Anda di halaman 1dari 11

Rencana asuhan bayi baru lahir

usia 2 sampai 6 hari tentang BAK

Oleh :
Cici Wulandari
Diana Prima Yolanda

Ginjal janin sudah berfungsi


selama sebagian besar kehidupan
janin. Hal ini dibuktikan dengan
adanya urine dalam kandung kemih
pada awal bulan keempat gestasi.
Namun, bahkan pada saat
mencapai usia cukup bulan tingkat
fungsi ginjal rendah. Semua
nefron terbentuk, tetapi area
permukaan kapiler glomerolus dan
panjang tubulus sekitar
sepersepuluh kali ukuran orang
dewasa.

Perubahan fungsi ginjal dan


eskresi urin

Perubahan fungsi ginjal dan


eskresi urin

Karena laju filtarasi glomerolus yang relative rendah pada saat lahir,
kelebihan air dan zat-zat terlarut tidak dapat dibuang dengan cepat dan
efisien,
keterbatasan reabsorbsi tubulus yang dapat menyebabkan ketidak
tepatan zat dari laju filtrasi glomerolus, misalnya, asam-asam amino
tertentu dan bikarbonat, tampak dalam urin.
Pada bayi baru lahir yang sehat, keterbatasan ini tidak menimbulkan
pengaruh yang membahayakan, tetapi kondisi ini membatasi kemampuan
bayi baru lahir untuk berespones terhadap stress.
Seiring dengan pertumbuhan dan kematangan ginjal, fungsi ginjal juga
meningkat.

Dalam 24 jam kelahiran, 92% bayi


baru lahir yang sehat berkemih,
tetapi berkemih pertama kali
dapat terjadi tepat setelah
dilahirkan dan tidak bisa diamati.
Frekuensi berkemih pada
umumnya meningkat mulai dari 26 kali pada hari pertama dan
kedua hingga 5-20x / 24 jam pada
hari berikutnya.

Kebutuhan
eliminasi
Air seni dibuang dengan
cara mengosongkan
kandung kemih secara
refleks. Bayi miksi sebanyak
cairan masuk, semakin
sering bayi menyusui
semakin sering bayi miksi.
Defekasi pertama
berwarna hijau kehitaman.
Kotoran bayi yang hanya
minum susu biasanya cair.

Asuhan yang perlu


diberikan pada
bayi

Monitor berkemih / defekasi bayi


dalam 24 jam, seberapa sering
bayi berkemih

Amati ada kelebihan /


gangguan yang muncul.
Miksi dapat menyebabkan infeksi,
segera bersihkan dan buang
( ganti pakaian bayi dan bersihkan
daerah genitalia dan bokong bayi
dan keringkan setiap selesai
berkemih.

Bayi kekurangan
cairan dan
elektrolit

Kekurangan volume cairan dapat


disebabkan asupan yang tidak
memadai sehingga dapat
menimbulkan perubahan status
hidrasi seperti ketidakseimbangan
cairan dan elektrolit, perubahan
membran mukosa, produksi dan berat
jenis urine maka upaya yang dapat
dilakukan adalah mempertahankan
status cairan tubuh.

Asuhan
bidan
Lakukan monitor terhadap
status hidrasi dengan cara
mengukur asupan dan
keluaran cairan tubuh
Observasi membrane
mukosa, tugor kulit,
produksi urine, status
cairan
Kolaborasi dalam
pemberian cairan sesuai
dengan indikasi

Asuhan yang dilakukan


oleh orang tua yang
diajarkan oleh bidan

Cara mengganti popok


Siapkan alat ( popok bersih, kapas
gulung dibasahi dengan air hangat,
handuk kecil, celana / popok ganti,
kain badung).
Cuci dan keringkan tangan.
Mengganti popok sebelum dan
sesudah menyusui
Memasang popok dibawah tali
pusat, Hati-hati membersihkan
penis / vagina, Jangan menarik
preputium keatas
Hapuslah bagian vulva bagian dari
depan kebelakang

Asuhan yang dilakukan


oleh orang tua yang
diajarkan oleh bidan

Cara membersihkan kelamin

Gunakan
sabun
(baby)
dan air
hangat

Gunakan
gulungan
kapas
untuk
membersi
han
bagian
bawah
kelamin

Lakukan
dari arah
depan
kebelaka
ng

Dengan
kapas
yang baru
bersihkan
anus dan
bagian
bokong
dari arah
anus
keluar

Keringka
n dengan
tissue /
handuk
kering