Anda di halaman 1dari 17

ALUMINIUM vs

vs BORON
BORON
ALUMINIUM
NURSIAH FARIDA
ARBIATUL FAJRIN
M. SOHIBUL IKHSAN
IYAN MULYANA
HASINARMI

KELOMPOK 8

SISTEM PERIODE UNSUR

Aluminium merupaka unsur logam


golongan 13 dalam sistem periodik
unsur, dengan nomor atom 13 dan
berwarna
putih
keperakan.
Aliminium memiliki sifat amfoter
dan logam yang ringan sehingga
digunakan untuk peralatan dapur,
selain itu aluminium tahan terhadap
korosi.

Boron adalah unsur dengan nomor


atom lima dan berwarna hitam.
Boron memiliki sifat diantara
logam dan nonlogam (semimetalik).
Boron lebih bersifat semikonduktor
daripada sebuah konduktor logam
lainnya.

Kelimpahannya

Bijih bauksit

Aluminium terdapat melimpah dalam kulit


bumi, yaitu sekitar 7,6 %. Dengan
kelimpahan
sebesar
itu,
aluminium
merupakan unsur ketiga terbanyak setelah
oksigen dan silikon, serta merupakan unsur
logam yang paling melimpah tetapi tidak
ditemukan dalam bentuk unsur bebas di
alam. Bijih aluminium yang digunakan untuk
produksi aluminium adalah bauksit. Bauksit
mengandung hidrat aluminium oksida,
Al2O3.H2O, dan Al2O3.3H2O serta oksida
besi, silikon, titanium, sedikit tanah liat
dan silikat.

Sifat Fisika Dan Kimia


Sifat Fisika

Sifat Lain Dari Aluminium:

Tahan korosi dan tidak beracun maka banyak digunakan


untuk alat rumah tangga seperti panci, wajan dan lain
lain.
Reflektif, dalam bentuk aluminium foil digunakan
sebagai pembungkus makanan, obat, dan rokok.
Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al
digunakan sebagai kabel tiang.
Paduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang
kuat seperti Duralium (campuran Al, Cu, mg) untuk
pembuatan badan peswat.
Al sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3
Berat jenisnya listrik ringan (hanya 2,7 gr/cm
Penghantar listrik dan panas yang baik
Mudah di fabrikasi/di bentuk

Reaksi khas aluminium


Aluminium dapat direaksi dengan air, menghasilkan hidrogen dan
juga menghasilkan aluminium oksida
2 Al

(s)

+ 3 H2O

Al2O3 (s) + 3 H2 (g)

Alumunium bersifat amfoter dan dapat larut dalam asam atau


basa encer
2 Al(p) + 6 H+(aq) 2 Al+(aq) + 3 H2(g)
2 Al(p) + 2 OH-(aq) + 2 H2O(l) 2 AlO2-(aq) + 3 H2(g)
Tetapi aluminium tidak dapat bereaksi dengan asam nitrat
Reaksi termik
Sifat afinitas (daya gabung) yang sangat kuat dengan oksigen,
contoh reaksi serbuk aluminium dengan oksida-oksida logam
transisi.
Al

(s)

+ Fe2O3 (s)

Al2O3 (aq) + 2 Fe

(aq)

Cara Pembuatan (Ekstraksi)


Proses pembuatan logam aluminium terjadi dalam 2 tahap yaitu :

1. Proses Bayer yaitu Tahap ekstraksi, pemurnian dan dehidrasi


bijih bauksit untuk memperoleh aluminium oksida.
2. Proses Hall-Heroult yaitu Tahap elektrolisi peleburan aluminium
oksida untuk menghasilkan aluminium murni.

Bauksit
(Al2O3, Fe2O3)
Digiling sampai halus
Ditambahkan NaOH pekat

Pengotor yang tidak larut dipisahkan


dengan penyaringan
Larutan NaAlO2 diasamkan

Endapan Al(OH)3 disaring


Dikeringkan dan dipanaskan pada
suhu kira-kira 12000C

Setelah Alumina dihasilkan, alumina akan dibawa ke proses Hall Heroult.

Sebagai Katode

Al2O3
Dilarutkan
kedalam
elktrolit
klorit,
Na3[AlF6] pada temperatur kira-kira 950 0C
Digunakan rangkaian anoda karbon dan
katode karbon sebagai pelapis bak sel

Al2O3 (l)

2Al 3+ (aq) + 3O 2- (aq)

Katoda: Al 3+ (l) + 3e-

Anoda: 2O 2- (l)

O2 (g) + 4e-

4Al 3+ (aq) + 6O 2

Al

(aq)

x4

(l)

x3
4Al

(l)

+ 3O2 (g)

Lelehan Al mengumpul pada bagian dasar


bak sel sehingga mudah untuk dikeluarkan
dan Al2O3 yang baru dapat diitambahkan
sehingga prosesberkanjut terus

Senyawa-senyawa aluminium
Aluminium oksida (Al2O3)
Aluminium oksida dibedakan atas alfa alumina dan gamma alumina
gamma alumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 dibawah
4500c,
Alfa alumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 pada suhu
diatas 1000oc
Campuran padatan aluimium dan NH4ClO4 dibakar, maka akan
menyebabkan NH4ClO4 akan terurai dan logam aluminium
dioksida menjadi Al2O3. reaksi ini bersifat eksotermik dan
digunakan untuk mengangkat roket
2 NH44Cl4(s
) N2(g)
+ Cl22 (g)
+ 2 O2(g)
+ 4 H22O
4(s
2(g)
(g)
2(g)

Al2O3 dapat dibuat dengan mereaksikan serbuk


aluminium dengan oksida-oksida logam transisi Fe2O3.
Reaksi ini disebut reaksi termik dan digunakan untuk
pengelasan besi dan baja rel kereta api.

Tawas, misalnya KAl (SO4)2. 12H2O banyak


dimanfaatkan dalam proses penjernian air
dan
industri opencelupan atau pewarnaan, selain itu
aluminium sulfat dapat juga digunakan sebagai bahan
pemadam kebakaran tipe busa jika dicampur dengan
soda NaHCO3
3+
Al 3+
+ 3 HCO33-- (aq)
(aq)
(aq)
(aq)

Al(OH)3(s)
+ 3 CO22 (g)
3(s)
(g)

Aluminium hidroksida
Aluminium hidroksida merupakan senyawa yang berwarna
putih dan sukar larut dalam air, oleh karena itu bila ke
dalam garam aluminium ditambahkan suatu basa makaakan
terbentuk endapan putih-gelatin.
Aluminium klorida
Aluminium klorida anhidrat berupa kristal putih yang
dapat menyublim pada suhu 1800C. Garanm ini berbentuk
dimer (bentuk yang terulang dua kali) dalam fase uap
sehingga rumus molekulnya harus ditulis Al2Cl6.

Kegunaan Aluminium
Logam aluminium
1. Sektor industri otomotif, untuk membuat bak
truk dan komponen kendaraan bermotor.
2. untuk membuat badan pesawat terbang.
3. Sektor pembangunan perumahan;untuk kusen
pintu dan jendela.
4. Sektor industri makanan ,untuk kemasan
berbagai jenis produk.
5. Sektor lain, misal untuk kabel listrik, perabotan
rumah tangga dan barang kerajinan.

Senyawa aluminium
1. Aluminium oksida (Al2O3) digunakan dalam
pembuatan aluminium pasta gigi, industrik keramik
dan digunakan untuk amplas atau gerinda batu
mulia seperti rubi, sapir, anetis
2. Thermit (campuran A1 dan Fe2O3) digunanakan
untuk mengelas logam.
3. Aluminium sulfat (A12(SO4)3. 17H2O) digunakan
pada pewarnaan tekstil.
4. K2SO4A12(SO4)3. 24H2O atau KAI(SO4)2. 12H2O
yang dikenal dengan tawas digunakan untuk
menjernihkan air dan penghilang bau badan.
5. Bubuk aluminium digunakan untuk menjalankan
roket.

Jangan pernah
menyerah
Untuk mengejar
Mimpi ^^

TERIMA KASIH