Anda di halaman 1dari 39

Fraktur Clavicula

Oleh :
Meriana Puspita

PENDAHULUAN

Clavicula adalah daerah tulang yang sering mengalami


fraktur.
Letak tersering adalah di antara 1/3 tengah dan lateral.
Fraktur clavicula terjadi 5 % dari kejadian fraktur di AS.
Fraktur clavicula sering terjadi pada anak anak. Ini
bisa terjadi saat kelahiran terutama pada proses
persalinan yang sulit.
Ataupun trauma akibat tekanan yang terjadi terus
menerus

Definisi :
Fraktur hilangnya kontinuitas tulang,

tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis,


baik yang bersifat total maupun parsial
f. klavikula terjadinya suatu
diskontinuitas pada tulang klavikula

ANATOMI

Klavikula (dextra dan sinistra) tulang


pertama mengalami proses pengerasan
(osifikasi) embrio minggu ke 7 sampai usia
18 20 tahun.
tulang panjang yang tidak memiliki rongga
sumsum tulang
Klavikula tersusun dari tulang spons.
1/3 tengah ditekan oleh muskulus atau ligamen
distal sebagai insersi subklavia, kerawanan
terjadinya fraktur.
\wanita pendek, tipis, kurang melengkung dan
permukaannya lebih luas.

Otot otot dan ligamentum yang

berlekatan pada klavikula :


superior
Origo M. Deltoideus, M. Pectoralis mayor,
M. Sternokleidomastoideus
Insersio M. Trapezius
inferior
Origo M. Deltoideus, M. Pectoralis mayor,
M. Sternohyoid
Insersio M. Subklavia

Ligamentum

korakoklavikular:
Lig. Trapezoideum (bagian lateral dari lig.
Korakoklavikular) pada linea trapezoidea
Lig. Conoideum (bagian medial dari li.
Korakoklavikular) pada tuberkulum
conoideum
Ligamentum kostoklavikular

Batas anterior
M. pectoralis mayor
M. Deltoideus
M. Sternokleidomastoideus
M. Sternohyoideus
M. Trapezius

FISIOLOGI
Clavicula

sebagai pengganjal untuk


menjauhkan anggota gerak atas dari bagian
dada supaya lengan dapat bergerak
leluasa.
Clavicula membantu mengangkat bahu ke
atas, ke luar, dan ke belakang thorax.
Bagian medial melindungi pleksus
brachialis, arteri subklavia, aksila dan paru
bagian superior.

MEKANISME CIDERA
TAK

LANGSUNG
87% benturan langsung pada bahu.
6% jatuh dengan tangan terentang atau
jatuh dengan bertumpu pada tangan.
benturan disalurkan ke lengan ke sendi
bahu sendi akromioklavikular, sendi
sternoklavikular yang terfiksasi kuat
mematahkan klavikula terutama pada
bagian 1/3 tengah

LANGSUNG

trauma tumpul maupun tajam,.


trauma langsung ini tidak bergantung
pada kekuatan otot atau posisi lengan,
maka fraktur dapat terjadi pada semua
bagian dari klavikula.
Biasanya terjadi pada kegiatan olahraga,
seperti bersepeda, ski, sepak bola atau
hoki.

TRAUMA TEKANAN
Hal ini berhubungan dengan tekanan yang

terjadi terus menerus atau berulang


pada klavikula. Trauma ini melibatkan
bagian 1/3 medial klavikula, atau daerah
dekat sendi sternoklavikula. Misalnya
trauma yang terjadi pada atlit dayung dan
pendaki.

KLASIFIKASI
Klasifikasi menurut Allman dengan modifikasi oleh Neer :
Kelas I - Fraktur patahan sepertiga tengah
Kelas II Fraktur sepertiga distal
Tipe I displaced minimal / interligamentous
Tipe II - Displaced karena fraktur bagian medial ke
ligamen coracoclavicular
IIA - Kedua conoid dan trapezoid tetap terpasang
pada distal fragmen
IIB - Conoid robek atau conoid dan trapezoid robek

Tipe III Fraktur melibatkan articular surface


Tipe IV - Ligamen utuh dengan periosteum displaced
proximal fragmen
Tipe V - Comminuted

Continue

Kelas III - Fraktur sepertiga proximal


Tipe I - Minimal displacement
Tipe II - Displaced
Tipe III - Intraarticular
Tipe IV - Epiphyseal separation (biasanya
pada pasien usia 25 tahun dan usia muda)
Tipe V - Comminuted

DIAGNOSIS

Diagnosis dari fraktur clavicula biasanya didasari


dari mekanisme kecelakaan dan lokasi adanya
ekimosis, deformitas, ataupun krepitasi.
Keluhan trauma
Sulit menggerakkan tangan, mengangkat lengan
atau bahu
Nyeri tekan pada daerah klavikula.
Fraktur pada bagian tengah clavicula, pada
inspeksi bahu biasanya asimetris, agak jatuh
kebawah, lebih kedepan ataupun lebih ke
posterior.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Beberapa pemeriksaan yang dapat

dilakukan yaitu foto polos (X Ray) dan CT


Scan

X Ray

posisi AP rutin memastikan adanya


fraktur klavikula dan derajat
pergeserannya. mencakup sendi
akromioklavikular, sendi sternoklavikular,
seluruh bahu dan paru paru bagian atas.
anatomis dari klavikula fraktur 1/3
medial klavikula deformitas dan ukuran
yang akurat pada pemendekan klavikula
akan sulit terlihat pada foto polos
potongan apikal oblik akan dapat
membantu memperjelas.

CT Scan
Mungkin berguna, terutama pada fraktur

1/3 medial, untuk membedakan dislokasi


sternoklavikular dari epifisis atau pada
fraktur 1/3 lateral untuk mengidentifikasi
keterlibatan artikuler.

PENATALAKSANAAN

Penanganan awal

Identifikasi keadaan yang mengancam jiwa


evaluasi ABC
Immobilisasi ekstremitas yang sakit dengan
sling.

Penanganan umum

Antibiotik intravena fraktur terbuka


Analgesik (NSAID)
Diberikan imunisasi tetanus (bila diperlukan)

Penanganan Khusus
Fraktur sepertiga medial

non operatif
menopang lengan dalam kain gendongan
hingga nyeri mereda (biasanya 2 3 minggu
dan dilakukan latihan bahu secara aktif
Fraktur sepertiga tengah non operatif
Open Reduction bila ada pemendekan
tulang > 2 cm
Fraktur sepertiga distal Operatif

Jenis Terapi

Non operatif

Pemasangan sling selama 6 minggu.


Selama periode ini, pasien melakukan latihan sederhana untuk
bahu dan berbagai gerakan aktif siku dan tangannya.
Setelah 6 minggu, pasien mulai melakukan gerakan pasif dan
dilanjutkan dengan gerakan aktif.

Operatif

Ada dua metode fiksasi dengan open reduction :


fiksasi intermedula
pemasangan plat dan screw.

Penanganan setelah operasi dengan dipasang sling selama 2 -4


minggu.Selama periode ini dilakukan rehabilitasi dengan
tahapan seperti terapi non operatif

Non Operatif

immobilisasi. Tujuan utamanya adalah untuk


kenyamanan dan mengurangi nyeri.
Penggunaan gendongan diperlukan untuk
mendapatkan hasil sebaik mungkin dengan
menggunakan bebat angka 8, agar lebih
nyaman da mengurangi masalah kulit.

Tujuan dari berbagai cara immobilisasai

adalah sebagai berikut :


Menguatkan sendi bahu, membuat
fragmen lateral ke superior, lateral dan
posterior.
Menekan fragmen medial
Menjaga beberapa derajat reduksi fraktur
Mengajak pasien untuk menggunakan
tangan dan siku ipsilateral

Kelainan mengimmobilisasi, dapat terjadi

pemendekan dan deformits. Secara


umum, immobilisasi dilakukan selama 3
minggu. Selama immobilisasi, pergerakan
pergelangan tangan harus tetap
dilakukan.

Indikasi operatif
Absolut fraktur terbuka, adanya

pemendekan klavikula lebih dari 20 mm,


keterlibatan neurovaskular, adanya
penekanan kulit dengan potensi untuk
menjadi fraktur terbuka dan jika tidak
dapat dilakukan reduksi tertutup.

Relatif adanya pergeseran yang luas,

multitrauma, pergeseran fraktur 1/3


lateral, bahu yang mengambang atau
terangkat, timbul kelainan mendadak,
deformitas kosmetik dan keterbatasan
untuk bekerja.

Open fiksasi dapat dilakukan dengan

menggunakan :
Fiksasi plate
Ditempatkan pada klavikula sisi superior
atai pada sisi anteroinferior. Fiksasi plate
dan screw membutuhkan pembukaan
yang lebih luas daripada intramedulla, tapi
keuntungannya adalah lebih aman.
Fiksasi plate dan screw lebih sering jadi
prominen, bila ditempatkan pada sisi
superior klavikula

Pin intramedulla
keuntungan prosedur yang dipakai

cukup mudah, kerusakan jaringna sekitar


minimal dan kepuasan terhadap
penyembuhan cukup besar.
fraktur bentuk antegrade melalui fragmen
lateral dan juga pada fraktur bentuk
retrograde melalui fragmen medial.
follow up radiografi untuk memantau
adanya kemungkinan perpindahan organ.

KOMPLIKASI
1. Luka atau kerusakan pada kulit dan
jaringan lunak
2. Gangguan neurovaskular jarang terjadi
penting seperti robeknya arteri
subklavia atau cedera pleksus brakialis
cedera awal ataupun karena kompresi
sekunder dari struktur yang berdekatan
oleh kalus dan atau deformitas

3. Malunion

tulang yang patah telah sembuh dalam posisi


yang tidak seharusnya, membentuk sudut atau
miring
dapat dicegah analisis cermat sewaktu
reduksi dan mempertahankan reduksi itu sebaik
mungkin terutama pada masa awal periode
penyembuhan.
Ketahui Fragmen fragmen tulang yang patah
dan bergeser setelah reduksi sedini
dipulihkan kembali dengan reduksi berulang dan
immobilisasi, atau mungkin juga tindakan
operasi.

4. Non union
0,1 1,3% 85% fraktur 1/3 tengah.
Faktor yang mempengaruhi keparahan
trauma awal, luasnya pergeseran dari
fragmen fraktur, interposisi soft tissue,
refraktur, periode immobilisasi yang tidak
adekuat, ORIF (Open redukction and
internal fixation) primer

PERAWATAN PASCABEDAH
Rehabilitasi
Commersial strap yang berbentuk angka 8,
harus di follow up apakah sudah cukup
kencang dikencangkan secara teratur.
Anak anak <10 tahun 3-4 minggu
sampai bebas nyeri
dewasa 4-6 minggu.
Pasien dianjurkan untuk melakukan
pergerakan seperti biasa begitu nyeri
berkurang (strap/splint/sling sudah dilepas).

PROGNOSIS

Prognosis bergantung pada berat ringannya


trauma yang dialami dan bagaimana
penanganan yang tepat dan usia penderita.
anak sangat baik karena proses
penyembuhan sangat cepat
dewasa penanganan, jika penanganan baik
maka komplikasi dapat diminimalisir. Fraktur
clavicula disertai multiple trauma memberi
prognosis yang lebih buruk daripada pognosis
fraktur clavicula murni