Anda di halaman 1dari 5

WADUK JATIBARANG SEMARANG JAWA TENGAH

Gambar 1 Waduk Jatibarang Semarang

Waduk Jatibarang berlokasi di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah.


Pekerjaan pembangunan waduk ini dimulai di tahun 2009 dan selesai pada awal tahun 2014 ini.
Adapun permasalahan yang terjadi di daerah Semarang dan sekitarnya. Antara lain banjir besar
yang sering melanda Semarang dan sekitarnya, kurangnya ketersediaan air baku, penurunan
tanah akibat eksploitasi air tanah berlebih dan intrusi air laut melalui sungai dan saluran air.
Sebagai upaya penanganannya, BBWS Pemali Juana melakukan beberapa pekerjaan
INTEGRATED WATER RESOURCES AND FLOOD MANAGEMENT PROJECT FOR
SEMARANG IP-534 yakni normalisasi Kali Garang/Banjir Kanal Barat, Rehabilitasi Bendung
Simongan, Pembangunan Waduk Jatibarang dan Perbaikan drainase Kota Semarang (Kali
Semarang, Kali Asin, Kali Baru).
Waduk ini berfungsinya antara lain untuk penanggulangan banjir, penyediaan air minum,
pasokan listrik sekaligus potensi pariwisata. Waduk Jatibarang memiliki daya tampung sebesar

2,6 juta m3/detik dan dapat mengurangi debit banjir hingga 170 m3/detik. Pembangunan fisik
Waduk Jatibarang mencapai Rp 560 miliar. Normalisasi Kali Garang/Banjir Kanal Barat senilai
Rp 289 miliar, Rehabilitasi Bendung Simongan sebesar Rp 37 miliar, Pekerjaan Fasilitas
pemantauan banjir sekitar Rp 3 miliar. Keseluruhan dana tersebut berasal dari pinjaman JICA.

Gambar 2 Komponen Fisik Integrated Water Resources and Flood Management Project for Semarang

Waduk Jatibarang dibangun dengan tipe urugan batu berzona dengan inti di tengah,
dengan tinggi 77 m di atas pondasi dan panjang puncak 200 m serta lebar puncak 10 m.
Bendungan Jatibarang ini mempunyai kapasitas tampungan air waduk sebesar 20,4 juta m3. Dari
daerah itu, tampungan air bersih diperkirakan 13,6 juta meter kubik dan tampungan banjir 2,7
juta meter kubik. Waduk Jatibarang meliputi empat kelurahan yakni Jatibarang, Jatirejo,
Kedungpane, dan Kandri, di dua wilayah Kecamatan meliputi Mijen serta Gunungpati, didahului
dengan membendung Sungai Kreo untuk dibuat cofferdam. Pembangunan Waduk memiliki
umur rencana selama 50 tahun bermanfaat sebagai air baku, energi listrik berkapasitas 1,5 MW
(megawatt). Pembangunan Waduk Jatibarang didukung oleh pembangunan sarana dan fasilitas
lain. Seperti, Japanese Memorial Park, Semarang Boat Race, Semarang Boat Lake Kali Garang,

Jogging track, serta desain kenyamanan sungai. Di tengah waduk akan terdapat pulau yang
tersisa, yakni kawasan Goa Kreo yang saat ini banyak ditinggali kera ekor panjang dan sudah
dikenal sebagai lokasi obyek wisata. Pulau itu dihubungkan dengan jembatan sepanjang 72 meter
yang digunakan sebagai lokasi pejalan kaki dan sarana kendaraan bermotor.
Upaya perbaikan Banjir Kanal Barat dan Kali Garang dilakukan dengan penggalian dasar
sungai, perbaikan dan peninggian tanggul banjir, pembangunan dan perbaikan pelindung tebing
dan bangunan drainase, pembangunan dinding penahan tanah, pelindungan pondasi jembatan dan
pembangunan Kenyamanan Sungai. Sementara itu, rehabilitasi Bendung Simongan dilakukan
perbaikan permukaan tubuh bendungan dan kolam olakan, penggantian pintu-pintu air, perbaikan
atap pelindung pintu dan pembangunan bangunan pemeliharaan.
Berikut ini adalah foto-foto pekerjaan pembangunan Waduk Jatibarang

Berikut ini kondisi Waduk Jatibarang saat ini