Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah


Dinas Koperasi dan UMKM Banjarbaru adalah instansi pemerintahan yang

mengawasi kegiatan dan perizinan koperasi yang ada di Banjarbaru serta membantu
mengelola UMKM yang ada di Bamjarbaru.
Pada sebagian besar koperasi yang ada di Kota Banjarbaru dalam proses
pendataan anggota, transaksi simpan pinjam serta pembuatan laporan keuangan masih
dilakukan secara manual, sehingga dapat mempengaruhi kinerja pelayanan koperasi.
Maka dari itu Dinas Koperasi Kota Banjarbaru ingin membuat aplikasi koperasi Simpan
Pinjam untuk membantu koperasi-koperasi yang masih melakukan transaksi simpan dan
pinjam secara manual. Dan koperasi yang ditunjuk untuk diambil sampel datanya adalah
dari koperasi Bina Silva.
Berdasarkan uraian di atas maka dibangunlah sebuah Aplikasi Koperasi Simpan
Pinjam, yang nantinya diharapkan dapat mempermudah dalam mengolah data simpan
pinjam pada koperasi secara komputerisasi.
1.2.

Permasalahan

1.2.1

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat
diperoleh identifikasi masalah yaitu proses transaksi simpan pinjam pada koperasi Bina
Silva masih dilakukan secara manual memungkinkan masih terjadinya kesalahan dalam
pendataan anggota, pembuatan laporan keuangan, sehingga dapat mempengaruhi kinerja
dari koperasi dalam proses transaksi simpan dan pinjam.

1.2.2

Ruang Lingkup Permasalahan


Dari latar belakang yang telah diuraikan, ruang lingkup permasalahan adalah

mengenai data anggota, data simpanan, data pinjaman serta laporan keuangan koperasi.
1.2.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan

latar

belakang

yang

telah

dijelaskan

sebelumnya

maka

permasalahan yang akan dibahas dalam aplikasi ini adalah :


1. Bagaimana membangun Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam?
2. Bagaimana menganalisis Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam?
3. Bagaimana implementasi kedalam Aplikasi Komputer?
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah untuk membangun aplikasi Koperasi
Simpan Pinjam.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan aplikasi ini adalah sebagai
berikut:
1. Aspek Praktis
a. Untuk memudahkan transaksi simpan pinjam pada koperasi.
b. Untuk meminimalisir kesalahan dalam pembuatan laporan transaksi
simpan pinjam.
2. Aspek Akademis
a. Untuk mengembangkan pengetahuan pemrograman Borland Delphi dan
implementasinya dalam program aplikasi.
b. Untuk mengembangkan pengetahuan dalam pembuatan laporan sebagai
pembelajaran dalam membuat tugas akhir.
1.4 Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menjelaskan tentang permasalahan yang meliputi latar
belakang masalah, permasalahan, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan
dan manfaat serta sistematika penulisan laporan Prkatek Kerja Lapangan.
BAB II LANDASAN TEORI DAN DESKRIPSI LOKASI PKL
Pada bab ini berisi tentang teori-teori dasar yang akan digunakan dalam
penyusunan laporan. Teori-teori yang dimaksud pada bab ini yaitu berisi tentang
pengertian aplikasi, pengertian koperasi, dan sekilas mengenai Delphi, kerangka
pemikiran serta deskripsi lokasi PKL.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini menjelaskan tentang analisa kebutuhan, perancangan, teknik
analisis dan jadwal penyusunan laporan Praktek Kerja Lapangan.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini menjelaskan tentang hasil dan pembahasan laporan Praktek
Kerja Lapangan yang telah dilakukan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dalam pembuatan
aplikasi.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN DESKRIPSI LOKAL PKL
2.1
2.1.1

Landasan Teori
Pengertian Aplikasi
Aplikasi adalah penerapan, menyimpan sesuatu hal, data, permasalahan

pekerjaan ke dalam suatu sarana atau media yang digunakan untuk menerapkan atau
mengimplementasikan hal atau permasalahan tersebut sehingga berubah menjadi suatu
bentuk yang baru tanpa menghilangkan nilai nilai dasar dari hal, data, permasalahan
atau pekerjaan. Jadi dalam hal ini hanya bentuk dari tampilan data yang berubah,
sedangkan isi yang memuat dalam data tersebut tidak mengalami perubahan.
Aplikasi dapat digolongkan menjadi beberapa kelas, antara lain :
1. Perangkat lunak perusahaan (enterprise)

2.
3.
4.
5.
6.
7.
2.1.2

Perangkat lunak infrastruktur perusahaan


Perangkat lunak informasi kerja
Perangkat lunak media dan hiburan
Perangkat lunak pendidikan
Perangkat lunak pengembangan media
Perangkat lunak rekayasa produk (Jogiyanto, 2000)

Pengertian Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan

hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi


sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan. (UU
No. 25 / 1992)
Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masingmasing anggota
Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
Kemandirian
Pendidikan perkoperasian
Kerjasama antar koperasi
Prinsip Koperasi berdasarkan UU No. 17 Th. 2012, yaitu:
Modal terdiri dari simpanan pokok dan surat modal koperasi(SMK)
2.1.3

Pengertian Borland Delphi 7.0


Bahasa pemprograman yang digunakan dalam Delphi adalah suatu variant dari

bahasa Pascal, yang oleh Delphi disebut sebagai Object Pascal karena variant

ini

mengimlementasi Object Oriented Programming (OOP). Sebagian orang tidak setuju


dengan sebutan Object Pascal, karena masih ada variantlain bahasa Pascal yang juga
mengimplementasi OOP, sehingga menamakannya dengan Delphi Pascal atau Delphi
Object Pascal.
Delphi 7 merupakan bahasa pemrograman yang dikeluarkan pada bulan Agustus
tahun 2002 oleh Borland Software Corporation sebuah perusahaan perangkat lunak
komputer yang berkantor pusat di Austin, Texas. Pengembangan bahasa pemrograman
Delphi saat ini sudah diambil alih oleh perusahaan Codegear/Embarcadero dan hingga
buku ini ditulis ( tahun 2010 ) Delphi sudah mencapai versi 14 yang biasa disebut
dengan Delphi 7. Alasannya adalah Delphi 7 masih sangat memadai, mempunyai
kestabilan yang prima dan kebutuhan akan perangkat keras yang tidak terlalu tinggi.(M.
Ichwan, 2011).
Pada saat pertama kali dipanggil, akan muncul beberapa tools utama dalam
Delphi IDE, yaitu Menu, Toolbar, Component Palette, Object Inspector, Object
TreeView, Code Editor, project Manager, dan beberapa tools lain. (Kusnassriyanto Saiful
Bahri, 2008).
2.2
2.2.1

Deskripsi PKL
Latar Belakang PKL
Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan suatu kegiatan diluar kampus yang

dilakukan setiap mahasiswa untuk memenuhi salah satu kurikulum wajib yang harus
ditempuh mahasiswa STMIK Banjarbaru. Adanya kegiatan Praktek Kerja Lapangan

(PKL) ini diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antar dunia kerja dengan
dunia pendidikan, sehingga mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman
baru agar mahasiswa dapat mengatasi persaingan dalam dunia kerja.
2.2.2 Tujuan PKL
1. Melatih dan mengembangkan sumber daya manusia melalui sarana dan fasilitas
yang ada dalam dunia kerja
2. Agar mahasiswa mampu beradaptasai dan bersosialisasi dengan dunia kerja
3. Menamah wawasan mahasiswa tentang dunia kerja
4. Memenuhi tugas mata perkuliahan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada STMIK
Banjarbaru
5. Menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama masa kuliah ke dalam
dunia kerja yang sebenarnya
2.2.3 Waktu dan Tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL)
1. Waktu
Waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan selama 2 bulan yang dimulai
pada tanggal 1 Juli 2014 sampai dengan 31 Agustus 2014. Jam kerja mulai hari
senin sampai hari jumat pukul 08.00 - 16.00 WITA.
2. Tempat
Ditempatkan pada Dinas Koperasi dan UMKM Banjarbaru
2.2.4

Sekilas Tentang Dinas Koperasi dan UMKM Banjarbaru


Dinas Koperasi dan UMKM berdasarkan Peraturan Daerah Kota Banjarbaru

Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Struktur Organisasi Tata Kerja Dinas
Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru.
Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Dinas Koperasi dan UMKM Kota
Banjarbaru berpedoman pada Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor 41 Tahun 2008
Tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Koperasi dan UMKM Kota
Banjarbaru serta Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor 42 Tahun 2009 Tentang Uraian
Tugas Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi
pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru.
- Tugas dan Fungsi
Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru mempunyai tugas membantu
Kepala Daerah dalam menyelenggarakan sebagian kewenangan Pemerintahan Daerah
dibidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Untuk melaksanakan tugas tugas dimaksud, Dinas Koperasi dan UMKM Kota
Banjarbaru meliputi beberapa fungsi, yakni :
a.

Perumusan Program dan kebijaksanaan teknis pembinaan


terhadap koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta fasilitasi pembiyaan
dan pengembangan sumberdaya.

b.

Perumusan kebijaksanaan dan Penyelenggaraan Koperasi dan


Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta fasilitasi pembiayaan dan pengembangan
sumber daya.

c.

Perumusan program dan kebijaksanaan teknis koperasi dan


usaha mikro,kecil dan menengah serta pengembangan sumber daya koperasi dan
UMKM.

d.

Penyelenggaraan pembinaan,pelatihan per koperasian dan


UMKM.

e.

Penyelenggaraan pembinaan, pengawasan dan perlindungan


per koperasian dan UMKM.

f.

Penyelenggaraan pelayanan Dinas Koperasi dan UMKM serta


fasilitasi pembiayaan dan pengembangan sumber daya.

g.
h.

Penyelenggaraan dan pembinaan urusan kesekretariatdinas.


Pembinaan unit pelaksanaan teknis Dinas dibidang Koperasi dan Usaha
Mikro,Kecil dan menengah.