Anda di halaman 1dari 26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Sebelum melangkah pada pembuatan modul beserta karya tulisnya, terlebih dahulu penulis membuat tahapan perencanaan, yang dimaksudkan untuk mencapai hasil seperti yang diinginkan pada pembuatan proposal sebelumnya.

3.1. Jenis Penelitian (Masbied, 2011) Pada penelitian ini yang digunakan adalah penelitian terapan. Penelitian terapan bertujuan memecahkan masalah yang berkenaan dengan kebutuhan-kebutuhan praktis guna tercapainya efektivitas dan efisiensi sistem, prosedur, model, atau menghasilkan prototipe (produk dan alat) serta perubahan kearah yang lebih baik yang selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Penelitian terapan diharapkan hasilnya diperoleh dalam waktu dekat/secepatnya, karena bila penelitiannya cukup lama maka diragukan hasilnya sudah kadaluarsa.

3.2. Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. 1 buah stetoskop

2. 1 buah sensor (piezo elektik)

3. 2 buah IC JRC 3904

4. 1 buah IC JRC 2904

5. 2 buah IC LM 386

6. 1 buah minimum sistem mikrokontroler Atmega16

7. 1 buah speaker

8. 1 buah LCD 16x2

9. 1 buah battery

10. 1 buah power supply

Tabel 4.1. Daftar Komponen

NO

Nama Blok

Nama Komponen

Jumlah

1

Tranduser

Stetoskop yang dipasangi sensor

1

piezoelectric

2

Rangkaian

IC JRC 2904

1

Penguat

Kapasitor elektrolit 10µF/16V

2

Kapasitor elektrolit 4,7µF/16V

1

Kapasitor elektrolit 2,2µF/16V

1

Kapasitor elektrolit 3,3µF/16V

1

Kapasitor keramik 47p

1

Kapasitor keramik 100n

1

Kapasitor keramik 33n

1

Resistor 1kΩ ¼ Watt

1

Resistor 2,2kΩ ¼ Watt

1

Resistor 100Ω ¼ Watt

1

Resistor 100kΩ ¼ Watt

2

Resistor 15kΩ ¼ Watt

1

Resistor 18kΩ ¼ Watt

1

Resistor 82kΩ ¼ Watt

1

Resistor 8,2KΩ ¼ Watt

1

3

Rangkaian Filter

Kapasitor MKM 100nF

1

   

Kapasitor MKM 220nF

1

   

Resistor 5,4KΩ ¼ watt

2

NO

Nama Blok

Nama Komponen

Jumlah

   

Resistor 12KΩ ¼ watt

1

4

Rangkaian Buffer

IC JRC 2904

1

Resistor 1KΩ ¼ watt

4

5

Rangkaian

Resistor s 10K

1

Mikrokontroler

Cristal 11,0592 MHz

1

Capasitor 33pF

2

Capasitor 33pF

1

Capasitor 10pF

1

Pust button

1

6

Rangkaian

LCD 16x2

1

Display

Led warna merah

2

7

Baterai

Baterai charge 12V

1

8

Rangkaian Catu

Transformator CT 1A

1

Daya dan

Dioda bridge 3A

3

Charger Baterai

1C Regulator 7912

1

Kapasitor Elektrolit 2200 µF/35V

2

Kapasitor Elektrolit 1000 µF/35V

1

Resistor 10KΩ ¼ Watt

2

Resistor 1kΩ ¼ Watt

2

Resistor 470Ω ¼ watt

3

Dioda Zener 11V6 1 watt 1 Kapasitor Elektrolit 100 µF/25V 1 Led Warna Merah 1
Dioda Zener 11V6 1 watt
1
Kapasitor Elektrolit 100 µF/25V
1
Led Warna Merah
1
Led Warna kuning
1
Led Warna hijau
1
Transistor C828
2
Saklar
1
Kabel AC konektor Angka 8
1

3.3.

Peralatan Peralatan yang digunakan dalam penelitian di bawah ini adalah sebagai berikut :

A. Peralatan pembuatan Alat

NO

Nama Alat

Merk

1

Toolset Elektronik

-

2

Solder

Dekko

3

Software Compailer CV AVR

-

4

Kabel Downloader

-

B. Peralatan Pengukuran Alat

NO

Nama Alat

Merk

1

Multimeter Analog

Heles

2

Multimeter Didital

Sanwa

3

Osciloscope

Fluke

3.4. Langkah Kerja Adapun tahapan-tahapan perencanaan yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :

1. Merancang rangkaian pre-amplifier, filter, amplifier, penampil liquid

crystal display (LCD) pada alat stetoskop elektronik ini secara blok diagram dengan secara keseluruhan berdasarkan cara kerja yang diinginkan.

2. Menentukan komponen utama dan mekanik pendukung yang diperlukan supaya modul dapat bekerja dengan baik sesuai dengan harapan.

3. Merancang desain gambar keseluruhan modul alat.

4. Pembuatan modul alat.

5. Melakukan perbaikan dan pengujian pada modul alat yang telah dibuat.

6. Menentukan titik pengukuran untuk pendataan dan analisa rangkaian.

7. Menyusun hasilnya dalam karya tulis ilmiah dengan berdasarkan pada teori-teori yang relevan dan hasil pendataan modul.

3.5. Blok Diagram dan Cara Kerja Alat

Berikut

ini

adalah

perencanaan

rancangan

modul

Stetoskop

Elektronik yang digambarkan secara blok diagram :

3.5.1 Blok Diagram

Low pass Transmiter Penguat Buffer1 filter Penguat Catu Daya volume Buffer Indikator mikrokontrole jantung
Low pass
Transmiter
Penguat
Buffer1
filter
Penguat
Catu
Daya
volume
Buffer
Indikator
mikrokontrole
jantung
Headset
Penguat audio
& speaker
Display LCD

Gambar 3.1.

Blok Diagram Stetoskop Elektronik

Keterangan :

1. Catu Daya Merupakan sumber tegangan yang menyuplai keseluruh rangkaian pada stetoskop elektronik ini, sumber tegangan berasal dari baterai

dan dapat di isi ulang.

2. piezoelektrik Merupakan pendeteksi suara organ dalam manusia dimana akan di ubah menjadi sinyal listrik.

3. Penguat awal Merupakan rangkaian penguat awal sinyal dari piezoelektrik yang relatif kecil yang berasal dari objek jantung.

4. Low pass filter Adalah sebuah rangkaian yang berfungsi melewatkan frekuensi rendah yaitu frekuensi di bawah cut off (fc). Dan melemahkan frekuensi di atasnya. Dalam hal pembuatan stetoskop ini membatasi frekuensi audio jantung yaitu berkisar 20Hz-200Hz. Untuk frekuensi cut off membatasi 200Hz.

5. Buffer Merupakan penguat 1kali sebelum masuk ke pengutat Audio. Buffer digunakan supaya arus yang masuk ke rangkaian seterusnya stabil.

6. Mikrokontroler Merupakan bagian yang berfungsi sebagai pengendali, meliputi pengendali waktu (timer), pencacah, penampil segment. Sistem mikrokontroler dalam rangkaian ini menggunakan ic mikrokontroler seri ATMEGA 16 keluaran dari ATMEL.

7.

Display Liquid crystal display (LCD) Merupakan penampil nilai BPM yang tersusun dari 16 menyatakan kolom dan 2 menyatakan baris.

8.

Indikator Jantung Merupakan Indikator LED sebagai tanda bahwa microphone dapat mendeteksi suatu organ dalam manusia dengan baik, setelah sinyal diproses di Mikrokontroler.

9.

Volume Merupakan bagian yang berfungsi sebagai pengendali besar kecilnya suara yang kita inginkan.

10.

Penguat audio Merupakan rangkaian penguat akhir sebelum masuk ke headset atau speaker. Untuk input mikrokonrtoler juga di ambilkan dari output penguat audio.

11.

Headset & Speaker Digunakan untuk mendengarkan suara hasil stetoskop elektronik.

3.5.2

Cara Kerja Alat Secara Blok Diagram Power supply memberikan supply daya sebesar +12VDC keseluruh rangkaian pada perencanaan rangkaian. Pertama stetoskop diletakkan ke bagian tubuh yang akan didiagnosa untuk menyalurkan suara dari dalam tubuh menuju sensor piezo elektrik. Sinyal listrik dari Piezzo receiver akan dikeluarkan dalam bentuk sinyal audio selanjutnya akan dikuatkan oleh rangkaian Pre Amp. Selanjutnya sinyal yang telah dikuatkan akan difilter oleh low pass filter sebesar 20Hz. Hal ini dimaksudkan untuk menyaring sinyal

yang bukan berasal dari suara jantung. Output dari rangkaian filter akan dikuatkan arusnya oleh dua buah rangkaian buffer yang masing-masing selanjutnya akan diolah oleh IC LM386 agar menjadi sebuah sinyal audio yang dapat menggetarkan coil dari speaker. Salah satu sinyal yang diolah oleh IC LM386 akan dilanjutkan menuju mikrokontroller untuk selanjutnya dihitung jumlah sinyal denyut jantungnya dan akan dihitung kemudian hasilnya akan ditampilkan pada jumlah denyut pada tampilan display liquid crystal display (LCD). Untuk sinyal yang berasal dari Buffer 2 kemudian sinyal masuk ke Volume selanjutnya masuk ke penguat akhir atau penguat audio untuk menghasilkan output audio yang terhubung oleh headset & speaker. Piranti Jeck headset digunakan sebagai pemilih output mana yang akan digunakan dalam arti speaker atau headset. Sehingga jika ingin mendengarkan detak jantung melalui headset, speaker akan mati, dan sebaliknya jika headset mati maka speaker akan bunyi.

3.6.

Diagram Alir Proses Penampilan BPM

MULAI Tekan tombol setting TEKAN TOMBOL START Timer mulai Pwm Timer pengaturan selesai mulai SELESAI
MULAI
Tekan tombol setting
TEKAN
TOMBOL
START
Timer
mulai
Pwm
Timer
pengaturan
selesai
mulai
SELESAI

Gambar 3.2. Diagram Alir proses penampilan BPM

Ketika alat sudah mulai dinyalakan maka mikrokontroler akan melakukan INISIALISASI yang bertujuan untuk menentukan fungsi dari masing-masing Port, yang akan digunakan sebagai input ataupun output serta INISIALISASI timer, ADC dan LCD. Setelah proses INISIALISASI selesai maka direncanakan tampilan alat pertama kali dihidupkan yaitu Tombol tekan start jika STAR AKTIF (tombol ditekan) maka akan tampil di LCD adalah timer, detak dan hasil BPM. jika ada detak jantung maka akan melaksanakan proses penghitungan BPM jika start tidak ditekan maka tetap tampil tekan start di LCD. Untuk menampilkan angka BPM tergantung jika ada detak jantung, jika tidak ada detak jantung maka tampilan di LCD tetap timer, detak dan hasil BPM dan jika ada detak maka akan muncul angka BPM sesui timer yang ditentukan yaitu kemunculannya setiap 5 detik. Kemunculanya secara terus menerus jika ada dtak jantung selama 5 detik. Jika ingin mengakhiri maka dapat mematikan alat dan program selesai.

3.7. Perencanaan pembuatan Alat.

3.7.1 Perencanaan Rangkaian Power Supplay dan Charger

TP4&5 TP 2&3 SW1 ke RANGKAIAN D8 R4 U1 TP 1 470 D1 7812 1N4002
TP4&5
TP 2&3
SW1
ke RANGKAIAN
D8
R4
U1
TP 1
470
D1
7812
1N4002
C3
R5
TR1
2200uF
1
3
D9
VI
VO
470
FULL
1N4148
R6
LED
CHARGER
R2
D5
1k
INDIKATOR POWER
R1
D6
1k
LED
BR1
C2
470
LED
B1
1000uF
12V
C1
TP2&3
TP4&5
1N4148
Q1
D4
2200uf
D3
NPNC828
12V
D2
TRAN-2P2S
D7
Q2
11V2
1N4002
NPNC828
R3
R7
10k
10k
2
GND

Gambar 3.3. Gambar Rangkaian Power Supply dan Charge

Pada rangkaian ini output pada power supply adalah 12,7 Volt DC karena digunakan sebagai rangkaian pengisian batu baterai/aki kering. Didapat nilai 12,7VDC karena didalam rangkaian ini ditambahkan 1 buah dioda silikon yang diletakkan di kaki ground dan memiliki besar potensial bariernya 0,7 VDC sehingga keluaran pada LM 7812 sebesar 12 VDC bisa mecapai tegangan output puncak yaitu 12,7 VDC. Cara kerja dari rangkaian pengisian baterai diatas saat baterai masih proses pengisian maka lampu indikator yang akan menyala adalah led charge dan jika baterai akan terisi penuh maka lampu indikator yang menyala pada led full karena peran dioda zener pada rangkaian diatas akan tertembus arus jika tegangan melebihi 11V. Jika baterai akan terisi penuh tegangan pada baterai adalah 12V yang akan menembus dioda zener dan memberi suplai tegangan pada basis Q2 sehingga Q2 dalam kondisi jenuh maka led full akan menyala dan pada basis Q1 tidak akan mendapat supply tegangan karena kolektor pada Q2 akan tersambung dengan emitor karena Q2 dalam keadaan jenuh sehingga secara otomatis led indikator charge akan mati. Untuk Q1dan Q2 akan aktif atau bekerja sebagai saklar jika pada kaki basisnya mendapat tegangan diatas 0,6VDC, sesuai dengan karakter dari transistor NPN.

3.7.2 Pemasangan Piezoelektrik di stetoskop Piezoelektrik sebagai inputan utama yang difungsikan untuk menangkap suara jantung yang di pasang pada selang stetoskop. Sebelum di pasang pada selang terlebih dahulu Piezoelektrik disambungkan pada kabel Head yang mana kabel tersebut sudah dipasangkan jeck mic yang besarnya 3,5mm. Dari hasil pemasangan dapat terlihat pada gambar sebagai berikut:

Gambar 3.4. perakitan stetoskop dengan Piezoelektrik 3.7.3 Perencanaan Rangkaian Pre-Amp

Gambar 3.4. perakitan stetoskop dengan Piezoelektrik

3.7.3 Perencanaan Rangkaian Pre-Amp (http://ml.scribd.com/doc/29720901/eldas, 2012) Pada rangkaian penghitung stetoskop elektonik ini menggunakan satu buah penguat awal atau pre-amp. Pre-amp ini menggunakan IC JRC 2904, rangkaian pre-amp ini juga dilengkapi dengan EMI filter yang bertujuan untuk mengurangi noice yang berasal dari Piezoelektrik. EMI filter terdiri dari R dan C yaitu R 1 dan C 7 . Gambar rangkaiannya seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.5.

+12 R4 C2 1k 10u C1 10u R2 U1:A 2.2k C6 R1 C16 3 1
+12
R4
C2
1k
10u
C1
10u
R2
U1:A
2.2k
C6
R1
C16
3
1
100
EMI
100n
2
+12
1u
JRC2904
C7
47p
R8
R3
MIC
100k
18k
R5
R6
82k
15k
C5
C4
R7
C3
R9
4,7u
100k
2,2u
33nf
8k2
C9
3,3u
84

Gambar 3.5. Rangkaian Pre-Amp

Dari melihat gambar diatas terdapat beberapa perhitungan diantaranya:

1. Resistor Pembagi tegangan. Untuk resistor sebagai pembagi tegangan menggunakan rumus sesuai persamaan 2.9 sebagai berikut:

Vout =

rumus sesuai persamaan 2.9 sebagai berikut: Vout = Keterangan : Nilai R7 dab R8 adalah 100k

Keterangan : Nilai R7 dab R8 adalah 100k

Setengah Vcc yang digunakan dalam pre-amp digunakan sebagai bias karena Op-Amp yang digunakan single supply dan supaya pre-amp dapat bekerja dengan baik. Untuk out dari pre-amp juga menghasilkan tegangan setengah Vcc yaitu +6VDC.

2. Penguat Non Inverting Dengan menggunakan rumus persamaan 2.3 di bawah ini kita dapat menentukan besar penguatannya yaitu :

Vout =

Vout =

Vout =

Vout =

Vout =

Vout =

= 11 kali penguatan Penguatan 11 kali penguatan untuk menguatkan sinyal AC yang dihasilkan dari Piezoelektrik.

3.7.4 Perencanaan Pembuatan Rangkaian Low pass filter (Screammedann, 2012) Pada rangkaian ini menggunakan rangkaian Low pass filter dengan kemiringan sebesar -40 dB/decade, rangkaian ini

menggunakan IC JRC 2904. Rangkaian ini berfungsi untuk

melewatkan frekuensi yang rendah (dibawah nilai frekuensi cut-

off) dan meredam frekuensi yang tinggi (diatas nilai frekuensi

cut-off. Suara audio jantung berada pada frekuensi 20-200 Hz,

oleh karena itu untuk dapat melewatkan frekuensi tersebut

penulis menjadikan frekuensi tertinggi senilai 200 Hz sebagai

ambang atas atau sebagai frekuensi cut-off. Penulis

merencanakan pembuatan low pass filter dengan ketentuan

sebagai berikut. Agar dapat terpenuhi rancangan tersebut dapat

didapatkan dari langkah langkah berikut sesuai persamaan 2.5:

Tentukan dahulu fc, C 10 dan C 8 ,

Didapatkan

fc

C

C

10

8

R f

= R 10 + R 11

= 200 Hz

= 100nF

= 2C 10

= 200nF

= 200nF 220nF

220nF

dan R 1 = R 2

Oleh karena nilai R tidak diketahui maka dapat dicari

dengan rumus sebagai berikut :

=

diketahui maka dapat dicari dengan rumus sebagai berikut : = Fc Dari data di atas dapat

Fc

Dari data di atas dapat disusun low pass filter seperti

gambar di bawah ini :

C8

220n +12 U1:B R10 R11 3 1 5k4 5k4 2 JRC2904 C10 100n R12 12K
220n
+12
U1:B
R10
R11
3
1
5k4
5k4
2
JRC2904
C10
100n
R12
12K
84

Gambar 3.6. Rangkaian Low Pass Filter

Dari hasil perhitungan low pass filter yang dilakukan maka sudah didapat nilai dari resistor-resitornya. Untuk mendapatkan nilai-nilai resistor yang sesuai dengan perhitungan tentunya sangat sulit maka dari itu tentunya menggunakan nilai pendekatan dari nilai resistor yang ada di perhitungan dengan nilai resistor yang ada di pasaran. Dari perhitungan yang diperoleh maka nilai pendekatan tersebut yang di gunakan dalam rangkaian. Untuk itu kita perlu menggembalikan antara nilai pendekatan nilai yang diperoleh dengan rumus, sehingga mendapat nilai pasti nilai frekuensi berapa yang akan di filter. Dengan perhitungan sebagai berikut:

Fc

Fc

Fc

Fc

Fc

=

=

=

=

=

nilai pasti nilai frekuensi berapa yang akan di filter. Dengan perhitungan sebagai berikut: Fc Fc Fc
nilai pasti nilai frekuensi berapa yang akan di filter. Dengan perhitungan sebagai berikut: Fc Fc Fc
nilai pasti nilai frekuensi berapa yang akan di filter. Dengan perhitungan sebagai berikut: Fc Fc Fc
nilai pasti nilai frekuensi berapa yang akan di filter. Dengan perhitungan sebagai berikut: Fc Fc Fc
nilai pasti nilai frekuensi berapa yang akan di filter. Dengan perhitungan sebagai berikut: Fc Fc Fc

Fc

= 0,0000002 x10 -9

Fc

= 200Hz

Dari perhitungan diatas maka frekuensi cut off yang di hasilkan yaitu 200Hz. Frekuensi 200Hz tersebut merupakan batas yang atas yang di izinkan sebagai frekuensi audio jantung, atau batas dari hasil suara jantung yang dihasilkan dari stetoskop tersebut.

Karena penguat yang penulis gunakan dalam rangkaian low pass filter diatas adalah penguat 1x. Rumus penguatannya adalah:

Vout = AV x Vin Vout = Vin

3.7.5 Perencanaan Pembuatan Rangkaian Buffer. Rangkaian buffer merupakan rangkaian penguat 1 kali. Rangkaian buffer pada stetoskop ini bertujuan supaya arus keluaran dari filter yang di pecah menjadi 2 yaitu yang ke penguat audio, supaya arus tetap stabil. rangkaian buffer dapat lihat pada gambar sebagai berikut:

12V U3:A R15 3 1 10k 2 JRC2904 R16 10k 84
12V
U3:A
R15
3
1
10k
2
JRC2904
R16
10k
84

Gambar 3.7. Rangkaian Buffer

Perhitungan yang digunakan sesuai persamaan 2.4 :

Perhitungan yang digunakan sesuai persamaan 2.4 : 3.7.6 Perencanaan Pembuatan Rangkaian Penguat Audio (Screammedann, 2012)

3.7.6 Perencanaan Pembuatan Rangkaian Penguat Audio (Screammedann, 2012) Rangkaian penguat akhir ini menggunakan LM 386 yang berfungsi sebagai penguat audio yang telah disaring frekuensinya oleh low pass filter, keluaran dari rangkaian ini dihubungkan ke earphone output atau ke speker. Untuk memenuhi kebtuhan penguatan audio dengan kualitas yang baik dan penggunan daya yang rendah, maka penulis menggunakan IC LM386 sebagai penguat audio. Pada penguat akhir keakurasian spesifikasi komponen IC LM386 adalah tegangan output = ½ keluaran dari tegangan output

adalah tegangan output = ½ keluaran dari tegangan output 12 RV1 10K U2 C13 3 5
12 RV1 10K U2 C13 3 5 LS1 2 220u LM386 C12 100n R14 SPEAKER
12
RV1
10K
U2
C13
3
5
LS1
2
220u
LM386
C12
100n
R14
SPEAKER
1k
R13
10
Gambar 3.8.
Rangkaian Penguat Audio
64
7
1
8

3.7.7 Perencanaan Pembuatan Rangkaian Mkrokontroler ATmega 16 (Atmel, 2012) Rangkaian mikrokontroler pada pesawat stetoskop ini digunakan sebagai penghitung sinyal beat yang berasal dari output LM386 yang selanjutnya ditampilkan pada Liquid crystal display (LCD). Rangkaian mikrokontroler yang digunakan adalah ATMEGA16. Mikrokontroler ATMEGA16 terdiri 4 port yaitu port A, port B, port C, dan port D. Rangkaian ini dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa sistem rangkaian yang ada. Rangkaian penampil juga dapat dikendalikan oleh mikrokontroler beserta rangkaian pengendali LCD. Sehingga menggunakan mikrokontroler sangat efisien dalam penggunaan komponen. Rangkaian mikrokontroler yang telah dibuat ditunjukkan pada gambar 3.10.

Rangkaian mikrokontroler yang telah dibuat ditunjukkan pada gambar 3.10. Gambar 3.9. Rangkaian system minim mikrokontroler

Gambar 3.9. Rangkaian system minim mikrokontroler

Port C.0 Port C.2 akan memberikan trigger logic ke common LCD. Jika common LCD mendapatkan trigger logic 1 maka segment akan menyala. Sedangkan data yang akan ditampilkan akan dikeluarkan pada Port B yang tersampung pada LCD. Sedangkan indikator di dalam LCD start akan berkerja jika mendapatkan trigger logic dari Port C.3. pada Port C.4 akan menjadi port input dimana port ini terhubung dengan push button sebagai instruksi start reset. Sinyal beat akan diinputkan pada Port A.0.

3.7.8 Perencanaan Pembuatan Rangkaian Penampil Rangkaian penampil merupakan rangkaian yang berfungsi untuk menampilkan hasil perhitungan detak jantung dalam satuan BPM (Beat Per Minute). Rangkaian ini terdiri dari satu liquid crystal display (LCD). Gambar rangkaian penampil tersebut adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.11.

LCD1

LM016L

1 + G VSS 2 VDD 3 G PB.0 VEE 4 5 6 RS PB-1
1
+
G
VSS
2
VDD
3
G
PB.0
VEE
4 5 6
RS
PB-1
RW
PB-2
E
D0
D1
D2
10
D3
11
PB-4
D4
12
PB-5
D5
13
PB-6
D6
14 7 8 9
PB-7
D7

Gambar 3.10. Rangkaian Penampil

Liquid crystal display (LCD) akan nyala apabila saklar power utama dinyalakan. pust button di fungsikan sebagai tombol START dan RESET nilai BPM, jika pust button ditekan pertama maka display LCD akan hidup dan menampilkan timer, detak dan hasil BPM. Dengan hidunya LCD tersebut maka mikrokontoler atmega 16 akan menghitung nilai BPM dengan menampilkan pada display LCD.

3.7.9 Aplikasi Program Terhadap Sistem Aplikasi software mikrokontroler alat stetoskop elektonik dengan penghitung detak jantung berbasis mikrokontroler ATmega 16 sebagaimana terlampir.

3.7.10 Perencanaan Disain Alat Bok yang digunakan adalah bok berbahan plastik yang ada di pasaran. Di dalamnya terdiri dari sebuah trafo, rangkaian pengisi daya baterai, baterai dengan keluaran ±12 VDC, Rangkaian penguat awal ,rangkaian filter, rangkaian penguat akhir, speaker, rangkaian mikrokontroler dan rangkaian tampilan. Sedangkan di panel depan terdapat saklar power, indikator power, indikator pengisi daya baterai, volume, soket headset, tranduser stetoskop, indicator star/reset serta tombol start/reset (Pust Button). Berikut ini merupakan perencanaan desain alat :

Gambar 3.11. Desain Casing Adapun cara pengoperasian alat adalah sebagai berikut : 1. Tempatkan alat

Gambar 3.11.

Desain Casing

Adapun cara pengoperasian alat adalah sebagai berikut :

1. Tempatkan alat pada tempat yang datar pada posisi yang benar

2. Anda tinggal memilih ingin mendengarkan lewat speaker atau

headset.

3. Jika memilih speaker, maka anda tak perlu memasang headset.

4. Jika memilih headset , maka hubungkan headset pada alat maka

speaker akan mati dengan sendirinya.

5. Tekan saklar power pada posisi ON dan lampu saklar akan

menyala.

6. Tempelkan stetoskop di bagian dada.

7. Putar volume jika dirasa suara yang didapat kurang keras atau

terlalu keras.

8. Liat pula tampilan indikator didalam LCD sebagai indikator beat.

9. Jika ingin menghitung BPM.

10. Maka setelah suara dan indikator beat setabil serta antara suara dan nyala indicator didalam LCD bersamaan, kemudian tekan tombol START untuk mulai pengukuran. 11. Jika ingin mengakhiri pengukuran tekan tombol START kembali untuk perintah reset. 12. Matikan alat dan lepaskan semua aksesoris yang ada apabila telah selesai digunakan.

Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pengukuran BPM 1. Pastikan kondisi pasien dalam keadaan tenang tanpa

berbicara Pastikan praktisi dalam mengukur dalam kondisi tenang Dari poin 1 dan 2 jika pasien maupun praktisi dalam kondisi tidak tenang maka akan sangat berpengaruh pada

2.

hasil pengukuran BPM. Nilai BPM akan tinggi karena ada ganguan suara selain suara jantung yang dapat mempengaruhi nilai BPM.

3.7.11 Rencana Titik Pengukuran Setelah persiapan dan peralatannya terpenuhi maka akan dilakukan pendataan dengan pengukuran di tiap-tiap titik pengukuran (TP). Dalam melakukan pengukuran pada tiap-tiap titik pengukuran penulis menggunakan multimeter digital merk Sanwa CD800a dan oscilloscope GW GOS-6226. Adapun Titik-titik pengukurannya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2. Titik pengukuran TP 1 sampai TP 10

TP (Titik Pengukuran)

Rangkaian

Analisa Data

TP 1

Output LM7812

% Kesalahan

TP 2

Tegangan basis dan konektor saat pengisian battery

 

TP 3

Tegangan basis dan konektor saat battery penuh

 

TP 4

Tegangan pada output piezo elektrik

% Kesalahan

TP 5

Tegangan output rangkaian resistor

% Kesalahan

TP 6

Output Pre-amp

 

TP 7

Tegangan keluaran dan tegangan low pass filter

% Kesalahan

TP 8

Tegangan keluaran rangkaian buffer

% Kesalahan

TP 9

Tegangan keluaran penguat audio

 

TP 10

Bentuk sinyal keluaran low pass filter sebelum masuk ke mikrokontroler

 

3.7.12 Analisa Data

Hasil perhitungan analisa data pembanding pengukuran pada

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Rangkaian Pembagi Tegangan

Untuk resistor sebagai pembagi tegangan menggunakan rumus

sebagai berikut:

Vout =

Vout =

Vout =

Vout = Vout = Vout = V D C Vout = 6 V D C V
Vout = Vout = Vout = V D C Vout = 6 V D C V

V D C DC

Vout = 6 V DC

V DC

2. Penguat Non Inverting Dengan menggunakan rumus persamaan 2.3 di bawah ini kita dapat menentukan besar penguatannya yaitu :

Vout =

Vout =

Vout =

Vout =

Vout =

Vout =

= 11 kali penguatan Penguatan 11 kali penguatan untuk menguatkan sinyal AC yang dihasilkan dari Piezoelektrik. 3. Low Pass Filter Dengan menggunakan rumus di bawah ini kita dapat menentukan besar resistor agar dapat menggunakan frekuensi yang diloloskan yaitu :

Tentukan dahulu fc, C 11 dan C 12 ,

Didapatkan

fc

C

11

C

12

R

f

= 200 Hz (frekuensi suara jantung normal) = 82nF = 2C 11 = 164nF 220nF

= R 12 + R 14

dan R 1 = R 2

Oleh karena nilai R tidak diketahui maka dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

Fc

200

200

200

R

=

=

=

=

=

R

dengan rumus sebagai berikut : Fc 200 200 200 R = = = = = R
dengan rumus sebagai berikut : Fc 200 200 200 R = = = = = R
dengan rumus sebagai berikut : Fc 200 200 200 R = = = = = R
dengan rumus sebagai berikut : Fc 200 200 200 R = = = = = R
dengan rumus sebagai berikut : Fc 200 200 200 R = = = = = R

=

rumus sebagai berikut : Fc 200 200 200 R = = = = = R =

R

Maka diperoleh :

R 11 = 5,4kΩ R f (R 12 )= R 10 + R 11 = 10,8kΩ

= 0,0005368

1 2 )= R 1 0 + R 1 1 = 10,8k Ω = 0,0005368 R

R 10

= 5,4kΩ

= 5,4kΩ

1 1 = 10,8k Ω = 0,0005368 R 1 0 = 5,4k Ω = 5,4k Ω

12 kΩ

Karena penguat yang penulis gunakan dalam rangkaian low pass filter diatas adalah penguat 1x

Vout

= AV x Vin

= 1 x 5 V

= 5 V

4. Rangkaian Buffer Untuk rangkaian buffer ini penguatan yang di gunakan dalam rangkaian buffer adalah penguat satu kali untuk menstabilkan tegangan. Dan untuk mengetahui output dari buffer adalah sebagai berikut :

Vout

= AV x Vin

= 1 x 5 V

= 5 V 5. Rangkaian Penguat Audio Pada penguat akhir keakurasian spesifikasi komponen IC LM 386 adalah tegangan output = 1/2 keluaran dari tegangan input .

tegangan output = 1/2 keluaran dari tegangan input . = = 0,5 Jadi, Nilai Output pada

=

tegangan output = 1/2 keluaran dari tegangan input . = = 0,5 Jadi, Nilai Output pada

= 0,5

Jadi, Nilai Output pada penguat Akhir adalah :

output = 1/2 keluaran dari tegangan input . = = 0,5 Jadi, Nilai Output pada penguat

= 0,5 x 12V

= 6 V