Anda di halaman 1dari 64

1

PENDAHULUAN
Salam sejahtera untuk rekan-rekan semua. Pengetahuan mengenai

berternak tidak susah di pelajari. Apalagi saat ini, internet sudah menyediakan
semua informasi yang kita butuhkan. Syarat utama menjadi seorang peternak

khususnya yakni TEKUN. Tekun dalam semua hal. Mulai belajarnya,


memeliharanya, memanennya.

Biasakan untuk bertanya dengan Why (Kenapa?) dan What If

(Bagaimana jika). Dengan gitu, kita bisa melakukan segala sesuatu dengan
mudah karena kita tau dasar dari permasalahan tersebut dan menemukan
solusi dengan berbagai altenatifnya.
Dunia peternakan

sebagai penghasilan tetap dihadapkan dengan

masalah biaya produksi semakin lama semakin tinggi tapi harga penenan
yang fluktuatif. Kita dituntut untuk bisa mencari solusi dari masalah ini. Mulai
dari pemilihan bibit , pemilihan pakan, pemilihan cara pemeliharaan,

pemilihan sistem penjualan yang bagus dan efisien yang akan berdampak pada

minimalisasi biaya produksi. Banyak peternak khususnya pemula tanpa

perhitungan yang tepat, asal tabrak, asal beternak yang berujung merugi.
Jadilah peternak cerdas. Cerdas memilih dan mengambil keputusan. Jika
memang di lokasi tidak memungkinkan untuk beternak, mulai dari pakan

mahal, langka, bahan alternatif susah, pemasaran susah, lebih baik pilih usaha
lainnya selain beternak.

Dalam bab-bab berikutnya, akan dijelaskan tata laksana kandang yang

berdasarkan pengalaman dan teori yang telah terbukti dilapangan. Tidak

karena modus iklan suatu produk, namun benar-benar sudah dipraktekkan


oleh orang-orang sukses yang memiliki ribuan hingga puluhan ribu ayam
peliharaan selama bertahun-tahun.

Dengan demikian peternak mampu

mengikutinya dengan mudah dan sukses dalam peternakan.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

Ada empat kunci pokok dalam praktik beternak

1. MANAJEMAN PEMILIHAN BAHAN BIBIT / DOC


2. MANAJEMEN PAKAN

3. MANAJEMEN PEMELIHARAAN
4. MANAJEMEN PEMASARAN

Semua point diatas harus, wajib dilaksanakan dengan benar. Jika tidak,,

tanggung sendiri akibatnya. Pasti merugi.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

DAFTAR ISI
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... 3
BAB I. MANAJEMEN PEMILIHAN DOC ......................................................................... 4
BAB II. PERSIAPAN SEBELUM DOC MASUK ................................................................ 6

BAB III. MEMAKSIMALKAN ANTIBODY .................................................................... 12


BAB IV. PERLAKUAN SELAMA MASA STARTER, GROWER DAN FINISHER ... 14
BAB V. MEMBUAT PROBIOTIK HERBAL (ALIPH) .................................................... 21

BAB VI. HERBAL PEMUSNAH SEGALA MACAM PENYAKIT ................................ 24


BAB VII. PEMANFAATAN BAHAN LOKAL UNTUK PAKAN TERNAK................. 25
BAB VIII. PAKAN TUNGGAL ........................................................................................... 29
BAB IX. PAKAN JADI DAN KONSENTRAT .................................................................. 31
BAB X. MENYUSUN RANSUM UNGGAS .................................................................... 32
BAB XI. MOL CACING ...................................................................................................... 34

BAB XII. KANDUNGAN NUTRISI BAHAN PAKAN ................................................... 37


BAB XIII. TENTANG KUB ................................................................................................. 48
BAB XIV TENTANG JOPER ............................................................................................... 51
BAB XV ANALISA USAHA ................................................................................................ 52
BAB XVI. TANAMAN OBAT KELUARGA MURAH DAN BERKUALITAS............ 55

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

BAB I

MANAJEMEN PEMILIHAN BIBIT / DOC


Manajemen pemilihan Bibit/DOC ini jangan dianggap remeh, inilah

awalan yang harus dilakukan dengan benar. Jangan asal percaya dengan

penetas yang sudah lama berdagang, harga murah, stok banyak. Benar-benar
perhatikan pemilihan bibit berikut ini:
1. Bulu ayam kering

Bibit ayam minimal keluar dari mesin tetas 24 jam setelah menetas. Ini

dikarenakan setelah menetas ayam masih kondisi basah bulu dan akan
kering sepenuhnya setelah 24 jam. Tidak ada cangkang telur yang masih

menempel pada tubuh ayam tersebut. Pusar dibagian perut ayam (di
bawah dubur) harus sudah putus. Artinya perut ayam harus mulus hanya

terdapat bulu saja. Pusar ini biasanya berbentuk bulat kecil atau sedikit
besar berwarna hitam di bagian perut ayam. Jika ini didapati, lebih baik
masuk golongan afkir saja. Karena akan menyusahkan ketika dipelihara.
Ayam tidak kunjung besar, walaupun sudah berusia tua. Gampang

terkena penyakit, bagian perut kalo ditekan terasa keras, itu ayam tidak
akan bisa gemuk ataupun besar.

Kondisi dubur (pantat) ayam bersih, tidak ada sisa kotoran yang

menempel.

2. Sehat dan lincah

Salah satu parameter mengetahui ayam tersebut sehat, adalah dari

pergerakannya. Ayam harus kelihatan aktif mencari makan, aktif larilarian, banyak gerak.

3. Bobot standar

Bobot standar dari ayam berbeda-beda .

Kampung asli / KUB (Kampung Asli Unggul Balitnak) = 28 gram


Joper / Jowo super / kamper = 35gram

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

Broiler = 37-38gram

4. Tidak ada cacat

Kondisi ayam tidak cacat adalah semua anggota tubuh lengkap,

bentuk normal.

5. Indukan jelas

Indukan sangat penting pengaruhnya terhadap pertumbuhan anak

ayam. Indukan harus terbebas dari jenis penyakit menular seperti ND, AI,
Marek, Gumboro dll.

Seleksi indukan harus ketat. Tidak hanya tahan penyakit, tapi harus

dari indukan yang pertumbuhannya cepat, produksi telur tinggi, riwayat


konversi pakan sedikit, tahan penyakit.

Jika semua unsur positig ada di genetik indukan, maka 90% sifatnya

(gen) akan turun ke anakannya. Ini jadi salah satu nilai positif yang perlu

di pertimbangkan. Jangan sungkan menanyakan kepada penetas, tentang


Indukan ini.

Pertimbangkan sumber pembelian DOC, jangan terlalu jauh dari

peternakan kita, ini kaitannya dengan stress selama pengangkutan. Sebaik


apapun janji jasa pengiriman, pasti ada kekurangan dan keteledorannya.

Pada hakekatnya, jika Ayam hidup hanya sampai usia 21 hari ( broiler

ukuran kecil), maka tidak perlu

diberikan vaksin. Karena antibodi masih

mampu di handle oleh kuning telur yang diserap ketika usia DOC. Untuk
memaksimalkan penyerapan kuning telur, akan dibahas di bab selanjutnya.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

BAB II

PERSIAPAN SEBELUM DOC MASUK

DOC ibaratkan adalah bayi, sangat rentan kondisinya. Perlu kita

memperhatikan lingkungan sekitaran kandang dan didalam kandang itu


sendiri. Terutama untuk kandang yang sudah pernah dipakai (bukan baru).
Persiapan kandang ini minimal 1minggu. Yang perlu dilakukan adalah:
1. Pembersihan kandang

a) Bersihkan seluruh ruangan kandang dan sekitaran kandang yakni

dengan menghilangkan bekas-bekas pemeliharaan sebelumnya berupa


sekam, kotoran, sarang laba-laba. Dan mengeluarkan peralatan
kandang yang kotor.

b) Setelah benar2 sudah bersih, semprot menggunakan fastax (beli ditoko


pertanian) dengan dosis 1 kali 100 ml per tangki semprot 12 liter.
Disemprot secara basah. Bukan Cuma kabut, jadi benar2 basah. Untuk

yang beralaskan tanah, kira2 sampai meresap kedalam tanahnya.


Seluruh bagian harus disemprot dengan rata. Semprot juga sekelilih
kandang (diluar). Dari alas, pagar sampai atapnya. Untuk kandang
ukuran 3 x 5meter perlu 1 botol fastax untuk tahapan ini.

c) Tempat pakan dan minum dicuci dengan larutan disinfektan (formalin


atau byclean atau rinso atau antisep). Dengan cara melarutkan 5 ml
disinfektan dengan 1 liter air. Cuci bersih dulu tempat pakan dan
minumnya menggunakan sabun (boleh pakai sabun apa aja). Setelah

bersih, rendam alat pakan dan minum tadi kedalam larutan yang telah
dibuat selama kurang lebih 20 menit. Kemudian angkat dan bilas
dengan air bersih. Dan keringkan.

d) Setelah 3 hari dari penyemprotan, siapkan peralatan untuk brooding


(induk buatan) didalam kandang. Penjelasan tentang brooding akan di
jelaskan selanjutnya.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

e) Setelah semua siap, pada hari itu juga (kalo cukup waktu) di lakukan

penyemprotan tahap kedua, dengan dosis 1 tutup botol fastax atau


disinfektan jenis lain, dengan 1 liter air, kemudian disemprotkan

keseluruh isi kandang, termasuk kandang brooding yang telah dibuat,


tempat minum dan tempat pakan. Untuk semprot kali ini cukup
semprot kabut saja.

f) Tiga hari setelah penyemprotan kedua, doc sudah siap untuk


dimasukkan ke brooding.

2. Persiapan kandang Brooding (kandang indukan)

Kandang Brooding ini berfungsi sebagai pengganti induk ayam. Doc

membutuhkan suhu lingkungan antara 30-32o C ketika usia 0-14 hari,


selanjutnya 28-30oC sampai panen.

Lingkungan disekitar kita sulit mendapatkan suhu yang ideal

seperti itu. Maka dibantu dengan adanya pemanas didalam brooding


tersebut. Pemanas ini bisa berasal dari lampu pijar, arang, batu bara

ataupun gas elpiji. Semuanya ada kekurangan dan kelebihannya. Akan

tetapi untuk populasi diatas 500 ekor, lebih disarankan tidak mengunakan
lampu pijar jika kandang brooding tidak full tertutup. Karena prinsip

pemanasan disini adalah memanaskan udara disekitar kandang dan


didalam kandang brooding.

Kandang brooding ini sendiri terdiri dari sekat (pagar), alas,

pemanas, tempat pakan dan minum.


a.

Sekat (pagar)

Sekat atau pagar bisa terbuat dari lembaran seng setinggi 60cm,

kardus, papan dll. Fungsi utamanya adalah membatasi pergerakan


doc dan memaksimalkan penggunaan pemanas dalam kandang.

selain itu juga untuk menghalau dari predator (Pemangsa). Bentuk

kandang bervariasi, mulai dari lingkaran, ataupun segi empat.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

Semua bisa dipakai. Tidak ada patokan pastinya. Ukuran kandang


itu sendiri idealnya :
-

0-7 hari = 100ekor / m2

8-14 hari = 50 ekor / m2

15- 21 hari = 25ekor / m2


21-panen = 14 ekor/m2

Atau menggunakan satu acuan saja yakni 14kg / m2 dari usia 0panen.
b. Alas

Alas disini berfungsi sebagai pembantu penghangat doc selain

pemanas, juga sebagai penyerap air yang dibawa oleh feses doc itu
sendiri. Untuk kandang lantai (postal) alas ini bisa berupa sekam padi
yang dilapisi koran yang bisa diganti setiap hari selama 3 hari. Setelah 3

hari sudah bisa tanpa koran. Selain itu juga untuk menjaga doc agar
tidak memakan bahan alas berupa sekam yang akan menggangu

pencernaan si DOC. Selain sekam lapis korang, bisa juga menggunakan

alas karpet yang bisa diangkat setelah doc usia 7 hari. Sedangkan untuk
kandang panggung tidak perlu pakai sekam, cukup pakai koran atau
karpet selama 7 hari kemudian tanpa koran ataupun karpet.

Khusus untuk alas tanah (Bukan semen), sebelum menabur sekam

perlu ditaburi kapur mati, dimana berfungsi sebagai disinfektan juga.

Ketebalan sekam disesuaikan dengan ukuran doc, untuk permulaan


cukup dikasih 5cm saja ketebalannya, untuk selanjutnya bisa dinaikkan
menjadi 10cm ketebalannya.

c. Pemanas

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa

pemanas ini

bermacam2. Ada dari lampu pijar, arang, batubara, gas elpiji. Untuk

cakupan luas, bisa menggunakan elpiji, Merk dagang yang sering


Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

dipakai adalah gasolek dari medion, dari mensana. Cara lain


menggunakan arang kayu, dengan modifikasi tempat arang yang

sesuai kebutuhan. Kemudian menggunakan lampu pijar, per m2


membutuhkan 40 watt lampu pijar.

Pemanas ini harus dinyalakan minimal 1 jam sebelum doc masuk

ke kandang.

d. Tempat pakan dan minum

Tempat pakan bisa berupa nampan atau wadah pakan kecil yang

ada

di

toko-toko

peternakan.

Semua

ada

kelebihan

dan

kekurangannya. Sedangkan tempat minum, memakai tempat minum

yang ada dipasaran. Ukuran tempat minum disesuaikan dgn jumlah


doc.

Satu tempat pakan ukuran 1 kg yang ada dipasaran cukup untuk

10 ekor doc, untuk tempat minum ukuran 1 liter cukup untuk 20 ekor
doc.

Setelah semua point yang ada pada bab ini dilaksanakan, doc siap
untuk masuk kekandang dengan nyaman.
Kandang Brooding

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

10

Macam-macam pemanas
Minyak Tanah

Arang, Batubara

Gas Elpiji

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

11

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

12

BAB III

Pada

bab

MEMAKSIMALKAN ANTIBODI

sebelumnya,

memaksimalkan antibodi si ayam.

dibahas

mengenai

bagaimana

cara

Biasanya, doc datang dianjurkan dikasih air minum gula kemudian di

berikan makan pakan komplit dari pabrikan (voer) untuk fase starter. Cara
tersebut tidak salah, Cuma perlu modifikasi untuk memaksimalkan hasilnya.

Si DOC, ketika lahir dibekali sistem pertahanan tubuh yang luar biasa

dari Tuhan YME berupa maternal antibodi yang dititipkan melalui kuning

telur. Kuning telur ini dipakai sebagai cadangan makanan selama

dikandungan dan selama beberapa hari setelah menetas. Seperti kita tahu,
apapun yang dari Tuhan YME, pasti lebih dari segalanya yang dibuat oleh
manusia. Langsung ke caranya saja sebagai berikut:

1. Ketika doc datang, istirahatkan dahulu 1-2 jam dalam kardus doc di

lingkungan kandang (didalam atau diluar kandang) yang akan ditempati


dengan kondisi penutup dibuka boleh, tidak dibuka juga boleh.

2. Pemanas /brooder dinyalakan. Hingga suhu mencapai 32 derajat C.


3. Timbang menir jagung bersih (tanpa tumpi) sebanyak 5gram/ekor.

Jagung giling yang dipakai


harus bersih dari tumpi.
Seperti penampakan gambar
disamping.

4. Setelah 2 jam, dan suhu sudah ideal, satu persatu doc dimasukkan

kedalam kandang disertai dengan memberikan vaksin ND IB melalui tetes

mata (salah satu). Dan pastikan vaksin tersebut masuk kedalam tubuhnya

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

13

dengan ditandainya doc mengecapkan (seperti orang kepahitan)


paruhnya.

5. Setelah semua masuk kandang,

tebarkan jagung yang tadi telah

ditimbang sedikit demi sedikit kedalam kandang. 10 menit setelah di tabur


jagung, masukkan Tempat minum yang telah terisi air + probiotik herbal
30%. Maksudnya 1 liter air + 30ml probiotik herbal.

6. Taburkan jagung kedalam kandang setiap 2 jam sekali.

7. Setelah 8 jam doc masuk kandang, periksa tembolok minimal 10% dari
jumlah doc, dengan cara memegang dan sedikit memencet, harusnya
sudah penuh.

8. Setelah itu sisa jagung tadi di campur dengan voer secukupnya. Setelah
habis, ganti dengan voer (pakan pabrikan)

9. Selanjutnya doc bisa dikasih makan voer. Bisa ditaruh di tempat pakan,
bisa juga tetap ditebar di alas sampai 2 hari. Untuk minum bisa dikurangi
kadar probiotiknya hingga hanya 10% saja.

10. Kontrol suhu wajib dilakukan setiap 2 jam. Air minum wajib diganti 12

jam sekali selama usia 0-7 hari. Untuk meminimalisir munculnya


kuman berbahaya.

Tujuan dari pemberian jagung disini adalah, memaksimalkan serapan sisa

kuning telur yang dibawa DOC setelah menetas. Dengan demikian maternal
antibodi DOC akan terbentuk sempurna. Imbasnya DOC akan memiliki
ketahanan tubuh yang sangat kuat.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

14

BAB IV

PERLAKUAN SELAMA MASA STARTER, GROWER DAN FINISHER


A. STARTER (0-30 HARI atau bobot 38gram sampai 300 gram)

Kebutuhan ayam usia starter adalah pakan berprotein 21-23% dan

energi 3000 kCal/kg, suhu ideal 30-32 derajat C dan 28-30 derajat C,
lingkungan yang bersih, nyaman.

Kontrol kandang perlu dilakukan setiap saat. Tidak hanya setiap hari.

Tapi setiap 3 jam sekali. Tujuannya agar kenyamanan doc tetap terjaga dan
meminimalkan risiko stress.

Masa starter ini bisa dibilang kunci keberhasilan yang akan datang.

Standar bobot yang harus tercapai adalah minimal:


-

60 gram di usia 7 hari

120 gram di usia 14 hari


200 gram diusia 21 hari

300 gram di usia 30 hari.

Jika standar minimal tersebut dapat dicapai, besar kemungkinan masa

panen akan lebih maksimal.

Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk masa starter ini agar bobot

bisa tercapai maksimal adalah Mengusahakan si ayam mau makan sebanyakbanyaknya. Berikan variasi hijauan seperti daun pepaya atau daun singkong
(dilayukan dulu minimal 5 jam). Bisa diberikan utuh dengan digantung atau di
cacah lembut kemudian dicampur dengan pakannya.

Tidak lupa selalu saya mengingatkan probiotik herbal selalu digunakan.

Jika memang perlu memakai obat kimia, pakai saja tidak apa. Digunakan
secara bersamaan (dicampur jadi satu). Hal ini untuk memaksimalkan

penjagaan terhadap fungsi organ yang berimbas pada pertumbuhan,


ketahanan penyakit dan bobot yang akan diperolehnya.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

15

B. GROWER (31-49 HARI atau bobot 301 gram sampai 700 gram)

Masa grower atau masa pertumbuhan dan berkembang. Dimasa ini,

ayam akan lebih aktif bergerak sana sini. Terbang, berantam, maen maen dan
sebagainya. Disini lebih cenderugn pertumbuhan tulang ketimbang daging.

Kebutuhan protein akan cenderung turun. Yakni kisaran 18.5 19.5 % protein
dan 3100 kCal/kg Energi.

Pada masa grower ini, peternak bisa memodifikasi pakan yang akan

diberikannya. Bisa dengan campuran dedak halus atau jagung atau nasi aking

(nasi yang di keringkan) dengan komposisi menyesuaikan kebutuhan ayam itu


sendiri.

Pada masa grower ini, bobot yang perlu dicapai adalah


- 450 gram di usia 35 hari
- 550 gram diusia 42 hari
- 700 gram diusia 49 hari

Jika standar bobot ini bisa tercapai dengan baik, maka untuk menuju

tahap finisher tentu akan lebih mudah.

Modifikasi pakan harus didasarkan pada standar nutrisi yang

dibutuhkan si ayam itu sendiri. Tidak boleh asal murah.

Pakan Murah bukan pakan yang berharga murah, akan tetapi pakan

yang mampu diserap tubuh secara maksimal. Dalam hal ini, jumlah serat kasar
yang ada dalam kandungan bahan pakan menjadi patokan utama, semakin

kecil jumlah serat kasarnya (max 5%) maka semakin baik pula penyerapan
nutrisi pakan tersebut oleh tubuh.

Jika di daerah kita hanya tersedia bahan pakan dengan kandungan serat

yang tinggi seperti dedak halus, bekatul, bisa disiasati dengan proses

fermentasi terlebih dahulu sebelum diberikan. Bab fermentasi akan dibahas di


bab lainnya.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

16

C. FINISHER (46-PANEN atau bobot 701 gram 1 kg)

Fase Finisher ini masa akhir pemeliharaan. Pada fasa ini, dibutuhkan

jumlah protein yang lebih tinggi dibandingkan grower yakni 19.5-21% dan
energi 3100 kCal/kg.

Ibarat orang lari, ini lah masa penentu akhir. Harus bisa memanfaatkan

tenaga sisanya untuk lari sekencang-kencangnya. Dengan cara apa? Ya


dengan cara menyeimbangkan antara konsentrasi berlari, tenaga dan teknik.

Dalam beternak dapat dipraktekkan juga cara seorang pelari tersebut.

Yakni dengan cara berkonsentrasi menjaga ketahanan tubuh si ayam, menjaga

kondisi agar tidak gampang sakit, mengontrol suhu kandang, meningkatkan


asupan nutrisi, mengganti pola makan si ayam agar lebih banyak jadi daging
dari pada untuk beraktifitas. Kembali lagi ditekankan untuk penggunaan
probiotik herbal.

Bobot standar minimal yang harus dicapai ketika usia ini adalah:
-

750 gram usia 50 hari


850 gram usia 55hari

1000 gram usia 60-62 hari.

Masa-masa ini orang menganggap bahwa si ayam akan terbebas dari penyakit,
salah besar. Masa ini kembali rentan kondisi si ayam. Karena ayam ini kembali

konsentrasi kepada pematangan organ-organ tubuhnya. Risiko terserang stres


juga tinggi. dan berdasarkan pengalaman, ketika si peternak stress, was was

dengan harga panenan, si hewan ternak juga ikut terpengaruh. Maka dari itu,
peternak juga harus mampu mengontrol diri agar tidak mudah stress yang
akan berimbas pada hewan ternaknya.

D. TEKNIK PEMBERIAN JATAH PAKAN (FEED INTAKE)

Sebelumnya telah diteliti standarisasi pakan setiap usianya, hasilnya

adalah sebagai berikut,


-

0-7 hari

8-14 hari

= 10gram/ekor/hari

= 15 gram/ekor/hari

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

17

15-21 hari

= 20 gram/ekor/hari

29-35 hari

= 40 gram/ekor/hari

22-28 hari
36-42 hari
43-49 hari
50-60 hari

= 30 gram/ekor/hari
= 50gram / ekor/ hari

= 60 gram / ekor/ hari


= 70 gram/ ekor/hari

Standarisasi pakan ini tidak bersifat mengikat, dan sangat-sangat tidak

tepat jika hanya berpatokan baku terhadap standar ini. Karena meskipun
dengan merk pakan yang sama, perlakuan yang sama belum tentu akan
berhasil sama jika dikandang yang berbeda meskipun jarak antar kandang
hanya 10cm. Untuk itu perlu perhatian khusus pada jatah pakan (feed intake)
ini.

Untuk standar pakan yang dibutuhkan tidak selalu sama setiap

periodenya (bukan setiap usianya). Hal ini didasarkan pada kandungan nutrisi
yang ada pada pakan yang diberikan meskipun merk, harga, asal muasal
pakan tersebut sama.

Cara mengetahui kebutuhan pakan ayam itu sendiri adalah sebagai

berikut :

1. Timbang pakan (misalnya) 10 kg.

2. Berikan merata keseluruh tempat pakan yang ada. Catat jam ketika
memberikan pakan tersebut.

3. Cek setiap 2 jam sekali. Jika habis, ulangi lagi timbang pakan (misal) 10
kg, kemudian berikan merata ke seluruh tempat pakan.

4. Untuk sore hari, jam 17.00. timbang pakan sebanyak 2 kali dari jumlah
pakan yang ditimbang pada point 3. Air Minum Wajib full ada terus.

5. Keesokan harinya, di jam yang sama, seperti yang dicatat pada point 2,
cek, apakah pakan masih ada? Jika masih, ambil kembali pakan sisa
tersebut. Kemudian timbang sisanya.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

18

6. Jumlah pakan sebenarnya adalah : jumlah pakan yang ditimbang pada


point 1, 3 dan 4 dikurangi jumlah pakan yang tersisa.

7. Jika pada keesokan harinya sudah habis, maka jumlah pakan yang
sebenarnya adalah : jumlah pakan yang ditimbang pada point 1,3 dan 4
di tambah 20% dari jumlah pakan yang ditimbang pada point 1, 3 dan 4.
Untuk contoh perhitungannya, diurutkan sesuai penjelasan diatas :
1. Timbang 10 kg pakan.

2. Diberikan pada pukul 07.00 pada hari senin secara merata di


seluruh tempat pakan.

3. Setiap 2 jam dicek, ternyata jam 13.00 sudah habis, maka ditambah
lagi sebanyak 10 kg dan diberikan merata.

4. Ketika cek di Jam 17.00, pakan masih ada, biarkan. Kemudian

timbang lagi pakan sebanyak 2 kali point 3 yaitu 20 kg. Kemudian


diberikan secara merata. Kondisi air minum full.

5. Hari selasa jam 07.00 di lakukan pengecekan, jika masih tersisa, sisa

pakan tersebut di ambil, kemudian ditimbang, ternyata diperoleh


sisa pakan sebanyak 8 kg.

6. Maka jumlah pakan yang dibutuhkan sebenarnya adalah : (10kg +


10kg + 20kg) 8kg = 32 kg / hari/jumlah ayam yang ada dikandang.

7. Jika ternyata selasa jam 07.00 sudah habis, maka jumlah pakan yang
dibutuhkan

adalah

(10kg

+10kg+

20kg)

(10%

x(10kg+10kg+20kg)) = 40kg + 4 kg = 44kg/hari/jumlah ayam yang


ada dikandang

NB : perlu Pengulangan setiap minggunya, karena seiring dengan peningkatan


bobotnya.

Point Penting : ayam tau kebutuhannya. Bukan kita yang tau

kebutuhannya. Berikan apa yang ayam butuhkan. Maka ayam akan


memberikan kebutuhan kita.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

19

E. WAKTU TEPAT PEMBERIAN PAKAN

Setelah mengetahui berapa jumlah pakan yang dibutuhkan perharinya,

sekarang kita bahas mengenai waktu yang tepat untuk memberikan pakan.

Hal ini berkaitan dengan hasil akhirnya, apakah jadi daging atau hanya

terbuang jadi energi untuk beraktifitas. Untuk usia 0-14 hari, pakai sistem tak
terbatas, artinya ketika habis langsung diisi kembali, habis diisi kembali. Tidak

usah peduli berapa pakan yang sudah dihabiskan, asal ayam masih sanggup

untuk makan, terus saja dikasih pakannya. Sebaiknya sedikit-sedikit tapi


sering. Untuk memancing nafsu makannya.

Untuk usia 15 hari sampai panen, Waktu pemberian pakan yang tepat

yaitu pagi hari jam 7 (suhu 25-26oC) 20%, siang hari jam 11 (suhu 31-33oC)
10%, sore hari jam 15 (suhu 29-30oC) 20%. Malam hari jam 19.00 (suhu 2324oC) 50 %.

Contoh : 100 ekor ayam usia 30 hari, membutuhkan pakan total 4kg per

harinya. Maka pembagiannya adalah 800gram pagi hari ketika suhu

lingkungan 25-26oC, 400gram ketika suhu lingkungan 31-33oC, 800gram


ketika suhu lingkungan 29-30oC dan 2000gram ketika suhu 23-24oC.
F. PAKAN YANG DISUKAI AYAM

pada hakekatnya ayam adalah pemakan biji-bijian. Secara naluriah

melalui ujung paruh ayam yang terdapat sensor pendeteksi bentuk butir, akan

lebih dahulu memakan pakan yang berbentuk butiran ketimbang bentuk

tepung. Selain biji-bijian, ayam juga sangat suka dengan pakan yang cukup

basah (tidak keluar air ketika dikepal tangan). Untuk itu, bisa kita
mencampurkan pakan ayam baik itu yang berbentuk butiran (seperti bentuk
biji-bijian) dengan air tidak lebih dari 30%.

Contoh racikan yang sudah sering digunakan di farm kami adalah 5 kg

pakan + air 1.5 liter + aliph 50ml. Dicampur jadi satu, diaduk, akan
menghasilkan pakan yang basah tapi tidak keluar air jika dikepal.
Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

20

Perlu peternak tau, penambahan probiotik herbal (aliph) mampu

membuat pakan basah bertahan 3 jam lebih lama dibanding yang tidak
memakai probiotik herbal (hanya bertahan maksimal 4 jam sebelum keluar
jamur berbahaya).

G. JADWAL PEMBERIAN VAKSIN


Pemberian vaksin ini hanya optional saja ( boleh tidak dilakukan).

Dilakukan jika merasa tiadk yakin dengan kondisi ayam.


-

0 hari ( doc baru datang) = ND IB melalui tetes mata

7 hari

= Gumboro A lewat tetes mulut

35 hari

= ND clone 45 dosis 2x lipat lewat air minum.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

21

BAB V

MEMBUAT PROBIOTIK HERBAL


Pada bab ini akan di terangkan cara membuat Probiotik Herbal (ALIPH).

langsung saja menuju TKP.


Kapasitas 150 liter.
No
1.

Bahan

(Kg)

No.

Bahan

(Kg)

Kunyit

10

23

Jamur tiram

Temulawak

24

Buncis

Jahe

25

Pepaya muda

Asam jawa

26

Melon

Brotowali

27

Semangka

Daun sirih

28

Nangka matang

Kencur

29

Sere

Cacing tanah

30

Daun pandan

Nanas

31

Kayu manis

10

Kecambah

32

Mahkota dewa kering

11

EM 4

5L

33

Tape singkong

12

Vitacarm / yakult

4 Pack

34

Madu

13

Gula jawa

35

Tepung Kulit Manggis

14

Tomat

36

Kunir Putih

15

Bonggol pisang

37

Buah Sukun

16

Ubi jalar

38

Wortel

17

Daun pepaya

39

Lengkuas / laos

18

Tepung daun sirsak

40

Buah pisang

19

Tepung daun jambu biji

41

Buah mengkudu

20

Susu sapi

42

Daun Mengkudu

21

Telur ayam kampung

20butir

43

Daun Kemangi

22

daun kelor +batang muda

44

Lidah buaya+kulit

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

2 0ns
1
1L

22

Cara Membuat:

1. Rebus daun sirih, jahe, kayu manis, sere, daun pandan dan brotowali
dengan air 80 liter. Diambil airnya saja.

2. Cuci bersih cacing tanah, Kemudian diblender cacingnya dengan air


sumur.

3. Hancurkan semua bahan dengan air total 150 liter. 150 itu 65 liter air

segar dan air rebusan point 1. Kemudian masukkan kedalam reaktor.


Tetap kondisi tertutup, sampai kondisinya dingin. Asam Jawa cukup
diuleni saja. Buang bijinya.

4. Em4, vitacarm disimpan dulu. Jika bahan2 yang ada di reaktor (bisa dari

ember tertutup atau drigen atau tong plastik tertutup) sudah dingin baru
dicampurkan.

5. Setelah proses 1-3 terselesaikan dan sudah dingin kondisinya, em4 dan

vitacharm dimasukkan kedalam reaktor. Ditutup rapat, jangan sampai ada


udara yang masuk.

6. Buang gas dengan cara membuka tutup reaktor dan diaduk setiap 3 hari
sekali. Maksimal proses ke-6 ini 5menit saja.

7. Dilakukan proses fermentasi selama 21 hari.

8. Setelah 21 hari, sudah bisa digunakan. Untuk menggunakan, diaduk dulu,

kemudian diambil secukupnya, diperas, kemudian ampasnya masukkan

lagi kedalam reaktor lagi. Begitu terus sampai aliph didalam reaktor sudah
habis.

Jenis bakteri : Lactobacillus casei, saccharomyces cerevisiae, Rhodopseumonas

palustris, acidopihilus digestiva, casei immunita, bifido


defensia,

# Sebenarnya apakah manfaat aliph ini? #


Manfaatnya utama dari aliph

ini adalah menyehatkan sistem penceraan

hewan ternak, tidak hanya ayam. Semua hewan ternak. Dengan menyehatkan
Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

23

sistem pencernaan, maka akan berimbas pada maksimalnya serapan nutrisi

pakan yang akan mempengaruhi konversi pakan terhadap 1 kg daging,


meningkatnya serapan senyawa-senyawa positif yang berguna untuk tubuh

sehingga sistem kekebalan tubuh akan meningkat. Kunci hanya ada pada
pencernaan yang sehat saja, semua akan menyesuaikan untuk sehat.
Aturan pakai ALIPH:

Semua jenis hewan dalam kondisi normal hanya setiap 3 hari sekali. Jika
kurang normal /kurang sehat perlu setiap hari yang dikombinasikan dengan
herbal pada bab VI.
Dengan takaran :
-

Unggas

: 5-10 ml / liter air minum (1 tutup botol aqua)

Sapi

: 30 ml/liter air minum (3tutup botol aqua)

Kambing
Ikan

menyemprot pakan.
-

Burung

minumnya

: 15-20 ml/liter air minum ( 1,5 2 tutup botol aqua)


: 1 tutup botol / 0.5 liter air digunakan untuk
: 1 tetes (seperti tetes mata) untuk 1 tempat

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

24

BAB VI

HERBAL PEMUSNAH SEGALA JENIS PENYAKIT


Dosis : untuk 500 ekor ayam
Bahan utama:

1. Kunyit 2 ons

2. Temulawak 2 ons
3. Brotowali 2 ons

4. Daun+tangkai sirih 2 ons


5. Air 6 liter

6. ALIPH 1 liter
7. Obat-obatan

Cara membuat :

1. Cuci bersih semua bahan. Kecuali aliph dan obat-obatan. Potong kecilkecil. Kemudian Masukkan dalam panci. Tambahkan air 6 liter.

2. Rebus. Setelah mendidih, tunggu 15 menit.

3. Setelah itu di angkat, diambil airnya saja. Kemudian dinginkan.

4. Setelah benar benar dingin, campurkan 1 liter aliph dan obat2an sesuai
jenis penyakitnya dengan takaran mengikuti kemasannya.

5. Pemberian herbal ini selama 3-7 hari tergantung tingkat parah dan
tidaknya penyakit.

6. Ampas bahan nomor 1-5 bisa direbus ulang hingga 3 kali. Setelah itu di
ganti baru lagi.

7. Pemberian herbal ini setiap pagi hari. Setelah habis diganti air biasa
dengan aliph sesuai dosis dan obat2an sesuai takaran kemasan.

Sumber : Betha Sutrisno, A.Md. Bumi Ternak Klaten. Dengan Modifikasi.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

25

BAB VII

PEMANFAATAN BAHAN LOKAL UNTUK PAKAN TERNAK

Persaingan pasar global ditahun 2015 akan semakin ketat mengingat

sudah dibukanya pintu gerbang pasar Global dunia. Semua komoditas dari

luar negri dijual bebas di Indonesia dengan harga relatif murah. Mengapa

mereka bisa jual murah? Karena mereka tau cara memanfaatkan barangbarang limbah menjadi barang berharga.

Dunia peternakan sebenarnya sudah sejak lama bersaing dengan

kompetitor asing, mereka mempunya kapasitas produksi baik daging maupun

telur yang tinggi. contohnya perusahaan malaysia di jawa barat. Mampu

memproduksi 20 ton telur per harinya. Mereka mampu menjual dengan harga
dibawah standar indonesia.

Masalah ini belum berhenti sampai disitu, nilai tukar rupiah yang

semakin merosot terhadap dolar menyebabkan pakan-pakan pabrikan yang


jadi kebutuhan pokok peternak ikut melambung. Untuk itu kita sebagai
peternak harus mampu memanfaatkan bahan lokal sebagai bahan pengganti
ataupun hanya penambah pakan pabrikan.

Ikan rucah contohnya. Ikan rucah ini bagi masyarakat awam hanya

akan dijadikan keripik dengan harga murah, atau bahkan akan dibuang kelaut

lagi oleh nelayan. Padahal, ikan rucah ini adalah emas buat peternak.
Kandungan protein dan asam amino non esential nya sangat dahsyat.
Kandungan ini tidak akan rusak meskipun dimasak dengan suhu yang tinggi
(di presto misalnya).

Contoh lain adalah ampas tahu. Ampas tahu bagi masyarakat indonesia

hanya akan dijadikan tempe gembus (dijawa) atau dijadikan pakan sapi atau

kambing. Peternak ayam enggan atau jarang meliriknya karena tidak mau
ribet, juga karena gampang busuk untuk penyimpanan dalam waktu yang
Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

26

lama. Hal tersebut dikarenakan kandungan protein ampas tahu yang masih
tinggi. sekitar 23% Bahan basah.

Ada cara yang bisa digunakan untuk dapat mempertahankan

kualitasnya hingga lebih dari 1 bulan. Yaitu dengan cara fermentasi anaerob

(kedap udara) ataupun aerob (dengan udara) tergantung jenis bakteri starter
yang dipakainya. Fermentasi ini berfungsi untuk mengurai nutrisi dalam

bahan. Terutama serat kasar yang menjebak protein dan nutrisi lainnya

didalamnya. Proses fermentasi ini merobek kantung serat yang berisi nutrisi2
baik sehingga dapat di manfaatkan tubuh dengan maksimal

Bahan pakan tanpa fermentasi diibaratkann bongkahan gula batu yang

besar. Proses fermentasi diibaratkan proses menghancurkan gula batu menjadi

pecahan kecil-kecil bahkan bisa menjadi sangat kecil. Bahan terfermentasi


diibaratkan gula batu yang sudah berbentuk seperti pasir atau tepung. Bisa di
bayangkan sendiri, lebih mudah dan cepat mana melarutkan bongkahan gula
batu atau gula batu berbentuk pasir kedalam air? Tentu yang berbentuk pasir.

Ada dua proses fermentasi, yaitu fermentasi panas dan fermentasi

dingin. Fermentasi panas melalui proses pengukusan atau perebusan bahan


pakan sebelum difermentasi, sedangkan fermentasi dingin tanpa pengukusan.
Proses fermentasi sendiri sangat mudah, langsung kita akan bahas.
Bahan:
-

Em4 / ragi tape / ragi tempe / yakult :50 ml /4 kg bahan sebagai


bakteri fermentasi

Gula jawa / gula pasir : 100gr/4kg sebagai makanan untuk bakteri


agar kuat bekerja

Bahan pakan : 4kg sebagai material yang akan di urai atau akan
dipecah

Air sumur =1liter / 4 kg bahan sebagai pelarut bakteri dan gula.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

27

Alat :
-

Ember+ tutup sebagai tempat berlangsungnya fermentasi

Plastik sebagai tempat mengaduk bahan yang akan difermentasi


Kompor dan panci untuk mengukus bahan

Gelas takar untuk menakar jumlah bakteri fermentasi.

Contoh aplikasi
Bahan :
-

Jika em4 = 50ml, jika yakult = 2strip, jika ragi tape atau tempe = 3 butir
dihancurkan. Pilih salah satu saja.

Gula jawa / gula pasir 100 gram.


ikan rucah segar = 4 kg
air sumur 1 liter.

Alat : seperti di atas.


Proses pembuatan:
-

Siapkan bakteri starter

Larutkan gula jawa/pasir dengan 1 liter air. Kukus ikan rucah selama
15 menit dari air mendidih. Jika fermentasi panas. Hancurkan ikan
rucah dengan blender. Jika fermentasi dingin, langsung dihancurkan
tanpa dikukus dulu.

Jika dikukus, dinginkan dahulu sampai benar benar dingin setelah di


blender.

Setelah Benar-benar dingin kemudian larutkan bakteri starter kedalam


larutan gula tadi.

Kemudian campurkan secara merata larutan tersebut dengan ikan

rucah dingin yang telah diblender. Setelah tercampur rata, masukkan


seluruh bahan kedalam ember. Kemudian tutup rapat. Dibagian tutup,
di isolasi 3 lapis.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

28

Proses fermentasi maksimal 3 hari. Jika lebih , akan merusak nutrisi


bahan pakan.

Setelah 3 hari, bahan pakan di jemur agar bisa disimpan lama, atau

bisa juga tetap di dalam ember namun ,hanya diambil sebagian ketika
mau mencampur ke pakan , dalam penyimpanan harus tertutup rapat.
Ciri-ciri berhasil : Bau harumanis, tidak ada belatung, bau khas tape.
Untuk fermentasi ampas tahu, sama caranya, hanya saja perlu diperas dulu
untuk mengurangi kadar airnya

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

29

BAB VIII

PAKAN TUNGGAL
By. Betha Sutrisno, A.Md
Di dunia ini tidak ada yang namanya makanan atau pakan untuk ternak
maupun untuk manusia yang bersifat Tunggal, hanya satu jenis saja. Tidak ada
makanan yang mengandung protein hewani sekaligus protein nabati dan tidak

ada bahan pakan yang komplit, memuat semua parameter makanan bermutu
dalam satu jenis saja.

Bahan pakan itu sling melengkapi antara protein ,EM, fat SK, Ca dan P, dalam

formula tertentu untuk target tujuan tertentu pula menurut standart baku

yang sdh di akuhi oleh khalayak umum. Makanya ada criteria bahan pakan
sumber protein, sumber karbohidrat, sumber mineral vitamin. Semua itu
terpisahkan pada bahan pakan yang berlainan jenisnya.

Yang berbeda pemahaman adalah pada prosentase kegunaan, yang terkedang

menyalahi rumusan teori ilmiah. Dan ini boleh saja , yang menentukan baik
dan buruknya adalah hasil akhir yang di capai, produktivitas telur atau daging,
tinggal di perbandingkan,bagusan mana.

Inilah hakekat ilmu praktek, ilmu terapan, ilmu tepat guna.teori tetap

sebagai landasan berpijak dalam mengambil suatu tindakan ,tapi keilmuan


teori ini dia, sifatnya tidak mengikat, harus seperti itu atau kudu sama persis
dengan teori.

Pelaku pelaku keilmuan praktek inilah yang terkadang , mencetuskan

keilmuan baru,sebagai pioneer lahirnya perubahan teori keilmuan baru. Ndak

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

30

usah di perdebatkan, lihat dan perhatikan saja dengan hasil akhir pada
produktivitasmakin turun atau makin naik..

Kembali ke pakan tunggal,missal gini, tepung ikan itu adalah sumber bahan

pakan yang bagus dan bermutu, lengkap parameter makanan bermutu ada
padanya. Tapi apa mungkin dia di jadikan pakan tunggal ?Saya rasa ndak

mungkin, memang ternak tetap hidup dan bertumbuh, tapi kan sayang karena
t. ikan sebagai sumber protein, maka jika di berikan sebagai pakan
tunggal,maka kekurangan karbohidrat,meski dalam t ikan sudah ada, akan di

peroleh dengan mengubah protein yang berharga mahalmenjadi karbohidrat


yang berharga murahini pemborosan dalam peternakan.

Begitu pun daun turi, alfalfa, azolla, enceng gondok, tidak bisa difungsikan
sebagai pakan tunggal, meski betapa bagusnya makanan tersebut.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

31

BAB IX

PAKAN JADI DAN KONSENTRAT


Sering terjadi simpang siur di lapangan. Orang menyebut voer dengan

sebutan sentrat. Padahal voer adalah pakan jadi.

Perbedaan pakan jadi dan konsentrat yaitu :


-

Pakan Jadi : Campuran bahan pakan yang memiliki kandungan


nutrisi pas sesuai dengan kebutuhan ayam setiap fasenya. Pakan

jadi ini bisa langsung diberikan kepada ayam tanpa penambahan


bahan lagi. Biasanya dibuat dalam bentuk butiran atau crumble

atau voer (baca vor). Merk dagang yang beredar dipasaran antara
lain B11, B11S, Gold Coin 201 SP, BR1 Comfeed dll.
-

Konsentrat / sentrat : campuran bahan pakan sumber protein yang


memiliki kandungan protein sangat tinggi. biasanya proteinnya

diatas 32%. Sehingga perlu penambahan bahan-bahan lain seperti


sumber energi, sumber mineral dll. Merk dagang yang ada di

pasaran adalah untuk pedaging K12, 112 dll sedangkan untuk


petelur 114, 124 dll.

Perbedaan ini harus diperhatikan dengan benar. Karena ini juga akan
menentukan ketepatan dalam menyusun ransum.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

32

BAB X

MENYUSUN RANSUM AYAM


Ransum adalah susunan bahan pakan untuk dijadikan pakan siap saji

dengan kandungan lengkap sesuai kebutuhan ayam . Seperti pada pembahasan


sebelumnya, kebutuhan nutrisi ayam kampung pada tiap fase berbeda.
Kandungan serat kasar pada pakan ayam maksimal 5%. Kebutuhannya Yaitu
-

Starter : CP (protein kasar) 21-23% dan EM (energi Metabolishm)


3000 kCal/kg

Grower: CP 18.5 19.5 % dan EM 3100 kCal/kg


Finisher : CP 19.5-21% dan EM 3100 kCal/kg

Kebutuhan kebutuhan ini mutlak harus terpenuhi. Itu adalah nilai

minimal. Jadi harus dipenuhi. Apa imbasnya jika tidak terpenuhi?


1. Pertumbuhan Lambat

2. Pakan Jadi boros karena Feed Intake meningkat

3. FCR (konversi pakan menjadi 1 kg daging) jebol.


4. Rugi besar besaran.
5. Rentan sakit

Apa yang harus diketahui untuk menyusun ransum?


1. Kebutuhan nutrisi setiap fasenya

2. Kandungan nutrisi bahan pakan yang akan dipilih. Syukur hasil lab
sendiri.

3. Ketersediaan bahan yang melimpah dan kontinu


4. Harga terjangkau.

5. Tidak saling berebut dengan kebutuhan pokok manusia


6. Kandungan Serat Kasarnya rendah.

7. Keseimbangan nutrisi hewani dan nabati harus dipertimbangkan.


Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

33

Untuk menghitung dengan cara yang sangat mudah, bisa dilakukan

dengan langkah sebagai berikut:

1. Siapkan kalkulator di handphone atau kalkulator apa saja,

2. Tentukan komposisinya, misal bekatul 10 kg, jagung 10 kg, tepung ikan


protein 60 10 kg.

3. Masukkan angka dalam kalkulator dengan rumus = {(kg bahan 1 x Cp

bahan 1)+ (kg bahan 2 x Cp bahan 2)+ hingga bahan terakhir} dibagi
jumlah kg bahan keseluruhan. Untuk persoalan diatas maka masukkan

dalam kalkulator = {(10x10) + (10x8.5)+(10x60)}/ (10+10+10) = 785/30


= 26,16%

4. Untuk menghitung EMnya caranya sama, yaitu {(kg bahan 1 x EM bahan


1)+ (EM bahan 2 x EM bahan 2)+ hingga bahan terakhir} dibagi jumlah

kg bahan keseluruhan. Untuk persoalan diatas, didapatkan EM sebesar


2636 kCal/kg.

5. Penambahan mineral pada ransum sebanyak 2% dan premix 1 % dari


total ransum yang akan dibuat, mineral dan premi tetap masuk kedalam
hitungan kg bahan keseluruhan, walaupun tidak mengandung protein
dan energi.

Selamat mencoba

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

34

BAB XI

MOL CACING
Hasil penelitian terhadap cacing tanah menyatakanbahwa cacing tanah

memiliki senyawa aktif yang mampu melumpuhkan


khususnya Eschericia coli berlebih penyebab diare.

bakteripatogen,

Dari hasil laboratorium cacing tanah mengandung :


Tabel 1. Kandungan yang ada dalam cacing
Protein

68%

Treonin

3.28%

Asam glutamat
Lisin

Glycine

8.98 %

5.16%

3.54%

Cacing tanah adalah hewan yang telah hidup dengan bantuan sistem

pertahanan mereka sejak fase awal evolusi, oleh sebab itu mereka selalu dapat
menghadapi invasi mikroorganisme patogen di lingkungan mereka. Penelitian

yang telah berlangsung selama sekitar 50 tahun menunjukkan bahwa cacing

tanah memiliki kekebalanhumoral dan selular mekanisme. Selain itu telah

ditemukan bahwa cairan selomcacing tanah mengandung lebih dari 40

protein dan pameran beberapa aktivitas biologis sebagai berikut: cytolytic,


proteolitik, antimikroba, hemolitik, hemagglutinating, tumorolytic, dan

kegiatan mitogenic. Cacing tanah ini juga mengandung asam amino yang
sangatttttttttttt tinggi. cacing ini ibarat emas tergeletak yang dikesampingkan.

Cacing tanah baik untuk semua makhluk hidup. Manusia, hewan dan

tumbuhan. Tidak hanya cacingnya, sampai kekotorannya juga bagus untuk

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

35

tumbuhan dan hewan. Untuk diaplikasikan ke hewan, bisa dibuat MOL (Mikro
Organisme Lokal) dulu.
Bahan :
-

Cacing Tanah (sembarang yang penting cacing tanah) 1 kg


Air Kelapa (tua atau muda bebas) 20 liter
Gula Merah 1 kg

Cara Membuat:
-

Cuci cacing dengan air mengalir. Tujuannya untuk memisahkan


kotorannya dan tanahnya.

Rebus air 1 liter. Jangan sampai mendidih, hanya sampai terdengar

suara kemrengser di dinding-dinding panci, kemudian masukkan cacing


tanahnya, tunggu sangat sebentar, langsung dimatikan.
-

Kemudian diblender bersama dengan airnya.

Rebus gula merah dengan air 1 liter sampai cair.

Campur jus cacing dan gula merah cair dengan 20 liter air kelapa

Masukkan semuanya kedalam ember. Tutup rapat-rapat,,, ingat sangat


rapat.

Diperam minimal 14 hari.

Setelah 14 hari jika aromanya seperti tape, harum manis, tidak ada
belatung berarti berhasil dan siap digunakan.

Penggunaan:

a. Untuk Hewan

Campurkan dengan air minumnya atau dengan pakannya. Dengan

komposisi 1 liter air + 1ml mol cacing. Untuk usia 1-30 hari.
Kemudian ditambah dosisnya menjadi 2ml/liter air untuk usia 31-60
hari. Untuk usia Selanjutnya 3ml/liter air.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

36

b. Untuk Tanaman

Campurkan 1ml / ml air untuk penyemprotan tanaman, dimulai dari


usia bibit, 1 hari pasca tanam, dan diulang setiap 3minggu.

Lihat hasilnya.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

37

BAB XII

KANDUNGAN NUTRISI BAHAN PAKAN


BY. BETHA SUTRISNO

No

1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.
9.
10.

Nama
Bahan
Hijauan
Rumput
gajah
Silase
rumput
gajah
Rumput
lapangan
Rumput
Brach
brizantha
Rumput
Brach
decumbens
Digitaria
decumbens
Setaria
sphacelata
Andropogon
nodosis
Rumput
benggala
Stylosanthes

11. Centrosema
Des.
12.
Nusitatum
Rumput
13.
kumpai

B.K.
(%)

PrK.
(%)

S.K.
(%)

18,98 10,19 34,15

Lemak
(%)

Abu
(%)

BETN
(%)

1,64 11,73

42,29

Ca
(%)

P
(%)

6,20 44,74

2,65 11,54

34,87

35,41

6,69 34,19

1,78

9,70

47,64

18,21 11,01 34,12

1,18 10,12

43,57

16,98 11,42 27,00

2,14 10,78

48,66 0,29 0,60

15,82 12,72 37,97

1,76

9,34

38,22

13,95 12,67 34,95

1,99

9,60

40,79

0,68

5,12

51,27 0,63 0,17

3,54 39,39

18,37 27,40

3,81 13,08

37,34

18,80 16,62 36,45

1,59

7,06

38,28

19,27 19,61 35,54

1,20

8,22

35,43

13,19 18,53 31,77

3,06 10,14

36,50

31,04 11,49 33,67

2,18

45,73

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

6,93

38

14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Rumput
sungai
Alang-alang
campuran
Rumput
kering
Rumput
kering +
jerami
Molases
grass
Daun petai
cina
Tp. Daun
petai cina
Daun turi*

22. Jerami padi


Daun
23.
singkong*
Batang
24.
singkong
Batang dan
25. daun
singkong
Daun
26. gandum
merah
Daun
27. gandum
putih
Batang
28. gandum
putih
Batang
29. gandum
merah
30. Daun tebu*

9,05 38,26

1,48

9,32

41,89

17,14

8,36 37,74

1,80

6,58

45,52

8,49 31,09

1,41

9,10

49,91

5,80 31,55

1,20 16,53

44,92

17,18

8,68 33,94

2,11 11,40

43,87 0,88 0,72

30,58 11,94

3,50

7,79

46,01

48,07 11,95

6,13

9,32

24,53

23,48

9,38

3,51 10,10

53,53

3,93 32,99

0,87 22,44

39,77

20,35

8,95 30,92

1,46 10,74

47,93 0,67 0,36

13,40

1,75 23,49

1,32 10,43

63,01

23,31

3,98 33,29

1,59 49,79

11,35

30,57

5,83 30,82

2,59

9,51

51,25

29,49

6,16 29,87

2,89

9,05

52,03

13,83

0,84 34,66

0,62

3,67

60,21

16,72

0,92 34,56

1,04

6,93

56,55

27,92

5,65 35,82

1,44 67,77

49,32

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

39

Daun +
batang tebu
32. Batang sagu
31.

15,34

5,75 49,23

1,53 11,25

40,54

37,28

0,84

5,19

0,28

7,63

86,06

33. Galih sagu

0,41

7,33

0,25

7,20

84,81

34. Serat galih

0,99 14,47

0,33

7,00

77,21

35. Murbei
Kepompong
36.
ulat sutera
37. Sintrong

18,25 15,78

4,83 14,24

46,90

60,11

5,72

19,20 10,41

4,56

18,25 15,78

4,83 14,24

46,90

38. Kecubung
8,61 31,55 12,16
Tangki
39.
32,02 9,35 38,16
Tanda
*Bahan diterima dalam bentuk kering

4,89 14,58

36,82

1,44

46,28

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

4,77

40

B.K.
(%)

PrK.
(%)

S.K.
(%)

Lema
k
(%)

Abu
(%)

BET
N
(%)

Ca
(%)

P
(%)

87,08

7,68

3,78

2,72

1,65

84,17

1,10

0,41

Jagung putih

88,79

9,64

0,82

3,69

1,58

84,27

1,00

0,44

Jagung ayakan

88,31

10,92

0,78

3,13

1,64

83,53

0,63

0,83

Tepung jagung

87,27

9,91

2,45

4,64

4,06

78,94

2. Onggok

85,69

1,55

10,44

0,36

1,03

86,62

3. Beras merah

82,29

9,36

1,31

1,62

1,82

85,89

Gabah

88,75

7,85

10,97

1,05

6,47

73,66

0,55

0,59

Menir

88,95

9,12

1,57

24,96

1,97

62,38

Menir dan gabah

87,05

9,78

1,18

24,75

4,12

60,17

Dedak kasar

85,65

12,99

13,82

9,00

10,88

54,31

Dedak halus

89,61

15,88

8,54

9,11

9,75

56,72

91,34

38,65

7,59

14,42

9,04

30,30

N
o

Nama Bahan
Penguat

1. Jagung kuning

4. Kacang kedelai (merah)

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

41

Kacang kedelai disanggrai

92,55

30,65

8,14

13,65

6,83

40,73

Kacang kedelai dikukus

93,16

39,81

6,47

16,23

11,18

26,31

Kadang kedelai (hijau)

90,05

37,86

5,37

21,39

11,23

24,15

Kacang kedelai (hitam)

91,59

35,64

6,35

12,27

8,78

36,96

Tepung kacang kedelai

89,50

31,71

6,78

12,52

6,86

42,13

Bungkil kacang kedelai

88,61

46,27

8,62

14,98

8,20

21,93

ikutan pengolahan kedelai

90,94

20,56

2,21

6,48

7,97

62,78

87,79

27,37

3,88

1,48

3,71

63,56

Kacang hijau sanggrai

88,73

24,34

5,79

1,54

8,26

60,07

Tepung kacang hijau

84,87

25,31

6,40

0,70

4,91

62,68

86,29

28,96

4,45

4,84

4,52

57,23

85,49

29,16

6,01

1,30

6,21

57,32

7. Kacang Tolo

88,88

42,33

7,18

1,45

3,92

45,12

8. Jawawut

91,63

12,16

9,59

2,52

3,53

72,20

9. Bungkil kacang tanah


10
Bungkil kelapa
.

88,84

31,37

6,26

11,36

6,25

44,76

90,69

23,40

13,39

15,49

6,58

41,14

5. Kacang hijau

6. Kacang merah
Tepung kacang merah

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

1,06

0,78

0,92

0,73

42

Bungkll kelapa gebleg

89,66

19,76

13,00

71,66

6,46

49,12

Bungkil kelapa keripik

91,34

19,44

12,51

11,16

6,58

50,31

Bungkil kelapa sawit

92,94

14,78

11,57

21,87

2,78

49,00

Ampas kelapa

91,05

12,17

15,12

31,38

5,00

90,46

32,36

4,70

15,65

94,93

23,47

14,56

90,08

35,14

87,62

0,79

0,85

36,33

0,53

0,24

7,11

40,18

1,00

0,50

6,64

4,36

50,97

11,96

6,56

2,66

43,68

35,05

16,59

4,85

4,50

39,01

89,98

1,80

30,87

1,00

4,36

61,97

88,08

3,55

31,44

1,35

7,72

55,94

Tepung terigu

88,20

11,55

1,40

2,80

9,36

74,89

Dedak terigu halus

87,39

18,26

6,94

4,72

4,42

65,66

Dedak terigu kasar

89,29

16,69

9,91

3,54

4,96

64,90

82,52

3,06

10,31

86,63

87,74

10,03

1,82

2,61

82,54

11
Bungkil kacang pure
.
12
Biji lamtoro
.
Tepung biji lamtoro
Tepung biji lamtoro sanggrai
13
Gandum putih
.
Gandum merah

14
Tetes
.
15 Sorghum

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

0
3,00

43

.
16
.
17
.
18
.
19
.
20
.

21
.
22
.
23
.
24
.

Bulgur

90,65

12,86

1,52

1,41

1,65

82,56

Ampas Bir

95,80

33,74

19,15

6,06

3,98

37,07

Ampas tahu

97,10

24,56

23,58

10,13

3,51

38,22

Urea (N)

41,61

Ikan teri

95,13

44,98

1,05

7,55

41,78

4,64

7,11

4,85

Tepung ikan

89,74

49,03

5,66

4,71

35,51

5,09

11,28

2,76

Tepung ikan teri

89,80

37,82

0,68

6,52

22,64

32,34

5,52

3,32

Tepung kepala ikan

92,25

40,83

1,78

10,31

35,01

12,07

13,24

6,33

Tepung mujair

92,33

33,62

0,61

13,70

35,19

16,88

10,81

4,83

Tepung darah

89,22

80,31

5,07

0,76

7,90

5,96

0,93

0,29

Tepung kepala udang

88,68

32,35

21,42

0,80

39,13

6,30

16,34

2,83

Tepung Ebi

86,63

32,08

21,03

0,76

39,35

6,78

17,70

2,48

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

44

25
Siput
94,83 13,47
7,81
1,03 52,14 26,23 41,95 0,09
.
26
Tepung Kerang
94,93
2,08 20,56
0,07 60,74 16,55 54,66 0,02
.
27
Kulit kodok
91,77
8,20
0,71
2,27 14,33 74,49
4,06 2,81
.
Tepung kodok
92,42 59,42
0,77
7,12
0,86 31,83
7,41 3,04
28
Bia telaga
95,13 15,27 17,19
0,69 50,39 16,46
.
Bia sawah
97,09 11,60 29,85
0,72 46,62 11,21
29
Skim Milk
92,21 36,53
0
1,14
8,40 54,93
2,19 0,32
.
30
CSM
90,85 18,00
1,33
2,14
4,52 74,01
.
31
Tepung bekicot + kulitnya
97,54
5,11
9,24
0,32 58,70 26,63
.
B.K. = Bahan kering
S.K. = Serat kasar
PrK. = protein kasar
BETN = Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen
Sumber : Laporan Khusus No.3 Lembaga Penelitian Peternakan, Bogor, 1976. (Lih. Daftar Kepustakaan, no. 19, hlm.
171)

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

45

Daftar Analisis Kadar Bahan Baku Pakan Ternak Unggas


(sumber: Bambang Agus Murtidjo, 1989)
Protein Lemak Serat Kasar Energi Metabolis
Bahan Baku Pakan Unggas
(%)
(%)
(%)
(Kcal/kg)
BAHAN BAKU BUTIRAN
Jagung

9,0

3,8

2,5

3.430

Sorgum

11,0

1,9

3,4

3.040

Gandum

11,9

1,9

2,6

3.000

Kacang hijau

24,2

1,1

5,5

2.900

Kacang kedele

37,0

17,9

5,7

3.510

Kacang tanah

30,0

48,0

2,8

5.700

Kacang gude

22,3

1,7

0,5

2.950

Biji karet

17,5

23,7

5,2

Biji kecipir

29,8

15,0

5,5

10,2

7,9

8,2

1.630

BAHAN BAKU TEPUNG


Bekatul

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

46

Dedak gandum

11,8

3,0

11,2

1.140

Tepung bulu unggas

86,5

3,9

0,4

3.047

Tepung ikan

53,9

4,2

1,0

2.640

Tepung daging bekicot

60,9

7,0

4,5

3.010

Tepung rese

33,21

4,4

18,3

2.900

Molase

5,4

1.960

Tepung tulang

12,0

3,0

2,0

Tepung darah

80,1

1,6

1,0

2.850

Tepung gaplek

1,5

0,7

0,9

2.970

Tepung daun ubi kayu

29,0

4,8

21,9

1.300

Tepung daun lamtoro

23,2

2,4

20,1

1.140

Tepung daun pepaya

23,5

9,1

11,3

1.230

Tepung daun turi

31,7

1,9

22,4

1.230

Susu bubuk

35,0

1,2

0,2

2.510

20,5

6,7

12,0

1.540

BAHAN BAKU PILIH


Bungkil kelapa

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

47

Bungkil kedele

41,7

3,5

6,5

2.240

Bungkil kacang tanah

40,2

6,0

7,6

2.200

Bungkil biji kapok

27,4

5,6

25,3

1.500

Minyak ikan

8.180

Minyak kedele
Minyak kelapa

8.950

BAHAN BAKU CAIR

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

8.950

48

BAB XIII

TENTANG KUB
Kegiatan seleksi untuk mendapatkan ayam kampung unggul petelur,

telah diawali sejak tahun 1997/1998 dengan cara mengambil calon bibit dari

berbagai daerah di Jawa Barat yang meliputi Jatiwangi-Majalengka, Depok,


Bogor dan Cianjur. Calon bibit ayam kampung tersebut, dipelihara secara
intensif

di kandang percobaan Balitnak Ciawi. Perkawinan dilakukan dengan

teknik kawin suntik (IB) yang diikuti dengan recording Yang ketat untuk

menghindari terjadinya inbreeding. Selama periode pemeliharaan, diberikan


pakan standar yang sesuai dengan kebutuhan gizi ayam kampung.

Seleksi yang dilakukan terhadap induk-induk ayam kampung meliputi

produksi telur dan sifat mengeram. Pada induk ayam yang mempunyai sifat

mengeram lama dan sering, dilakukan pengafkiran (culling). Seleksi juga


dilakukan pada ayam pejantan dengan memeriksa kualitas spermanya.

Seleksi, dari generasi ke-1 sampai generasi ke-6 dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut:

1. Produksi telur ayam pada setiap generasi diamati selama enam bulan,

kemudian dilakukan seleksi individu pada ayam yang mempunyai ratarata produksi telur 50% terbaik dan memiliki sifat tidak mengeram.

2. Hasil seleksi tersebut disebut G1 (generasi 1) yang kemudian


diperbanyak untuk menghasilkan Fl.

3. Evaluasi produksi telur pada F1 j uga dilakukan selama 6 bulan dan


diseleksi dengan kriteria seleksi yang sama untuk menghasilkan G2 dan
seterusnya sampai G6 (generasi 6).

Seleksi dalam pembentukan ayam kampung unggul yang kini disebut

sebagai Ayam KUB (Ayam Kampung Unggul Badan Litbang) telah dilakukan
Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

49

selama enam generasi, dimana satu generasi memerlukan waktu selama 12-18
bulan.

B. Karakteristik dan Keunggulan Ayam KUB petelur

Warna bulu beragam, seperti ayam kampung pada umumnya.


Bobot badan umur 20 minggu: 1.200-1.600 gram.
Bobot telur: 35-45 gram.

Umur pertama bertelur lebih awal (20-22 minggu).

Produktivitas telur lebih tinggi (160-180 butir/ekor/tahun).


Produksi telur (henday): 50%.

Puncak produksi telur: 65-70% dan Lebih tahan terhadap penyakit.

Proses seleksi ayam kub tipe pedaging hanya melanjutkan dari proses seleksi tipe
petelur, setelah mendapatkan G6, kemudian disilangkan kembali dengan ayam
jenis besar, bisa dari sentul, dari mana aja dengan syarat ayam tersebut telah
memiliki jalur murni.

Karakteristik dan keunggulan ayam kub pedaging hampir sama dengan petelur,,
yaitu :
-

Warna Bulu beragam seperti ayam kampung pada umumnya


Bobot badan usia 10 minggu : 900 1000 gram
Lebih tahan penyakit

Lebih tahan pergantian kondisi lingkungan


Pertumbuhan seragam.

Jika di besarkan dan di buat petelur, mulai bertelur pada usia 6 bulan,
Jumlah produksinya per periode bertelur bisa mencapai 25 butir baru
mengeram.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

50

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

51

BAB XIV

TENTANG JOPER
Pada mulanya, joper diciptakan untuk mendukung program pemerintah

tentang pangan. Pemerintah menginginkan adanya ayam kampung dengan


pertumbuhan yang sangat cepat yang mampu menyaingi pertumbuhan broiler.

Dahulu, joper diciptakan tidak hanya melalui satu jalur saja ( Betina ras X

jantan bangkok). Akan tetapi melalui banyak seleksi juga seperti seleksi ayam
KUB. Namun seiring perkembangannya, dan permintaan yang melimpah akan
tetapi harga tidak stabil, maka para breeder mengambil langkah cepat dengan
cara menyilangkan ras petelur Final Stock dengan jantan bangkok.

Dominan warna yang didapat adalah putih dan coklat ayam ras. Didaerah

tertentu harga joper lebih rendag dibawah harga ayam kampung asli.

Sebenarnya itu hanya permainan bakul / tengkulak saja, padahal mereka


menjual tetap dengan harga ayam kampung.

Kekurangan dari joper ini adalah ketidak rataan pertumbuhannya, rentan

penyakit, cukup manja, bulu dominan tidak seragam, harga relatif lebih rendah
ketimbang ayam kampung asli. Sedangkan kelebihannya mampu panen dengan
bobot 0.85-0,9 di usia 60 hari, jumlah sangat banyak.
DOC JOPER

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

JOPER SIAP PANEN

52

BAB XV

ANALISIS USAHA
Perhitungan ini diasumsikan untuk 100 ekor dengan kandang lantai

(postal), dinding setinggi 3meter terbagi menjadi 1,5 meter bata dan 1,5 meter
pagar bambu.
A. KUB

Investasi

80.000/m2 x 7,14m2

572000

- Penyusutan Kandang

5% x Biaya Investasi

27000

- DOC

6000/ekor x 100

600000

- Sekam

200/ekor x 100

20000

PENGELUARAN TETAP
BIAYA TIDAK TETAP
- Jamu

- Listrik

- Pemanas

- Vaksin ND IB

- Vaksin Gumboro A

- Vaksin ND Clone 45

- Pakan Starter @0,38kg


- Pakan Grower @1,1kg
- Pakan Finisher@0,9kg
- Tenaga

500/ekor x 100

300/ekor x 100
300/ekor x 100
50 / ekor x 100
80/ekor x 100

120/ekor x 100

50000
30000
30000

5000
8000

12000

7000/kg x 0,38 x 100

266000

5800/kg x 0,9 x 100

522000

6200/kg x 1.1 x 100


200/ekor x 100
TOTAL

PEMASUKAN

Asumsi Bobot 0.9 kg


Kematian 2%

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

682000
20000

Rp. 2.254.000

53

Harga Panen 29000/kg


Maka

Total Pemasukan
SISA

= 0,9 * 98ekor * 29000

2.557000

= 2.254.000 2.557.000

303800

Investasi

80.000/m2 x 7,14m2

572000

- Penyusutan Kandang

5% x Biaya Investasi

27000

- DOC

5000/ekor x 100

500000

- Sekam

200/ekor x 100

20000

B. JOPER

PENGELUARAN TETAP
BIAYA TIDAK TETAP
- Jamu

- Listrik

- Pemanas

- Vaksin ND IB

- Vaksin Gumboro A

- Vaksin ND Clone 45

- Pakan Starter @0,525kg

- Pakan Grower @1,05Kkg


- Pakan Finisher@0,625kg
- Tenaga

500/ekor x 100
300/ekor x 100

300/ekor x 100
50 / ekor x 100
80/ekor x 100

120/ekor x 100

50000
30000
30000

5000
8000

12000

7000/kg x 0,525 x 100

367000

6000/kg x 0,625 x 100

375000

6300/kg x 1.05 x 100


200/ekor x 100
TOTAL

PEMASUKAN

Asumsi Bobot 0.9 kg


Kematian 5%

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

661500
20000

Rp. 2.078.000

54

Harga Panen 27000/kg


Maka

Total Pemasukan
SISA

= 0,9 * 95ekor * 27000


= 2.308.500 2.078.000

2.208.000
230500

Perhitungan ini tidak baku. Bisa berubah..

Kebutuhan Ayam Kampung Asli didaerah-daerha masih sangat tinggi, hal ini
dikarenakan masih sedikit penyedia doc ayam kampung asli ini. Menjadi bisnis

yang berpeluang besar. Apalagi mampu menembus restoran-restoran. Dimulai


dari mensuplai 3 ekor per hari sampai 3000 ekor perhari.
Selamat mencoba

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

55

BAB XVI

TANAMAN OBAT KELUARGA MURAH BERKUALITAS

Kita sering kali menyepelekan keberadaan tanaman-tanaman obat yang

ada disekitar kita. Kenapa? Karena dianggap kuno, rumit, tidak cepat reaksinya.

Padahal proses yang lama dari prnyembuhannya itu mempengaruhi juga hasil
akhirnya yang akan bertahan puluhan kali lebih lama dibandingkan obat kimia.

Seperti kita tahu, pemberian obat-obatan kimia akan menyebabkan kerusakan


pada pankreas. Hal tersebut tentu akan merugikan baik peternak ataupun
hewan ternaknya.

Ramuan herbal adalah obat tradisional yang dikenal sebagai jamu,

terbuat dari bahan alami terutama tumbuhan dan merupakan warisan budaya
bangsa yang telah digunakan turun temurun secara empirik. Ramuan tanaman
obat (jamu) ini, selain untuk konsumsi manusia dapat juga digunakan untuk
ternak (Zainuddin, 2010).
Ramuan tanaman obat pada umumnya dikonsumsi oleh manusia untuk

tujuan menjaga kesehatan atau sebagai pengobatan beberapa penyakit tertentu.

Sejak krisis moneter yang terjadi di Indonesia sampai saat ini harga obat-obatan
untuk ternak (buatan pabrik impor) sangat mahal, sehingga tidak terjangkau
oleh para petani ternak, khususnya peternak dalam skala menengah ke bawah.
Oleh

karena

itu

peternak

berupaya mencari alternatif lain dengan

memanfaatkan beberapa tanaman obat sebagai obat tradisional yang disebut


jamu hewan yang dapat diberikan dalam bentuk larutan melalui air minum dan

atau dalam bentuk simplisia (tepung) yang dicampur kedalam ransum sebagai
feed additive (Zainuddin, 2010).

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

56

Ramuan herbal terdiri atas beberapa macam tanaman herbal yaitu:


a. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza ROXB.) merupakan salah satu jenis

tumbuhan obat-obatan asli Indonesia. Temulawak dapat memiliki tinggi hingga

2 meter dan memiliki bunga dengan warna kuning. Manfaat temulawak selama
ini digunakan penduduk Indonesia sebagai minuman serta bahan obat

tradisional. Manfaat temulawak antara lain dapat mengatasi serta mencegah

berbagai penyakit seperti: penyakit hepatitis, liver, produksi cairan empedu,


radang empedu, radang lambung, melancarkan pencernaan, hingga penyakit
gangguan ginjal (Rozi, 2011).
Dilaporkan bahwa ekstrak eter temulawak secara in vitro dapat

menghambat pertumbuhan jamur Microsporum gypseum, Microsporum canis,


dan Trichophytol violaceum. Minyak atsiri Curcuma xanthorrhiza juga

menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, sementara kurkuminoid

Curcuma xanthorrhiza mempunyai daya hambat yang lemah. Minyak atsiri dari
Curcuma xanthorrhiza secara in vitro memiliki daya antiinflamasi yang lemah,

efek antiinflamasi tersebut disebabkan oleh adanya germakron (Purnomowati,


2008).
b. Bawang Putih (Allium sativum)

Bawang putih adalah herba semusim berumpun yang mempunyai

ketinggian sekitar 60 cm. Tanaman ini banyak ditanam di ladang-ladang di


daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari. Batangnya batang

semu dan berwarna hijau. Bagian bawahnya bersiung-siung, bergabung


menjadi umbi besar berwarna putih. Tiap siung terbungkus kulit tipis dan kalau

diiris baunya sangat tajam. Daunnya berbentuk pita (pipih memanjang), tepi

rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm. Bunganya
berwarna putih, bertangkai panjang dan bentuknya paying (Hakim, 2008).
Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

57

Bawang putih mengandung minyak atsiri, yang bersifat antibakteri dan

antiseptik. Kandungan alicin dan alicin berkaitan dengan daya anti kolesterol.

Zat aktif ini mencegah penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dan lainlain

(Hakim, 2008).

Kemampuan bawang putih sebagai antibakteri juga didukung oleh

penelitian (Yamada dan Azama, 1977), yang menyatakan bahwa selain bersifat
antibakteri, bawang putih juga bersifat anti jamur. Kemampuan bawang putih

ini berasal dari zat kimia yang terkandung di dalam umbi. Komponen kimia

tersebut adalah Alicin. Alicin berfungsi sebagai penghambat atau penghancur


berbagai pertumbuhan jamur dan bakteri.
c. Kemangi

Daun kemangi mengandung komponen nongizi antara lain senyawa

flavonoid dan eugenol, arginin, anetol, boron, dan minyak atsiri. Flavonoid dan
eugenol berperan sebagai antioksidan, yang dapat menetralkan radikal bebas,
menetralkan kolesterol dan bersifat antikanker (Candra, 2011).

Senyawa ini juga bersifat antimikroba yang mampu mencegah

masuknya bakteri, virus, atau jamur yang membahayakan tubuh. Minyak atsiri

mudah menguap dan mempunyai aktivitas biologis sebagai antimikroba. Minyak


atsiri dibagi menjadi dua komponen, yaitu komponen hidrokarbon dan

komponen hidrokarbon teroksigenasi atau fenol. Fenol memiliki sifat


antimikroba sangat kuat. Minyak atsiri dapat mencegah pertumbuhan mikroba

penyebab penyakit, seperti Staphylococcus aureus, Salmonella enteritidis, dan

Escherichia coli. Minyak atsiri juga dapat menangkal infeksi akibat virus Basillus
subtilis, Salmonella paratyphi, dan Proteus vulgaris (Candra, 2011).
d. Daun Sirih

Tanaman sirih tumbuh memanjat dengan tinggi tanaman mencapai 2-4

m. batang sirih berkayu lunak, berbentuk bulat, beruas-ruas, beralur-alur, dan


Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

58

berwarna hijau abu-abu. Daun sirih tunggal dan letaknya berseling. Bentuk

daun bervariasi, dari bundar oval. Ujung daun runcing, bagian pangkal
berbentuk jantung atau agak bundar asimetris, tepi dan permukaan rata, dan

pertulangan menyirip. Daun sirih berbau aromatis, dan warnanya bervariasi,

dari kuning, hijau sampai hijau tua. Bunganya majemuk, berbentuk bulir, dan
berwarna kuning atau hijau (Mahendra, 2005).
Minyak

atsiri

dari

daun

sirih

mengandung

minyak

terbang

(betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang

memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih
berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan.

Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit,
dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan,
mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan
perdarahan (Mahendra, 2005).
e. Kunyit

Kunyit merupakan tanaman herbal dan tingginya dapat mencapai 100

cm. Batang kunyit semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dan berwarna hijau
kekuningan. Daun kunyit tunggal, berbentuk lanset memanjang, helai daun

berjumlah 3-8, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, pertulangan
menyirip dan berwarna hijau pucat. Keseluruhan rimpang membentuk rumpun

rapat, berwarna orange, dan tunas mudanya berwarna putih. Akar serabut
berwarna cokelat muda. Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang atau

akarnya. Rimpang kunyit mengandung minyak atsiri dan mengandung


kurkumin. (Mahendra, 2005).

Kandungan kimia dan manfaat kunyit (Anonim, 2011a) :

1. Zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa diarilheptanoid 34% yang terdiri dari Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan
bisdesmetoksikurkumin.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

59

2. Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana

turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon


kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen,
humulen.

3. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar.

4. Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal,


seng, kobalt, aluminium dan bismuth.

f. Jahe

Rempah yang banyak ditemui di dataran beriklim tropic dan subtropik

ini diperkirakan berasal dari India. Daunnya tunggal, sepanjang 15-23 mm dan
lebar 8-15 mm. daun bagian tepi rata, berujung runcing, dan berwarna hijau.

Mahkota bunga berbentuk tabung kuning kehijauan. Di bagian bibir mahkota


bunga berwarna ungu dengan bintik putih kekuningan. Jahe mengandung
minyak atsiri, gingerol, zingeron, resin, zat pati, dan gula. Rimpang dipakai

sebagai obat batuk, antimual, dan dijadikan minuman pengusir masuk angin

dan kembung. Kandungan gingerol-zat antiradang- dalam jahe merah lebih


tinggi dibanding dua macam jahe lainnya. Kandungan minyak atsirinya mampu

menghangatkan tubuh sehingga melegakkan saluran pernapasan, meredakan


batuk dan asma (Sandi, 2009).

Menurut Nursal, et. al. (2006) bahwa jahe juga mengandung senyawa

flavonoid, fenol, terpenoid. Khasiat jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan.

Jahe berguna sebagai obat gosok untuk penyakit encok dan sakit kepala. Minyak
atsiri bermanfaat untuk menghilangkan nyeri, anti inflamasi, dan antibakteri.
Pada umumnya jahe digunakan sebagai pencampur beberapa jenis obat, yaitu

sebagai obat batuk, obat luka luar dan dalam, melawan gatal (umbi ditumbuk
halus), dan untuk mengobati gigitan ular.

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

60

g. Sereh

Tanaman sereh (Cymbopogon citrates) dikenal dengan nama tanaman

sereh. Sereh merupakan sejenis tanaman dari keluarga rumput yang rimbun dan

berumpun besar serta mempunyai aroma yang kuat dan wangi. Sereh juga

merupakan tanaman tahunan yang hidup secara meliar. Tanaman ini dapat
mencapai ketinggian sampai 1,2 meter (Kristio, 2011).
Kandungan zat bioaktif dari sereh yaitu minyak atsiri, citronnelal,

geraniol, sitral, eugenol, kadine, kadinol. Minyak sereh dikenal dengan minyak

astiri dapat digunakan sebagai bahan pijat rematik. Batangnya dapat digunakan

sebagai peluruh air seni, peluruh keringat, peluruh dahak/obat batuk, bahan
untuk kumur penghangat badan. Daunnya dapat digunakan sebagai peluruh

angin kentut, penambah nafsu makan, pengobatan pasca persalinan, penurun


panas dan pereda kejang. Akar digunakan sebagai peluruh air seni, peluruh

keringat, peluruh dahak/obat batuk, bahan untuk kumur, dan penghangat

badan. Daunnya digunakan sebagai peluruh angin perut, penambah nafsu

makan, pengobatan pasca persalinan, penurun panas dan pereda kejang


(Seputra, 2008).
h. Lengkuas

Lengkuas (Alpinia galanga) merupakan tanaman semak berumur

tahunan. Lengkuas yang tumbuh subur dan dapat mencapai ketinggian 1,5-2,5
m. Lengkuas mengandung minyak atsiri berwarna hijau kekuningan dan berbau
khas. Rasanya pahit dan mendinginkan lidah. Minyak atsiri ini terdiri atas bahan

metal sinamat 48 %, cineol 20 %-30 %, kamfer, d-alfa-pinen, galangin, dan


eugenol 3 %-4 %. Khasiat lengkuas dapat menguatkan lambung dan isi perut,
memperbaiki pencernaan, mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan,
mengobati sakit kepala, nyeri dada dan meningkatkan nafsu makan. Biji
Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

61

lengkuas juga dapat meredakan kolik atau perut mulas, diare, dan antimual
(Muhlizah, 1999).

Ekstrak lengkuas (suku Zingiberaceae) dilaporkan dapat menghambat

pertumbuhan mikroba, diantaranya bakteri Escherchia coli, Bacillus subtilis,


Staphylococcus aureus, jamur Neurospora sp., Rhizopus sp. dan Penicillium sp.
(Nursal, dkk, 2006).
i. Temu Hitam

Temu hitam terdapat di Burma, Kamboja, Indocina, dan menyebar

sampai ke Pulau Jawa. Selain ditanam di pekarangan atau di perkebunan, temu


hitam juga banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati, padang rumput, atau di

ladang pada ketinggian 400750 m di atas permukaan laut. Temu tahunan ini
mempunyai tinggi 1-2 m, berbatang semu yang tersusun atas kumpulan

pelepah daun, berwarna hijau atau cokelat gelap, daun tunggal dan bertangkai
panjang, 2-9 helai (Riayati, 1989).
Menurut Muhlizah (1999), khasiat temu hitam yaitu meningkatkan nafsu

makan, mengobati penyakit kulit seperti kudis, ruam, dan borok dan khasiat lain

adalah memberantas cacing di dalam perut, merangsang keluarnya gas perut,


meredakan kolik atau mulas, obat batuk, asma dan sariawan.

Rebusan irisan temu hitam dapat mematikan cacing dalam waktu 717

jam, sediaan rebusan parutan dalam waktu 1120 jam, dan sediaan serbuk

dalam waktu 1125 jam. Kandungan minyak atsiri terbesar pada sediaan irisan.
Rimpang temu hitam mengandung minyak atsiri, tanin, kurkumol, kurkumenol,
isokurkumenol, kurzerenon, kurdion, kurkumalakton, germakron, a, , gelemene, linderazulene, kurkumin, demethyoxykurkumin,
bisdemethyoxykurkumin (Riayati, 1989).

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

62

j. Temu Kunci

Temu kunci adalah tanaman sejenis temu-temuan, yang rimpangnya

digunakan untuk bumbu masak orang Asia tenggara. Tanaman herbal temu

kunci ini berbeda dengan tanaman herbal temu-temuan yang lain, sebab
tumbuhnya vertikal kebawah. Rimpang tanaman herbal ini berguna untuk
mengatasi gangguan pencernaan. Zat yang terkandung didalam hebal ini adalah

minyak atsiri (sineol, kamfer, d-borneol, d-pinen, seskuiterpene, zingiberen,


kurkumin, zedoarin), rhisoma ; pati (hanya ada sesudah musim kemarau) (Faris,
2011).

k. Bawang Merah

Bawang merah sama dengan bawang putih termasuk dalam herba

semusim dengan tinggi sekitar 40-60 cm. Tanaman ini tidak memiliki batang,
berumbi lapis, berwarna merah keputih-putihan, berlubang, bentuknya lurus,

ujungnya lurus tetapi rata, panjangnya sekitar 50 cm, lebar 0,5 cm, menebal dan
berdaging, serta mengandung persediaan yang dilapisi daun sehingga menjadi
umbi lapis, daunnya tunggal dan bunga majemuk serta bijiya berbentuk segitiga,

berwarna hitam, dan akarnya merupakan akar serabut dan putih. Efek
farmakologis yang dihasilkan adalah menurunkan panas, antibakteri, perut
kembung, flu, dan panas dingin (Syukur, 2005).

Bawang merah mengandung protein serta kaya akan kalsium dan

ribivalfin. Bawang merah dewasa mengandung protein 1,2%, lemak 0,1%, serat
0,6%, mineral 0,4%, dan karbohidrat 11,1% per 100 g (Ahira, 2011).
l. Kencur

Kencur (Kaempferia galangal L.) digolongkan ke dalam keluarga

rimpang-rimpangan atau Zingiberaceae. Kencur merupakan terna (tumbuhan

dengan batang lunak tidak berkayu atau hanya mengandung jaringan kayu
Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

63

sedikit sekali) kecil yang cocok ditanam di tanah yang relatif gembur dan tidak

terlalu banyak air. Dia hidup di dataran rendah sampai sedang (50-600 m dpl)
dengan suhu berkisar 26-30C. Kencur merupakan tanaman yang telah dikenal
dalam khasanah tradisional masyarakat Indonesia. Sebagai bumbu dapur, urap

dan karedok merupakan contoh masakan yang menggunakan kencur sebagai


bumbu (Nugroho, 2011). Selanjutnya dijelaskan bahwa rimpang kencur

mengandung pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %)
berupa sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster,
asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid dan gom.
Kencur segar mengandung antibakteri walau cuma sedikit.
M. Daun Sirsak
Memiliki Kandungan annonaceous acetogenins dalam daun sirsak yang

merupakan senyawa antitumor dan kanker yang berkeja dengan hebat tanpa
merusak sel yang sehat adalah awal mula daun sirsak digunakan sebagai

pengobatan alternatif penyembuhan kanker. Kandungan antitumor, antibakteri,


anti jamurnya efektif untuk mengatasi masalah cacingan atau parasit, hipertensi,
depresi atau setres, dan menormalkan syaraf yang tertekan. Melihat isi
kandungannya, tentu kita bisa memasukkannya dalam daftar herbal untuk ayam
kita

Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal

64

TENTANG AbdiLestarie
AbdiLestarie adalah nama badan usaha kecil yang
berkonsentrasi Pada bidang peternakan yang berlokasi di
Kendal Jateng. Badan usaha ini baru dirintis pada tahun
2012 oleh seorang calon insinyur mesin yang tertarik
Pada dunia peternakan. Produk-produk yang dimiliki
antara lain ALIPH semacam jamu tradisional 100 % alami
yang difermentasi, DOC KUB dan penyediaan karkas
ayam kampung yang bekerja sama dengan AGNI JAYA
FARM, Pakan ternak alternatif, Tepung Herbal
terfermentasi, peternakan ayam kampung, konsultasi
tentang peternakan gratis. Lillahi taala adalah modal
utama dalam pengembangan badan usaha ini. Semoga
tulisan dalam buku ini bermanfaat bagi pembaca dan
menjadi jendela penerang dalam dunia peternakan. Amin
Ya Rabbal A Lamin
Budidaya Ayam Kampung dan Manfaat Herbal