Anda di halaman 1dari 51

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah

LAPORAN
HASIL PEMANTAUAN KEANEKARAGAMAN HAYATI
( BIODIVERSITY ) TAHUN 2011

KPH KENDAL
Oktober, 2011

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan bimbingan dan
karunia-Nya sehingga penyusunan Laporan Hasil Pemantauan Keanekaragaman Hayati
(Biodiversity) Tahun 2011 dapat terselesaikan.
Penyusunan Laporan Hasil Pemantauan Keanekaragaman Hayati (Biodiversity) Tahun
2011 secara garis besar menjelaskan hasil pemantauan di kawasan Biodiversity baik 5%
maupun 10%. Hasil ini merupakan korelasi dari kegiatan pengelolaan yang bertujuan untuk
mempertahankan dan atau meningkatkan kekayaan jenis flora / fauna, spesies RTE (Rare,
Threatened, and Endangered) serta Spesies Interest.
Pengelolaan Biodiversity yang di laksanakan oleh KPH Kendal merupakan sebuah
kesadaran perusahaan terhadap masalah-masalah lingkungan, sekaligus sebagai tuntutan
standarisasi internasional bagi unit manajemen dalam mengelola sumber daya hutan
dengan mensinergikan kelola lingkungan, kelola sosial, dan kelola produksi.

Kendal, Oktober 2011


Administratur/KKPH Kendal

Ir. Hendrat Suharnantono, MP


NPP. 1 000 155

ii

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ____________________________________________________________ ii
DAFTAR ISI __________________________________________________________________ iii
DAFTAR TABEL _______________________________________________________________v
DAFTAR GAMBAR ____________________________________________________________ vi
DAFTAR LAMPIRAN __________________________________________________________ viii
I. PENDAHULUAN ______________________________________________________________1

A. Latar Belakang__________________________________________________ 1
B. Tujuan________________________________________________________ 1
II. KEADAAN UMUM KPH KENDAL ________________________________________________2

A. Identitas Perusahaan _____________________________________________ 2


B. Kondisi Umum KPH ______________________________________________ 2
III. PELAKSANAAN PEMANTAUAN BIODIVERSITY___________________________________4

A. Lokasi ________________________________________________________ 4
1. Areal Kerja KPH Kendal ________________________________________ 4
2. Kawasan Perlindungan Biodiversity ________________________________ 5
3. Stasiun Pemantauan Biodiversity__________________________________ 5
B. Alat dan Bahan _________________________________________________ 6
C. Metode Survey/ Pengumpulan Data___________________________________ 2
1. Pengumpulan Data Keanekaragaman Flora __________________________ 2
2. Pengumpulan Data Keanekaragaman Fauna _________________________ 3
D. Metode Pengolahan Data __________________________________________ 4
1. Komposisi dan Struktur Vegetasi __________________________________ 4
2. Keanekaragaman Spesies ______________________________________ 5
3. Kesamaan Komunitas__________________________________________ 7
IV. HASIL PEMANTAUAN BIODIVERSITY___________________________________________9

A. Flora
1. Kelimpahan Jenis_____________________________________________ 9
2. Keanekaragaman Jenis _______________________________________ 19
3. Dominansi Jenis_____________________________________________ 23

iii

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

B. Fauna
1. Kelimpahan jenis ____________________________________________ 27
2. Keanekaragaman Jenis _______________________________________ 30
3. Populasi Spesies Interest ______________________________________ 33
4

Kelimpahan Jenis Satwa RTE ___________________________________ 34

V. EVALUASI KEGIATAN PENGELOLAAN BIODIVERSITY____________________________35

A. Kawasan Lindung_______________________________________________ 35
A. Kawasan Produksi ______________________________________________ 37

VI. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ___________________________________________38

A. Kesimpulan ___________________________________________________ 38
B. Saran _______________________________________________________ 38
DAFTAR PUSTAKA ___________________________________________________________39
LAMPIRAN ____________________________________________________________ 40

iv

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Tabel Penarikan Unit Contoh Biodversity____________________________ 5
Tabel 2. Nilai Kelimpahan Jenis Vegetasi Tahun 2007-2011 ___________________ 15
Tabel 3. Nilai Keragaman Jenis Vegetasi Tahun 2007-2011____________________ 19
Tabel 4. Nilai Dominasi Jenis Vegetasi Tahun 2007-2011 _____________________ 24
Tabel 5. Nilai Kelimpahan Jenis Satwa Tahun 2007-2011 _____________________ 27
Tabel 6. Nilai Keanekaragaman Jenis Satwa Tahun 2007-2011 _________________ 30
Tabel 7. Nilai Tingkat Populasi Spesies Interest ____________________________ 33

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Bagan Alur Kawasan Hutan KPH Kendal ____________________________ 4


Gambar 2. Bentuk unit contoh pengamatan vegetasi di hutan tanaman.______________ 6
Gambar 3.

Bentuk unit contoh pengamatan vegetasi; A petak 2x2 m2, B petak 5x5 m2,
C petak 10x10 m2 dan D petak 20x20 m2 _____________________________ 2

Gambar 4. Bentuk unit contoh pengamatan tumbuhan bawah_____________________ 3


Gambar 5. Desain transek garis pengamatan mamalia besar; d=jarak tegak lurus antar
posisi satwa dengan lintasan pengamatan (d=r.Sin), r=jarak antar satwaliar
dengan pengamat, =sudut antar posisi satwa dengan lintasan pengamatan,
O=posisi pengamat, dan S=posisi satwa _____________________________ 3
Gambar 6. Desain inventarisasi burung dengan metode VCP _____________________ 4
Gambar 7. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Tumbuhan Bawah _____ 16
Gambar 8. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Semai ______________ 16
Gambar 9. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Pancang ____________ 17
Gambar 10. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Tiang ______________ 18
Gambar 11. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Pohon _____________ 18
Gambar 12. Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Tumb. Bawah___ 20
Gambar 13. Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Semai_________ 21
Gambar 14. Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Pancang ______ 21
Gambar 15. Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Tiang _________ 22
Gambar 16. Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Pohon_________ 23
Gambar 17. Diagram Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Tumbuhan Bawah _____ 24
Gambar 18. Diagram Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Semai ______________ 25
Gambar 19. Diagram Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Pancang ____________ 26
Gambar 20. Diagram Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Tiang________________ 26
Gambar 21. Diagram Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Pohon ______________ 27

vi

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Gambar 22. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Aves_____________________ 28


Gambar 23. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Mamalia __________________ 29
Gambar 24. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Herpetofauna ______________ 29
Gambar 25. Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Aves ________________ 31
Gambar 26. Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Mamalia _____________ 32
Gambar 27. Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Herpetofauna_________ 33
Gambar 28. Kegiatan Pembronjongan ______________________________________ 35
Gambar 29. Plang Larangan dan Plang Informasi Jenis Satwa RTE _______________ 36

vii

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Peta Stasiun Pemantauan Biodiversity KPH Kendal
Lampiran 2. Jenis Satwa RTE KPH Kendal Tahun 2007-2011
a. Aves
b. Mamalia
c. Herpetofauna
Lampiran 3. Foto Kegiatan Survey Biodiversity Tahun 2011
Lampiran 4. Data Komunitas Tumbuhan Bawah 2011
Lampiran 5. Data Komunitas Semai 2011
Lampiran 6. Data Komunitas Tiang 2011
Lampiran 7 Data Komunitas Pohon 2011
Lampiran 8. Data Komunitas Pancang 2011
Lampiran 9. Data Komunitas Burung (Aves) Pagi 2011
Lampiran 10. Data Komunitas Burung (Aves) Sore 2011
Lampiran 11. Data Komunitas Mamalia 2011
Lampiran 12. Data Komunitas Reptil / Amphibi 2011
Lampiran 13. Rencana dan Realisasi Pengelolaan di Kawasan Biodiversity 2011
Lampiran 14. Hasil Pemantuan Lingkungan Kawasan Pengelolaan Biodiversity 2011

viii

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

I. PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Perum Perhutani KPH Kendal merupakan salah satu dari 57 KPH di wilayah kerja
Perum Perhutani yang mengelola hutan seluas 20.300,58 ha yang menyebar di 3
kabupaten, yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kota Semarang.
Kegiatan pengelolaan hutan didasarkan pada aspek kelestarian produksi,
kelestarian sosial, dan kelestarian lingkungan guna pencapaian pembangunan
berkelanjutan / lestari (Sustainable Development). Pengelolaan hutan berbasis
kelestarian tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam pencapaian sertifikat
ekolabel standar FSC (Forest Sewardship Council) dan sebagai wujud ketaatan
terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perhatian terhadap keanekaragaman hayati flora dan fauna yang terdapat di
kawasan hutan KPH Kendal merupakan perubahan paradigma pengelolaan hutan.
Survey potensi biodiversity, penetapan spesies interest, penetapan kawasan, dan
kegiatan pengelolaan telah dimulai tahun 2007. Oleh sebab itu untuk mengetahui
peningkatan kegiatan pengelolaan, maka dilakukan pemantauan di kawasan
tersebut. Pemantauan meliputi jenis flora (semai, pancang, tiang, pohon, dan
tumbuhan bawah) dan fauna (herpetofauna, mamalia, dan aves) di seluruh Stasiun
Pamantauan Biodiversity.
Kegiatan survey biodiversity merupakan langkah awal untuk menentukan prioritas
konservasi terhadap keanekaragaman hayati suatu kawasan. Hasil pemantauan
akan bermanfaat untuk menentukan keberadaan spesies interest (spesies yang
memiliki peran ekosistem tertinggi), sehingga akan mempermudah kegiatan
pengelolaan (perencanaan dan lapangan).

B.

Tujuan
Penyusunan Laporan Hasil Pemantauan Biodiversity Tahun 2011 bertujuan untuk
memberikan informasi mengenai komposisi, keragaman, keberadaan, dan
kesamaam jenis flora/ fauna yang berada dalam suatu kawasan. Laporan ini juga
berfungsi sebagai sarana evaluasi untuk melihat keberhasilan kegiatan pengelolaan
sumber daya hutan yang selanjutnya menjadi arah kebijakan dalam merencanakan
pengelolaan hutan tahun berikutnya, khusunya dalam kegiatan konservasi
keanekaragaman hayati.

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

II. KEADAAN UMUM KPH KENDAL


A.

B.

Identitas Perusahaan
Nama Perusahaan

: Perum Perhutani KPH Kendal

Jenis Badan Hukum

: Perusahaan Umum

Alamat Perusahaan

: Jl. Soekarno Hatta No.322 Kendal 51313

No. Telpon dan Fax

: 0294-381350 / 0294-381726

Alamat e-mail

: kph_kendal@yahoo.com

Bidang usaha

: Kehutanan

Penanggung Jawab

: Administratur/ KKPH Kendal

Nama

: Ir. Hendrat Suharnantono, MP

Jabatan

: Administratur

Kondisi Umum KPH


Luas wilayah KPH Kendal 20.300,58 ha terletak di antara 6 51' 22''- 70 7' 17''
Lintang Selatan dan 109 43' 28'' - 110 24' 35'' Bujur Timur. Secara administratif
pemerintahan, wilayah KPH Kendal berada pada wilayah Provinsi Jawa Tengah,
yang terdiri dari: 13.112,9 ha (64,59%) berada di wilayah Kabupaten Kendal;
5.259,78 ha ( 25,91%) berada di wilayah Kabupaten Batang; dan 1.927,9 ha (9,5 %)
berada di wilayah Kota Semarang.
Batas wilayah secara administratif meliputi:
Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa.
Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Administrasi Kota Semarang (KPH
Semarang).
Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah Administrasi Kabupaten
Temanggung.
Sebelah Barat berbatasan dengan wilayah administrasi Kabupaten Batang (KPH
Pekalongan Timur)
KPH Kendal merupakan Kelas Perusahaan Jati dengan wiayah hutan terdiri dari 3
Bagian Hutan (BH), yaitu: BH Subah, BH Kalibodri , dan BH Kaliwungu. Secara
administratif KPH Kendal dibagi menjadi 6 Bagian Kesatuan Pemangkian Hutan
(BKPH) dan 23 Resort Pemangkuan Hutan. Masing-masing BKPH dan RPH di
wilayah KPH Kendal adalah: BKPH Subah (RPH Pucung kerep, Subah, Jatisari
2

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

selatan, Jatisari utara), BKPH Plelen (RPH Karangjati, Banyuputih, Plelen), BKPH
Sojomerto (RPH Sojomerto Timur, Sojomerto Barat, Sojomerto Selatan, Besokor),
BKPH Kalibodri (RPH Magangan, Pongangan, Gemuhsingkalan, Tanjung), BKPH
Boja (RPH Kedungpane, Ngareanak, Trayu, Darupono), dan BKPH Mangkang (RPH
Mugas, Kedungpucung, Mangkang, Palir)

Berdasarkan tujuan pengelolaan, kawasan hutan di KPH Kendal dibagi menjadi tiga
kawasan hutan yaitu Kawasan Produksi, Kawasan Lindung,dan kawasan untuk
penggunaan lain. Kawasan Produksi seluas 16.911,48 Ha terdiri dari Kelas Umur
(KU) MasakTebang (MT), Miskin Riap (MR), LTJL, TJBK, TK, TKL, TBPTH show
window. Kawasan perlindungan seluas 2.721,3 ha mencakup Kawasan
Perlindungan Setempat, Situs, mata air, KPPN, Hutan Alam Sekunder (HAS) dan
kawasan curam. Kawasan untuk penggunaan lain seluas 667,8 ha terdiri dari
kawasan dengan tujuan istimewa (alur, jalan, SUTET, Perumahan Dinas, dan
sarana umum lainnya) dan Tak Baik untuk Produksi (TBP) dan wana wisata.

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

III. PELAKSANAAN PEMANTAUAN BIODIVERSITY


A.

Lokasi
1.

Areal Kerja KPH Kendal


Area kerja KPH Kendal berdasarkan aspek lingkungan telah dibagi 3 kawasan
yaitu: kawasan perlindungan, kawasan produksi dan kawasan untuk
penggunaan lainnya
SUSUNAN KELAS HUTAN RENCANA PENGATURAN HUTAN LESTARI ( RPHL)

SS
1,443.4
SP
KPS
1,533.40

51.90
SW
SMA
38.10
Situs
Budaya
1.10
Situs
Ekologi

KWS
PERLINDUNG
2,721.30
AN

Wana

SML
11.40
MA

3,025.20
KU III

10.30

70.60

1,187.90

8,131.98
KU II

Kuburan

6.10
KP PN
KWS. PERL
KHUSUS

KU I

Sumber

1,635.50
KU IV

HM

KU
-

H.Pnlt

HLT

15,267.98
MT

Produktif

1,032.30
15,466.08

HAS

MR

1,032.3

curam

198.10

CA

67.50

LTJL
103.30
TJBK

UNTUK

Tdk
Produktif
595.10

KP

279.80
TK

16,426.18

9.70
TKL
202.30
Tbpth
Show Window

365.00
JUMLAH TOTAL
KAWASAN HUTAN
20,300.58

KWS UTK
PRODUKSI
16,911.48

TPR
HLT
Show Window

9.60
TKL
Baik Utk
KP
370.30

TKLJ
TJKL
360.70

BKN UTK
KP
485.30

TK

TBKP
101.90

Tdk Baik Utk

TKL
Wana
Wisata

TBKP

KP/TJKL

115.00
23.00

13.10
TM

Alur

282.40
PD
6.20
KWS. PENG.
LAIN
667.80

LDTI
585.00

Jalan
35.00
SUTT
230.80
Bang.
Lainnya

TBP
59.80

818.40
KU V
1,049.00
KU VI

Kawasan Semi Natural Forest :


- HAS
=
1,032.30 Ha
- Curam
Ha
=

Pengg.
Lain
30.60

- KPPN

Gambar 1. Bagan Alur Kawasan Hutan KPH Kendal

70.60 Ha
1,102.90
Ha

460.20
KU VII
147.70
KU VIII
-

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2.

2011

Kawasan Perlindungan Biodiversity seluas 2.721,3 Ha (13,4%)


Kawasan Perlindungan Setempat
1. Sempadan Sungai

= 1.443,4 Ha

2. Sempadan Pantai

51,9 Ha

3. Sempadan Mata Air

38,1 Ha

Jumlah (a)

= 1.533,4 Ha (7,6%)

Kawasan Perlindungan Khusus


1. Hutan Alam Sekunder (HAS)
HLT

= 1.032,3 Ha

KPPN

=
Jumlah (b)

= 1.102,9 Ha (5,4%)

2.

Situs Budaya

1,1 Ha

3.

Kuburan

10,3 Ha

4.

Mata Air

6,1 Ha

5.

Kawasan Curam

67,5 Ha

Jumlah (c)
3.

70,6 Ha

85 Ha (0,4%)

Stasiun Pemantauan Biodiversity


Tabel 1. Tabel Penarikan Unit Contoh Biodversity

No
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7

Tipe Habitat
Kawasan Lindung
kps/ ss
CA pgr.wunung (boja)
CA Ulo lanang (subah)
CA Peson I
K>40%
HAS subah
HAS klw
Kawasan Produksi
KU I - II
KU III-IV
KU V- VI
KU VII - KU VIII
TJBK
TK , ALUR.LDTI
TJKL-TKL
JML PER BKPH
TOTAL

Subah

plelen

43 L

105

sojomerto

kalibodri

mangkang

79a

boja
62c
25 (2 trnsek), 56

53 (3 trnsek)
107 (2 trnsek)
98

61, 9

40a, 3m, 3L
57, 25c,56a
3C
1c, 21

9a
17a
14

91b
68
102e
99c, 74b

39c, 31b, 23
45b

67f, 57b, 50a, 79c


88b

44
19b
4f
9

98c
54b, 102c
71c, 103
66b
12

10a, 37b
35d
46c

67c, 77a, 69b

11c
49f

24a
52d, 67c
80c
14

62

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Alokasi penempatan unit contoh pada masing masing anak petak dibuat
dalam satu plot unit contoh / plot pengamatan, kecuali petak 53 dan 107
BKPH Subah dan petak 25 BKPH Boja. Pada petak tersebut dibuat 3 plot
pada petak 53 dan 2 plot pada petak 107 dan 25 karena petak tersebut
merupakan Kawasan Lindung Cagar Alam dengan luas 67,2 ha sehingga
mewaliki keluasan jika dibuat 3 unit contoh. Selain itu keterwakilan tipe
kawasan juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan lebih dari satu unit
contoh.
B.

Alat dan Bahan


Peralatan dan bahan yang digunakan dalam kegiatan survey biodiversity
diantaranya adalah:
-

Peta Skala 1 : 10.000

Kompas

Teropong binokuler

Jam tangan

GPS (Global Positioning


Systerns)

Alat perekam suara (tape


recorder),

Pita merah, kuning

- Buku panduan lapang pengamatan


satwaliar dan vegetasi
- Tambang 25 m
- Phi-band (pita diameter)
- Meteran
- Haga hypsometer
- Tally sheet
- Lampu senter
- Parang
- Busur, penggaris, pensil, bullpen (alat
tulis).

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy


C.

2011

Metode Survey / Pengumpulan Data


1.

Pengumpulan Data Keanekaragaman Flora

Vegetasi Hutan Tanaman


Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan unit contoh berbentuk lingkaran berdiameter
17,8 m. Unit contoh diletakkan secara sistematik dengan jarak antar unit contoh 100 m.
r =17.8 m

r
20 m

100 m

Gambar 2. Bentuk unit contoh pengamatan vegetasi di hutan tanaman.

Vegetasi Hutan Alam

Pengamatan vegetasi dilakukan pada suatu petak yang dibagi-bagi ke dalam petak-petak berukuran
20x20 m2, 10x10 m2, 5x5 m2 dan 2x2 m2. Petak berukuran 20x20 m2 digunakan untuk pengambilan
data vegetasi tingkat pertumbuhan pohon (diameter 20 cm), petak berukuran 10x10 m2 digunakan
untuk pengambilan data vegetasi tingkat pertumbuhan tiang (diameter 10 <20 cm), petak
berukuran 5x5 m2 digunakan untuk pengambilan data vegetasi tingkat pertumbuhan pancang
(anakan pohon dengan tinggi >1,5 dan diameter <10 cm), dan petak berukuran 2x2 m2 untuk
vegetasi tingkat pertumbuhan semai (anakan pohon dengan tinggi <1,5 m; diameter <3 cm). Bentuk
unit contoh pengamatan tumbuhan disajikan pada Gambar 3.

C
10 m

B
A

Arah lintasan
pengamatan

B
10 m
Gambar 3. Bentuk unit contoh pengamatan
vegetasi; A petak 2x2 m2, B petak 5x5 m2, C petak 10x10 m2 dan D petak
D
C
20x20 m2
20 m
500 m

Tumbuhan Bawah
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan unit contoh yang didasarkan atas pendekatan
metode garis berpetak. Setiap unit contoh memiliki dimensi panjang 100 m dan lebar 1,0 m. Setiap
unit contoh akan dibagi-bagi dalam petak ber-ukuran 1x1 m2, yang diletakkan pada setiap jarak 10 m
2

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

dari titik pusat petak. Bentuk unit contoh untuk pengumpulan data tumbuhan bawah disajikan pada
Gambar 4.
1m

Garis Tengah
lintasan
pengamatan

1m

10 m

10 m
100 m

Gambar 4. Bentuk unit contoh pengamatan tumbuhan bawah

2.

Pengumpulan Data Keanekaragaman Fauna

Pengamatan Mamalia
Pengamatan dilakukan pada unit contoh berbentuk garis, yakni metode transek garis (line transect)
sepanjang 500 m untuk setiap unit contoh. Data yang dikumpulkan dalam pengamatan mamalia
meliputi jumlah jenis dan jumlah individu setiap jenis ditemukan berdasarkan tipe penutupan lahan.
Pengumpulan data mamalia dilakukan melalui perjumpaan langsung (direct count) maupun tidak
langsung, yakni melalui pencatatan tanda-tanda, jejak, feses dan sebagainya. Data yang
dikumpulkan meliputi jenis dan jumlah individu setiap jenis yang dijumpai, jarak antar satwaliar
dengan posisi pengamat dan sudut antar posisi ditemukannya satwaliar dengan lintasan pengamatan
yang dibuat. Pembuatan transek pengamatan mamalia besar seperti disajikan pada Gambar 5.
Pengamatan mamalia dilakukan tiga kali, yakni pada periode waktu pagi hari (sekitar pukul 05:30
09:00), sore hari (sekitar pukul 15:3018:00), dan malam (sekitar pukul 19:00 23:00).

S
S
r
O

Arah transek

S
Gambar 5. Desain transek garis pengamatan mamalia besar; d=jarak tegak lurus antar posisi satwa dengan lintasan
500m
pengamatan (d=r.Sin), r=jarak antar satwaliar dengan pengamat, =sudut antar posisi satwa dengan lintasan
pengamatan, O=posisi pengamat, dan S=posisi satwa

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Pengamatan Burung
Pengamatan burung dilakukan dengan menggunakan unit contoh kombinasi transek garis dengan
variable circular plot (VCP). Jarak antar titik pusat plot yang satu dengan lainnya adalah 100 m,
sedangkan panjang setiap transek adalah 500 m. Bentuk unit contoh pengamatan burung seperti
disajikan pada Gambar 6. Data yang diambil dari proses pengamatan burung adalah jenis, jumlah,
perilaku, dan jenis perjumpaan.

100 m
500 m
Gambar 6. Desain inventarisasi burung dengan metode VCP

Pengamatan Amphibia & Reptilia


Pengumpulan data amphibia dan reptilia dilakukan dengan menggunakan metode penghitungan
secara visual (visual encounter survey= VES) pada transek pengamatan sepanjang 500 m dan lebar
20 m, baik di habitat terestrial maupun riparian. Pengumpulan data dilakukan pada malam hari (19:00
hingga 23:00). Data yang dicatat meliputi: jenis yang ditemukan, jumlah individu setiap jenis yang
ditemukan .
D.

Metode Pengolahan Data


1.

Komposisi dan Struktur Vegetasi


Komposisi jenis diperhitungkan berdasarkan nilai-nilai parameter kuantitatif tumbuhan yang
mencerminkan tingkat penyebaran, dominansi dan kelimpahannya dalam suatu komunitas hutan.
Nilai-nilai ini dapat dinyatakan dalam bentuk nilai mutlak maupun nilai relatif. Berdasarkan
pengambilan contoh dengan menggunakan metode jalur berpetak maka nilai-nilai tersebut
dirumuskan sebagai berikut (Soerianegara dan Indrawan 1983):
Kerapatan (K)

= Jumlah individu suatu jenis


4

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Total luas unit contoh


Kerapatan Relatif (KR)

Kerapatan suatu jenis


x 100%
Kerapatan seluruh jenis

Frekuensi (F)

Jumlah plot ditemukan suatu jenis


Jumlah total unit contoh

Frekuensi Relatif (FR)

Frekuensi suatu jenis


Total frekuensi seluruh jenis

Dominansi (D)

Luas bidang dasar suatu jenis


Total luas unit contoh

Dominansi suatu jenis


Total dominansi seluruh jenis
Indeks Nilai Penting (INP) = KR+DR+FR
Dominansi Relatif (DR)

2.

x 100%

x 100%

Keanekaragaman Spesies
Indeks keanekaragaman (diversity index) merupakan ukuran matematis bagi keanekaragaman
spesies dalam suatu komunitas. Indeks keanekaragaman memberikan informasi yang lebih baik
tentang komposisi komunitas dibandingkan dengan kekayaan spesies yang dihitung secara
sederhana (seperti jumlah spesies yang ada) serta telah memperhitungkan kelimpahan relatif dari
spesies-spesies yang berbeda. Indeks keanekaragaman memadukan kekayaan dan kemerataan
spesies ke dalam satu nilai.
Keanekaragaman spesies berdasarkan tipe penutupan lahan dianalisis dengan menggunakan
indeks keanekaragaman alpha yang mencakup: (a) indeks keanekaragaman Shannon, (b) indeks
keanekaragaman Simpson, dan (c) indeks kemerataan Simpson (Krebs 1989). Indeks
keanekaragaman Shannon dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
H'

p i . ln( p i )

i 1

pi

ni
n
s i
N
ni
i 1

keterangan:
H'

indeks keanekaragaman Shannon

total jumlah individu semua jenis yang ditemukan


5

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy


ni

jumlah individu spesies ke-i

jumlah spesies ditemukan

Kriteria Indeks :

2011

H<1, keanekaragaman rendah


H= 1 - 3, keanekaragaman sedang
H >3, keanekaragaman tinggi

Apabila dilihat dari struktur pertumbuhan yang normal pada hutan alam, indeks keanekaragaman
jenis tingkat semai > tingkat pancang > tingkat tiang > tingkat pohon > tingkat tumbuhan bawah,
sehingga regenerasi jenis tumbuhan dapat berjalan dengan baik. Bila pertumbuhannya tidak
mengikuti pola tersebut atau terjadi gangguan pada salah satu tingkat, maka hutan tersebut bisa
dikatakan sedang mengalami suksesi (Resosoedarmo, et all,1992).
Harapan H dapat digunakan sebagai alternatif bagi H. Harapan H ekuivalen dengan kesamaan
jumlah spesies umum yang diperlukan untuk menghasilkan nilai H tertentu dari suatu contoh.
Menurut Whittaker (1972), ragam H dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
s 1
p i .[ln( p i )]2 [ pi . ln( p i )]2

N
2.N 2

Var (H ' ) =

Untuk menguji perbedaan nilai H antar unit contoh, dapat digunakan metode Hutcheson (1970)
untuk uji signifikansi dengan uji t. Persamaan statistik uji tersebut adalah:
H 1' H 2'

th =

df =

Var.( H 1' ) Var.( H 2' )


[Var.( H 1' ) Var .( H 2' )] 2
Var .( H 1' ) Var .( H 2' )

N1
N2

Keterangan:
Var ( H 1' ) =

ragam indeks keanekaragaman Shannon pada sampel pertama

Var ( H 2' ) =

ragam indeks keanekaragaman Shannon pada sampel kedua

H 1'

indeks keanekaragaman Shannon pada sampel pertama

H 2'

indeks keanekaragaman Shannon pada sampel kedua


6

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy


N1

total jumlah individu pada sampel pertama

N2

total jumlah individu pada sampel kedua

df

derajat bebas

2011

Simpson (1949) memberikan peluang bagi dua individu yang ditarik secara acak dari komunitas
besar yang tidak terbatas berdasarkan perbedaan spesies sebagai berikut:
DS

pi2

Keterangan:
DS

indeks Simpson

pi

proporsi individu spesies ke-i, = ni/N

Indeks kemerataan spesies kemungkinan merupakan indeks yang paling banyak digunakan oleh
ahli-ahli ekologi. Indeks kemerataan spesies berdasarkan Simpson dihitung dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut:
ED

Dmax

1
s

p i2

1
s

i 1

keterangan:

3.

ED

indeks kemerataan spesies (ekuitabilitas=evenness)

indeks Simpson

Dmax

S atau total jumlah spesies ditemukan

pi

proporsi jumlah individu spesies ke-i, = ni/N

ni

jumlah individu spesies ke-i

total jumlah individu seluruh spesies

Kesamaan Komunitas
Kesamaan komunitas merupakan salah satu indeks keanekaragaman beta. Kesamaan komunitas
dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan Jaccard Index maupun Srensen (Krebs 1989).
Indeks kesamaan Jaccard ataupun Srensen memiliki nilai maksimum 1, yang menunjukkan
7

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

adanya tingkat kesamaan yang tinggi atau spesies yang terdapat pada kedua lokasi identik. Jika
indeks tersebut memiliki nilai 0 berarti bahwa kedua lokasi sama sekali tidak memiliki kesamaan
dan tidak ada satupun spesies yang terdapat pada kedua lokasi yang diperbandingkan.
Salah satu keuntungan ukuran ini adalah penghitungannya mudah. Kelemahannya adalah tidak
mempertimbangkan kelimpahan spesies karena semua spesies yang ditemukan dianggap memiliki
kelimpahan yang sama. Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka digunakan ukuran kesamaan
yang didasarkan atas data kuantitatif seperti yang diusulkan oleh Bray dan Curtis (1957).
Persamaan indeks kesamaan komunitas berdasarkan Jaccard adalah sebagai berikut:
CJ

j
ab j

keterangan:
CJ

indeks koefisien Jaccard

jumlah spesies yang ditemukan di kedua komunitas

a dan b

jumlah spesies yang ditemukan di komunitas A dan komunitas B

Indeks kesamaan komunitas Srensen yang telah dimodifikasi oleh Bray-Curtis adalah:
CS

2j
ab

keterangan:
CS

indeks Srensen atau koefisien Czekanowski

jumlah spesies yang ditemukan di kedua komunitas

a dan b =

jumlah spesies yang ditemukan di komunitas A dan komunitas B

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

IV. HASIL PEMANTAUAN BIODIVERSITY


A. Flora
1. Kelimpahan Jenis
Tabel.2 Nilai Kelimpahan Jenis Vegetasi Tahun 2007 - 2011
No
1

1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7

Tipe kawasan

Kelimpahan jenis (N)


Tumb Bawah
Semai
Pancang
Tiang
Pohon
2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011

Kawasan Lindung
KPS/SS
CA Klw (pgr.wunung/boja)
CA Ulo lanang (subah)
CA Peson I
K>40%
HAS subah
HAS klw
Kawasan Produksi
KU I - II
KU III-IV
KU V- VI
KU VII - KU VIII
TJBK
TK , ALUR.LDTI
TJKL-TKL

31
36
39
14
43

34
26
15
14
42
6
17

27
15
25
17
63
11
17

35
20
17
14
37
10
27

83
49
35
21
56
53
12

85
31
7
18
47
25
31

75
41
26
16
29
52
35

62
41
17
23
39
38
33

Kelimpahan jenis

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

39
19
17
14
56
10 27 -

14
34
37
15
45

18
25
13
7
40
2
15

14
15
18
7
47
8
15

31
20
12
15
38
4
14

32
20
12
11
71
611 -

15
43
38
12
35

20
31
16
13
28
3
12

22
12
16
7
40
5
12

35
26
8
18
37
4
24

20
26
8
19
48
430 -

4
33
19
19
14

10
19
11
8
12
2
3

11
3
14
7
14
1
4

17
18
12
13
12
2
0

19
18
12
7
15
20-

3
20
15
15
15

6
15
23
8
27
1
2

5
2
12
3
33
1
2

10
22
10
10
26
2
3

10
22
10
4
34
4
4

66
54
26
28
37
55
45

21
21
3
7
17
11
10

28
14
5
12
15
10
12

20
12
2
4
15
15
16

24
12
2
1
22
14
18

26
24
1
4
22
21
24

24
22
5
8
23
21
7

19
11
2
10
17
5
13

20
15
1
7
15
16
17

24
15
3
9
23
14
12

30
21
5
6
23
18
11

6
5
2
1
20
13
5

6
3
0
0
13
0
6

19
5
0
1
3
5
5

6
5
0
3
12
3
2

6
7
0
3
15
6
3

3
5
7
3
10
10
5

5
4
1
1
7
0
7

3
2
1
1
5
5
4

7
2
1
3
3
1
4

4
4
1
3
3
2
4

tumbuhan bawah, semai, pancang, tiang dan pohon hampir sebagian besar

mengalami peningkatan. Untuk jenis tumbuhan bawah, dari 14 lokasi tipe kawasan, 8 lokasi tipe
kawasan mengalami peningkatan

nilai kelimpahan jenis yaitu di KPS Sempadan Sungai,

Kelerengan>40%, KU I - KU VIII, TK-LDTI, dan TJKL-TKL , untuk CA Ulolanang, CA Peson, HAS


Subah dan HAS Kaliwungu tetap, sedangkan lokasi CA Pagerwunung dan TJBK mengalami penurunan
dibanding tahun 2010.

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Diagram Kelimpahan Jenis Tingkat Tumbuhan Bawah


100
80
60

2007

40

2008
2009

20

2010
2011

TJKL-TKL

TK , ALUR.LDTI

TJBK

KU VII - KU VIII

KU V- VI

KU III-IV

KU I - II

HAS klw

HAS subah

K>40%

CA Peson I

CA Ulo lanang

CA pgr.wunung

KPS/SS

Gambar 7. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Tumbuhan Bawah

Jenis semai nilai kelimpahan jenis 8 lokasi mengalami peningkatan dibanding tahun 2010 antara lain
KPS SS, Kelerengan>40%, HAS Subah, KU I-IV, KU VII-VIII, TJKL-TKL dan TK-LDTI, untuk CA
Pagerwunung , CA Ulolanang KU V-VI dan TJBK tetap sedangkan CA Peson dan HAS Kaliwungu
menurun. Penurunan ini terjadi karena ada perubahan semai menjadi pancang sehingga ada
peningkatan di tingkat pancang.
Diagram Kelimpahan Jenis Semai
80
60
2007

40

2008
2009

20

2010
2011

10

TJKL-TKL

TK , ALUR.LDTI

TJBK

KU VII - KU VIII

KU V- VI

KU III-IV

KU I - II

HAS klw

HAS subah

K>40%

CA Peson I

CA Ulo lanang

CA pgr.wunung

KPS/SS

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Gambar 8. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Semai

Nilai kelimpahan jenis pancang mengalami peningkatan nilai kelimpahan terjadi pada 7 lokasi antara
lain CA Peson, Kelerengan>40%, HAS Kaliwungu, KU I-VI,TK-LDTI untuk CA Ulolanang, CA
Pagerwunung , HAS Subah , dan TJBK tetap Sedangkan penurunan pada 5 lokasi antara lain KPS SS,
KU VII-VIII dan TJKL-TKL hal ini karena ada perubahan dari pancang menjadi tiang sehingga terjadi
peningkatan di tingkat tiang.
Diagram Kelimpahan Jenis Tingkat Pancang
50
40
30

2007

20

2008
2009

10

2010

TJKL-TKL

TK , ALUR.LDTI

TJBK

KU VII - KU VIII

KU V- VI

KU III-IV

KU I - II

HAS klw

HAS subah

K>40%

CA Peson I

CA Ulo lanang

CA pgr.wunung

KPS/SS

2011

Gambar 9. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Pancang

Kelimpahan jenis tiang 6 lokasi mengalami peningkatan antara lain KPS SS, Kelerengan>40%, KU IIIIV, TJBK, TK-LDTI dan TJKL TKL sedangkan CA Pagerwunung,CA Ulolanang, HAS Subah, HAS
kaliwungu, KU I-II, KU V-VIII tetap dan penurunan pada lokasi CA peson. Nilai penurunan ini mugkin
lebih disebabkan oleh faktor alam.karena pengelolaan Cagar alam adalah dengan suksesi alami, tidak
ada kegiatan penanaman/pengkayaan.

11

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Diagram Kelimpahan Jenis Tingkat Tiang


35
30
25

TJKL-TKL

TK , ALUR.LDTI

TJBK

KU VII - KU VIII

KU V- VI

KU III-IV

KU I - II

HAS klw

HAS subah

2011

K>40%

2010

CA Peson I

2009

CA Ulo lanang

2008

10

CA pgr.wunung

2007

15

KPS/SS

20

Gambar 10. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Tiang

Jenis pohon 5 lokasi mengalami peningkatan Kelerengan >40%, HAS Subah, HAS Kaliwungu, KU IIIIV, TK-LDTI sedangkan KPS SS, CA Pagerwunung, CA Ulolanang, KU V-VIII, TJKL-TKL dan TJBK
tetap dan penurunan pada CA Peson.Seperti halnya di tingkat tiang, penurunan tingkat kelimpahan
pohon juga mungkin lebih disebabkan oleh faktor alam seperti terjadinya pohon tumbang.Karena
pengelolaan Cagar alam lebih ditujukan dengan suksesi alami.
Diagram Kelimpahan Jenis Tingkat Pohon
35
30
25

12

TJKL-TKL

TK , ALUR.LDTI

TJBK

KU VII - KU VIII

KU V- VI

KU III-IV

KU I - II

HAS klw

2011

HAS subah

2010

K>40%

2009

CA Peson I

2008

10

CA Ulo lanang

15

CA pgr.wunung

2007

KPS/SS

20

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Gambar 11. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Tingkat Pohon

Dari parameter tumbuhan yang dilakukan pengamatan mulai tingkat tumbuhan bawah, semai, pancang,
tiang sampai pohon rata-rata mengalami peningkatan nilai kelimpahannya dibandingkan tahun 2010.
2. Keanekaragaman Jenis
Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman diantara mahluk hidup dari semua sumber, termasuk
diantaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik lainnya serta kompleks-kompleks ekologi yang
merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman di dalam species, antar
species dan ekosistem.
Keanekaragaman jenis tumbuhan menunjukkan beraneka ragam atau banyak jenis pada kelompok
flora baik dari tingkatan tumbuhan bawah, semai, pancang tiang dan pohon. Keanekaragaman jenis
dalam suatu kawasan dinyatakan rendah apabila <1, sedang 1 3 dan tinggi >3.
Perbandingan keanekaragaman jenis flora hasil pemantauan biodiversity tahun 2007 - 2011 dapat
dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel. 3. Nilai Keanekaragaman Jenis Vegetasi Tahun 2007 - 2011
No

Tipe kawasan

Tumbuhan Bawah

Keanekaragaman jenis (H')


Pancang

Semai

Tiang

Pohon

2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011
1

1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7

Kawasan Lindung
KPS/SS
2.625 2.907 2.705 2.666 2.796 2.185 2.451
CA Pgr.wunung (boja/klw) 2.886 2.831 1.714 2.572 2.432 2.813 2.766
CA Ulo lanang (subah)
2.648 2.250 2.941 2.595 2.595 3.134 1.992
CA Peson I
1.622 2.221 2.363 0.978 0.368 2.254 1.777
K>40%
2.609 3.036 3.631 2.240 2.206 3.274 3.152
HAS subah
1.560 2.128 1.945 1.945 0.688
HAS klw
1.866 1.866 2.960 3.003 2.045
Kawasan Produksi
KU I - II
3.321 3.299 3.309 3.279 0.085 2.012 1.807
KU III-IV
3.145 2.308 3.140 3.118 3.346 2.230 2.054
KU V- VI
2.301 1.340 3.032 2.529 2.404 0.950 1.009
KU VII - KU VIII
1.812 1.916 1.587 2.760 2.472 1.278 1.932
TJBK
3.260 3.142 2.570 2.661 2.600 1.954 1.851
TK , ALUR.LDTI
3.131 2.682 2.724 2.642 2.844 1.905 1.285
TJKL-TKL
2.085 2.630 2.913 3.079 3.136 1.605 1.645

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

1.638
2.049
2.525
1.800
3.275
1.801
2.045

2.790
2.468
2.122
2.398
3.043
1.304
2.150

2.795
2.468
2.122
1.457
3.584
1.358 1.826 -

1.741
2.813
2.097
1.862
2.674

2.021
2.952
1.628
2.062
2.818
0.821
2.060

2.207
2.060
1.631
1.810
3.008
1.056
2.060

2.242
2.558
1.412
2.465
3.032
0.941
2.198

2.384
2.558
1.412
2.247
3.213
0.941 2.389 -

0.719
2.930
2.460
2.465
1.995

0.826
2.627
2.115
1.860
1.800
0.662
1.040

0.813
1.040
2.047
1.639
1.815
0.000
0.983

2.333
2.569
2.485
2.170
2.025
0.340
0.000

2.341
2.520
2.240
1.422
2.197
0.340 0.000 -

0.841
1.108
0.129
1.293
1.690

0.536
0.871
2.574
1.764
2.426
0.000
0.153

0.519
0.155
1.828
0.849
2.457
0.000
0.153

1.551
1.521
1.332
1.911
2.290
0.000
0.050

1.663
1.521
1.332
0.658
2.396
0.216
0.142

1.966
1.754
0.683
1.237
1.694
2.395
1.974

1.993
1.846
0.146
0.000
2.430
2.241
2.168

1.909
2.275
0.000
1.194
2.430
2.071
1.736

0.464
2.358
1.187
1.635
1.931
2.398
1.150

0.474
2.241
0.673
1.854
1.641
0.448
2.275

1.548
1.720
0.000
1.497
1.213
0.850
2.530

1.706
1.715
0.751
2.016
1.752
2.115
2.101

1.796
2.017
1.431
1.152
1.752
1.111
1.360

0.131
0.125
0.636
0.000
1.395
0.058
0.023

0.190
0.076
0.000
0.000
0.647
0.000
1.367

1.544
0.483
0.000
2.639
0.317
0.245
1.202

1.792
1.609
0.000
1.609
2.485
1.099
0.693

0.573
0.369
0.000
0.796
0.970
0.224
0.965

0.311
0.125
0.228
0.099
1.363
1.363
0.721

0.322
0.144
0.000
0.000
1.037
0.000
1.464

0.981
0.127
0.000
0.000
0.870
0.245
0.988

0.343
0.127
0.000
0.935
0.589
0.000
1.245

0.504
0.196
0.000
0.415
0.589
0.530
1.051

Secara umum hasil pemantauan keanekaragaman hayati di tahun 2011 relatif meningkat bila
dibandingkan dengan tahun 2010. Namun demikian berdasarkan tipe vegetasinya ada beberapa tipe
kawasan yang mengalami penurunan.

13

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Untuk jenis tumbuhan bawah, nilai keanekaragaman jenis mengalami peningkatan di 5 lokasi yaitu,
KPS, HAS Kaliwungu ,KU III-IV TK-LDTI dan TKL-TJKL, sedangkan 7 lokasi mengalami penurunan
yaitu, CA Peson, K>40%, KU I II, KU V-VIII, CA pagerwunung dan TJBK
Diagram Keanekaragaman Jenis Tingkat Tumbuhan Bawah
4.00
3.50
3.00
2.50
2.00
1.50
1.00
0.50
0.00

T B 2007

T B 2008

T B 2009

T B 2010

T B 2011

Gambar 12 Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Tumbuhan Bawah

Nilai keanekaragaman jenis semai terjadi peningkatan pada 6 lokasi yaitu KPS SS, Kelerengan>40%,
HAS KAliwungu, KU III-IV, KU VII-VIII, TJKL-TKL sedangkan CA PAgerwunung , CA Ulolanang, HAS
SUbah dan TJBK tetap dan penurunan untuk lokasi yang lain.

14

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Diagram Keanekaragaman Jenis Tingkat Semai


4.00
3.50
3.00
2.50
2.00
1.50
1.00
0.50
0.00

Semai 2007

Semai 2008

Semai 2010

Semai 2011

Semai 2009

Gambar 13 Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Semai

Jenis pancang mengalami peningkatan tingkat keanekaragaman pada 6 lokasi antara lain KPS SS,
kemiringan >40%, HAS KAliwungu, KU I-VI, sedangkan Cagar Alam Pagerwunung, CA Ulolanang ,
HAS Subah dan TJBK tetap. Untuk lokasi yang lain mengalami penurunan
Diagram Keanekaragaman Jenis Tingkat Pancang

3.50
3.00
2.50
2.00
1.50
1.00
0.50
0.00

Pancang 2007

Pancang 2008

Pancang 2010

Pancang 2011

Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Pancang

15

Pancang 2009

Gambar

14

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Untuk tingkat tiang, nilai keanekaragaman meningkat pada lokasi 2 lokasi yaitu KPS SS dan TJKLTKL. Nilai tetap pada HAS Subah dan HAS Kaliwungu sedangkan untuk lokasi yang lain mengalami
penurunan.
Diagram Keanekaragaman Jenis Tingkat Tiang
3.00
2.50
2.00
1.50
1.00
0.50
0.00

Tiang 2007

Tiang 2008

Tiang 2010

Tiang 2011

Tiang 2009

Gambar 15 Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Tiang

Nilai keanekaragaman tingkat pohon mengalami peningkatan pada 7 lokasi KPS SS, Kelerengan>40%,
HAS Subah, HAS Kaliwungu, KU I-IV dan TK-LDTI sedangkan untuk tipe kawasan Cagar Alam
Pagerwunung, Cagar Alam Ulo lanang, KU V-VI dan TJBK tetap. Untuk kawasan lain mengalami
penurunan

16

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Diagram Keanekaragaman Jenis Tingkat Pohon

3.00
2.50
2.00
1.50
1.00
0.50
0.00

Pohon 2007

Pohon 2008

Pohon 2010

Pohon 2011

Pohon 2009

Gambar 16. Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Tingkat Pohon

3. Dominansi Jenis
Dominansi merupakan kondisi dimana suatu kawasan hutan banyak ditumbuhi jenis-jenis tertentu
sehingga jenis yang lain relatif kecil kelimpahannya.
Untuk Hasil pemantauan dominasi jenis nilainya berbanding terbalik dengan nilai kelimpahan dan
keanekaragaman jenis artinya semakin kecil nilai dominasinya maka semakin bagus kenekaragaman
jenisnya begitu juga sebaliknya bila nilai dominasinya besar maka kelimpahan dan keanekaragamanya
kecil / sedikit

17

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Tabel 4. Nilai Dominasi Jenis Vegetasi Tahun 2007- 2011


No

Tipe kawasan

Tumbuhan Bawah

Dominasi jenis (D)


Pancang

Semai

Tiang

Pohon

2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011
1

1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5

Kawasan Lindung
KPS/SS
CA Pgr.wng (boja/klw)
CA Ulo lanang (subah)
CA Peson I
K>40%
HAS subah
HAS klw
Kawasan Produksi
KU I - II
KU III-IV
KU V- VI
KU VII - KU VIII
TJBK

6 TK , ALUR.LDTI
7 TJKL-TKL

0.098
0.086
0.153
0.273
0.139

0.077
0.081
0.152
0.145
0.090
0.227
0.228

0.097
0.271
0.072
0.123
0.040
0.135
0.228

0.104
0.104
0.085
0.594
0.227
0.185
0.064

0.062
0.066
0.148
0.311
0.064

0.060
0.220
0.359
0.277
0.066

0.059
0.060
0.058
0.353
0.150

0.062
0.064
0.103
0.080
0.155

10

0.109 1.158
0.123 0.104
0.085 0.059
0.126 0.138
0.267 0.005
0.185 0.059 -

0.112
0.087
0.182
0.193
0.058
0.505
0.217

0.338
0.215
0.122
0.179
0.050
0.207
0.217

2.790
0.127
0.149
0.110
0.059
1.304
0.158

0.000
0.053
0.175
0.165
0.157

0.308
0.156
0.496
0.192
0.203

0.202
0.233
0.510
0.327
0.270

0.213
0.213
0.936
1.000
0.117

0.190
0.133
0.440
0.384
0.200

11

12

13

14

0.117 0.273
0.127 0.086
0.149 0.216
0.326 0.222
0.041 0.133
0.285 0.196 -

0.234
0.079
0.316
0.166
0.078
0.470
0.174

0.173
0.174
0.326
0.179
0.069
0.401
0.174

0.229
0.118
0.371
0.101
0.063
0.429
0.182

0.291
0.161
1.000
0.357
0.117

0.840
0.123
0.520
0.206
0.330

0.302
0.275
1.000
0.316
0.514

0.298
0.295
0.574
0.152
0.321

0.847
0.134
0.363
0.266
0.291

15

16

17

18

0.124 0.653
0.118 0.077
0.371 0.120
0.162 0.120
0.058 0.185
0.429 0.130 -

0.614
0.097
0.147
0.184
0.228
0.531
0.375

0.622
0.375
0.209
0.240
0.238
1.000
0.486

0.059
0.056
0.083
0.077
0.083
0.500
0.000

0.274
0.200
0.280
0.453
0.321

0.933
0.975
0.000
0.000
0.764

0.303
0.800
0.000
1.000
0.840

0.167
0.200
0.000
0.333
0.083

0.958
0.959
0.555
1.000
0.469

19

20

21

22

0.157 0.491
0.100 0.612
0.128 0.489
0.357 0.489
0.152 0.257
0.809 0.500
0.000 -

0.738
0.685
0.137
0.213
0.148
1.000
0.932

0.719
0.931
0.252
0.506
0.157
1.000
0.932

0.004
0.461
0.433
0.174
0.148
1.000
0.985

0.262
0.461
0.433
0.657
0.146
0.916
0.947

0.749
0.853
0.000
0.551
0.625

0.854
0.950
1.000
1.000
0.496

0.414
0.946
1.000
1.000
0.594

0.809
0.926
1.000
0.421
0.691

0.813
0.923
1.000
0.789
0.691

0.861
0.959
0.923
0.997
0.383

0.065 0.086 0.133 0.129 0.136 0.195 0.380 0.111 0.141 0.198 1.148 0.816 0.657 0.164 0.510 0.008 0.000 0.912 0.333 0.924 0.383 0.000 0.594 1.000 0.654
0.150 0.103 0.085 0.070 0.070 0.271 0.331 0.197 0.171 0.322 0.485 0.125 0.095 0.154 0.385 0.786 0.325 0.334 0.500 0.407 0.176 0.277 0.487 0.316 0.389

Berdasarkan hasil pemantauan, untuk tingkat tumbuhan bawah, terjadi penurunan tingkat dominasi
terjadi di 4 lokasi antara lain CA Peson, HAS Kaliwungu dan KU I-IV sedangkan tipe kawasan CA
Ulolanang,HAS Subah dan TJKL tetap. Untuk tipe kawasan lainnya mengalami peningkatan.

18

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Diagram Dominasi Jenis Tingkat Tumbuhan Bawah


0.60
0.50
0.40
0.30
0.20
0.10
0.00

TB 2007
TB 2010

TB 2008
TB 2011

TB 2009

Gambar 17.

Diagram

Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Tumbuhan Bawah

Dominasi pada tingkat semai penurunan terjadi di 6 lokasi yaitu KPS SS, kelerengan>40% , HAS
Subah, HAS KAliwungu, KU III-IV dan KU VII-VIII. Untuk Cagar Alam Pagerwunung, CA Ulolanang dan
TJBK nilainya tetap. Sedangkan tipe kawaan lainnya mengalami peningkatan.
Diagram Dominasi Jenis Tingkat Semai
3
2
1
0

Semai 2007
Semai 2009
Semai 2011

Semai 2008
Semai 2010

Gambar
Diagram Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Semai

19

18.

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Pada tingkat pancang nilai dominasi mengalami penurunan di 6 lokasi antara lain KPS SS,
Kelerengan>40% HAS Kaliwungu ,KU I-IV dan KU VII-VIII sedangkan Cagar Alam Pagerwunung, CA
Pagerwunung dan TJBK tetap. Untuk tipe kawasan lainnya mengalami peningkatan.

Diagram Dominasi Jenis Tingkat Pancang


1.2
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0

Pancang 2007

Pancang 2008

Pancang 2010

Pancang 2011

Pancang 2009

Gambar

19.

Diagram Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Pancang

Nilai Dominasi tingkat tiang mengalami penurunan pada lokasi TJKL. Sedangkan 2 lokasi tetap yaitu
pada HAS kaliwungu dan KU V-VI sedangkan yang lain hampir semua mengalami peningkatan

20

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Diagram Dominasi Jenis Tingkat Tiang


1.000
0.900
0.800
0.700
0.600
0.500
0.400
0.300
0.200
0.100
0.000

Tiang 2007

Tiang 2008

Tiang 2010

Tiang 2011

Tiang 2009

Gambar

20.

Diagram Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Tiang

Untuk tingkat pohon penurunan hanya terjadi pada 5 lokasi antara lain kemiringan >40%, HAS
Kaliwungu, HAS Subah, KU III-IV dan TK-LDTI. Sedangkan kawasan Cagar Alam Pagerwunung ,CA
Ulolanang, KU V-VI dan TJBK tetap dan kawasan lain mengalami peningkatan.
Diagram Dominasi Jenis Tingkat Pohon
1.000
0.900
0.800
0.700
0.600
0.500
0.400
0.300
0.200
0.100
0.000

Pohon 2007
Pohon 2010

Pohon 2008
Pohon 2011

Pohon 2009

Gambar
Diagram Perbandingan Dominansi Jenis Tingkat Pohon

21

21.

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

B. Fauna
1. Kelimpahan Jenis
Tabel 5. Nilai Kelimpahan Jenis Satwa (Aves, Mamalia, dan Herpetofauna) Tahun 2007 - 2011
No

Tipe kawasan

1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6

Kawasan Lindung
KPS/SS
CA pgr.wunung(klw/boja)
CA Ulo lanang (subah)
CA Peson I
K>40%
HAS subah
HAS klw
Kawasan Produksi
KU I - II
KU III-IV
KU V- VI
KU VII - KU VIII
TJBK
TK , ALUR.LDTI

7 TJKL-TKL

2007

2008

Aves
2009

2010
6

2011

2007
7

Kelimpahan Jenis (n)


Mamalia
2008 2009 2010
8

2011

2007

10

11

Herpetofauna
2008 2009 2010
12

13

2011

14

25
30
29
29
35

24
24
12
10
27
6
24

30
25
18
17
17
13
18

35
35
22
28
39
11
35

36
37
22
25
51
12 37 -

4
5
7
5
9

5
2
2
0
6
0
0

1
1
3
1
10
0
0

5
8
2
4
8
0
2

6
8
3
3
15
14-

4
5
5
16
4

12
3
3
4
9
1
0

8
6
7
2
19
1
4

7
6
4
5
15
1
9

8
6
4
1
14
2
9

30
44
19
16
35
24

41
30
11
18
37
26

38
38
18
28
36
22

52
22
18
25
37
31

52
48
23
27
49
33

9
5
1
1
6
1

5
4
1
3
5
0

6
7
2
3
5
5

9
5
2
5
8
7

8
12
3
5
7
5

11
10
2
3
13
1

10
12
2
6
13
9

19
11
2
9
13
12

20
11
2
7
14
10

17
12
2
8
16
14

35

35

30

27

49

10

10

10

Kelimpahan jenis satwa aves, mamalia dan herpetofauna hampir sebagian lokasi terjadi peningkatan.
Untuk jenis aves peningkatan terjadi hampir diseluruh kawasan produksi dan KPS SS,
Kelerengan>40%, CA Pagerwunung, HAS Subah dan HAS Kaliwungu. Sedangkan untuk CA ulolanang
dan KU I-II mempunyai nilai kelimpahan tetap dan untuk CA Peson mengalami penurunan. .
Diagram Kelimpahan Jenis Aves
60
50
40
30
20
10
0

Aves 2007

Aves 2008

22

Aves 2009

Aves 2010

Aves 2011

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Gambar 22. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Aves

Jenis mamalia mengalami peningkatan kelimpahan jenis terjadi di 8 lokasi antara lain, KPS SS,
Kelerengan > 40%,HAS Subah, HAS Kaliwungu, CA Ulolanang, KU III-VI dan TJKL. Sedangkan untuk
CA Pagerwunung dan KU VII-VIII tetap dan mengalami penurunan untuk tipe kawasan lainnya.
Diagram Kelimpahan Jenis Mamalia
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Mamalia 2007

Mamalia 2008

Mamalia 2010

Mamalia 2011

Mamalia 2009

Gambar 23. Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Mamalia

Kelimpahan jenis herpetofauna meningkat pada lokasi KPS SS, HAS Subah,KU III-IV, KU VII-VIII ,
TJBK dan TK-LDTI, menurun di Kawasan dengan kemiringan >40%, CA Peson, dan KU I-II sedangkan
yang lainnya tetap.

23

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Diagram Kelimpahan Jenis Herpetofauna

20
15
10
5
0

Herpet 2007

Herpet 2008

Herpet 2010

Herpet 2011

Herpet 2009

Gambar

24.

Diagram Perbandingan Kelimpahan Jenis Herpetofauna

Dari data di atas dapat diketahui untuk nilai kelimpahan jenis dari mamalia, aves dan herpetofauna
mengalami peningkatan dibanding pada tahun 2010.
2. Keanekaragaman Jenis
Tabel 6. Nilai Keanekaragaman Jenis Satwa (Aves, Mamalia dan Herpetofauna) Tahun 2007 - 2011
No

Tipe kawasan

1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6

Kawasan Lindung
KPS/SS
CA pgr.wunung(Klw /boja)
CA Ulo lanang (subah)
CA Peson I
K>40%
HAS subah
HAS klw
Kawasan Produksi
KU I - II
KU III-IV
KU V- VI
KU VII - KU VIII
TJBK
TK , ALUR.LDTI

7 TJKL-TKL

2007

2008

Aves
2009

2010
6

2011

Keanekaragaman Jenis (H')


Mamalia
2007 2008 2009 2010 2011
7

10

2007
11

Herpetofauna
2008 2009 2010
12

13

2011

14

2.464
2.778
2.884
2.000
1.926

2.603
2.751
2.091
1.940
2.755
1.521
2.760

2.911
2.771
2.510
2.441
2.316
2.323
2.513

3.091
3.104
2.757
3.104
2.754
2.226
3.074

3.093
3.101
2.757
2.686
3.142
2.300 3.150 -

1.386
1.089
1.219
1.386
1.345

1.430
0.562
0.624
0.000
1.748
0.000
0.000

0.000
0.000
0.950
0.000
1.696
0.000
0.000

1.609
2.079
0.693
1.386
2.079
0.000
0.693

1.310
1.921
1.099
0.719
1.504
0.000 1.369 -

1.149
1.504
1.504
2.538
1.149

1.340
0.796
1.061
0.873
1.859
0.000
0.000

1.753
1.630
1.841
0.562
2.445
0.000
1.213

1.278
1.630
1.277
1.457
2.143
0.000
2.139

1.346
1.630
1.277
0.000
2.332
0.598
1.630

2.568
0.002
2.250
2.148
2.808
2.521

2.684
2.481
1.725
2.175
2.933
2.718

3.039
3.155
2.344
2.893
2.830
2.717

3.356
2.754
2.344
3.219
3.083
2.943

3.431
3.197
2.351
2.806
3.216
2.624

1.841
1.427
0.000
0.000
1.470
0.000

1.380
0.981
0.000
0.916
1.338
0.000

1.567
1.714
0.637
1.004
1.561
1.509

2.197
1.609
0.693
1.609
2.043
1.906

1.798
2.170
0.950
1.471
1.471
1.517

2.061
2.180
0.636
1.039
2.285
0.000

1.725
2.281
0.637
1.633
2.245
1.956

2.387
2.118
0.615
1.990
2.282
2.144

2.512
1.730
0.487
1.792
2.254
1.928

2.301
1.604
0.466
1.355
2.402
2.443

2.808

3.039

2.930

2.834

2.867

1.082

1.277

0.000

0.732

0.574

1.900

1.628

1.451

2.168 2.168

24

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Keanekaragaman jenis aves pada tahun 2011 mengalami peningkatan pada 9 tipe kawasan anatara
lain KPS SS, Has Subah, HAS Kaliwungu, kelerengan 40% ,KU I-VI, TJBK dan TJKL-TKL sedangkan
pada Cagar Alam Pagerwunung, CA Peson, KU VII-VIII dan TK-LDTI terjadi penurunan dan pada CA
Ulolananag tetap.
Diagram Keanekaragaman Jenis Aves
3.500
3.000
2.500
2.000
1.500
1.000
0.500
0.000

Aves 2007

Aves 2008

Aves 2010

Aves 2011

Aves 2009

Gambar

25.

Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Aves

Untuk jenis mamalia peningkatan tingkat keanekaragaman terjadi pada CA Ulolanang, HAS Kaliwungu
dan KU V-VI. Untuk HAS Subah nilainya tetap sedangkan tipe kawasan lainnya mengalami penurunan.

25

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Diagram Keanekaragaman Jenis Mamalia


2.500
2.000
1.500
1.000
0.500
0.000

Mamalia 2007
Mamalia 2010

Mamalia 2008
Mamalia 2011

Mamalia 2009

Gambar

26.

Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Mamalia

Pada jenis herpetofauna peningkatan nilai keanekargaman terjadi pada lokasi KPS SS,
Kelerengan>40%, HAS Subah dan TK-LDTI. Nilai tetap pada Cagar Alam Ulo Lanang, CA
Pagerwunung dan TJKL-TKL. Sedangkan untuk lainnya mengalami penurunan.

26

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Diagram Keanekaragaman Jenis Herpetofauna


3.000
2.500
2.000
1.500
1.000
0.500
0.000

Herpet 2007

Herpet 2008

Herpet 2010

Herpet 2011

Herpet 2009

Gambar

27.

Diagram Perbandingan Keanekaragaman Jenis Herpetofauna

Nilai keanekaragaman untuk semua jenis aves pada tahun 2011 mengalami peningkatan dibandingkan
tahun 2010
3. Populasi Spesies Interest
Tabel 7. Nilai Tingkat Populasi Spesies Interest
No

Tipe Kawasan

1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7

Kawasan Lindung
KPS/SS
CA pgr.wunung (boja)
CA Ulo lanang (subah)
CA Peson I
K>40%
HAS subah
HAS klw
Kawasan Produksi
KU I - II
KU III-IV
KU V- VI
KU VII - KU VIII
TJBK
TK , ALUR.LDTI
TJKL-TKL

Populasi Spesies Interes


Kepodang
Rusa Timur
Macan Tutul
2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010
3

0.053

0 0.106 0.000 0.000

10

11

12

13

2011

14

0.354 0.142 0.142 0.106 0.106 0.351

0.283

0.212

1.132 0.177 0.071 0.000 0.000

0 0.937 0.419 6.377

0.759

0 0.035 0.035

0 0.023 0.061 0.042 0.014

0.450 0.212 0.088 0.027 0.027

0 0.053 0.053 0.106 0.000

0.495 0.142 0.177 0.027 0.080

0.467 0.234 0.064 0.234 0.042

0.030 0.045

0.637 0.159 0.053 0.071 0.071

0 0.106

27

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Pada tahun 2011 Tingkat kepadatan populasi jenis spesies interes kepodang tetap (stabil) pada lokasi
CA Pagerwunung, HAS KAliwungu, KU III-IV dan TJKL-TKL sedangkan yang lain mengalami
penurunan.
Untuk mamalia jenis macan tutul mengalami peningkatan di tipe kawasan kelerengan>40%. Hal ini
menujukkan bahwa keberadaan satwa tersebut masih ada di habitatnya.
Jenis rusa berdasarkan hasil survey biodiversity tidak jumpai sehingga nilai kepadatan populasinya
menjadi menurun. tetapi berdasarkan hasil pemantauan satwa bulanan tahun 2011 dan hasil
wawancara (quisioner) jenis satwa tersebut masih dijumpai dibeberapa lokasi di wilayah hutan KPH
Kendal.
4. Kelimpahan Jenis Satwa RTE
Dari hasil survey biodiversity kelimpahan jenis satwa RTE setiap tahunnya (2007-2011) cenderung
stabil (data terlampir). Secara umum jumlah jenis satwa RTE di KPH Kendal berdasarkan kelasnya
adalah mamalia 15 jenis, herpetofauna 6 jenis, dan aves 28 jenis.

28

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

V. EVALUASI KEGIATAN PENGELOLAAN BIODIVERSITY


A. Kawasan Lindung
Kegiatan pengelolaan biodiversity tahun 2011 telah dilakukan sesuai rencana kelola, diantaranya
melakukan :
-

Pengkayaan di kawasan KPPN seluas 0,5 Ha dengan jenis


NO

JENIS

NAMA LATIN

KETERANGAN

Kersen

Muntingia calabura

Sumber pakan Kepodang

Salam

Eugenia polyantha

Pakan Kijang dan Rusa

Wuni

Antidesma bunius

Sumber pakan Kepodang

Duwet

Eugenia cumini

Pakan Lutung dan monyet

Preh

Ficus ribes

Sarang dan habitat Lutung

Jambu klampok

Syzygium samarangense

Pakan Rusa dan Monyet

Aren

Arenga pinnata

Pencegah Kebakaran hutan, spesiest RTE

Bendo

Artocarpus elastica

Pakan Kijang

Kluwih

Artocarpus camansi

Pakan Rusa

10

Johar

Cassia siamea

Pakan Kijang dan Rusa

11

Jengkol

Pithecollobium lobatum

Pakan Monyet

12

Pete

Petroselinum sativum

Pakan Kijang dan Rusa

Gambar 28. Kegiatan Pembronjongan

29

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy


-

Pemasangan papan informasi perlindungan satwa RTE dan spesies interes sebanyak 17 buah,
larangan penggarapan liar di KPS sebanyak 15 buah dan pemasangan poster jenis-jenis satwa RTE
dan spesies interes KPH Kendal di setiap BKPH

Gambar 29. .Plang Larangan dan Plang Informasi Jenis Satwa RTE
-

2011

Patroli rutin oleh mandor Polter di kawasan perlindungan

30

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

Perlindungan permudaan alami jenis rimba lokal di kawasan HAS Subah dan HAS Kaliwungu dengan
melakukan pembronjongan pada permudaan alami

Sosialisasi Pengelolaan Kawasan Perlindungan (sosialisasi larangan perburuan, larangan garapan di


kawasan perlindungan, pengelolaan HAS)

B. Kawasan Produksi
Pengelolaan biodiversity di kawasan produksi antara lain dengan melakukan :
-

Ceklist pra tebangan

Penanaman tanaman tepi (jambu mete, nangka, duwet), sela, pengisi, pagar untuk meningkatkan
keanekaragaman jenis vegetasi di kawasan produksi dan sumber pakan satwa RTE.
31

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

VI. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


A. Kesimpulan
1. Keragaman flora / fauna meningkat jika dibandingkan dengan hasil pemantauan tahun sebelumnya.
2. Jumlah dan keragaman flora / fauna hampir merata di seluruh tipe kawasan
3. Aves memiliki nilai keragaman yang tertinggi jika dibandingkan dengan jenis fauna yang lain, baik di hutan
produksi maupun di hutan lindung.
4. Kegiatan pengelolaan yang telah dilakukan oleh KPH Kendal baik melalui rehabilitasi, reboisasi,
penanaman jenis-jenis pakan satwa, serta perlindungan terhadap satwa-satwa RTE ternyata
mempengaruhi populasi satwa hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan keragaman / jenis
B. Rekomendasi
Perlu dilakukan upaya yang lebih intensif guna menjaga kelestarian jenis dan habitat satwa liar, melalui :
-

Peningkatan kegiatan patroli untuk menjaga keamanan dari ganggungan perburuan dan perdagangan
satwa liar serta kerusakan habitat,

Rehabilitasi / reboisasi kawasan yang kondisinya kurang baik, penanaman jenis-jenis pakan satwa /
sarang RTE

Sosialisasi baik secara langsung kepada masyarakat atau melalui pembuatan leaflet tentang jenis-jenis
satwa RTE dan plang larangan berburu, serta koordinasi dengan instansi terkait monitoring biodiversity
secara rutin sesuai dengan jadwalnya dan diharapkan dilakukan supervise secara teratur, untuk
menjamin pengambilan data lapangan dilaksanakan secara benar.

Melaksanakan kegiatan refreshing teknik survey biodiversity pada tim survey sebelum kegiatan
monitoring biodiversity tahun 2012 dilaksanakan.

Membuat kontrak tanaman dengan pesanggem menambahkan klausul mengenai larangan kegiatan
perburuan dan perdagangan satwaliar oleh pesanggem di kawasan hutan KPH Kendal.

32

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

DAFTAR PUSTAKA
Hardjanti. F I ; Sriyadi BS, A; Ambarwati, E ; Ratnaningsih, S. 2008. Handbook Cites. Departemen Kehutanan
Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. Jakarta.
Holmes, D; Nash, S. 1999. Burung-burung di Jawa dan Bali. Puslitbang Biologi LIPI ; Birdlife International
Indonesia Programme. Jakarta.
Indrawan, M; Primack, R B; Supriatna, J. 2007. Biologi Konservasi. Yayasan Obor. Jakarta.
Iskandar, D T. 1998. Ampibi Jawa dan Bali. Puslitbang Biologi LIPI ; GEF Biodiversity Collections Project.
Cibinong
IUCN. 2010. Red List. http://www.iucnredlist.org/
Kartono, A P. 2007. Panduan Inventarisasi Biodiversity di Kawasan Hutan Jati Perum Perhutani. Fakultas
Kehutanan IPB dan Tropical Forest Trust. Bogor.
Kartono, A P. 2007. Panduan Penentuan Spesies Interest dalam Pengelolaan Biodiversity di Kawasan Hutan Jati
Perum Perhutani. Fakultas Kehutanan IPB dan Tropical Forest Trust. Bogor.
KPH Kendal.2007.Dokumen Manajemen Biodiversity
KPH Kendal. 2008. Dokumen Manajemen Biodiversity
KPH Kendal. 2009. Dokumen Manajemen Biodiversity
Kurniati, H. 2003. Amphibians & Reptiles of Gunung Halimun National Park West Java, Indonesia (Frogs, Lizards
and Snakes). Research Center for Biology LIPI ; Nagao Natural Environment Foundation NEF.
Cibinong.
MacKinnon, J ; Phillipps, K ; Balen, Bas Van. 1992. Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan
(Termasuk Sabah, Sarawak dan Brunei Darusalam). Puslitbang Biologi LIPI ; Bridlife International
Indonesia Programme. Jakarta.
Maryanto, I ; Achmadi, A S ; Kartono ; A P. 2008. Mamalia Dilindungi Perundang Undangan Indonesia. LIPI
Press. Cibinong.
Payne, J; Francis, C M; Phillips, K; Kartikasari, S N. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah,
Serawak & Brunei Darusalam. WCS Indonesia Program. Jakarta.
Sukmantoro, W; Dkk. 2007. Daftar Burung Indonesia No. 2. PILI-NGO Movement dan IdOU. Bogor.

33

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

34

2011

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

1.

2011

Peta Stasiun Pemantaun Biodiversity KPH Kendal


N

PETA STASIUN PEMANTAUAN BIODIVERSITY


KPH. KENDAL

PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH


SKALA 1 : 75.000
360 000

3 70 000

38 00 00

390 00 0

4 00 000

41 00 00

4 20 000

43 00 00

9 24 000 0

924 00 00

RP. KRING BATANG

"M107
"M

KKPH. KENDAL

RPH. J ATISARI UTARA

D.K URIPAN

Y3
#
D.S EN G ON

12

52

11

C53
%

13
14

38

RPH. PUCUNG KEREP

D.CLA PA R

10

37

15

r
9

923 00 00

D .A DINU S O

19
20

18

O
%
21

D.JO LOSEK TI
D.S IGAYA M

22

25

23

27

48

RPH. SUBAH

28

D .K UMEJING

33 34

58

71 70

67
60
61
62

63

66

64
65

D .P EN UN DAN

72

68
O 69
%

71
D.SEMBU NG
D.KA LIBA LIK

KAB. KENDAL

73

RPH. BANYUPU TIH

D.BANA RAN

BKPH. PL EL EN

74"G
76

77

78

78

79
80

101

100
"G

99

43

50
45
44
16 51

81

D.MEN JA NGA N

17

98

97

82

D .TED UN AN

83

Y 92
#
84
91
85 90
93

D .K RAN GGA N

106

28

RPH. MANGKANG

D.N GREJO

78
21

D .GEBANG AN

18
r

10

20

24
25

22
Y
#
23

BKPH. SO JOM ERTO

37

38

39#Y

RPH. SOJ OMERTO SEL ATAN

27

36

28

26

40

43

RPH. MAG ANG AN

80

Y
#

30
Y
#

56

74
Y
#
57

38

39

58

59
60

102

r
70 103
69
104

100
107
101
108
106

72
Y 67
#

71r

63

64

58

50

55

54 r 53

53

D .P ES ANTR EN

D.KED UNG PAN E

D.NGA DI RGO

D.WON OPLUMBO N

75

60

RPH. NG AREAN AK

85

84

PR. KRING KALIBODR I SEL ATAN

64

D.WON OLOPO

MIJEN

62
66

D .TRI SOBO

9 22 000 0

RPH. KEDUNGPANI

64

62

63

64

RPH. TRAYU

65

76
D.MI JEN MERBUH

66
65

49

52
59

77
Y
#

74

62

O
%
27 57

26

D.TRA YU

70 68
69
D.KALIREJO
Y
#
73

61

48

D.KERTOS AR I

67#Y

D.CA CABA N

D.KA LIC ES

D.CU RUG S EW U

RPH. PALIR

47
" 46

61
105

D .S ING O RO JO

D.SID ODA DI

D .NGA LIAN

51

D.WATES

45

"

25$H $H56
H
$

24

23
22

43

44

D .D ARU PO NO

21

KAB. SEMARANG

D.G ON DOR IO
D.PODO REJO

RPH. DARUPONO

18 15

17
20

RPH. PONG ANGAN

D .JE R UKG IL IN G

85
71

68

RPH. GEM UKSIN GKAL AN

D.S IDOK UMPUL

16
19

41

42

12
13
14

RPH. KEDUN GPUCUNG

40

37#Y

33

30 31 32

Y10
#

6
D.KEDU NG SU REN

O
%
88

75 84 D.JA TIR86
EJO
72

73
Y
#

50
33 32 49 48

83

55

52
51

47

34

87

82

76

D .WO N OSA RI

44 45
O
%

29

89

81

RPH. TANJ UNG

54

46

D.S OJO MERTO

922 00 00

31

79

77
53

41

D.TRI HA RJO

35

RPH. SOJOM ERTO BARAT

19

D. K ALIBAREN G

42

16
D .K ED UN
G ASSOJO
RI MERTO TIM UR
RPH.

17

D .WO NO SA RI

RP.KRING MANGKANG

29 34

RPH. MUG AS

11

14
11 13 15

WETA N

5
2
3
1
4
90 94
91 93
95 96
97
92
99
"G
98

D.TUN GG ULS ARI

12

7
8
D .S URO KON TO

D .S ID OMUK TI
RPH. BESOKOR

D.S URO KON TO

88

36

35
D.MAG ELU NG

D .MA NGG U NGS ARI

D.TEGALO MBO

87

D.HA RJOWI NAN GU N

O
%

D.PROTOMU LYO
BAG.HUT.KAL IWUNGU

4r
5 6

D.PAG ERGUN UN G

KU LO N

89
86

D.KEBU MEN

RP. KR ING KAL IBODRI UTARA

BKPH. KAL IBO DRI

D.S AMBON GS ARI

96
94 95 1

RPH. KARANG JATI

D .PECA LUN GAN

BKPH. M AN GKANG

RP. KR ING WEL ERI

D.PEN CA NG KRING AN

103
102" 105
104

D.SENTU L

31

RPH. PL ELEN

D.S URO DAD I

78

D.S UMBEREJO

D . KU TOS ARI

D.PLELEN

75

9 23 000 0

D .MEN TOS ARI

D .TIMBA NG

46 49

D.JATIS ARI

32

30

57 59

58

D.KA LIMA NG GIS

D.BAN YUPUTI H

D.BAN DU NG

D .K LU WIH

56

47

26 29

1%
O

55

RPH. JATISARI SELATAN

D .S UBA H

24

D.MA NGG IS

KAB. BATANG

D .K EMI RI

C
%

40 C
39 %
54
36 41
42
35
BKPH. SUBAH

D.D URENO MBO

D .G ON DAN G

78

D.TAMBA NGA N

79
D.KEDU NG SARI

83
D.NGA REAN AK

81

86

80
82

BKPH. BOJ A

921 00 00

9 21 000 0

360 000

3 70 000

38 00 00

390 00 0

4 00 000

41 00 00

4 20 000

43 00 00

LEGENDA :

Produksi ( Non Jati)

KUIV

KUX

KUV

MT

KUVI

MR

Batas RPH
Batas Kabupaten
Batas Desa

HAKLTBJ
TJKL
TJM
TKTBJ
TKLTBJ

Produksi (tak produktif)


HAJBK

Petak

HAKL
LT JL

Anak petak

25

No. Petak

TK
TKL
TJBK

"G

Tidak efektif u/ produksi


TBP

Perlindungan
MA
HLT
TB PTH
SA / CA
HW

CA Hut an Pantai
CA Jati Tua dan Rimb
CA Jati tu a da n Alam
KU I&II
KU III&IV
KU V&VI
KU VII&VIII
Kele rengan > 40 %
Non Jati
Sempadan Sung ai
TJBK
TK

Tempat Kedudukan
#
S
S
#
S
#
[
%

KPH
BKPH

SKALA 1 : 3000.000

BIRO PERENC ANAAN SUMBER DAYA HUTAN


PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH
Nama
Dibuat oleh :
SIG - PDE
Seksi Pengukuran Perpetaan
Sri Wahyuni

Tanggal

Tandatangan

Sumber Data :
1. Peta Induk Perum Perhutani sk ala 1 : 10.000
2. Peta Risalah Kilat th. 2003 sk ala 1 : 10.000

24000 0

September 2007

320000

De sa PHBM
De sa yang dimonitor

480000

PA TI

SE MARANG

PURWODAD I

KEDU U TARA

24000 0

Di cetak tanggal :

35

560000

KEN DA L
P EKA LON GAN T IM UR

De sa Pra PHBM

[
%

JA W

PEMALA NG

SU RA KAR TA

KEDU SELATA N

Disahkan oleh :
An. K e p a l a
Kepala Sek si PP & PPH
Ir. Kholisuddin Lubis
NIP. 710 024 311

RPH

[
%

400000

L A U T

3. Data Pemantauan Biodiversity KPH Kendal Tahun 2007

D I. YO GYA KA RTA

M O

320000

D R

IN

O N

400000

9120000

Jalan

Y
#
O
%
"

LDTI

Sungai

C
%
H
$

9200000

KUIX

9280000

KUVIII

KUIII

PETA PETUNJUK LOK ASI K P H . KENDAL

Stasiun Pemantauan Biodiversity :


"M

KUVII

KUII

9280000

( produktif )

KUI

Batas BKPH

9200000

Produksi

Batas Bagian Hutan

9120000

Batas KPH

E S
I A

480000

560000

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2.

2011

Jenis Satwa RTE (Tahun 2007 - 2011)


a. Aves

No

Jenis

Nama Latin

Status

Raja Udang

Alcedo meninting

PP no 7/1999

Madu Kelapa

Anthreptes malacensis

PP no 7/1999

Pijantung

Arachnothera longirostra

PP no 7/1999

Cici

Arachnothera robusta

PP no 7/1999

Blekok

PP no 7/1999

Kuntul

Ardeola speciosa
Bulbulcus ibis

Sarang madu

Cinnyris jugularis

PP no 7/1999

Sesep madu

Dicaeum trochileum

IUCN VU

10

Pelatuk hitam

Dinopium javanense

PP no 7/1999

11

Elang Tikus

Elanus caerulleos

PP no 7/1999 dan CITES Appendix II

12

Larwo/poksai kuda

Garrulax rufifrons

PP no 7/1999

13

Cekakak Sungai

Halcyon chloris

PP no 7/1999

14

Rajawali

Haliastur indus

PP no 7/1999 dan CITES Appendix II

15

Elang Hitam

Ichtinaetus malayensis

PP no 7/1999 dan CITES Appendix II

16

Bangau Tong-tong

Leptoptilos javanicus

PP no 7/1999 dan CITES Appendix II

17

Serindit jawa

Loriculus pusillus

IUCN NT dan CITES Appendix II

18

Alap Alap capung

Microhierax fringillarius

PP no 7/1999 dan CITES Appendix II

19

Kolibri

Nektarinia sperata

PP no 7/1999

20

Burug hantu

Otus angelinae

IUCN VU dan CITES Appendix II

21

Celepuk Kalung

Otus lempiji

CITES Appendix II

22

Gelatik Jawa

Padda oryzivora

IUCN VU dan CITES Appendix II

23

Merak

Pavo muticus

PP no 7/1999, IUCN VU dan CITES Appendix II

24

Pancawarna/punglor

Pitta guajana

PP no 7/1999,dan CITES Appendix II

25

Betet Biasa

IUCN VU dan CITES Appendix II

26

Kipasan/Sikatan

Psittacula alexandri
Rhipidura phoenicura

27

Elang Ular Bido

Spilormis cheela

PP no 7/1999 dan CITES Appendix II

Kepodang

Oriolus chinensis

PP no 7/1999

28

PP no 7/1999

PP no 7/1999

36

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

2011

b. Mamalia
No

Jenis

Status

Nama Latin

Rusa

Cervus timorensis

PP no 7/1999, CITES Appendix II,

Landak Raya

Hystrix brachyura

PP no 7/1999 dan IUCN LC

Kera ekor pjg

macaca fascicularis

CITES Appendix II dan IUCN LC

Trenggiling

Manis javanica

PP no 7/1999, CITES Appendix II,

Kijang

Muntiacus muntjak

PP no 7/1999, dan IUCN LC

Musang

Mydaus javanensis

PP no 7/1999 dan IUCN LR

Macan Tutul

Panthera pardus

PP no 7/1999, CITES Appendix I, dan IUCN LC

Luwak

Paradoxurus hermaphroditus

PP no 7/1999

Klarap

Petaurista elegans

PP no 7/1999

10

Kucing hutan

Prionailurus bengalensis

PP no 7/1999, CITES Appendix II, dan IUCN LC

11

Jelarang

Ratufa bicolor

PP no 7/1999, CITES Appendix II, dan IUCN LC

13

Lutung

Trachypithecus auratus

PP no 7/1999, CITES Appendix II, dan IUCN EN

14

Tupai Jegidik

Tupaia javanica

IUCN LC, Cites AP II

15

Tupai Tanah

Tupaia tana

CITES Appendix II

c. Herpetofauna
No

Jenis

Status

Nama Latin

Bancet

Limnonectes macrodon

IUCN VU

Biawak

Varanus salvator

CITES Appendix II

Ular Kobra

Naja sputatrix

PP no 7/1999 dan CITES Appendix II

Ular Piton

Phython raticulatus

PP no 7/1999,dan CITES Appendix II

Ular Sawo

Lycodon aulicus

CITES App II

Ular sowo macan

Phyton molurus

PP no 7/1999,dan CITES Appendix II

37

Laporan Hasil Pemantauan Biodiveristy

3. Foto Kegiatan Survey Biodiversity Tahun 2011

38

2011