Anda di halaman 1dari 5

PENGELOLAAN SIMVASTATIN (HMG CoA REDUCTASEINIBITOR)

DAN GEMFIBROZIL (ASAM FIBRAT) PADA DISLIPIDEMIA

A. SIMVASTATIN
Simvatatin adalah obat hipolipidemik digunakan untuk mengontrol kolesterol, atau
hiperkolesterolemia. Simvastatin merupakan obat golongan HMG-CoA Reductase Inhibitor.

HMG-CoA Reductase adalah enzim di hati yang berperan pada sintesis koleterol. Dengan
menurunnnya sintesis kolesterol di hati akan menurunkan sintesis Apo B100. Di samping itu
meningkatkan reseptor LDL pada permukaan hati, hal mana akan menurunkan kadar kolesterol
LDL dan juga VLDL.
Simvastatin diabsorbsi sebesar 30-50% kemudian dihidrolisis menjadi asam. Karena
ekstraksi first-pass , kerja utama obat ini adalah pada hati. Semua mengalami trasnformasi,
beberapa produk masih tetap aktif.

Ekskresi terutama melalui empedu dan feses tetapi

pengeluaran melalui urin juga terjadi. Waktu paruh berkisar 1,5-2 jam.
Efek samping simvastatin dapat berhubungan dengan hati dan fungsi otot. Kelainan
biokimiawi hati telah terjadi dalam penggunaan inhibitor HMG Co-A reduktase. Karena itu

diperlukan menilai fungsi hati dan mengukur kadar transaminase secara periodic. Miopati dan
rhabdomiolisis jarang dilaporkan. Dalam beberapa kasus, pasien biasanya menderita insufisiensi
ginjal atau mengambil obat seperti siklosporin, itrakonazol, eritromisin, gemfibrozil, atau niasin.
Kadar kreatinin kinase plasma harus diperiksa teratur.

B. GEMFIBROZIL
Gemfibrozil merupakan derivate asam fibrat. Fibrat digunakan dalam pengobatan
hipertrigliseridemia, menyebabkan penurunan signifikan pada kadar triasilgliserol plasma.

Gemfibrozil juga memacu aktivitas lipoprotein lipase, sehingga menghidrolisis triasilgliserol


pada kilomikron dan VLDL sehingga mempercepat pengeluaran partikel-pertikel tersbut dari
plasma. Sebaliknya, kadar HDL sedikit meningkat. Yang diduga melalui peningkatan apoprotein
A-I dan A-II.
Gemfibrozil diabsorpsi sempurna setelah dosis oral. Gemfibrozil secara luas menyebar ke
seluruh tubuh, terikat pada albumnin. Keduanya mengalami biotransformasi sempurna dan
dikeluarkan dalam urin sebagai konjugat glukoronida.
Efek samping paling umum dari penggunaan obat ini adalah gangguan pencernaan
ringan. Selain itu, miositis juga dapat terjadi sehingga kelemahan otot atau nyeri otot harus
dievaluasi. Miopati dan rhabdomyolisis telah dilaporkan pada beberapa pasien yang
menggunakan gemfibrozil dan golongan statin bersamaan.

C. KOMBINASI STATIN-GEMFIBROZIL DAN RHABDOMYOLISIS

Pada pasien dengan hiperlipidemia gabungan, terapi obat tunggal sering gagal untuk
menrunkan TG dan TC dan gagal meningkatkan HDL-C untuk tingkat optimal. Terapi kombinasi
statin-gemfibrozil dapat menjadi efektif dalam mencapai menurunkan lebih lanjut dari TG, TC,
dan LDL-C dan meningkatkan HDL-C atas hasil monoterapi yang dapat dicapai. Pada penelitian
yang dilakukan oleh Shammas, dkk, kombinasi statin-gemfibrozil secara signifikan mengurangi
LDL-C 22% di atas monoterapi saja.
Beberapa laporan kasus telah menunjukkan bahwa miositis dan rhabdomyolisis memang
terjadi dengan terapi kombinasi. Diperkirakan bahwa 0,2% pasien menngalami miopati berat
dengan lovastatin saja dan sampai 5% dengan kombinasi lovastatin dengan genfibrozil. Dalam
data yang diperoleh dari literature miopati yang parah terjadi pada 0,4% pasien dengan
kombinasi simvastatin-gemfibrozil. Statin terus memiliki insiden tinggi miopati. Hingga saat ini
mekanisme pasti di balik terjadinya gejala-gejala miopati pada otot akibat penggunaan statin
masih belum diketahui. Namun diduga hal ini terkait dengan konsentrasi statin dalam darah,
yang dipengaruhi farmakokinetik obat, potensi interaksi obat, dosis, dan faktor risiko miopati
pasien (misalnya usia, penyakit ginjal, dan diabetes), dan bukan karena kadar LDL yang dicapai.
Situasi lain yang mungkin bisa meningkatkan kadar statin dalam darah adalah usia dan kondisi
pasien, ukuran tubuh kecil, fungsi ginjal terganggu, infeksi, hipotiroid yang tidak diterapi,
interaksi obat terutama statin yang dimetabolisme oleh sistem sitokrom P450 dan gemfibrozil,
periode perioperatif, dan alcohol. Teori terbaru mengatakan miopati karena penggunaan statin
dipengaruhi oleh potensi penghambatan HMG-CoA reductase pada hepatosit. Meskipun adverse
effect pada otot bisa terjadi pada pasien, sejak pasien menerima dosis awal statin, nampaknya
gejala ini cenderung terjadi pada dosis tinggi.

Hingga saat ini mekanisme pasti di balik terjadinya gejala-gejala miopati pada otot akibat penggunaan
statin masih belum diketahui. Namun diduga hal ini terkait dengan konsentrasi statin dalam darah, yang
dipengaruhi farmakokinetik obat, potensi interaksi obat, dosis, dan faktor risiko miopati pasien (misalnya
usia, penyakit ginjal, dan diabetes), dan bukan karena kadar LDL yang dicapai. Situasi lain yang mungkin
bisa meningkatkan kadar statin dalam darah adalah usia dan kondisi pasien, ukuran tubuh kecil, fungsi
ginjal terganggu, infeksi, hipotiroid yang tidak diterapi, interaksi obat terutama statin yang dimetabolisme
oleh sistem sitokrom P450 dan gemfibrozil, periode perioperatif, dan alkohol (McKenney, Am J Cardiol
2006; 97 [suppl]: 89 C - 94 C).
Teori terbaru mengatakan miopati karena penggunaan statin dipengaruhi oleh potensi penghambatan
HMG-CoA reductase pada hepatosit. Meskipun adverse effect pada
otot bisa terjadi pada pasien, sejak pasien menerima dosis awal
statin, nampaknya gejala ini cenderung terjadi pada dosis tinggi.

statin ini terus memiliki insiden yang lebih


tinggi dari miopati dan harus ditarik
dari pasar. Selain itu, statin memiliki
perbedaan substansial sebagai immunomodulator [40] dan dalam kemampuan mereka untuk
mengubahkonten kolagen dan akumulasi sel otot polos
dalam atheromas [41,42]. Hal ini penting, terlepas daridimanfaatkan, untuk
memonitor enzim CK statin dalam pasien pada statin-gemfibrozil kombinasi
untukmendeteksi dini miositis. Pasien harus diinstruksikan pada tanda-tanda dan
gejala mialgia dan miopati dan mereka harus melaporkan setiap temuan
ini dengan dokter mereka. Setelah melakukan review ini, kami
mengubah protokol di klinik lipid kami untuk
memungkinkan pemeriksaan rutin pada pasien yang menerimaCKgemfibrozil statin terapi kombinasi.