Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
1. Latar Belakang Masalah
Untuk menuju Indonesia sehat 2010 maka Indonesia dituntut untuk
membangun masyarakat seoptimal mungkin. Hal ini terdapat dalam tujuan
pembangunan nasional di bidang kesehatan terutama di tujukan untuk
penurunan angka kematian bayi dan perinatal, angka kematian anak balita,
angka kesakitan anak usia sekolah dan remaja serta peningkatan derajat
kesehatan anak secara optimal menuju generasi muda yang sehat sebagai
sumber daya pembangunan. Untuk mencapai hal tersebut perlu adanya
peningkatan kemampuan pengetahuan dan keterampilan di antaranya dalam
bidang keperawatan anak, karena anak merupakan potensi serta penurus citacita bangsa yang dasar-dasarnya telah diletakkan generasi sebelumnya. Oleh
karena itu anak harus mendapat perhatian yang sempurna dalam memenuhi
perkembangan dan pertumbuhan baik fisik maupun mental sejak dini.
Anak adalah bukan miniatur orang dewasa, tetapi merupakan sosok
individu yang unik, yang mempunyai kebutuhan khusus sesuai dengan taraf
pertumbuhan dan perkembangan (Depkes RI, 1992 : 3). Oleh sebab itu anak
perlu mendapatkan perhatian yang khusus karena mudah terkena penyakit.

Adapun penyakit yang sering menyerang pada anak di antaranya adalah


penyakit Dengue Haemorrhagic Fever. Dengue Haemorrhagic Fever adalah
penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong
arbovirus dan masuk ke dalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes
aegypty (betina) (Effendy, 1995 : 1).
2. Permasalahan
Melihat penyakit Dengue Haemorrhagic Fever ditandai oleh demam
mendadak tanpa sebab yang jelas, gejala lain seperti lemah, nafsu makan
berkurang, muntah, nyeri pada anggota badan, punggung, sendi, kepala dan
perut serta dapat terjadi perdarahan

pada hari ke-2 atau ke-3 demam yang

beraneka ragam dimulai dari yang paling ringan berupa perdarahan di bawah
kulit (Petekia/ekimosis) perdarahan gusi, epistaksis sampai perdarahan yang
hebat berupa muntah darah akibat perdarahan lambung melena hematuria
masif dan dapat terjadi syok. Pada saat demam telah menurun antara hari ke-3
dan ke-7 dengan tanda-tanda anak menjadi lemah, ujung-ujung dari telinga
dan hidung teraba dingin dan lembab, denyut nadi terasa cepat, kecil dan
tekanan darah menurun dengan tekanan sistol 80 mmHg atau kurang. Untuk
itu perawat sebagai bagian dari tim kesehatan memiliki tanggung jawab dan
upaya yang dapat dilakukan oleh perawat pada penderita Dengue
Haemorrhagic Fever adalah dengan memberikan asuhan keperawatan yang
optimal dan profesional.

Meskipun berdasarkan hasil pendataan yang diperoleh di Ruang Anak


Bawah

Rumah Sakit Umum Tasikmalaya, jumlah penderita Dengue

Haemorrhagic Fever pada anak usia 0-15 tahun dari bulan Januari sampai Juli
2003 berjumlah 5 orang, diperlukan adanya

penanganan penyakit sedini

mungkin untuk mencegah terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kondisi


yang lebih berat atau kematian. Salah satu faktor yang penting dalam masalah
penanggulangan tersebut adalah perlunya peran perawat untuk memberikan
asuhan keperawatan yang komprehensif secara biologis, psikologis, sosial
dan spiritual. Karena dampaknya sangat mempengaruhi Kebutuhan Dasar
Manusia.
3. Latar Belakang Penulis
Untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan
penulis dalam melaksanakan asuhan keperawatan DHF maka penulis tertarik
membuat kasus ini untuk dijadikan karya tulis dengan judul : Asuhan
Keperawatan pada Anak

Usia Sekolah (7 Tahun) dengan Dengue

Haemorrhagic Fever di Ruang Anak Bawah Rumah Sakit Umum


Tasikmalaya.

2. Tujuan Studi Kasus


1. Tujuan Umum
Mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan pada klien dengan
Dengue Haemorrhagic Fever. Dengan mengungkapkan pola pikir ilmiah

melalui lima tahapan proses keperawatan dan mendokumentasikannya ke


dalam bentuk karya tulis.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu mengkaji klien dengan Dengue Haemorrhagic Fever
b. Mampu menyusun rencana Asuhan Keperawatan pada klien dengan
Dengue Haemorrhagic Fever
c. Mampu melaksanakan Tindakan Keperawatan pada klien dengan Dengue
Haemorrhagic Fever
d. Mampu melaksanakan Evaluasi terhadap Asuhan Keperawatan pada klien
dengan Dengue Haemorrhagic Fever
e. Mampu mendokumentasikan Asuhan Keperawatan pada klien dengan
Dengue Haemorrhagic Fever

3. Harapan dan Kegunaan


Setelah penulis melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Klien dengan
Dengue Haemorrhagic Fever, tidak sedikit masalah yang ditemukan serta sangat
diperlukan kerja sama tim kesehatan dalam penanganan dan pelaksanaan yang
cepat dan tepat.
Dengan adanya karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi tim
kesehatan, khususnya dalam memberikan Asuhan Keperawatan pada Klien
dengan Dengue Haemorrhagic Fever dan dapat berguna sebagai sumber

penambah ilmu pengetahuan sehingga apa yang menjadi tujuan pelayanan


keperawatan dapat dicapai seoptimal mungkin.
Adapun hasil penulisan ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan
informasi bagi :
1. Penulis
Sebagai bahan evaluasi tentang kemampuan penerapan konsep
keperawatan yang didapat selama masa pendidikan ke dalam praktek
keperawatan.
2. Pendidikan
a.

Sebagai tolak ukur keberhasilan program pendidikan di Akademi


Keperawatan Bakti Tunas Husada Tasikmalaya.

b.

Sebagai bahan kajian untuk pengembangan kurikulum pendidikan di


Akademi Keperawatan Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

3. Pelayanan
a.

Sebagai sumber bacaan

b.

Sebagai sumbangan bagi Rumah Sakit Umum Tasikmalaya dalam


melakukan

Asuhan

Keperawatan

pada

klien

dengan

Dengue

Haemorrhagic Fever.

4. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah metode
deskriptif yang berbentuk studi kasus melalui pendekatan proses keperawatan

untuk mendapatkan gambaran yang lebih nyata dan mendalam dalam


melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Dengue Haemorrhagic
Fever di Ruang Anak Bawah Rumah Sakit Umum Tasikmalaya.
Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai
berikut :
1. Anamnesa
Dilakukan setiap saat selama memberikan Asuhan Keperawatan
bersama klien dan keluarga.
2. Observasi
Dilakukan dengan cara mengamati klien untuk mengetahui tingkat
kesehatan dengan berbagai masalah dan keluhan yang terjadi.
3. Studi Kepustakaan
Hal ini dilakukan dalam rangka mendapatkan landasan teoritis yang
berkaitan dengan kasus yang dihadapi, sehingga dapat membandingkan teori
yang didapat dengan fakta yang ada di lahan praktek, diperoleh kesenjangan,
mencari penyebab dan pemecahan masalah.
4. Studi Dokumentasi
Dilakukan dengan cara mempelajari catatan dan buku status klien.
5. Pemeriksaan Fisik
Dilakukan dengan teknik inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi
sehingga didapatkan data yang objektif tentang status kesehatan klien.

6. Partisipasi aktif
Dalam bentuk tindakan keperawatan secara langsung sesuai dengan
perencanaan yang melibatkan perawat dengan keluarga.

E. Sistematika Penulisan
Penulisan laporan karya tulis ini terdiri dari 4 BAB, dengan sistematika
sebagai berikut :
Bab I merupakan pendahuluan yang Menjelaskan tentang latar belakang
masalah, tujuan studi kasus, harapan dan kegunaan, metode penulisan dan
sistematika penulisan.
Bab II merupakan tinjauan teoritis yang terdiri dari konsep dasar, konsep
dasar Asuhan Keperawatan pada klien dengan Dengue Haemorrhagic Fever.
Bab III merupakan tinjauan kasus dan pembahasan dimana tinjauan
Menjelaskan laporan penerapan asuhan keperawatan melalui proses perawatan
pada klien Dengue Haemorrhagic Fever meliputi Pengkajian, perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi sedangkan pembahasan berisikan suatu kesenjangankesenjangan yang ditemukan antara teori dengan kasus yang terjadi.
Bab IV merupakan kesimpulan dan rekomendasi yang berisikan
kesimpulan dan pelaksanaan asuhan keperawatan dan saran serta rekomendasi
yang operasional.