Anda di halaman 1dari 7

Perilaku

kekerasan

PENGERTIAN

Aggression: an emotion compounded of


frustration and hate or rage. It is an emotion
deeply rooted in every one of us, a vital part of
our emotional being that must be either projected
outward on the environment or inward,
destructively, on the self. (menurut Patricia D.
Barry, 1998:140).
Atau dengan kata lain
Suatu keadaan emosi yang merupakan campuran
perasaan frustasi dan benci atau marah. Hal ini
didasari keadaan emosi secara mendalam dari
setiap orang sebagai bagian penting dari keadaan
emosional kita yang dapat diproyeksikan ke
lingkungan, ke dalam diri atau secara destruktif.

LANJUTAN.

Perilaku kekerasan dianggap sebagai


suatu akibat yang ekstrim dari marah
atau ketakutan (panik). Perilaku
agresif dan perilaku kekerasan itu
sendiri sering dipandang sebagai
suatu rentang, dimana agresif verbal
di suatu sisi dan perilaku kekerasan
(violence) di sisi yang lain.

RENTANG RESPON
MARAH
Adaptif

maladaptif

Asertif
Agresif

Frustasi
Amuk/PK

Pasif

LANJUTAN.
Perilaku kekerasan adalah suatu
keadaan dimana seseorang
melakukan tindakan yang dapat
membahayakan secara fisik, baik
kapada diri sendiri maupun orang lain.
Sering disebut juga gaduh gelisah
atau amuk dimana seseorang marah
berespon terhadap suatu stressor
dengan gerakan motorik yang tidak
terkontrol.

FAKTOR
PREDISPOSISI

Ada beberapa teori yang mungkin dapat


menjelaskan tentang factor predisposisi tersebut,
yaitu teori biologi, teori psikologi, serta teori
sosiokultural yang dijelaskan oleh Townsend
(1996), yaitu sebagai berikut:
Teori biologi
Teori biologi terdiri atas empat pandangan,
yakni pengaruh neurofisiologis, biokimia, genetic
dan gangguan otak.
Teori psikologi
Terbagi atas 2 yaitu teori psikoanalitik dan teori
pembelajaran
Teori sosiokultural

01/23/15