Anda di halaman 1dari 18

EVAPORATOR

OPERASI TEKNIK KIMIA : II

Oleh :

MELLY CHANDRA FRAYEKTI


6512010015
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK PENGOLAHAN GAS
LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Pendahuluan
I.

Latar Belakang
Evaporator merupakan salah satu alat yang banyak digunakan di industri kimia untuk

memekatkan suatu larutan. Peristiwa yang terjadi pada proses di evaporator adalah evaporasi.
Sedangkan pengertian evaporasi sendiri merupakan proses perubahan molekul yang memiliki
fasa cair dengan spontan menjadi fasa gas. Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi.
Aplikasi dari evaporasi pun sangat bermacam-macam. Hampir seluruh proses di
industri menggunakan prinsip evaporasi sebagai salah satu proses yang ditempuh untuk
menghasilkan suatu produk. Salah satunya, PT Badak LNG yang merupakan salah satu
perusahaan dalam bidang migas khususnya LNG kelas dunia ini pun juga menggunakannya.
Proses evaporasi ini salah satu proses yang sangat penting dalam proses pencairan gas alam
menjadi LNG. Mulai dari proses dari Plant-1 yang merupakan unit CO2 removal hingga
siklus refrijerasi yang merupakan salah satu kunci penting dalam pendinginan dan pencairan
gas alam terdapat proses evaporasi sebagai salah satu proses dari siklus tersebut.

II.

Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan evaporasi?
2. Apa yang dimaksud dengan evaporator?
3. Bagaimakah prinsip kerja dari evaporator?
4. Apa saja kah tipe-tipe dari evaporator?
5. Bagaimana rangkaian peralatan dari evaporator?
6. Apa sajakah aplikasi dari evaporator?

III.

Tujuan
1. Untuk mengetahui dasar teori mengenai evaporasi.
2. Untuk mengetahui dasar teori mengenai evaporator.
3. Untuk mengetahui tentang prinsip kerja dari evaporator.
4. Untuk mengetahui tipe-tipe dari evaporator.
1

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

5. Untuk mengetahun rangkaian peralatan dari evaporator.


6. Untuk mengetahui aplikasi dari evaporator.

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Pembahasan
I.

Dasar Teori
Evaporasi merupakan suatu proses penguapan sebagian dari pelarut sehingga
didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Tujuan dari
evaporasi itu sendiri yaitu untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut
yang tak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Dalam kebanyakan
proses evaporasi , pelarutnya adalah air. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan,
dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair, kadang-kadang zat cair yang sangat
viskos, dan bukan zat padat. Begitu pula, evaporasi berbeda dengan distilasi, karena
disini uapnya biasanya komponen tunggal, dan walaupun uap itu merupakan
campuran, dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi
fraksi-fraksi. Biasanya dalam evaporasi, zat cair pekat itulah yang merupakan produk
yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang.
Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung :
1. Interface evaporation, yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan tanah.
Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan.
2. Vertikal vapour transfers, yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan uap air
dari interface ke uap (atmosfer bebas).

Besar kecilnya penguapan dari permukaan air bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor
yaitu:
a.

Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil penguapannya)

b.

Tekanan udara

c.

Kedalaman dan luas permukaan, semakin luas semakin besar penguapannya

d.

Kualitas air, semakin banyak unsur kimia, biologi dan fisika, penguapan semakin
kecil.

e.

Kecepatan angin

f.

Topografi, semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin kecil

g.

Sinar matahari
3

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

h.

Temparatur
Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan)

dengan penambahan panas (Robert B. Long, 1995). Panas dapat disuplai dengan
berbagai cara, diantaranya secara alami dan penambahan steam. Evaporasi didasarkan
pada proses pendidihan secara intensif, yaitu :
-

Pemberian panas ke dalam cairan.


Makin tinggi pressure makin besar panas yang dibutuhkan jadi pressure perlu
diturunkan untuk mendapatkan kondisi operasi yang optimal.

Pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap.


Peristiwa bubbling yaitu terbentuknya nukleat sebagai awal pembentukan
gelembung.

Pemisahan uap dari cairan.

Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam
zat cair mendidih (Warren L. Mc Cabe, 1999).
Perbedaan evaporasi dengan proses lain adalah:

Evaporasi dengan pengeringan.


Evaporasi tidak sama dengan pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat
cair kadang-kadang zat cair yang sangat viskos dan bukan zat padat. Perbedaan
lainnya adalah, pada evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak,
sedangkan pada pengeringan sedikit.

Evaporasi dengan distilasi.


Evaporasi berbeda pula dari distilasi, karena uapnya biasa dalam komponen tunggal, dan
walaupun uap itu dalam bentuk campuran, dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha
unutk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Selain itu, evaporasi biasanya digunakan
untuk menghilangkan pelarut-pelarut volatil, seperti air, dari pengotor nonvolatil. Contoh
pengotor nonvolatil seperti lumpur dan limbah radioaktif. Sedangkan distilasi digunakan
untuk pemisahan bahan-bahan nonvolatil.

Evaporasi dengan kristalisasi.


4

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Evaporasi lain dari kristalisasi dalam hal pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat
padat atau kristal. Evaporasi hanya menghasilkan lumpur kristal dalam larutan induk
(mother liquor). Evaporasi secara luas biasanya digunakan untuk mengurangi volume
cairan atau slurry atau untuk mendapatkan kembali pelarut pada recycle. Cara ini
biasanya menjadikan konsentrasi padatan dalam liquid semakin besar sehingga terbentuk
kristal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi percepatan evaporasi antara lain :


1. Suhu; walaupun cairan bisa evaporasi di bawah suhu titik didihnya, namun prosesnya
akan cepat terjadi ketika suhu di sekeliling lebih tinggi. Hal ini terjadi karena evaporasi
menyerap kalor laten dari sekelilingnya. Dengan demikian, semakin hangat suhu
sekeliling semakin banyak jumlah kalor yang terserap untuk mempercepat evaporasi.
2. Kelembapan udara; jika kelembapan udara kurang, berarti udara sekitar kering. Semakin
kering udara (sedikitnya kandungan uap air di dalam udara) semakin cepat evaporasi
terjadi. Contohnya, tetesan air yang berada di kepingan gelas di ruang terbuka lebih cepat
terevaporasi lebih cepat daripada tetesan air di dalam botol gelas. Hal ini menjelaskan
mengapa pakaian lebih cepat kering di daerah kelembapan udaranya rendah.
3. Tekanan; semakin besar tekanan yang dialami semakin lambat evaporasi terjadi. Pada
tetesan air yang berada di gelas botol yang udaranya telah dikosongkan (tekanan udara
berkurang), maka akan cepat terevaporasi.
4. Gerakan udara; pakaian akan lebih cepat kering ketika berada di ruang yang sirkulasi
udara atau angin lancar karena membantu pergerakan molekul air. Hal ini sama saja
dengan mengurangi kelembapan udara.
5. Sifat cairan; cairan dengan titik didih yang rendah terevaporasi lebih cepat daripada
cairan yang titik didihnya besar. Contoh, raksa dengan titik didih 357C lebih susah
terevapporasi daripada eter yang titik didihnya 35C.

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau


keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap.
Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk
memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Evaporator umumnya terdiri dari tiga
bagian, yaitu penukar panas, bagian evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu
menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam
kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya. Hasil dari
evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau larutan
berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa
komponen volatil (mudah menguap). Evaporator biasanya digunakan dalam industri
kimia dan industri makanan. Pada industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air
asin jenuh (merupakan contoh dari proses pemurnian) dalam evaporator. Evaporator
mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral di dalam evaporator. Uap
dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan garamnya. Pada sistem
pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan pendingin
yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas). Evaporator
juga digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air laut atau zat
kontaminasi lain.
Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan
sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. Evaporator mempunyai dua
prinsip dasar, yaitu untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan.
Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian evaporasi (tempat di
mana cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu
dimasukkan ke dalam kondensor (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.
Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau larutan
berkonsentrasi.
Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa komponen volatile (mudah
menguap). Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri makanan. Pada
industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses
6

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

pemurnian) dalam evaporator. Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu mineral
di dalam evaporator. Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan garamnya. Pada
sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan pendingin
yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas). Evaporator juga
digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi
lain.

II.

Prinsip Kerja
Evaporator adalah alat untuk mengevaporasi larutan sehingga prinsip kerjanya
merupakan prinsip kerja atau cara kerja dari evaporasi itu sendiri. Prinsip kerjanya
dengan penambahan kalor atau panas untuk memekatkan suatu larutan yang terdiri
dari zat terlarut yang memiliki titik didih tinggi dan zat pelarut yang memiliki titik
didih lebih rendah sehingga dihasilkan larutan yang lebih pekat serta memiliki
konsentrasi yang tinggi.
1. Pemekatan larutan didasarkan pada perbedaan titik didih yang sangat besar antara
zat-zatnya.
2. Titik didih cairan murni dipengaruhi oleh tekanan.
3. Dijalankan pada suhu yang lebih rendah dari titik didih normal.
4. Titik didih cairan yang mengandung zat tidak mudah menguap (misalnya:
gula)akan tergantung tekanan dan kadar zattersebut.
5. Beda titik didih larutan dan titik didih cairan murni disebut Kenaikan titik didih
(boiling)
Proses evaporasi dengan skala komersial di dalam industri kimia dilakukan dengan

peralatan yang namanya evaporator. Ada empat komponen dasar yang dibutuhkan dalam
evaporasi yaitu : Evaporator, kondensor , injeksi uap, dan perangkap uap.

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

1. Kondensor: Kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger)
yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida
2. Injeksi uap:
3. Perangkap uap: Evaporasi dilaksanakan dengan cara menguapkan sebagian dari
pelarut pada titik didihnya, sehingga diperoleh larutan zat cair pekat yang
konsentrasinya lebih tinggi. Uap yang terbentuk pada evaporasi biasanya hanya
terdiri dari satu komponen, dan jika uapnya berupa campuran umumnya tidak
diadakan usaha untuk memisahkan komponen-komponennya.

III.

Tipe-tipe
Tipe evaporator berdasarkan banyak proses:
1. Evaporator efek tunggal (single effect)
Yang dimaksud dengan single effect adalah bahwa produk hanya melalui satu
buah ruang penguapan dan panas diberikan oleh satu luas permukaan pindah panas.
2. Evaporator efek ganda
Di dalam proses penguapan bahan dapat digunakan dua, tiga, empat atau lebih
dalam sekali proses, inilah yang disebut dengan evaporator efek majemuk.
Penggunaan evaporator efek majemuk berprinsip pada penggunaan uap yang
dihasilkan dari evaporator sebelumnya.
Tujuan penggunaan evaporator efek majemuk adalah untuk menghemat panas
secara keseluruhan, hingga akhirnya dapat mengurangi ongkos produksi.
Keuntungan evaporator efek majemuk adalah merupakan penghematan yaitu
dengan menggunakan uap yang dihasilkan dari alat penguapan untuk memberikan
panas pada alat penguapan lain dan dengan memadatkan kembali uap tersebut.
Apabila dibandingkan antara alat penguapan n-efek, kebutuhan uap diperkirakan 1/n
kali, dan permukaan pindah panas berukuran n-kali dari pada yang dibutuhkan untuk
alat penguapan berefek tunggal, untuk pekerjaan yang sama.
8

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Pada evaporator efek majemuk ada 3 macam penguapan, yaitu :


a. Evaporator Pengumpan Muka (Forward-feed)
b. Evaporator Pengumpan Belakang (Backward-feed)
c. Evaporator Pengumpan Sejajar (Parallel-feed)

Tipe evaporator berdasarkan bentuknya:


1. Evaporator Sirkulasi Alami/paksa
Evaporator sirkulasi alami bekerja dengan memanfaatkan sirkulasi yang terjadi
akibat perbedaan densitas yang terjadi akibat pemanasan. Pada evaporator tabung, saat
air mulai mendidih, maka buih air akan naik ke permukaan dan memulai sirkulasi
yang mengakibatkan pemisahan liquid dan uap air di bagian atas dari tabung
pemanas.Jumlah evaporasi bergantung dari perbedaan temperatur uap dengan larutan.
Sering kali pendidihan mengakibatkan sistem kering, Untuk menghidari hal ini dapat
digunakan sirkulasi paksa, yaitu dengan manambahkan pompa untuk meningkatkan
tekanan dan sirkulasi sehingga pendidihan tidak terjadi.

2. Falling Film Evaporator


Evaporator ini berbentuk tabung panjang (4-8 meter) yang dilapisi dengan jaket
uap (steam jacket). Distribusi larutan yang seragam sangat penting. Larutan masuk dan
memperoleh gaya gerak karena arah larutan yang menurun. Kecepatan gerakan larutan
akan mempengaruhi karakteristik medium pemanas yag juga mengalir menurun. Tipe
ini cocok untuk menangani larutan kental sehingga sering digunakan untuk industri
kimia, makanan, dan fermentasi.

3. Rising Film (Long Tube Vertical) Evaporator


Pada evaporator tipe ini, pendidihan berlangsung di dalam tabung dengan sumber
panas berasal dari luar tabung (biasanya uap). Buih air akan timbul dan menimbulkan
sirkulasi.

4. Plate Evaporator
9

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Mempunyai luas permukaan yang besar, Plate biasanya tidak rata dan
ditopangoleh bingkai (frame). Uap mengalir melalui ruang-ruang di antara plate. Uap
mengalir secara co-current dan counter current terhadap larutan. Larutan dan uap
masuk ke separasi yang nantinya uap akan disalurkan ke condenser. Eveporator jenis
ini sering dipakai pada industri susu dan fermntasi karena fleksibilitas ruangan. Tidak
efektif

untuk

larutan

kental

dan

padatan

5. Multi-effect Evaporator
Menggunakan uap pada tahap untuk dipakai pada tahap berikutnya. Semakin
banyak tahap maka semakin rendah konsumsi energinya. Biasanya maksimal terdiri
dari tujuh tahap, bila lebih seringkali ditemui biaya pembuatan melebihi penghematan
energi. Ada dua tipe aliran, aliran maju dimana larutan masuk dari tahap paling panas
ke yang lebih rendah, dan aliran mundur yang merupakan kebalikan dari aliran maju.
Cocok untuk menangani produk yang sensitive terhadap panas seperti enzim dan
protein.

6. Horizontal-tabung Evaporator
Evaporator horisontal-tabung merupakan pengembangan dari panci terbuka, di
mana panci tertutup dalam, umumnya dalam silinder vertikal. Tabung pemanas
disusun dalam bundel horisontal direndam dalam cairan di bagian bawah silinder.
Sirkulasi cairan agak miskin dalam jenis evaporator.

7. Vertikal-tabung Evaporator
Dengan menggunakan tabung vertikal, bukan horizontal, sirkulasi alami dari
cairan dipanaskan dapat dibuat untuk memberikan transfer panas yang baik.

10

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Gambar 8.4 Evaporator (a) tipe keranjang (b) tabung panjang (c) dipaksa sirkulasi

Tipe evaporator berdasarkan metode pemanasan:


1. Submerged combustion evaporator adalah evaporator yang dipanaskan oleh api yang
menyala di bawah permukaan cairan, dimana gas yang panas bergelembung melewati
cairan.
2. Direct fired evaporator adalah evaporator dengan pengapian langsung dimana api dan
pembakaran gas dipisahkan dari cairan mendidih lewat dinding besi atau permukaan
untuk memanaskan.
3. Steam heated evaporator adalah evaporator dengan pemanasan stem dimana uap atau
uap lain yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana uap terkondensasi di
satu sisi dari permukaan pemanas dan panas ditranmisi lewat dinding ke cairan yang
mendidih.

IV.

Rangkaian Peralatan
Evaporator single effects
11

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Evaporator efek ganda

Falling Film Evaporator

12

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Rising Film Evaporator

13

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Plate Evaporator

A = Product
B = Concentrate
C = Condensate
D = Heating steam
E = Vapour
1 = Main separator
2 = Pre-separator
3 = Plate calandria

V.

Aplikasi
Aplikasi dari evaporator antrara lain digunakan pada pabrik gula, pabrik, garam,
industri bahan kimia, industri makanan dan minuman, dan kilang minyak. Proses
evaporasi telah dikenal sejak dahulu, yaitu untuk membuat garam dengan cara
menguapkan air dengan bantuan energi matahari dan angin. Kegunaan utama dari
evaporator adalah menguapkan air pada larutan sehingga larutan memiliki konsentrasi
tertentu.
Pada industri makanan dan minuman, agar memiliki mutu yang sama pada jangka

14

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

waktu yang lama, dibutuhkan evaporasi. Misalnya untuk pengawetan adalah


pembuatan susu kental manis.
Evaporasi merupakan satu unit operasi yang penting dan biasa dipakai dalam
industri kimia dan mineral, misalnya industri aluminium dan gula. Evaporator juga
digunakan untuk mengolah limbah radioaktif cair. Kegunaan lainnya adalah mendaur
ulang pelarut mahal seperti hexane ataupun sodium hydroxide pada kraft pulping bisa
juga untuk menguapkan limbah agar proses penanganan limbah lebih murah. Contohcontoh Operasi Evaporasi dalam Industri Kimia lainnya yaitu : Pemekatan larutan
NaOH, Pemekatan larutan KNO3, Pemekatan larutan NaCL, Pemekatan larutan nitrat
dan lain-lain.

15

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Penutup
Kesimpulan
Evaporasi merupakan suatu proses penguapan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan
larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Evaporator adalah sebuah alat yang
berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk
cair menjadi uap. Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk
memisahkan uap yang terbentuk dari cairan. Aplikasi dari evaporator antrara lain digunakan
pada pabrik gula, pabrik, garam, industri bahan kimia, industri makanan dan minuman, dan
kilang minyak.

16

LNG ACADEMY
PT BADAK LNG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR

Daftar Pustaka
http://kusumaworld25.blogspot.com/2012/09/evaporator.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Evaporator
http://www.angelfire.com/ak5/process_control/evaporasi.htm
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-8885-2306100604-Chapter1.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Penguapan
http://id.wikipedia.org/wiki/Penguapan
http://www.scribd.com/doc/85581188/Makalah#download
http://kusumaworld25.blogspot.com/2012/09/evaporator.html
http://tulisandicky.blog.friendster.com/
http://www.acehforum.or.id/evaporator-t13417.html?s=b07100390ca72af272e405d9f04445d0&
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/teknologi-proses/pelaksanaan prosesevaporasi/
Hui YH. 2006. Handbook of Food Science, Technology, and Engineering, Volume 3. Boca
Raton: Taylor & Francis Group. Hal:102-11.
Mc Cabe, Warren L. 1993. Operasi Teknik Kimia Jilid 1. Jakarta :Penerbit Erlangga

17