Anda di halaman 1dari 9

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan

: SMK

Kelas/Semester

: XI / Ganjil

Bidang Keahlian

: Teknologi dan Rekayasa

Program Keahlian

: Teknik Mesin

Paket Keahlian

: Teknik Pemesinan

Mata Pelajaran

: Teknik Pemesinan Bubut

Tema

: Mengidentifikasi Alat Potong Mesin Bubut

Alokasi Waktu

: 1 x 30 Menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban, terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1 Mensyukuri kebesaran ciptaan Tuhan YME dengan mengaplikasikan pengetahuan,
keterampilan dan sikap tentang keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan dalam
kehidupan sehari-hari.
1.2 Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai tuntunan dalam mengaplikasikan
teknologi mekanik pada kehidupan sehari-hari.
2.1 Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, teliti, kritis, rasa ingin tahu, inovatif dan
tanggungjawab dalam dalam mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap
mengenai keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan pada kehidupan sehari-hari.
2.2 Menghargai kerjasama, toleransi, damai, santun, demokratis, dalam menyelesaikan
masalah perbedaan konsep berpikir dalam mengaplikasikan pengetahuan,

keterampilan dan sikap mengenai keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan pada
kehidupan sehari-hari.
2.3 Menunjukkan sikap responsif, proaktif, konsisten, dan berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
melakukan tugas mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap mengenai
keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan pada kehidupan sehari-hari.
3.2 Mengidentifikasi alat potong mesin bubut.
4.2 Menggunakan alat potong mesin bubut untuk berbagai jenis pekerjaan.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
Adapun indikator pencapaian kompetensi sebagai berikut:
1. Mampu mendefinisikan alat potong mesin bubut.
2. Mampu menyebutkan alat potong mesin bubut beserta fungsinya.
3. Mampu menyebutkan jenis material alat potong mesin bubut.
4. Mampu menggunakan alat potong mesin bubut untuk berbagai jenis pekerjaan.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran diharapkan:
1. Siswa dapat mendefinisikan alat potong mesin bubut.
2. Siswa dapat menyebutkan alat potong mesin bubut beserta fungsinya.
3. Siswa dapat menyebutkan jenis material alat potong mesin bubut.
4. Siswa dapat menggunakan alat potong mesin bubut untuk berbagai jenis pekerjaan.
E. Materi Ajar
1. Definisi alat potong mesin bubut.
2. Macam-macam alat potong mesin bubut beserta fungsinya.
3. Jenis-jenis material alat potong mesin bubut.
4. Menggunakan alat potong mesin bubut untuk berbagai jenis pekerjaan.
F. Metode Pembelajaran
Model pembelajaran menggunakan:
1. Pendekatan
: Saintifik (scientific approach).
2. Strategi
: Kooperatif.
3. Metode
: Ceramah, diskusi, penugasan, dan latihan.
G. Langkah-Langkah Pembelajaran
No.
1.

Kegiatan
Pendahuluan
- Pembukaan

- Motivasi

Deskripsi Kegiatan

Waktu

a. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif


untuk proses pembelajaran; kerapian dan
kebersihan kelas, memimpin berdoa, presensi,
serta menyiapkan media dan alat yang diperlukan.

2 menit

b. Guru memberi motivasi belajar siswa secara


kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi
ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan
memberikan contoh sederhana yang digunakan

2 menit

No.

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Waktu

diberbagai bidang kehidupan.


- Apersepsi

c. Guru mengkaitkan materi mengidentifikasi alat


potong mesin bubut dengan kehidupan siswa atau
pengetahuan yang telah dipelajari.

1 menit

- Persiapan

d. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang


mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan
materi yang akan dipelajari.

1 menit

e. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau


kompetensi dasar yang akan dicapai.
2.

Inti
(Penjelasan
Guru)
(Berfikir
Thinking)

Menjelaskan materi tentang definisi alat potong


mesin bubut, macam-macam alat potong mesin bubut
beserta fungsinya, jenis-jenis material alat potong
mesin bubut, dan menggunakan alat potong mesin
bubut untuk berbagai jenis pekerjaan.
Mengamati:

5 menit

5 menit

- Secara bersama-sama siswa mempelajari handout


dan benda kerja (pahat mesin bubut) yang
diberikan guru untuk mempelajari tentang definisi
alat potong mesin bubut, macam-macam alat
potong mesin bubut beserta fungsinya, jenis-jenis
material alat potong mesin bubut, dan
menggunakan alat potong mesin bubut untuk
berbagai jenis pekerjaan.
Menanya:
- Siswa membuat rumusan masalah terkait definisi
alat potong mesin bubut, macam-macam alat
potong mesin bubut beserta fungsinya, jenis-jenis
material alat potong mesin bubut, dan
menggunakan alat potong mesin bubut untuk
berbagai jenis pekerjaan.
- Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada
siswa:
1) Jelaskan definisi alat potong mesin bubut?
2) Sebutkan jenis-jenis material alat potong mesin
bubut?

(Tugas individu)

Menalar:
Siswa memecahkan permasalahan sendiri terkait

5 menit

No.

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Waktu

dengan masalah yang didapatkan.


Mencoba:
Siswa dengan didampingi oleh guru mencoba:
- Memahami tugas yang diberikan
- Memecahkan permasalahan yang diberikan guru
Asosiasi:
Siswa dengan didampingi oleh guru menerapkan:
- Permasalahan yang diberikan guru mengenai
definisi alat potong mesin bubut, macam-macam
alat potong mesin bubut beserta fungsinya, jenisjenis material alat potong mesin bubut, dan
menggunakan alat potong mesin bubut untuk
berbagai jenis pekerjaan.

3.

(Berbagi
Sharing)

Membuat Jejaring:

Penutup

Memeriksa dan menilai hasil karya siswa mengenai


tugas yang telah diberikan, dan menanyakan kepada
siswa mengenai kesulitan yang dihadapi selama
proses pembelajaran.

1 menit

(Menyimpulkan
Materi)

Mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan


materi, dan memberikan penegasan materi yang telah
dipelajari.

1 menit

(Tindak Lanjut)

Memberikan tugas kepada siswa untuk materi


selanjutnya mengenai identifikasi parameter
pemotongan mesin bubut.

1 menit

(Berdoa)

Mengakhiri pelajaran dengan menunjuk siswa untuk


berdoa, dan mengucapkan salam penutup.

1 menit

(Refleksi)

5 menit

Siswa berbagi atau mempresentasikan hasil


karyanya/diskusinya di depan kelas, kemudian
melaporkannya dalam bentuk lisan, tulisan, atau
media lainnya.

H. Sumber Belajar, Alat dan Media


Adapun sumber belajar yang digunakan, yaitu:

1.

Widarto, dkk. 2008. Teknik Pemesinan Jilid 1 untuk SMK. Jakarta: Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan
Dasar dan Menengah, Departemen
Pendidikan Nasional.
1. Sumbodo, Wirawan. 2008. Teknik Produksi Mesin Industri untuk SMK Jilid 2. Jakarta:
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
2. Handout Materi Mengidentifikasi Alat Potong Mesin Bubut.
3. Slide Power Point.
Adapun alat dan media yang digunakan, yaitu:
1. Laptop
2. LCD
3. Papan tulis
4. Spidol
5. Penghapus
6. Mesin bubut dan alat potongnya
I. Penilaian Hasil Belajar
1. Tes
- Teknik penilaian
- Bentuk instrumen
2. Non Tes
- Teknik penilaian
- Bentuk instrumen

: Tes tertulis
: Soal uraian
: Pengamatan sikap
: Penilaian sikap dengan rubrik penilaian perilaku

Instrument soal tes tulis:


1. Sebutkan sudut apa saja yang perlu diperhatikan untuk pahat bubut bermata potong
tunggal?
2. Lakukanlah identifikasi tentang:
a. Pahat bubut rata kanan
b. Pahat bubut rata kiri
c. Pahat bubut muka
d. Pahat bubut ulir
2. Sebutkan jenis-jenis Pahat Carbide Berdasarkan Nomor ISO!
3. Lakukanlah identifikasi tentang:
a. Material pahat HSS
b. Material pahat Carbide
4. Sebutkan jenis-jenis pahat HSS!
Kunci jawaban:
No.
Soal
1.
2.

Jawaban

Skor

Sudut beram (rake angle), sudut bebas (clearance angle), dan sudut
sisi potong (cutting edge angle).
a. Pahat bubut rata kanan
Pahat bubut rata kanan

10
40

memilki sudut baji 80 dan sudutsudut bebas lainnya. pada


umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang
pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi
cekam.
b. Pahat bubut rata kiri
Pahat bubut rata kiri
memilki sudut baji 55,
pada umumnya digunakan
untuk pembubutan rata
memanjang yang
pemakanannya dimulai
dari kiri ke arah kanan
mendekati posisi kepala
lepas.
c. Pahat bubut muka
Pahat bubut muka
memilki sudut baji 55,
pada umumnya digunakan
untuk pembubutan rata
permukaan benda kerja
(facing) yang
pemakanannya dapat
dimulai dari luar benda
kerja ke arah mendekati titik senter dan juga dapat dimulai dari
titik senter ke arah luar benda kerja tergantung arah putaran
mesinnya.

d. Pahat bubut ulir


Pahat bubut ulir memilki
sudut puncak tergantung dari jenis
ulir yang akan dibuat, sudut
puncak 55 adalah untuk membuat
ulir jenis whitwhort. Sedangkan
untuk pembuatan ulir jenis metrik
sudut puncak pahat ulirnya dibuat
3.

60.
ISO 1: sudut potong = 750, digunakan untuk pembubutan
memanjang.
ISO 2: sudut potong = 450, digunakan untuk pembubutan
memanjang.
ISO 3: sudut potong = 930, digunakan untuk pembubutan
memanjang dan melintang (menjauh dari center benda kerja).
ISO 4: sudut potong = 00, digunakan untuk pembubutan
memanjang dengan d.o.c yang kecil (finishing).
ISO 5: sudut potong = 00, digunakan untuk pembubutan melintang
menuju center benda kerja.

20

4.

ISO 6: sudut potong = 900, digunakan untuk pembubutan


memanjang.
ISO 7: sudut potong = 00, digunakan untuk pembubutan melintang
menuju center benda kerja.
ISO 8: sudut potong = 750, digunakan untuk pembesaran lubang
pada proses pembubutan (lubang tembus).
ISO 9: sudut potong = 920, digunakan untuk pembesaran lubang
pada proses pembubutan untuk lubang yang berstep/tidak tembus.
a. Material pahat HSS
Material pahat dari HSS (High Speed Steel) dapat dipilih
jenis M atau T. Jenis M berarti pahat HSS yang mengandung
unsur Molibdenum, dan jenis T berarti pahat HSS yang
mengandung unsur Tungsten.
b. Material pahat Carbide
Pahat dari karbida dibagi dalam dua kelompok tergantung
penggunaannya. Bila digunakan untuk benda kerja besi tuang
yang tidak liat dinamakan cast iron cutting grade. Pahat jenis ini
diberi kode huruf K dan kode warna merah. Apabila digunakan
untuk menyayat baja yang liat dinamakan steel cutting grade,
diberi kode huruf P dan kode warna biru.

5.

15

15
Jenis HSS
HSS Konvensional
Molibdenum HSS
Tungsten HSS
HSS Spesial
Cobald added HSS
High Vanadium HSS
High Hardness Co
HSS
Cast HSS
Powdered HSS
Coated HSS

Standar AISI
M1, M2, M7, M10
T1, T2
M33, M36, T4, T5, T6
M3-1, M3-2, M4, T15
M41, M42, M43,
M44, M45, M46

Skor Maksimal

Skor Perolehan
Nilai 1 (N1) =

x 100
Skor Maksimal

100

Lembar Pengamatan Sikap


LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Bidang Keahlian
Program Keahlian
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Tahun Pelajaran
Waktu Pengamatan

:............................................................................................
:............................................................................................
:............................................................................................
:............................................................................................
:............................................................................................
:............................................................................................

Indikator perkembangan sikap religius, tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun.
1. BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam diskusi dan menyelesaikan tugas.
2. MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam diskusi dan menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum
ajeg/konsisten.
3. MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam diskusi dan menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai
ajeg/konsisten.
4. MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam diskusi dan menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan
ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda () pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Nama Siswa

Aktif
BT

MT

MB

Jujur
MK

BT

MT

MB

Disiplin
MK

BT

MT

MB

Tanggug jawab
MK

BT

MT

MB

MK

Toleran
BT

MT

MB

Bekerjasama
MK

BT

MT

MB

MK

Keterangan Skor:
Baik sekali = 4
Baik
=3
Cukup
=2
Kurang
=1

Kriteria Nilai:
A = 90-100 : Baik Sekali
B = 70-89 : Baik
C = 50-69 : Cukup
D = <50
: Kurang

Skor Perolehan
Nilai 2 (N2) =

x 100
Skor Maksimal

Untuk nilai rata-rata keseluruhan/nilai akhir (Na) adalah sebagai berikut:


3N1 + 2N2
Nilai Akhir (Na) =
5
Kriteria Ketuntasan Belajar:
0 74
75 79
80 89
90 100

: Tidak Memenuhi Kriteria Minimal


: Memenuhi Kriteria Minimal, dapat bekerja dengan bimbingan
: Memenuhi Kriteria Minimal, dapat bekerja tanpa bimbingan
: Di atas Kriteria Minimal, Dapat Bekerja Tanpa Bimbingan

Malang, 23 Desember 2014

Kanafi Setiawan