Anda di halaman 1dari 33

Precedence

Diagramming
Method (PDM)
Emma Akmalah, Ph.D

Pendahuluan
Precedence Diagramming Method (PDM) merupakan
metode yang umum digunakan dalam program
software Manajemen Proyek. Berbeda dengan Arrow
Diagramming Method seperti CPM yang
menggunakan anak panah untuk menggambarkan
kegiatan dan nodes untuk menunjukkan saat mulai
dan selesainya kegiatan, PDM menggunakan nodes
untuk menggambarkan kegiatan dan anak panah
yang menghubungkan nodes menunjukkan urutan
dan ketergantungan antar kegiatan. PDM juga
dikenal sebagai Activity-on-Node.

Notasi di dalam PDM

di mana:
i adalah nomor node suatu kegiatan
Di adalah durasi dari kegiatan
ES (Earliest Start) adalah waktu paling cepat suatu kegiatan dapat
dimulai
EF (Earliest Finish) adalah waktu paling lambat suatu kegiatan
dapat diselesaikan
LS (Latest Start) adalah waktu paling lambat suatu kegiatan dapat
dimulai tanpa mengakibatkan keterlambatan proyek
LF (Latest Finish) adalah waktu paling lambat suatu kegiatan
dapat dimulai tanpa mengakibatkan keterlambatan proyek.

Penggunaan PDM
PDM umumnya digunakan untuk menggambarkan pekerjaan

yang berulang (repetitive works) dan pekerjaan yang dilakukan


secara bersamaan (concurrent activities).
Suatu pekerjaan yang mempunyai volume yang cukup besar

umumnya dilakukan secara bertahap di mana masing-masing


tahap mempunyai beberapa kegiatan yang berulang dan dapat
dilakukan secara bersamaan tanpa harus menunggu suatu
kegiatan selesai 100%.
Sehubungan dengan sifat pekerjaan dan metode atau teknologi

pelaksanaannya, suatu proyek dapat memiliki banyak kegiatan


yang overlap. Untuk menggambarkan pekerjaan seperti itu,
maka pekerjaan harus dibagi-bagi atas beberapa kegiatan atau
bagian. Di dalam CPM, masalah tersebut dapat diatasi dengan
menambahkan sejumlah dummy.

Contoh: (Ahuja, 1994)

Di dalam suatu proyek, pekerjaan prestress


untuk balok tidak perlu dilakukan setelah
semua balok telah selesai dicetak. Setelah
selesai mencetak bagian balok yang pertama,
dapat dilanjutkan dengan pekerjaan prestress
untuk balok tersebut, dan waktunya dapat
dilakukan secara bersamaan dengan
pencetakan balok yang kedua. Hal yang sama
dilakukan untuk pekerjaan selanjutnya.

Penggambaran dengan CPM:

Ada 9 kegiatan dan 2 dummies

Penggambaran dengan PDM:

Dengan PDM penggambaran kegiatan menjadi

lebih sederhana di mana hanya ada 3 kegiatan


dan tidak diperlukan dummy.

Hubungan Ketergantungan
di dalam PDM
Berbeda dengan CPM yang hanya
mengenal satu hubungan ketergantungan,
yaitu Finish-to-Start (dan besarnya FS
selalu = 0) di mana suatu kegiatan baru
dapat dilakukan dilakukan setelah
kegiatan sebelumnya selesai seluruhnya,
dalam PDM dikenal ada 4 jenis hubungan
ketergantungan sebagai berikut:

1) FSij (Finish-to-Start) = lag time, kegiatan

sebelumnya (predecessor) harus sudah


selesai sekian waktu (bisa juga lag time = 0)
sebelum kegiatan sesudah (successor)
dimulai. Ini adalah bentuk ketergantungan
yang paling umum.

2) SSij (Start-to-Start) = lag time, kegiatan

sebelum (predecessor) harus dimulai sekian


waktu sebelum kegiatan
berikutnya(successor) dimulai.

3) FFij (Finish-to-Finish) = lead time, kegiatan

sesudah (successor) selesai sekian waktu


sesudah kegiatan sebelumnya (predecessor)
selesai.

4) SFij (Start-to-Finish) = lead time, kegiatan

sebelum (predecessor) harus dimulai sekian


waktu sebelum kegiatan berikutnya
(successor) selesai. Ini adalah hubungan
ketergantungan yang paling jarang
digunakan.

Untuk menggambarkan PDM, harus dipelajari


seluruh hubungan yang ada. Biasanya hubungan
terhadap suatu kegiatan yang dipelajari ditinjau
berdasarkan 3 kelompok berikut :
1) Kegiatan sebelum
Kegiatan apa saja yang harus selesai sebelum
kegiatan yang ditinjau dimulai (FSij)
Kegiatan apa saja yang harus dimulai sebelum
kegiatan yang ditinjau dimulai (SSij)
Kegiatan apa saja yang harus dimulai sebelum
kegiatan yang ditinjau selesai (SFij)
Kegiatan apa saja yang harus selesai sebelum
kegiatan yang ditinjau selesai (FFij)

2) Kegiatan sesudah
Kegiatan apa saja yang harus dimulai sesudah

kegiatan yang ditinjau selesai (FSjk)


Kegiatan apa saja yang harus dimulai sesudah
kegiatan yang ditinjau dimulai (SSjk)
Kegiatan apa saja yang harus selesai sesudah
kegiatan yang ditinjau dimulai (SFjk)
Kegiatan apa saja yang harus selesai sesudah
kegiatan yang ditinjau selesai (FFjk)
3) Kegiatan bersama

Harus diidentifikasi seluruh kegiatan yang


dikerjakan bersama (SS = 0)

Perhitungan Waktu dalam PDM


Perhitungan PDM dilakukan terhadap waktu
kegiatan. Sama seperti perhitungan maju dan
mundur.
1) Perhitungan maju
)Untuk mendapatkan ES dan EF dari seluruh

kegiatan
)Selalu diambil nilai yang terbesar

2) Perhitungan mundur
)Untuk mendapatkan LS dan LF dari seluruh

kegiatan
)Selalu diambil nilai yang terkecil

Biasanya SSij dan FSij diberikan dalam unit waktu tapi

bisa juga SSij, SFij dan FSij diberikan sebagai % waktu


kegiatan sebelum dan FFij diberikan sebagai % waktu
kegiatan sesudah, misalnya :
SSij = 20%, berarti 20% dari waktu kegiatan i
FFij = 25%, berarti 25% dari waktu kegiatan j

Kegiatan Terputus
Jika suatu kegiatan terputus
maka :
EF ES D
LF LS D
Kegiatan terputus digambarkan
sebagai berikut :

Float dan Jalur Kritis


Dikenal 2 macam float yaitu Start Float dan Finish Float :

Start Float = LS ES
Finish Float = LF EF

Start Float = Finish Float untuk kegiatan yang tidak terputus.


Jalur kritis adalah jalur dengan kegiatan yang tidak

mempunyai float. Ini ditandai dengan persaman berikut


(sama seperti CPM)
ES = LS
EF = LF
LS ES = Durasi
Pada PDM dikenal juga kegiatan kritis sebagian. Kasus ini

terjadi untuk kegiatan yang terputus. Dalam pengendalian


biasanya dianggap sebagai kegiatan kritis.

Contoh PDM

(Jenkins et.al., 2006)

Contoh PDM

(Jenkins et. al., 2006)

Hubungan Start-to-Start antara kegiatan C

dan D mengakibatkan nilai ES dari kegiatan D


menjadi 7
Hubungan Finish-to-Start antara kegiatan D

dan F mengakibatkan nilai ES dari kegiatan F


menjadi 11
Hubungan Finish-to-Finish antara kegiatan E

dan G mengakibatkan nilai LS dari kegiatan E


menjadi 15
Hubungan Start-to-Finish antara kegiatan E

dan F mengakibatkan nilai LS dari kegiatan F


menjadi 12 dan LF-nya menjadi 14 (LS +
durasi)

Contoh PDM

(Jenkins et.al., 2006)

Contoh Soal
Diketahui data untuk suatu proyek sebagai berikut:
Kegiatan A adalah kegiatan awal proyek.
Kegiatan B dapat dimulai setelah kegiatan A dimulai dan harus

selesai sebelum kegiatan C selesai.


Kegiatan C mengikuti kegiatan A.
Selesainya kegiatan D bergantung pada dimulainya kegiatan B.
Kegiatan E dapat dimulai setelah kegiatan B selesai dan

kegiatan D dimulai.
Selesainya kegiatan E bergantung pada dimulainya kegiatan C.
Kegiatan F dapat dimulai setelah kegiatan E dimulai.
Kegiatan F adalah kegiatan terakhir proyek.

Durasi dari masing-masing kegiatan adalah

sebagai berikut (dalam minggu):


A = 5; B = 6; C = 6; D = 7; E = 6; F = 8
Lead time antara:

A dan B = 3; B dan D = 11; C dan E = 9; D dan


E = 4; E dan F = 5.
Lag time antara:

A dan C = 2; B dan C = 2; B dan E = 1.


Buatlah jaringan kerja dengan PDM untuk proyek
tersebut!

Penyelesaian:
Penentuan hubungan ketergantungan/kendala (constraint):
Kegiatan B dapat dimulai setelah kegiatan A dimulai (SSA,B =

3) dan harus selesai sebelum kegiatan C selesai (FFB,C = 2)


Kegiatan C mengikuti kegiatan A (FSA,C = 2).
Selesainya kegiatan D bergantung pada dimulainya kegiatan

B (SFB,D = 11)
Kegiatan E dapat dimulai setelah kegiatan B selesai (FSB,E =

1) dan kegiatan D dimulai (SSD,E = 4)


Selesainya kegiatan E bergantung pada dimulainya kegiatan

C (SFC,E = 9).
Kegiatan F dapat dimulai setelah kegiatan E dimulai (SSE,F =

5).

Tabel:

Penggambaran kegiatan dan hubungan

ketergantungan:

Perhitungan ke depan

Perhitungan lengkap dan penentuan kegiatan

kritis

Beri Nilai