Anda di halaman 1dari 23

gkajian tumbuh kemba

anak

ANAMNESA
Pertama, tenaga kesehatan harus
menanyakan informasi tentang kehidupan
anak.
Apakah anak pernah mengalami infeksi yang sering
ditemukan pada masa kanak-kanak?
Apakah kehamilan, persalinan dan kelahirannya
normal?
Apakah pernah dirawat di rumah sakit?
Bila pernah, kapan, di mana, dan untuk apa?
Apakah sudah diimunisasi?
Bagaimana keadaan anak pada hari-hari pertama
kehidupannya?
Berapa berat lahirnya?

Riwayat Penyakit Sekarang

Biarkan mereka menceritakan dengan caranya sendiri.

berikan pertanyaan spesifik untuk mendapatkan detail yang


penting.

Intrupsi yang terlalu sering atau mendapat kronologis cerita akan


menghalangi pembicaraan yang terbuka.

Tanyakan tentang pola makan, tidur dan aktivitasnya.

Tanyakan pendapat orang tua sendiri tentang apa yang menjadi


masalah pada anaknya. kadangkala hal itu juga akan membawa
pada diagnosis tepat yang mungkin sebelumnya belum terpikirkan.

iwayat Penyakit Terdahulu

Kesakitan,
operasi,
perawata
n rumah
sakit.

Alergi
atau
sensivita
s pada
obat

Riwat Imunisasi:
mungkin dapat
menolong untuk
menyingkirkan suatu
kondisi yang
mencurigakan, dan hal
itu menunjukkan
perlunya memberikan
imunisasi lebih lanjut
kepada keluarga
tersebut.

Tanyakan pada
orang tua
tentang catatan
kesehatan pada
anak mereka
(pujilah
orangtua jika
mereka
membawa dan
memilikinya).

Riwayat Keluarga
Usia saudara kandung dan orangtua.
Apakah ada anggota keluarga lain yang pernah,
atau sedang, mengalami kondisi yang sama
dengan anak tersebut; apakah anak itu
mendapatkan infeksi yang sama, apakah anak
mewarisi sifat yang sama dalam keluarga
Apa saja penyakit yang pernah diderita oleh
orang tua atau saudara dekat, dengan tujuan
untuk menenangkan kekhawatiran yang
berlebihan.
Pertanyaan yang berkaitan dengan famili atau
kekerabatan pda adat tertentu. Hal ini penting,
karena penyakit genetik.

Riwayat
Perinatal
Riwayat
Kehamilan

Periode Neonatal

Abnormalitas

Usia kehamilan
(normalnya 38
minggu setelah
konsepsi).

Jenis persalinan
(spontan, SC,
forseps)

Kesakitan

Sakitnya yang
pernah diderita
selama
kehamilan.

Presentasi
(kepala/bokong)

Riwayat
Persalinan

Tempat kelahiran
(rumah sakit,
rumah bidan, di
rumah)

Kebutuhan
perawatan khusus
/gawat
darurat/intensif Saat
pulang kerumah

Riwayat
Perkembangan
Hal ini hampir merupakan
ciri khas pediatrik,
khususnya bagian anak yang
masih kecil atau cacat.
Hal ini melibatkan detail
tentang saat anak mulai
memiliki kemampuan seperti
berjalan atau berbicara

Riwayat
Sosial

Sesudah membina hubungan


dengan orang tua,
berbicaralah dengan orangtua
tentang kehidupan mereka,
rumah mereka, pekerjaan
mereka pekerjaan si ayah
(digunakan sebagai petunjuk
keadaan keuangan),

Apakah si ibu bekerja di luar


rumah, jika ya, siapa yang
menjaga anaknya? Tapi bila ia
seorang ibu rumah tangga
apakah pekerjaan si ibu
sebelumnya?

Ada 3 faktor yang harus diteliti, karena


pengaruhnya yang langsung terhadap
perkembangan anak:
KOMPOSISI
KELUARGA

apakah ayah dan ibu tinggal


bersama? Jika ya, harmonis atau
tidak? Apakah keluarga tersebut
hanya punya orang tua tunggal?

KONDISI
KEUANGAN

apakah keuangan keluarga sudah


mandiri atau masih mengandalkan
bantuan pihak lain?

PERUMAHAN

apakah mereka punya rumah sendiri? Jika ya,


seperti apa wujudnya? Apakah mereka tinggal
degan kerabat atau di tempat sewaan?
Perumahan yang baik seharusnya ada
pasokan air hangat dan sanitasi ruangan yang
bagus, serta dalam satu kamar tidak lebih
dari 1,5 orang

Pemeriksaan
Antropometri

Pengukuran antropometri adalah


pengukuran yang dilakukan untuk
mengetahui ukuran-ukuran fisik seorang
anak dengan menggunakan alat ukur
tertentu, seperti timbangan dan pita
pengukur (meteran).

Ukuran antropometri dapat


dikelompokkan menjadi dua yaitu :
Tergantung umur,
yaitu hasil
pengukuran
dibanding dengan
umur. Misalnya, BB
terhadap usia atau TB
terhadap usia.
Dengan demikian,
dapat diketahui
apakah ukuran yang
dimaksud tersebut
tergolong normal
untuk anak
seusianya.

Tidak tergantung
umur, yaitu hasil
pengukuran
dibandingkan dengan
pengukuran lainnya
tanpa memperhatikan
berapa umur anak
yang diukur.

BERAT BADAN
Pada usia beberapa hari,
berat badan akan
mengalami penurunan yang
sifatnya normal, yaitu
sekitar 10% dari berat
badan lahir. Hal ini
disebabkan karena
keluarnya mekonium dan
air seni yang belum
diimbangi asupan yang
mencukupi misalnya
produksi ASI yang belum
lancar. Umumnya berat
badan akan kembali
mencapai berat badan lahir
pada hari kesepuluh.

Pada bayi sehat,


kenaikkan berat
badan normal pada
triwulan I adalah
sekitar 700 1000
gram/bulan.
triwulan II sekitar 500
600 gram/bulan.
triwulan III sekitar 350
450 gram/bulan
triwulan IV sekitar
250 350 gram/bulan.

Berat badan juga dapat diperkirakan


dengan menggunakan rumus atau pedoman
dari Behrman (1992), yaitu :
Berat badan lahir rata-rata : 3,25 kg
Berat badan usia 3 12 bulan, menggunakan
rumus :
Umur (bulan) + 9=n + 9

Berat badan usia 1 6 tahun, menggunakan rumus


(Umur(tahun) x 2) + 8 = 2n + 8. Keterangan : n
adalah usia anak
Berat badan usia 6 12 tahun , menggunakan
rumus :
Umur (tahun) x 7 5

Tinggi Badan
Tinggi badan untuk anak
kurang dari 2 tahun
sering disebut dengan
panjang badan.
Padabayi baru lahir,
panjang badan rata-rata
adalah sebesar+50 cm.
Pada tahun pertama,
pertambahannya adalah
1,25 cm/bulan ( 1,5 X
panjang badan lahir).

Penambahan tersebut akan


berangsur-angsur berkurang
sampai usia 9 tahun, yaitu
hanya sekitar 5 cm/tahun.
Baru pada masa pubertas
ada peningkatan
pertumbuhan tinggi badan
yang cukup pesat, yaitu 5
25 cm/tahun pada wanita,
sedangkan pada laki-laki
peningkatannya sekitar 10
30 cm/tahun. Pertambahan
tinggi badan akan berhenti
pada usia 18 20 tahun.

Seperti halnya berat badan, tinggi badan juga


dapat diperkirakan berdasarkan rumus dari
Behrman (1992), yaitu :

Perkiraan panjang
lahir : 50 cm

Perkiraan panjang
badan usia 1 tahun
= 1,5 Panjang
Badan Lahir

Perkiraan panjang
badan usia 4 tahun
= 2 x panjang
badan lahir

Perkiraan panjang
badan usia 6 tahun
= 1,5 x panjang
badan usia 1 tahun

Usia 13 tahun = 3
x panjang badan
lahir

Dewasa = 3,5 x
panjang badan
lahir atau 2 x
panjang badan 2
tahun

Atau dapat
digunakan rumus
Behrman (1992):

Lahir : 50 cm

Umur 1 tahun : 75
cm

2 12 tahun ; umur
(tahun) x 6 + 77

Cara pengukuran tinggi badan


anak adalah :
Usia kurang dari 2 tahun :

Siapkan
papan atau
meja
pengukur.Ap
abila tidak
ada, dapat
digunakan
pita
pengukur
(meteran)

Baringkan
anak telentang
tanpa bantal
(supinasi),
luruskan lutut
sampai
menempel
pada meja
(posisi
ekstensi).

Luruskan
bagian puncak
kepala dan
bagian bawah
kaki (telapak
kaki tegak
lurus dengan
meja
pengukur) lalu
ukur sesuai
dengan skala
yang tertera.

Apabila tidak ada


papan pengukur,
hal ini dapat
dilakukan dengan
cara memberi
tanda pada tempat
tidur (tempat tidur
harus rata/datar)
berupa garis atau
titik pada bagian
puncak kepala dan
bagian tumit kaki
bayi.Lalu ukur
jarak antara kedua
tanda tersebut
dengan pita
pengukur

Usia 2 Tahun
Lebih :
Tinggi badan diukur dengan posisi berdiri tegak, sehingga tumit
rapat, sedangkan bokong, punggung dan bagian belakang kepala
berada dalam satu garis vertikal dan menempel pada alat pengukur.

Tentukan bagian atas kepala dan bagian kaki menggunakan sebilah


papan dengan posisi horizontal dengan bagian kaki, lalu ukur sesuai
dengan skala yang tertera

Lingkar
Kepala

Lingkaran kepala
mencerminkan
volume intrakranial.
Dipakai untuk
menaksir
pertumbuhan otak

Laju tumbuh pesat pada enam


bulan pertama bayi, dari 35 cm
saat lahir menjadi 43 cm pada 6
bulan. Laju tumbuh kemudian
berkurang, hanya 46,5 cm pada
usia 1 tahun dan 49 cm pada
usia 2 tahun. Selanjutnya
berkurang menjadi drastis hanya
bertambah 1 cm sampai usia 3
tahun dan bertambah lagi kirakira 5 cm sampai usia
remaja/dewasa. Oleh karena itu
manfaat pengukuran lingkaran
kepala hanya terbatas sampai
usia 3 tahun, kecuali bila
diperlukan seperti pada kasus
hydrocephalus.

Adapun cara pengukuran


lingkar kepala adalah:

Lingkarkan pita pengukur pada daerah glabella (frontalis)


atau supra
Siapkan
orbita bagian
pita pengukur
anterior(meteran)
menuju oksiput pada
Cantumkan
hasil
pengukuran
pada
kurva lingkar
kepala
bagian posterior. Kemudian tentukan
hasilnya

Lingkar Lengan Atas

Pertambahan lingkar
lengan atas ini relatif
lambat. Saat lahir,
lingkar lengan atas
sekitar 11 cm dan pada
tahun pertama, lingkar
lengan atas menjadi 16
cm. Selanjutnya ukuran
tersebut tidak banyak
berubah sampai usia 3
tahun.

Ukuran lingkar lengan


atas mencerminkan
pertumbuhan jaringan
lemak dan otot yang
tidak berpengaruh oleh
keadaan cairan tubuh
dan berguna untuk
menilai keadaan gizi dan
pertumbuhan anak
prasekolah.

Cara pengukuran lingkar


lengan atas sebagai berikut:

Catat hasil
pada KMS

Lingkarkan alat pengukur


pada lengan bagian atas
seperti pada gambar
( dapat digunakan pita
pengukur).Hindari
penekanan pada lengan
yang diukur saat
pengukuran.

Tentukan lokasi lengan yang


diukur. Pengukuran dilakukan
pada lengan bagian kiri, yaitu
pertengahan pangkal lengan dan
siku. Pemilihan lengan kiri
tersebut dengan pertimbangan
bahwa aktivitas lengan kiri lebih
pasif dibandingkan dengan lengan
kanan sehingga ukurannya lebih
stabil.

Tentukan besar
lingkar lengan
sesuai dengan
angka yang tertera
pada pita pengukur

Lingkar Dada
Sebagaimana lingkar lengan
atas, pengukuran lingkar
dada jarang dilakukan.
Pengukurannya dilakukan
pada saat bernapas biasa
(mid respirasi) pada tulang
Xifoidius (insicura
substernalis). Pengukuran
lingkar dada ini dilakukan
dengan posisi berdiri pada
anak yang lebih besar,
sedangkan pada bayi dengan
posisi berbaring.

Cara pengukuran
lingkar dada adalah :
Siapkan pita
pengukur
Lingkarkan pita
pengukur pada
daerah dada
Catat hasil
pengukuran pada
KMS

Thank you