Anda di halaman 1dari 1

puisi

GEGANA
Waktu terus melangkah berputar
Dan rasaku bimbang tak menentu aku paham,
Aku tau
Aku adalah orang yang berpacu
Dan bergantung dengan sang waktu
Sebelum malam abadiku tiba
Aku ingin menghirup udarar kebebasan
Tanpa ejekan

RINDU
Dayungan pena terus mendayung
Diatas samudera putih
Termamah akan namamu
Tersekedar tergores namun terlukis jelas
Menyembuhkan rasa yang meresah
Ah,,, engkau kasih!
Pematri asa dalam hidupku
Memberi warna dalam nuansa rasa
Ah,, gemerlik dzikir seakan menghalauu tangisku
Kasih,,,,
Aku rindu sorotan matamu nan teramat tajam
Aku rindu senyum manismu
Walau rasa rindu itu mudah semua sebab kau yang tak pernah mengerti akan
dayungan pena,
Pada secarik samudera putihku.
Oleh:hasiyah as-syifa

Dalam kekurangannya
Kau berdiri dengan kokohnya
Mengenalkanku pada satu per-satu aksara
Kau meluluh lantangkan suaramu
Demi kebaikan hidupku
Kau mengajariku tentang arti kehidupan
Tapi engkau seendiri belum tau apa itu arti kehidupan
Kau selalu mengingatkanku pada kebaikan
Tapi masih saja kau melakukan keburukan
Kau inginku mengerti
Malah kau diam tanpa arti.
Oleh:Al-adavia az-zahrah