Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN

PUSAT REHABILITASI NARKOBA


BREAKTHROUGH SENTUL

KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


PERIODE 26 SEPTEMBER 2013 16 NOVEMBER 2013
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2013

LAPORAN KEGIATAN
PUSAT REHABILITASI BREAKTHROUGH NARKOBA SENTUL

1.1.

LATAR BELAKANG
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain"narkoba",

istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia
adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika,Psikotropika dan Zat Adiktif.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman,baik sintetis
maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atauperubahan kesadaran, hilangnya
rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan(Undang-Undang No. 22 tahun 1997),
sedangkan Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukannarkotika, yang
berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan
perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).
Narkotika apabila dipergunakan secara tidak teratur menurut takaran/dosis akan dapat
menimbulkan bahaya fisik dan mental bagi yang menggunakannya serta dapat menimbulkan
ketergantungan pada pengguna itu sendiri.
Berbicara mengenai narkoba masalah ini seakan-akan sudah menjadi masalah sejak dahulu.
Bentuk-bentuk narkoba selalu berubah-berubah seiring dengan perkembangan sosial masyarakat.
Berdasarkan keterangan para penjelajah Belanda, opium telah kerap dipergunakan oleh
masyarakat Tionghoa dan juga sejumlah besar orang Jawa semenjak 1617. Sepanjang abad 17
dan 18 VOC (Vereemigde Oost-Indische Compagnie) memonopoli penjualan opium, dan sejak
1862 perusahaan tersebut secara resmi membuka perkebunan opium di Jawa dan Sumatera.
Masalah penyalahgunaan narkotika ini bukan saja merupakan masalah yang perlu
mendapat perhatian bagi negara Indonesia, melainkan juga bagi dunia Internasional. Memasuki
abad ke-20 perhatian dunia internasional terhadap masalah narkotika semakin meningkat. Selain
itu perkembangan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika dalam beberapa tahun terakhir
juga meningkat. Penyalahgunaan narkotika di beberapa negara dewasa ini sudah dianggap

sebagai bahaya nasional dan internasional, sehingga sudah dirasakan sebagai satu masalah dunia
yang mengancam kehidupan masyarakat hampir dalam segala bidang yaitu politik, ekonomi,
sosial budaya dan Hankam.Narkotika.
Di Indonesia penyalahgunaan narkoba menunjukkan adanya kecenderungan yang terus
meningkat, hal tersebut terlihat dari peningkatan angka kejahatan narkotika yang ditangani oleh
POLRI maupun data dari Lembaga Pemasyarakatan. Peningkatan yang terjadi tidak saja dari
jumlah pelaku tetapi juga dari jumlah narkoba yang disita serta jenis narkoba. Masalah ini
merupakan ancaman yang serius bukan saja terhadap kelangsungan hidup dan masa depan
pelakunya tetapi juga sangat membahayakan bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
Sudah cukup banyak Pusat Rehabilitasi Narkoba yang tersebar di berbagai wilayah.
Dimana Pusat rehabilitasi ini sangat membantu dalam membina para penderita ketergantungan
obat agar menjadi lebih baik dan terlepas dari ketergantungan obat-obatan khususnya NAPZA.
Menjalani rehabilitasi narkoba ternyata tidak seburuk apa yang dibayangkan masyarakat selama
ini. Salah satu Pusat Rehabilitasi yang ada yaitu Yayasan Breakthrough . Hal yang menarik
dari Yayasan Breakthrough adalah dalam proses penyembuhan kepada para
pecandu narkoba, mereka tidak menggunakan sedikitpun treatment medis,
melainkan sepenuhnya bergantung kepada iman dan kuasa Tuhan dibarengi
dengan tekad kuat mereka yang ingin bebas dari belenggu narkoba.
Oleh

Karena

itu

Untuk

memulihkan

para

pecandu

narkoba

Breakthrough melakukan penyembuhan melalui pendekatan keimanan yaitu


pembinaan rohani melalui meditasi Alkitab, beribadah setiap pagi, berdoa
dan pendalaman Alkitab setiap sore, berbakti bersama saudara seiman di
gereja, serta membagikan kesaksian tentang kasih dan kemurahan Tuhan
menjadi inti proses penyembuhan dari ketergantungan narkoba. Oleh Karena
itu para dokter muda diharapkan dalam kunjungan ke pusat rehabilitasi
narkoba dapat mengetahui bagaimana sikap, perilaku, dan aktifitas para
penderita ketergantungan obat.

1.2. TUJUAN
Tujuan Umum
Mengetahui bagaimana sikap, perilaku dan pengetahuan para penderita ketergantungan
obat di pusat rehabilitasi narkoba (breakthrough).
Tujuan Khusus
1. Dokter muda mengetahui sikap, perilaku, dan pengetahuan penderita ketergantungan
obat yang sudah dalam tahap rehabilitasi.
2. Dokter muda mempelajari cara penanganan penderita ketergantungan obat agar
kembali ke masyarakat dan dalam keadaan sehat.
3. Dokter muda dapat mengamati kegiatan dan aktivitas para penderita ketergantungan
obat di Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthrough Missions Indonesia Sentul.
1.3. SASARAN
Dokter muda kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
Kristen Indonesia.
1.4. AKTIVITAS DAN CARA
1. Perkenalan dengan para pengurus Yayasan Rehabilitasi Breakthrough Missions
Indonesia Sentul dan para penderita ketergantungan obat
2.

Ibadah bersama (Persembahan lagu dari dokter muda FK UKI)

3. Pengkayaan Materi mengenai jenis-jenis obat terlarang, cara penggunaaa, gejala dan
tanda , sarana dan prasarana yang ada di Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan
Breakthrough Missions Indonesia Sentul.

Jenis-Jenis Obat Terlarang


1. Inhalan
2. Obat penenang (depressant)
3. Ganja
4. Ekstasi
5. Methamphetamin (shabu-shabu)
6. Kokain
7. Heroin
8. Crocodile Ukrine

Cara Pemggunaan Obat-Obatan terlarang :


1. Hirup
2. Hisap
3. Oral
4. Suntik

Tanda dan Gejala Pecandu Narkoba :


1. Mata berbeda (merah, melotot, sipit)
2. Mata dan hidung berair
3. Kehilangan napsu makan
4. Mood bisa berubah tiba-tiba
5. Perubahan kebiasaan sehari-hari
6. Lebih sering mengurung diri
7. Selalu terlihat lelah / kurang tidur
8. Prestasi sekolah / belajar sangat menurun
9. Kebiasaan tidur tidak normal
10. Suka keluar malam
11. Cepat bosan dan pelupa
12. Terlalu sensitive

13. Kecurigaan berlebihan


14. Mulai tidak memperdulikan penampilan
15. Irritable
16. Suka berbohong
17. Malas mandi
18. Suka mencuri
19. Terlibat tindakan criminal

Sarana dan Prasarana di Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthrough


Missions Indonesia Sentul
1. Ruang belajar
2. Ruang ibadah
3. Cold turkey (untuk penderita ketergantungan obat yang baru masuk, yang
akan diisolasi selama satu minggu)
4. Ruang perpustakaan
5. Dapur dan ruang makan
6. Kolam renang, lapangan basket, meja billiard
7. Ruang laundry
8. Ruang keterampilan
9. Ruang tidur

4. Berkeliling untuk melihat aktifitas para penderita ketergantungan obat yang ada di
Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthrough Missions Indonesia Sentul

Jadwal Kegiatan Para Penderita ketergantungan Obat :


1. Bangun tidur
2. Saat Teduh
3. Sarapan
4. Chapel Pagi
5. Workshop 1
6. Makan Siang

7. Workshop 2
8. Waktu Bebas (olahraga)
9. Makan Malam
10. Workshop 3
11. Belajar mandiri
12. Tidur
1.5. PELAKSANA
Bagian

: Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Peserta

: 32 orang Dokter muda kepaniteraan IKM FK-UKI

1.6. WAKTU DAN TEMPAT


Waktu

: Sabtu, 12 Oktober 2013

Pukul

: 08.00 - 12.00 WIB

Tempat : Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthough Missions Indonesia, Jl.Bali


Raya no.31 Sentul City Bogor
1.7. AKTIVITAS
Waktu

Aktivitas

08.00

Berangkat dari UKI dengan menggunakan 8 mobil, jumlah dokter muda 32


orang.

09.30

Tiba di Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthrough Missions Indonesia


Sentul
Perkenalan dengan staff Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthrough
Missions Indonesia Sentul
Jumlah 32 orang :
Yuni Winarti, Mega Charkaninba, Chanvira Aria Candrayana, Dewi Suci

Judika Sirait, Nyoman Adhydeva Purusanti, Liona Christy PAttinasarany,


Wella Sinta M Manurung, Yudhistira Herlambang, Keithy Dorothy Sirait, Citra
Purnama Pratiwi, Sartika I M Sapulette, Yunitha A E Moedak, Arini HArliana
Siagian, Ana Hendriana, Rina Dwi Indriyani, Vanessa Mutiara Marcelina, I
Putu Abhi A Saputra, Nurliana Simatupang, Ronaldo P Y Sianturi, Beatty
Daoni Sianipar, Samuel Panjaitan, Meilisa Italin Hutasoit, Anindita Dyah
Larasati, Naomi Eveline, Ajeng Indah Pramesti, Jen Marisi Marbun, Dian
Tanjung, Nyoman Astri Apsari, I Gusti Agung Putu RM, Sevlin Juliva Tamba,
Ranti Lona Tayo, Anggun Valensia Manja

1.Ibadah bersama (Persembahan lagu dari dokter muda FK UKI)


2.Berkumpul untuk mendapatkan pengkayaan dengan materi jenis-jenis
09.30

obat terlarang, cara penggunaaa, gejala dan tanda , sarana dan


prasarana

yang

ada

di

Pusat

Rehabilitasi

Narkoba Yayasan

Breakthrough Missions Indonesia Sentul


3. Berkeliling melihat Sarana dan Prasarana yang ada di Pusat Rehabilitasi
Narkoba Yayasan Breakthrough Missions Indonesia Sentul
4.Melihat keadaan lingkungan dan kegiatan para pasien di Pusat
Rehabilitasi.
Perpisahan

Kembali ke UKI cawang


11.30

12.00

1.8. PELAKSANA

Bagian IKM FK UKI


Pembimbing

: dr. Paul F. Matulessy, PGK

Ketua

: Yunitha Anggraini E Moedak, S.Ked

Wakil Ketua

: Nyoman Astri Apsari, S.Ked

Sekretaris

: Nyoman Adhydeva Purusanti,S.Ked

Bendahara

: Dewi Suci Judika Sirait,S.Ked

Koordinator Transportasi : Samuel Panjaitan,S.Ked


Koordinator Lapangan

: Chanvira Aria Candrayana,S.Ked

1.9. MONITORING
1. Terlaksananya perkenalan dan orientasi dengan staf Pusat Rehabilitasi Narkoba
Yayasan Breakthrough Missions Indonesia Sentul dan penderita
2. Terlaksananya pengkayaan dari Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthrough
Missions Indonesia Sentul untuk dokter muda IKM-FK UKI
3. Terlaksananya kegiatan mengamati lingkungan dan aktivitas para penderita
ketergantungan obat di Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthrough Missions
Indonesia Sentul
1.10. EVALUASI
1. Mampu menghasilkan dan mempresentasikan laporan lengkap saat kunjungan ke Pusat
Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthough Missions Indonesia Sentul.
2. Mampu menjelaskan bagaimana sikap, perilaku dan pengetahuan para penderita
ketergantungan obat.
3. Mampu menjelaskan kegiatan dan aktivitas para penderita ketergantungan obat di Pusat
Rehabilitasi Narkoba Yayasan Breakthrough Missions Indonesia Sentul

1.11. PENUTUP
Demikianlah laporan kegiatan kunjungan ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan
Breakthough Missions Indonesia Sentul ini kami buat untuk diajukan dan menjadi
perhatian semua pihak. Kami mengharapkan tercapainya perubahan pengetahuan
mengenai narkoba bagi para dokter muda dan bisa diterapkan dalam melakukan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Atas bantuan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, Oktober 2013

Ketua

Sekretaris

(Yunitha A E Moedak,S.Ked)

(Nyoman Adhydeva P,S.Ked)

Mengetahui,

(dr. Paul F. Matulessy, PGK)

Anggota Kelompok :
1. Yuni Winarti
2. Mega Charkaninba
3. Chanvira Aria Candrayana
4. Dewi Suci Judika Sirait
5. Nyoman Adhydeva Purusanti
6. Liona Christy PAttinasarany
7. Wella Sinta M Manurung
8. Yudhistira Herlambang
9. Keithy Dorothy Sirait
10. Citra Purnama Pratiwi
11. Sartika I M Sapulette
12. Yunitha A E Moedak
13. Arini HArliana Siagian
14. Ana Hendriana
15. Rina Dwi Indriyani
16. Vanessa Mutiara Marcelina
17. I Putu Abhi A Saputra
18. Nurliana Simatupang
19. Ronaldo P Y Sianturi
20. Beatty Daoni Sianipar
21. Samuel Panjaitan
22. Meilisa Italin Hutasoit
23. Anindita Dyah Larasati
24. Naomi Eveline
25. Ajeng Indah Pramesti
26. Jen Marisi Marbun
27. Dian Tanjung
28. Nyoman Astri Apsari
29. I Gusti Agung Putu RM
30. Sevlin Juliva Tamba
31. Ranti Lona Tayo
32. Anggun Valensia Manja