Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS

SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN PENYAKIT KELAMIN


RS MARINIR CILANDAK, JAKARTA
2014 2016
Tinea Fasialis (ICD 10 : B35.8)
1. Pengertian (Definisi)

2. Anamnesis

3. PemeriksaanFisik

Merupakan penyakit jamur superfisial yang disebabkan oleh


kelompok dermatofita (Trichophyton sp., Epidermophyton sp.
Dan Microsporum sp. Mengenai kulit tidak berambut di daerah
wajah.
1. Keluhan gatal, terutama bila berkeringat
2.
Pada daerah wajah
3. Lesi berkembang lambat, melebar perlahan
Lesi berbatas tegas, polisiklik, tepi terdiri dari vesikel/papul
eritem disertai tanda radang yang lebih jelas.
Tampak lesi bagian tengah berskuama dengan kesan seperti
menyembuh (central healing appearance)

4. Kriteria Diagnosis

5.

DiagnosisKerja

6.

Diagnosis Banding

3.

Sesuai kriteria anamnesis

2.

Sesuai hasil pemeriksaan fisik

Tinea Fasialis (ICD 10 : B35.8)


1.
2.

Dermatitis Seboroik (ICD 10 : L 21.0)


Dermatitis Kontak (ICD 10 : L 25)

PemeriksaanPenunjan

Pemeriksaan sediaan langsung kerokan kulit menggunakan


mikroskop dan KOH 10%, akan tampak hifa panjang atau
artrospora.
Kultur dengan agar Sabouraud plus : pada suhu 28o C selama
1 4 minggu (tidak harus selalu dikerjakan).

Terapi

Topikal (bila lesi terbatas):


Mikonasol/Ketokonasol krim 2x sehari selama 4 minggu,
atau Ketokonasol scalp solution 2x sehari selama 4
minggu, atau Terbinafin krim 2 x sehari selama 2
minggu.
Hidrokortison/mometason/desoksimetason
krim
2x
sehari selama 3-5 hari awal terapi

4.

1.

Sistemik (bila lesi kronik atau luas):

25

5.

Edukasi(Hospital
Health Promotion)

Griseofulvin oral 1025 mg/kgBB/hari selama 4 minggu,


atau Ketokonazol 200 mg/hari selama 10 hari, atau
Itrakonazol 2 x 100 mg/hari selama 7 hari, atau
Terbinafin 1 X 250 mg/hari selama 10 hari.
Penjelasan tentang penyebab penyakit
Penjelasan tentang perlunya jangka waktu pengobatan
yang harus ditaati.
Penjelasan tentang cara minum obat agar absorbsi obat
maksimal (golongan azol harus dalam keadaan perut
asam, golongan griseofulvin harus bersama lemak/susu
whole milk) dan ekskresi obat optimal (obat diminum
minimal 1-2 jam sebelum berkeringat)
Penjelasan tentang pencegahan kekambuhan

6.

Prognosis

Ad Vitam
: bonam
Ad Sanationam : bonam
Ad Fungsionam : bonam

7.

Tingkat Evidens

IV

8.

Tingkat Rekomendasi

9.

PenelaahKritis

10.

IndikatorMedis

1.
2.
3.

dr. Suswardana, M.Kes Sp.KK


dr. Syarief Hidayat, Sp.KK
dr. Abdul Gayum, Sp.KK

Tinea fasialis terdiagnosis dengan tepat dan mencapai


kesembuhan klinis/mikroskopik (tanpa rekurensi/komplikasi)
selama 4 minggu terapi.
Target: 80% kasus tinea fasialis terdiagnosis dengan tepat dan
mencapai
kesembuhan
klinis/mikroskopik
(tanpa
rekurensi/komplikasi) selama 4 minggu terapi.

11.

Kepustakaan

1. Goldsmith LA,Katz SI,Gilchrest BA,Paller AS,Leffell


DJ,Wolff K. Tinea Corporis in Fitzpatricks Dermatology
in General Medicine.Eight Edition; New York: Mc Graw
Hill; 2012. p.2288
2. Perdoski, Tinea dalam Panduan Pelayanan Medis
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia,
Sekretariat Perdoski, Jakarta: 2011. p. 96 9

26