Anda di halaman 1dari 16

Partai Komunis Indonesia

(PKI)
Nama kelompok :
Pamuji Rahayu
Putri Rahayu
Randi Firman syah
Reksa Jaya
Rike Yurita
Savira Devitta
Silvia Irnesta A
Syahman Yusra
Veni Ramadianti
Yuni Mustika Handayani

PKI (Partai Komunis


Indonesia)
PKI adalah partai politik di Indonesia yang
berideologi komunis. Dalam sejarahnya, PKI
pernah berusaha melakukan pemberontakan
melawan pemerintah kolonial Belanda pada
1926, mendalangi pemberontakan PKI Madiun
pada tahun 1948, serta dituduh membunuh 6
jenderal TNI AD di Jakarta pada tanggal 30
September 1965 yang di kenal dengan
peristiwa G30S/PKI.

Pelopor PKI
Partai ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda,Henk
SneevlietdanPak Yahyapada1914, dengan namaIndische SociaalDemocratische Vereeniging(ISDV)(atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia
Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari
dua partai sosialisBelanda, yaituSDAP(Partai Buruh Sosial Demokratis)
danSDP(Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda.
ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "Het Vrije Woord"
(Kata yang Merdeka). Editornya adalahAdolf Baars.
Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia.
Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari
semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia.
Namun, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti
kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan
kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada
tahun1917, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk
partainya sendiri, yaituPartai Demokrat Sosial Hindia.
Pada tahun 1917 ISDV mengeluarkan penerbitannya sendiri dalam bahasa
Melayu, "Soeara Merdeka".

Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwaRevolusi


Oktoberseperti yang terjadi diRusiaharus diikuti Indonesia.
Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentaratentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda.
Dibentuklah "Pengawal Merah" dan dalam waktu tiga bulan jumlah
mereka telah mencapai 3.000 orang. Pada akhir 1917, para tentara
dan pelaut itu memberontak di Surabaya, sebuah pangkalan
angkatan laut utama di Indonesia saat itu, dan membentuk
sebuahdewan soviet. Para penguasa kolonial menindas dewan-dewan
soviet di Surabaya dan ISDV. Para pemimpin ISDV dikirim kembali ke
Belanda, termasuk Sneevliet. Para pemimpin pemberontakan di
kalangan militer Belanda dijatuhi hukuman penjara hingga 40 tahun.
ISDV terus melakukan kegiatannya, meskipun dengan cara bergerak
di bawah tanah. Organisasi ini kemudian menerbitkan sebuah terbitan
yang lain,Soeara Rajat. Setelah sejumlah kader Belanda dikeluarkan
dengan paksa, ditambah dengan pekerjaan di kalanganSarekat Islam,
keanggotaan organisasi ini pun mulai berubah dari mayoritas warga
Belanda menjadi mayoritas orang Indonesia. ISDV pun akhirnya
mendukung usaha-usaha mewujudkan Indonesia merdeka.

HENK SNEEVLIET

J. A. BRANDSTENDER

HW. DEKKER

Tempat dan Tahun


Berdirinya PKI
Pada tahun 1914 Sneevliet mendirikan organisasi yang bercorak
Marxis dengan nama Indische Social Demokratische Vereeniging
(ISDV) yang berpusat di Semarang. Bersama dengan Semaun,
Sneevliet berhasil mengembangkan ISDV yang berpaham
Marxis dan memengaruhi anggota-anggota dari Sarekat Islam.
Hal tersebut yang menyebabkan Sarekat Islam pecah menjadi
dua, yaitu Sarekat Islam Putih dengan pemimpinnya HOS
Cokroaminoto dan Sarekat Islam Merah dengan pemimpinnya
Semaun.
Pada tahun 1920 Sarekat Islam Merah bergabung dengan ISDV
dengan membentuk partai komunis indonesia (PKI). Partai ini
diketuai Semaun dan wakilnya Darsono. Akan tetapi beberapa
tokoh bangsa Belanda yang tidak menyetujui pembentukan PKI
akhirnya memisahkan diri dan kemudian membentuk Indische
Social Demokratische Party (ISDP) dengan F.Bahler sebagai
ketuanya.

Pembentukan dan
Pada Kongres Pertumbuhan
ISDV diSemarang(Mei1920), nama organisasi ini
diubah menjadiPerserikatan Komunis di

Hindia(PKH).Semaunadalah ketua partai dan Darsono menjabat


sebagai wakil ketua. Sekretaris, bendahara, dan tiga dari lima
anggota komite adalah orang Belanda.PKH adalah partai
komunis Asia pertama yang menjadi bagian dari Komunis
Internasional. Henk Sneevliet mewakili partai pada kongres kedua
Komunis Internasional 1921.
Pada periode menjelang kongres keenam Sarekat Islam pada
tahun 1921, anggota menyadari strategi Sneevliet dan
mengambil langkah untuk menghentikannya.Agus Salim,
sekretaris organisasi, memperkenalkan sebuah gerakan untuk
melarang anggota SI memegang keanggotaan dan gelar ganda
dari pihak lain di kancahperjuangan pergerakan indonesia.
Keputusan tersebut tentu saja membuat para anggota komunis
kecewa dan keluar dari partai, seperti oposisi dariTan
MalakadanSemaunyang juga keluar dari gerakan karena
kecewa untuk kemudian mengubah taktik dalamperjuangan

Bersama Semaun yang berada jauh di Moskow untuk


menghadiriFar Eastern Labor Conferencepada awal 1922, Tan
Malaka mencoba untuk mengubah pemogokan terhadap pekerja
pegadaian pemerintah menjadi pemogokan nasional untuk
mencakup semua serikat buruh Indonesia. Hal ini ternyata gagal,
Tan Malaka ditangkap dan diberi pilihan antara pengasingan
internal atau eksternal. Dia memilih yang terakhir dan berangkat
ke Rusia.
Pada Mei 1922, Semaun kembali setelah tujuh bulan di Rusia dan
mulai mengatur semua serikat buruh dalam satu organisasi.
Pada tanggal 22 September, Serikat Organisasi Pekerja Seluruh
Indonesia (Persatuan Vakbonded Hindia) dibentuk.
Pada kongres Komintern kelima pada tahun 1924, ia
menekankan bahwa "prioritas utama dari partai-partai komunis
adalah untuk mendapatkan kontrol dari persatuan buruh" karena
tidak mungkin ada revolusi yang sukses tanpa persatuan kelas
buruh ini
Pada1924nama partai ini sekali lagi diubah, kali ini adalah
menjadiPartai Komunis Indonesia(PKI).

Tujuan dibentuknya pki


Tujuan didirikannya PKI adalah untuk menyebarkan
paham Komunis-Sosialis yang menginginkan
perbaikan nasib para buruh dan juga ketika
pimpinan partai di pegang oleh kaum pribumi
karena para pemimpin Eropanya ditangkap dan
dideportasi oleh pemerintahan colonial Belanda,
bertujuan untuk memerdekakan Indonesia dari
tangan Kolonial Belanda dengan berlandaskan
paham Komunisme dengan berasas membebaskan
Indonesia dengan cara yang radikal.

Corak/Sifat PKI
Tujuan PKI dalam tingkat sekarang ialah
mencapai sistem Demokrasi Rakyat di
Indonesia, sedangkan tujuannya yang lebih
lanjut ialah mewujudkan Sosialisme dan
kemudian Komunisme di Indonesia. Sistem
Demokrasi Rakyat ialah sistem
pemerintahan Gotong-Royong dari Rakyat,
oleh Rakyat, dan untuk Rakyat, sedangkan
Sosialisme ialah sistem masyarakat tanpa
pengisapan atas manusia oleh manusia dan
Komunisme ialah sistem masyarakat adil
dan makmur sebagai tingkatan yang lebih

Reaksi Belanda
Pada tahun 1920 Sarekat Islam Merah bergabung dengan ISDV
dengan membentuk partai komunis indonesia (PKI). Partai ini
diketuai Semaun dan wakilnya Darsono. Akan tetapi beberapa
tokoh bangsa Belanda yang tidak menyetujui pembentukan PKI
akhirnya memisahkan diri dan kemudian membentuk Indische
Social Demokratische Party (ISDP) dengan F.Bahler sebagai
ketuanya.
Hubungan PKI dengan pemerintah kolonial Belanda semakin
renggang bahkan semakin memburuk. Hal ini sebagai akibat
timbulnya pemogokan-pemogokan yang mengarah kepada
masalah timbulnya konflik antara pemerintah kolonial Belanda
dengan PKI.
Kemudian pada tahun 1926 PKI melakukan pemberontakan di
wilayah Jawa Barat (sekitar daerah Banten) dan pada tahun 1927
di Sumatra Barat. Dengan kegagalan pemberontakan PKI tersebut,
maka pada tahun 1927 pemerintah kolonial Belanda menyatakan
PKI sebagai partai terlarang berdiri di wilayah Indonesia.

Akhir Perjuangan PKI


PADA MALAM 30 SEPTEMBER DAN 1 OKTOBER 1965, ENAM JENDERAL SENIOR
INDONESIA DIBUNUH DAN MAYAT MEREKA DIBUANG KE DALAM SUMUR.
PEMBUNUH PARA JENDERAL MENGUMUMKAN KEESOKAN HARINYA BAHWA
DEWAN REVOLUSI BARU TELAH MEREBUT KEKUASAAN, YANG MENYEBUT DIRI
MEREKA "GERAKAN 30 SEPTEMBER("G30S"). DENGAN BANYAKNYA JENDRAL
TENTARA SENIOR YANG MATI ATAU HILANG, JENDERALSUHARTO MENGAMBIL
ALIH KEPEMIMPINAN TENTARA DAN MENYATAKAN KUDETA YANG GAGAL PADA
2 OKTOBER. TENTARA DENGAN CEPAT MENYALAHKAN UPAYA KUDETA PKI DAN
MENGHASUT DENGAN KAMPANYEPROPAGANDAANTI-KOMUNIS DI SELURUH
INDONESIA. BUKTI YANG MENGAITKAN PKI UNTUK PEMBUNUHAN PARA
JENDERAL TIDAK MEYAKINKAN, YANG MENGARAH KE SPEKULASI BAHWA
KETERLIBATAN MEREKA SANGAT TERBATAS, ATAU BAHWA SUHARTO
MENGORGANISIR PERISTIWA, SECARA KESELURUHAN ATAU SEBAGIAN, DAN
MENGKAMBINGHITAMKAN KEPADA KOMUNIS. DALAM PEMBERSIHAN ANTIKOMUNIS MELALUI KEKERASAN BERIKUTNYA, DIPERKIRAKAN 500.000
KOMUNIS (ATAU DICURIGAI) DIBUNUH, DAN PKI SECARA EFEKTIF
DIHILANGKAN (LIHATPEMBANTAIAN DI INDONESIA 19651966 JENDERAL
SUHARTO KEMUDIAN MENGALAHKAN SUKARNO SECARA POLITIK DAN
DIANGKAT MENJADI PRESIDEN PADA TAHUN 1968, KARENA
MENGKONSOLIDASIKAN PENGARUHNYA ATAS MILITER DAN PEMERINTAH.
PADA TANGGAL 2 OKTOBER BASIS HALIM BERHASIL DITANGKAP OLEH PIHAK
TENTARA. HARIAN RAKYAT MENGAMBIL ISU PADA SEBUAH ARTIKEL YANG
BERISI UNTUK MENDUKUNG KUDETA G30S, TETAPI SPEKULASI KEMUDIAN
BANGKIT MENGENAI APAKAH ITU BENAR-BENAR MEWAKILI PENDAPAT DARI

presiden Soekarno berkali-kali melakukan pembelaan bahwa PKI tidak


terlibat dalam peristiwa sebagai partai melainkan karena adanya sejumlah
tokoh partai yang bertindak di luar kontrol dan terpancing oleh insinuasi
Barat, dan karena itu Soekarno tidak akan membubarkan PKI. Kemudian,
pimpinan dan sejumlah perwira Angkatan Darat memberi versi keterlibatan
PKI sepenuhnya, dalam penculikan dan pembunuhan enam jenderal dan
seorang perwira pertama Angkatan Darat pada tengah malam 30 September
menuju dinihari 1 Oktober 1965. Versi ini segera diterima secara umum
sesuai fakta kasat mata yang terhidang dan ditopang pengalaman buruk
bersama PKI dalam kehidupan sosial dan politik pada tahun-tahun terakhir.
Hanya saja harus diakui bahwa sejumlah perwira penerangan telah
menambahkan dramatisasi artifisial terhadap kekejaman, melebihi peristiwa
sesungguhnya (in factum). Penculikan dan kemudian pembunuhan para
jenderal menurut fakta memang sudah kejam, tetapi dramatisasi dengan
pemaparan yang hiperbolis dalam penyajian, telah memberikan efek
mengerikan melampaui batas yang mampu dibayangkan semula. Dan
akhirnya, mengundang pembalasan yang juga tiada taranya dalam
penumpasan berdarah antar manusia di Indonesia.
Manifestasi besar diadakan di Jakarta dua hari kemudian, menuntut
pelarangan PKI. Kantor utama milik PKI dibakar. Pada tanggal 13 Oktober
organisasi Islam Ansor mengadakan aksi unjuk rasa anti-PKI di
seluruhJawa. Pada tanggal 18 Oktober sekitar seratus PKI dibunuh oleh
pihak Ansor. Pemusnahan secara sistematis untuk partai telah dimulai.

Meskipun motif pembunuhan tampaknya bernuansa politik, beberapa


ahli berpendapat bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh keadaan
panik dan ketidakpastian politik. Bagian dari kekuatan anti-komunis
yang bertanggung jawab atas pembantaian terdiri dari para pelaku
tindak kriminal seperti para preman, yang telah diberi izin untuk terlibat
dalam tindakan yang tidak masuk akal berupa kekerasan.Motif lain
yang terjadi juga telah dieksplorasi.
Di tingkat internasional, Kantor Berita RRT (Republik Rakyat
Tiongkok),Xinhua, memberikan versi bahwa Peristiwa 30 September
1965 adalah masalah internal Angkatan Darat Indonesia yang kemudian
diprovokasikan oleh dinas intelijen Barat sebagai upaya percobaan
kudeta oleh PKI.
Di antara daerah-daerah yang terkena dampak terburuk adalah
pulauBali, di mana PKI telah berkembang pesat sebelum tindakan
kerasasan. Pada tanggal 11 November bentrokan meletus antara PKI
dan PNI, yang berakhir dengan pembantaian terhadap anggota dan
simpatisan yang dituduh PKI. Jika banyak dari pogrom anti-PKI di
seluruh daerah lain itu dilakukan oleh organisasi-organisasi politik
Islam, pembunuhan di Bali dilakukan atas namaHindu. Bali berdiri
sebagai satu-satunya tempat di negara di mana tentara lokal dalam
beberapa cara intervensi untuk mengurangi pembantaian tersebut.

Pada bulan Desember militer menyatakan bahwa Aceh telah


dibersihkan dari komunis. Bersamaan, khusus Pengadilan
Militer yang dibentuk untuk mengadili dan memenjarakan
para anggota PKI. Pada 12 Maret, partai PKI secara resmi
dilarang oleh Suharto, dan serikat buruh proPKISOBSIdilarang pada bulan April.
Penjara-penjara di Jakarta begitu penuh, hampir seluruh
penjara digunakan untuk menahan anggota PKI. Banyak
tahanan politik ditahan tanpa dasar yang jelas. Sejak saat itu,
identitas banga Indonesia berubah total sesudah 1965.
Semangat anti-kolonialisme hilang dan anti-komunisme
menjadi dasar identitas bangsa. Kebencian terhadap sesama
orang Indonesia menjadi basis untuk menentukan siapa
warganegara yang jahat dan baik.
Beberapa peristiwa yang menggemparkan itu dituangkan
dalam novel fiksi populer dan difilmkan dengan judul yang
sama yaituThe Year of Living Dangerously