Anda di halaman 1dari 42

SESAK NAFAS

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI


2009-2010

Kelompok A.16
Adisyari Puri Handini
Agnes Yarentine Putri U.
Alfiatur Rizki
Diamanda Aziza
Fathia Nurafiattin
Febrita Fajrin
Fitria Andesti
Hidanti Karlina
Imamsyah Ilyas
Liko Mardiyanto

Sesak Nafas
Seorang perempuan, 40 tahun, datang ke
UGD RS YARSI dengan keluhan sesak nafas yang
timbul sejak 3 jam yang lalu setelah
membersihkan
karpet.
Penderita
memiliki
riwayat asma dan rhinitis alergica sejak kecil.
Pemeriksaan fisik: kesadaran komposmentis
lemah, TD 130/80 mmHg, frekuensi nadi 100
kali/menit, frekuensi nafas 36 kali/menit.
Pemeriksaan toraks: vesikuler normal, ekspirasi
memanjang dan terdengar wheezing ekspirasi
pada kedua hemitoraks. Jantung dan

abdomen dalam batas normal. Setelah


dokter memberikan terapi inhalasi
dengan beta 2 agonis sesak berkurang.
Berdasarkan hasil skin prick test
didapatkan bahwa salah satu faktor
pencetus adalah tungau debu rumah.

Langkah 1
I. Memahami dan Menjelaskan Asma Bronkhial
I.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi dari
Asma Bronkhial
I.2 Memahami dan Menjelaskan Etiologi dari
Asma Bronkhial
I.3 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi
dari Asma Bronkhial
I.4 Memahami dan Menjelaskan Patogenesis
dari Asma Bronkhial

I.5 Memahami dan Menjelaskan Patologi


dari Asma Bronkhial
I.6
Memahami
dan
Menjelaskan
Manifestasi Klinis dari Asma Bronkhial
I.7 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis
dari Asma Bronkhial
I.8 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis
Banding dari Asma Bronkhial
I.9
Memahami
dan
Menjelaskan
Penatalaksanaan dari Asma Bronkhial

I.10

Memahami dan Menjelaskan


Prognosis dari Asma Bronkhial
I.11
Memahami dan Menjelaskan
Preventif dari Asma Bronkhial
I.12
Memahami dan Menjelaskan
Epidemiologi dari Asma Bronkhial
II.
Memahami
dan
Menjelaskan
D.pteronyssinus
II.1 Memahami dan Menjelaskan Morfologi
D.pteronyssinus

II.2

Memahami dan Menjelaskan


Daur Hidup D.pteronyssinus

Mandiri

Langkah 3

Asam Bronkhial

Definisi
Asma bronkhial adalah suatu
penyakit dengan ciri meningkatnya
respon trakea dan bronkus terhadap
berbagai rangsangan dengan manifestasi
adanya penyempitan jalan nafas yang
luas dan derajatnya dapat berubah-ubah
baik secara spontan maupun hasil dari
pengobatan (The American Thoracic
Society).

Etiologi

Predisposisi
Genetik
Presipitasi
Alergen
Perubahan cuaca
Stress
Lingkungan kerja
Olahraga atau aktifitas berat

Klasifikasi
1.
2.
3.

Intrinsik (Non Alergik)


Ekstrinsik (Alergik)
Campuran

Patogenesis

alergen
inhalan

sel mast

reseptor membran
sel

enzim
serineenterase
cAMP

mediator

permeabilit
as
membran

Bronkokonstri
ksi

permeabilit
as vaskular
mukosa
edema
&
inflama
si
penyempitan jalan
nafas

degranul
asi

cGMP

fusi
granul

sekresi
mukus

ASM
A

hiperventilasi (exercise), inhalasi udara dingin, asap,


kabut, stress
ujung saraf efferens vagal (c-fiber)
terangsang
neuropeptid
sensorik
senyawa P
Bronkokonstriksi
Edema bronkus
Eksudasi plasma
Hipersekresi
lendir
Sel-sel inflamasi
aktif

neurokinin A

Penyempitan Saluran
Nafas

Calcitonin GeneRelated Peptide


(CGRP)

ASM
A

Patologi
1. Stadium Awal
Mukosa jalan nafas pucat
Edema&sekret lendir >>
Lumen bronkus&bronkiolus << spasme
Kongesti pembuluh darah
Infiltrasi sel eosinofil sekret&lumen
sal.nafas
2. Stadium Lanjut
Deskuamasi epitel

Membran hialin basal tebal!


Hiperplasi serat elastin
Hiperplasi&hipertrofi otot bronkus
Sel goblet >>
3. Asma Menahun (Berat)
Bronkus tersumbat mukus kental!
eosinofil >>

Hiperplasia Sel
Goblet Bronchus

Kristal Charcot
Leyden

Spiral Crushmann

Manifestasi Klinis
Kontraksi otot bantu nafas:
M.sternocleidomastoideus
Sianosis
Silent chest
Gg. kesadaran
Lelah
Hiperinflasi toraks
Takikardi
Mengi

Klinis
Tingkat
I

Keluhan

PF

Fungsi
Paru

Keteran
gan

Faktor
pencetus
(+)

Tingkat
II

Obstruksi

Pasca
sembuh

Tingkat
III

Abnormal Obstruksi

Relaps

Tingkat
IV

Abnormal Obstruksi

Sherwoo
d Jones

Sherwood Jones
Deraj
at
I

II

III
IV

Keadaan Klinis/Kemampuan Jasmani


a.Kerja susah, tidur terganggu (kadang)
b.Kerja susah, tidur terganggu
a.Tidur/duduk, bisa bangkit cukup sulit;
Tidur terganggu
b.Tidur/duduk, bisa bangkit susah payah;
Nadi 120x/menit
Tidur/duduk, tidak bisa bangkit
Nadi 120x/menit
Inhaler tidak menolong
Gerak, tidak bisa
Kelelahan

Derajat

Gejala

Intermitten

Mid
Persistan

Moderate
Persistan

Gejala
Malam
Gejala kurang dari 1
Kurang dari 2
kali/minggu
kali dalam
Asimtomatik
sebulan
Gejala lebih dari 1
Lebih dari 2
kali/minggu tapi kurang kali dalam
dari 1 kali/hari
sebulan
Serangan dapat
menganggu aktivitas
dan tidur
Setiap hari
Lebih 1 kali
Serangan 2
dalam
kali/seminggu, bisa
seminggu
berhari-hari
Menggunakan obat
setiap hari
Aktivitas dan tidur
terganggu

Faal Paru
APE >
80%
APE >80%

APE 6080%

Ringan

Sedang

Berat

Berjalan
Berbaring

Jalan terbatas
Duduk sering

Jalan sulit
Duduk
membungkuk

Bicara

Beberapa
kalimat

Kalimat
terbatas

Kata demi kata

Kesadaran

Mungkin
terganggu

Biasanya
terganggu

Biasanya
terganggu

> 30x/menit

Ada >>

Ada
(kadang)

Ada

Lemah-sedang

Keras

Keras

< 100

100-120

> 120

< 10 mmHg

10-25 mmHg

> 25 mmHg

> 80%

60-80%

< 60%

Aktivitas

Frekuensi
Nafas
Retraksi Otot
Bantu
Pernafasan
Mengi
Frekuensi
Nadi
Pulsus
Paradoksus
APE

Diagnosis

Anamnesis
Sesak nafas
Mengi
Batuk produktif (sekret bening) atau non
produktif
PF
Inspeksi : Dinding torak tampak
mengembang, diafragma terdorong ke
bawah

Auskultasi : Terdengar wheezing


(mengi), ekspirasi memanjang
Perkusi : Hipersonor
Palpasi : Fremitus vokal kanan sama
dengan kiri
Lab.
Sputum: Kristal charcot leyden (+),
eosinofil >>, spiral curshmann

Darah: SGOT&LDH (kadang), IgE


Penunjang Lain
Radiologi: Normal (>>)
Tes Kulit: (+) alergen
EKG: Emfisema
Spirometri: Obstruksi paru reversible

Diagnosis Banding

Bronkitis kronis
Emfisema paru
Gagal jantung kiri
Emboli paru

Asma

Bronkitis
Kronis

Emfisema

Reversibilit
as

+/-

Alergi

+/-

Hipereakti
vitas
Bronkus

+/-

Respon
Terhadap
Bronkodilat
or

+/-

+/-

Respon

Penatalaksanaan
Derajat
Serangan
Ringan

Terapi
Drug of choice: Agonis beta 2 inhalasi
diulang setiap 1 jam
Alternatif: Agonis beta 2 oral 3x2 mg
Drug of choice: Oksigen 2-4 liter/menit
dan agonis beta 2 inhalasi
Alternatif: Agonis beta 2 IM atau
adrenalin subkutan dengan Aminofilin 56 mg/kgbb

Lokasi
Rumah

Puskesmas
Klinik rawat jalan
IGD
Praktek dokter umum
Sedang
Rawat inap jika tidak
ada respons dalam 4
jam
Drug of choice:
IGD
Oksigen 2-4 liter/menit
Rawat inap apabila
dalam 3 jam belum ada
Agonis beta 2 nebulasi diulang s.d 3 kali
dalam 1 jam pertama
perbaikan
Berat
Aminofilin IV dan infus
Pertimbangkan masuk
ICU jika keadaan
Steroid IV diulang tiap 8 jam
memburuk progresif
Drug of choice:
ICU
Mengancam Lanjutkan terapi sebelumnya

Prognosis
Pada umumnya prognosis pada kasus
asma cukup baik. Hal tersebut dikarenakan
asma merupakan penyakit yang dapat
sembuh dengan sendirinya. Namun, apabila
tidak
dilakukan
penanganan
dapat
menyebabkan
kematian.
Hal
tersebut
berdasarkan data yang diperoleh dari WHO.
WHO memperkirakan pada tahun 2005,
terdapat 255.000 didunia meninggal karena
asma. Sebagian besar ( 80%) terjadi
dinegara berkembang. (http://www.who.int/)

Preventif

Menjauhi alergen, bila perlu desensitisasi


Menghindari kelelahan
Menghindari stress psikis
Mencegah atau mengobati ISPA sedini
mungkin
Olahraga renang, senam asma

Epidemiologi
Centers
for
Disease
Control
and
Prevention Amerika Serikat melaporkan setiap
tahunnya paling tidak sekitar 2 juta penderita
asma mengunjungi unit gawat darurat dan
500.000 diantaranya harus dirawat inap
(Mannino D.M et al, 1980-1999). Bahkan WHO
(World Health Organization), memperkirakan
pada tahun 2005 di seluruh dunia terdapat
255.000 penderita meninggal karena asma,
sebagian besar atau 80% kematian justru
terjadi di Negara-negara sedang berkembang.

D. pteronyssinus

Morfologi
Ukuran : 0,2-1,2 mm
Jumlah kaki 4 pasang
(dewasa), 3 pasang
(larva)
Ordo : Acari
Metamorfosis tidak
sempurna
Habitat : karpet,
tempat tidur, AC,
lantai, bulu hewan
peliharaan

Daur Hidup
Telur
6-12
hari

Tungau
Dewasa

Larva
Aktif
Larva
Istiraha
t

Tritonym
ph Aktif

Fase istirahat merupakan fase

Tritonym
ph
Istirahat

19-30
hari

.Sekian.

Terima Kasih...^^

Anda mungkin juga menyukai