Anda di halaman 1dari 1

Secara umum penatalaksanaan pada AKI bertujuan untuk menangani berbagai hal yang mengancam

nyawa dengan cara mencegah atau mengembalikan fungsi ginjal seperti semula atau dengan dialisis bila
Terrapi tidak berhasil.
Terapi Cairan
Mengembalikan dan mempertahankan volume intravaskular. Anak dengan deplesi volume intravaskular
memerlukan resusitasi cairan dengan cepat. Terapi awal dengan pemberian nomal salin atau ringer laktat
20ml/kg30 menit dapat diulang 2 kali jika diperlukan dan observasi ketat untuk mencegah overload.
Catatan input output cairan, berat badan setiap hari pemeriksaan fisik dilakukan untuk menentukan terapi
lanjut. Adanya oligouri menandakan overload cairan yang memerlukan pembatasan cairan
300ml/kgbb/hari dan pemberian furosemide intravena, manitol atau keduanya.
Dopamin
Penggunaan dosis rendah (1-3 g/kg/min) dapat meningkatkan perfusi ginjal dengam menyebabkan
vasodilatasi pada pasien dengan keadaan yg gawat.
Elektrolit dan keseimbangan asam basa
Hyperkalaemia (>5.5mEq/L) dapat diatasi dengan pemberian diuretik, sodium bikarbonat, glukosa insulin
IVFD, dan dialisis. Penanganan pertama hyponatremia adalah restriksi cairan dan menggunakan cairan
hipertonik 3%.Obat oral pengikat fosfat (eg calcium carbonate) dapat digunakan untuk mengobati
hiperfosfatemia dan hipokalsemia. Asidosis ringan sampai berat dapat diberikan sodium bikarbonat oral
atau intravena. Hipertensi akibat hipernatremia dapat diatasi dengan membatasi asupan garam dan cairan
dan pemberian diuretik calcium channel blockers (amlodipine ) atau blockers (propranolol;
labetalol).Hipertensi urgensi atau emergensi dapat diterapiengan pemberian infus sodium nitroprusside
secara kontinu, labelatol atau esmolol. Anemia yg diakibatkan oleh ARF memerlukan transfusi PRC jika
kadar hb kurang dari 7g/dl. Hindari obat2an yg bersifat nefrotoksik seperti aminoglikosid.
Renal replacement therapy.
Dialysis terdiri dari peritoneal dialysis dan haemodialysis (haemofiltration dan haemodiafiltration).
Indikasi dialisis adalah overload volume disertai hipertensi dan atau edema paru yang tidak berkurang
setelah pemberian diuretik; hiperkalemia persisten; asidosis berat yang tidak respon terhadap pengobatan;
gejala2 neurologis (kemunduran mental, kejang), BUN lebih dari 100-150 mg/dl; ketidakseimbangan
kalsium/fosfor dengan hipokalsemi tetani; nutrisi yg buruk mengacu pada penurunan berat badan yg
progresif.

Nama : Titus Rheinhardo L


NIM : 0961050094