Anda di halaman 1dari 2

Pengendalian operasi kiln pada saat prehopper coal minim

Abstrak
Kiln system merupakan salah satu proses dalam pembuatan semen yang memiliki dampak
besar dalam kualitas semen yang dihasilkan, oleh karena itu banyak yang menyebut kiln
system sebagai jantung dari industry semen. Proses kiln berhubungan dengan temperature
tinggi dengan suhu sekitar 1000oC. Pada proses ini kiln system menggunakan batu bara
sebagai bahan bakar, hal ini dikarenakan nilai heating value batu bara memenuhi standart dan
dalam hal cost batubara merupakan bahan bakar yang paling efisien. Batubara dihaluskan
sesuai dengan standarr (fine coal) sehingga kemudian di injeksi ke dalam kiln system. Dalam
proses injeksi fine coal terdapat beberapa masalah antara lain tingginya tekanan udara pada
prehopper sehingga dapat menyebabkan laju aliran fine coal yang tidak lancar dan berdampak
pada minimnya kapasitas prehopper fine coal. Hal tersebut dapat berakibat langsung pada
suhu yang dihasilkan untuk proses pembakaran pada suspension preheater dan kiln.
Pembakaran yang tidak sempurna dapat mengakibatkan hasil kualitas clinker yang tidak
sesuai. Dalam hal ini dibutuhkan pengendalian operasi guna dapat menstabilkan proses pada
kiln system sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan standart.

Batu bara ( coal ) memiiliki peranan yang sangat penting di dalam Indusri semen didunia,
terutama PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Variable cost yang rendah menjadi alasan
utama industri semen untuk memilih bahan bakar ini dibandingkan bahan bakar yang lainnya.
Batubara ( coal ) digunakan sebagai bahan bakar untuk pembakaran di rotary kiln dan
suspension preheater. Tempat penampungan batu bara yang telah digiling disimpan dalam
hopper. Pada saat ada gangguan ( trouble ) akan berdampak pada supply batubara ( coal
meal ) ke hopper dan jumlah tonase coal yang disimpan didalam hopper akan berkurang.
Level hopper mengindikasikan dalam keadaan low. Untuk itu, kondisi ini dibutuhkan
penanganan dalam mengatasi feeding rate ke kiln.