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan
pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm
dan ditambahkan gulungan kawat tembaga luas permukaan 200 mm2,
fungsinya sama dengan lilitan tembaga halus pada IUD Copper-T
(Imbarwati, 2009).

c. Multi load
IUD ini terbuat dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri
dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjang dari ujung atas ke
ujung bawah 3,6 cm. Batang diberi gulungan kawat tembaga dengan luas
permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektifitas. Ada tiga
jenis ukuran multi load yaitu standar, small, dan mini (Imbarwati, 2009).
d. Lippes loop
IUD ini terbuat dari polyethelene, berbentuk huruf spiral atau huruf
S bersambung. Untuk memudahkan kontrol, dipasang benang pada
ekornya Lippes loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran
panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B
27,5 mm (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning) dan
tipe D berukuran 30 mm dan tebal (benang putih). Lippes loop mempunyai
angka kegagalan yang rendah. Keuntungan dari pemakaian IUD jenis ini
adalah bila terjadi perforasi, jarang menyebabkan luka atau penyumbatan
usus, sebab terbuat dari bahan plastic (Imbarwati, 2009).
Spiral bisa bertahan dalam rahim dan menghambat pembuahan
sampai 10 tahun lamanya. Setelah itu harus dikeluarkan dan diganti. Bahan
spiral yang paling umum digunakan adalah plastic atau plastic bercampur
tembaga. Terdapat dua jenis IUD yaitu IUD dengan tembaga dan IUD
dengan hormon (dikenal dengan IUS = Intrauterine System). IUD tembaga
9

(copper) melepaskan partikel tembaga untuk mencegah kehamilan


sedangkan IUS melepaskan hormon progestin (Kusmarjadi, 2010).
Spiral jenis copper T (melepaskan tembaga) mencegah kehamilan dengan
cara menganggu pergerakan sperma untuk mencapai rongga rahim dan
dapat

dipakai

selama

10

tahun.

Progestasert

IUD

(melepaskan

progesteron) hanya efektif untuk 1 tahun dan dapat digunakan untuk


kontrasepsi darurat (ILUNI FKUI, 2010).

Cara kerja

Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii

Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri

Mencegah sperma dan ovum bertemu dengan membuat sperma


sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi
sperma untuk fertilisasi.

AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu,


walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk ke dalam alat
reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi
(Muhammad, 2008).

IUD baik untuk wanita yang:

Menginginkan kontrasepsi dengan tingkat efektifitas yang tinggi,


dan jangka panjang

Tidak ingin punya anak lagi atau ingin menjarangkan anak

Memberikan ASI

Berada dalam masa postpartum dan tidak memberikan ASI

Berada dalam masa pasca aborsi


10

Mempunyai resiko rendah terhadap PMS

Tidak dapat mengingat untuk minum sebutir pil setiap hari

Lebih menyukai untuk tidak menggunakan metode hormonal atau


yang memang tidak boleh menggunakannya.

Yang benar-benar membutuhkan alat kontrasepsi darurat


(Kusumaningrum, 2009).

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kontrasepsi merupakan pencegahan kehamilan setelah hubungan seksual
dengan menghambat sperma mencapai ovum matang (metode yang mencegah
ovulasi) atau dengan mencegah ovum yang telah dibuahi tertanam pada
endometrium ( mekanisme yang menyebabkan lingkungan uterus tidak cocok
untuk ovum yang telah dibuahi).
Dalam pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi
hubungannya dengan pemilihan alat kontrasepsi yang sesuai dengan pasien,
diperlukan suatu konseling yang berarti petugas medis membantu pasien
untuk memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan dirinya dan juga dengan
konseling

yang

baik

akan

membantu

pasien

dalam

menggunakan

kontrasepsinya lebih lama dan meningkatkan keberhasilan program KB.


Kontrasepsi hormonal yang cocok dan sesuai dengan pasien, berdasarkan
keadaan pasien yang memiliki usia pra menopause, dan masalah obesitas tipe
II, dislipidemia, serta riwayat amenore adalah pil kombinasi, suntik
kombinasi, minipil progestin dan implant levonorgestrel. Namun dari
keempat opsi kontrasepsi hormonal yang dapat digunakan oleh pasien
tersebut, kontrasepsi hormonal pil kombinasi yaitu kombinasi antara hormon
11

estrogen dan progesteron sintetik yang lebih cocok dan sesuai dengan kondisi
pasien.
Pada pasien ini pemberian kontrasepsi sudah benar dan rasional. Benar,
karena sesuai dengan pertimbangan pemakaian kontrasepsi hormonal oral
sesuai dengan rekomendasi American Collage of Obstetrics yaitu pemberian
kontrasepsi hormonal setelah sebelumnya melakukan penelusuran riwayat
medik sederhana dan pengukuran tekanan darah. Rasional karena pemilihan
jumlah dan dosis kontrasepsi hormonal kombinasi sesuai dengan kondisi
pasien dan perubahan pemberian regimen kontrasepsi hormonal oral
dilakukan setelah timbul efek samping yang tidak mengenakan pada pasien.
Pemilihan alat kontrasepsi, jumlah dan dosis perlu dipertimbangkan
dengan baik sesuai dengan kondisi pasien secara holistik, dengan sebelumnya
dilakukan konseling secara optimal karena hal tersebut sangat berpengaruh
terhadap kualitas hasil yang dicapai.
B. Saran
Tiada gading yang tak retak, itulah kalimat yang dapat kami ucapkan.
Karena itu kami dengan lapang dada menerima segala kritik ataupun saran
untuk menyempurnakan makalah ini.
Semoga materi ini dapat menambah wawasan kita mengenai KB
Hormonal.

12

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI. Paduan Pelayanan Keluaraga Berencana.
Jakarta: Dep.Kes, 2006.
Dosegestrel. Diunduh dari www.winkipedia.org/wiki/dosegestrel tanggal 18
Mei 2009.
Mestranol/noretindrone.

Diunduh

dari

www.drugs.com/cdi/mestranol-

norethindrone. html tanggal 18 mei 2009.


Depomedroksiprogesteron asetat. Diunduh dari www.winkipedia.org/wiki/
depomedroksiprogesteron asetat tanggal 18 Mei 2009.
Linestrenol. Diunduh dari www.winkipedia.org/wiki/linestrenol tanggal 18
Mei 2009.
Levonorgestrel.Diunduh dari www.winkipedia.org/wiki/linestrenol tanggal
18 Mei 2009.

13