Anda di halaman 1dari 34

PRESENTASI KASUS

asma bronkial
(AsMA ATTACK)
Oleh :
dr. Windytia Adhianingsari

RSPAU dr. S. Hardjolukito

IDENTITAS
Nama
: Tn. H
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur
: 63 Tahun
Alamat
: Babarsari, Yogyakarta
Status
: Umum
Masuk RS
: 12 Februari 2013

ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan secara Autoanamnesis kepada
pasien pada tanggal 12 Februari 2013 pada pukul
13.00 WIB

KELUHAN
UTAMA

RPS

Bayi tidak menangis

1 hari yang lalu lahir seorang bayi


laki-laki dari ibu G1PoAO, usia
kehamilan 38 minggu
Ketuban pecah > 6 jam sebelum
melahirkan, jumlah sedikit, terasa
merembes
Kemudian lahir seorang bayi laki-laki
pada pukul 07.40 WIB, berat lahir
2700 gram, panjang lahir 45 cm,
Apgar 4-4-4, secara spontan dengan
ketuban pecah dini.
Warna air ketuban hijau kental dan
baunya tidak diketahui. Leher bayi
terlilit tali pusat

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

RPK
Tidak
ada
anggota
keluarga
yang
menderi
ta
penyakit
sama
seperti
penderit
a

Tidak
ada
keluarga
yang
saat
dilahirka
n BBLR

Tidak
ada
riwayat
keluarga
yang
saat
dilahirka
n
preterm

Tidak
ada
riwayat
keluarga
yang
saat
dilahirka
n ikterik

Tidak
ada
riwaya
keluarg
yang
terkena
HT (-),
DM (-)
Solusio
plasent
(-),
Plasent
previa
(-)

RIWAYAT KEBIASAAN DAN


LINGKUNGAN

ANAMNESIS SISTEM
Sist. Serebrospinal : badan panas (-), kejang (-), sakit kepala

(-)
Sist. Kardivaskular : jantung berdebar-debar (-)
Sist. Pernapasan : batuk (+), pilek (-), sesak napas (+),
nyeri dada (-)
Sist. Gastrointestinal : mual (-), muntah (-), nyeri ulu hati (-),
nyeri perut kanan bawah (-), diare (-)
Sist. Urogenital : BAK tidak ada keluhan
Sist. Integumentum : bercak-bercak kemerahan (-), gatal
(-), nyeri (-)
Sist. Muskuloskeletal : nyeri otot dan sendi (-), pegal (-),
kesemutan (-), kelemahan anggota gerak (-)

PEMERIKSAAN FISIK
Kesan Umum :

Tanda
utama
Nadi : 140
x/mnt, teratur
Pernafasan :
74 x/menit,
tidak teratur,
dalam
Suhu : 37C
(rectal)

Status
gizi
BB
BB :: 2700
2700 gram
gram
PB
PB :: 45
45 Cm
Cm
Lingkar
Lingkar kepala
kepala ::
34
34 Cm
Cm
LLA
LLA :: 9
9 Cm
Cm

NCB-SMK
(Neonatus
Lebih BulanSesuai Masa
Kehamilan)

Px Fisik
Kulit :
sianosis (-)
kering(+)

Limfa, otot,
tulang, sendi :
dbn

USULAN PEMERIKSAAN
PENUNJANG
SPIROMETRI

Diagnosis Banding
Asma

DIAGNOSIS KERJA
Asma

TERAPI UGD
Oksigenasi
Oxyhood 5
liter/menit

Enystin
3x0,5 ml

Cefadroxyl
2x62 mg

Infus D 5
NS 12 tpm
mikro

Ca Glukonas
1x0,5 ml

SanB Plex
1x0,3 ml

Inj.
Ceftriaxon
2x100 mg

Inj.
Dexamethas
on 3x
ampul

ASI/PASI
12x20 ml

Ambroxol

TINJAUAN
PUSTAKA

Asma Bronkhial

Definisi
Asma bronkhial adalah suatu
penyakit dengan ciri meningkatnya
respon trakea dan bronkus terhadap
berbagai rangsangan dengan manifestasi
adanya penyempitan jalan nafas yang
luas dan derajatnya dapat berubah-ubah
baik secara spontan maupun hasil dari
pengobatan (The American Thoracic
Society).

Etiologi
Predisposisi
Genetik
Presipitasi

Alergen
Perubahan cuaca
Stress
Lingkungan kerja
Olahraga atau aktifitas berat

Patogenesis

alergen
inhalan

sel mast

reseptor membran
sel

enzim
serineenterase
cAMP

mediator

permeabilita
s membran

permeabilita
s vaskular
mukosa

Bronkokonstrik
si

edema&
inflamas
i

penyempitan jalan
nafas

degranula
si

cGMP

fusi
granul

sekresi
mukus

ASMA

GEJALA KLINIK
Gambaran

Bila
Pada sebagian penderita gejala klinis hanya batuk tanpa disertai
mengi atau dikenal dengan cough variant asthma.

Klinis
Tingkat
I

Keluhan

PF

Fungsi
Paru

Keteran
gan

Faktor
pencetus
(+)

Tingkat
II

Obstruksi

Pasca
sembuh

Tingkat
III

Abnormal Obstruksi

Relaps

Tingkat
IV

Abnormal Obstruksi

Sherwoo
d Jones

Sherwood Jones
Deraj
at

Keadaan Klinis/Kemampuan Jasmani

a.Kerja susah, tidur terganggu (kadang)


b.Kerja susah, tidur terganggu

II

a.Tidur/duduk, bisa bangkit cukup sulit;


Tidur terganggu
b.Tidur/duduk, bisa bangkit susah payah;
Nadi 120x/menit

III

Tidur/duduk, tidak bisa bangkit


Nadi 120x/menit
Inhaler tidak menolong

IV

Gerak, tidak bisa


Kelelahan

Derajat

Gejala

Gejala Malam

Faal Paru

Intermitten

Gejala kurang dari 1 kali/minggu


Asimtomatik

Kurang dari 2 kali


dalam sebulan

APE > 80%

Mid Persistan

Gejala lebih dari 1 kali/minggu tapi


kurang dari 1 kali/hari
Serangan dapat menganggu
aktivitas dan tidur

Lebih dari 2 kali


dalam sebulan

APE >80%

Setiap hari
Serangan 2 kali/seminggu, bisa
berhari-hari
Menggunakan obat setiap hari
Aktivitas dan tidur terganggu

Lebih 1 kali dalam


seminggu

APE 60-80%

Gejala kontinyu
Aktivitas terbatas
Sering serangan

Sering

APE <60%

Moderate
Persistan

Severe Persistan

Ringan

Sedang

Berat

Berjalan
Berbaring

Jalan terbatas
Duduk sering

Jalan sulit
Duduk
membungkuk

Bicara

Beberapa
kalimat

Kalimat
terbatas

Kata demi kata

Kesadaran

Mungkin
terganggu

Biasanya
terganggu

Biasanya
terganggu

> 30x/menit

Ada >>

Ada
(kadang)

Ada

Lemah-sedang

Keras

Keras

< 100

100-120

> 120

< 10 mmHg

10-25 mmHg

> 25 mmHg

> 80%

60-80%

< 60%

Aktivitas

Frekuensi
Nafas
Retraksi Otot
Bantu
Pernafasan
Mengi
Frekuensi
Nadi
Pulsus
Paradoksus
APE

Diagnosis
Anamnesis
Sesak nafas
Mengi
Batuk produktif (sekret bening) atau

non produktif
PF
Inspeksi : Dinding torak tampak
mengembang, diafragma terdorong ke
bawah

Auskultasi : Terdengar wheezing

(mengi), ekspirasi memanjang


Perkusi : Hipersonor
Palpasi : Fremitus vokal kanan sama
dengan kiri

Reversibilit
as
Alergi
Hipereakti
vitas
Bronkus
Respon
Terhadap
Bronkodila
tor
Respon
Terhadap
Steroid

Asma

Bronkitis
Kronis

Emfisema

+/-

+/-

+/-

+/-

+/-

+/-

Penatalaksanaan
Derajat
Serangan
Ringan

Sedang

Berat

Terapi

Lokasi

Drug of choice: Agonis beta 2 inhalasi


diulang setiap 1 jam
Alternatif: Agonis beta 2 oral 3x2 mg
Drug of choice: Oksigen 2-4 liter/menit dan
agonis beta 2 inhalasi
Alternatif: Agonis beta 2 IM atau adrenalin
subkutan dengan Aminofilin 5-6 mg/kgbb

Rumah

Drug of choice:
Oksigen 2-4 liter/menit
Agonis beta 2 nebulasi diulang s.d 3
kali dalam 1 jam pertama
Aminofilin IV dan infus
Steroid IV diulang tiap 8 jam

Drug of choice:
Mengancam Lanjutkan terapi sebelumnya
Pertimbangkan intubasi dan ventilasi
Jiwa
mekanik

ICU

Puskesmas
Klinik rawat jalan
IGD
Praktek dokter umum
Rawat inap jika tidak ada
respons dalam 4 jam
IGD
Rawat inap apabila
dalam 3 jam belum ada
perbaikan
Pertimbangkan masuk
ICU jika keadaan
memburuk progresif

SEKIAN DAN
TERIMA KASIH