Anda di halaman 1dari 1

A.

Pengertian Nilai
Manusia dalam kehidupannya selalu berkaitan dengan nilai. Manusia senantiasa
dinilai dan menilai. Istilah nilai dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang
artinya, keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Di samping itu juga
menunjuk kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai
atau melakukan penilaian.
Nilai pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek.
Jadi, bukan objek itu sendiri yang dinamakan nilai. Suatu itu mengandung nilai
artinya ada sifat atau suatu yang melekat pada pemandangan atau tindakan.
Dengan demikian nilai itu sebenarnya suatu kenyataan yang tersembunyi di balik
kenyataan kenyataan lainyya. Adanya nilai itu karena ada kenyataan-kenyataan lain
sebagai pembawa nilai.
Menilai berarti menimbang, artinya suatu kegiatan manusia untuk menghubungkan
sesuatu dengan sesuatu lain, kemudian untuk selanjutnya diambil keputusan.
Keputusan itu merupakan keputusan nilai yang dapat menyatakan bahwa sesuatu
itu berguna, benar atau salah, baik atau buruk, indah atau jelek, suci atau berdosa.
Nilai mengandung cita-cita, harapan-harapan, dambaan dan keharusan. Berbicara
mengenai nilai berarti kita berbicara tentang hal yang ideal. Nilai berkaitan dengan
bidang normatif bukan kognitif, atau berada dalam tataran dunia ideal bukan dunia
yang real, yang ideal harus menjadi real, yang normatif harus direalisasikan dalam
perbuatan sehari-hari yang merupakan fakta. Nilai bagi manusia dipakai dan
diperlukan untuk menjadi landasan alasan, motivasi dalam segala sikap,
tingkahlaku dan perbuatannya. Hal itu terlepas dari kenyataan bahwa ada orang
yang dengan sengaja dan sadar melakukan hal-hal yang bertentangan dengan
kesadaran akan nilai yang diketahuinya dan diyakini.