Anda di halaman 1dari 1

CERPEN

AKHIR JANUARI
Jemariku meloncat-loncat diatas keybord, sibuk menekan huruf-huruf yang
tak beraturan. Jemariku belum lihat manakah huru-huruf itu,
maklumlah,,,,,,,,seminggu sekali aku bisa berhadapan dengan namanya
komputer. Baru sebulan terakhir aku sering mengoprasikannya itupun karna
ada tugas ekonomi yang harus ku ketik.
Satu jam berkurat dengan dengan laptop mengetik berlembar-lembar tugas,
membuat jemariku baku, sejenak kulemasskan jemarikku menatap layar
monitor yang penuh dengan huruf dn tanda baca. Lelah,,,,, setelahberharihari mencari refrerensi, menuliis, membaca, mengetikk, akhirnya tugas
ekonomiku selesai.
Langit kelabu, udara terasa pengab awan hitam menyatu menyembunyikan
mentari. Langit bergemuruh, aku terkejut membbaca sms darrrri andre.
Innalillahi wainna ilaihirajiun,,,,,,,,,,, hari ini telah wafat salah satu teman kita
semua, semoga dia diterima disisi ila robbi dik sistmu terhenti. Aku berteriak
memanggil paanku, sempat terji percekcoan karena paman menolak
mengantarkanku. Rintik air hujan berjatuhan. Tmpaknya awan hitam tak lagi
mampu menampung air hujan. Hujan lebat peir menyambar bersahutan
dengan suara guntr menggelegar memekikkn gendang telinga. Terpaksa aku
berteduh di rumah Pak haji. Dadaku sesak, tak dapat kubendung air mataku.
Aku menangis di tengah derasnya hujan, masih tk percaya akan kematian
temanku. Kucoba menghubungi Andre ntuk menjemputku. Tga puluh meit
menunggu andre serasa setahun. nin, nina andre memanggilku yang
termangu menatap rumah Aai begitulah ia diipanggi.