Anda di halaman 1dari 14

Rekapitulasi Kegiatan Keilmuan

45. Pemetaan dan pembuatan peta tataguna lahan desa


45.1

Latar Belakang
Seiring perkembangan jaman diiringi dengan perkembangan pembangunan, namun pada

kenyataanya di Indonesia sendiri pembangunan masih lambat, khususnya di Desa


Kalangsono, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang yang masih terkendala belom ada
data sekunder yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan pembangunan, oleh karena
itu diperlukan pemetaan dan pembuatan peta tata guna lahan yang yang digunakan sebagai
data sekunder.
45.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

Keterangan
Koordinasi dengan pihak Kelurahan
Persiapan peta dasar yang berupa pete RBI dan peta
Topografi
Persiapan alat lapangan yang berupa kompas, GPS,
buku catatan lapangan dan alat tulis
Melakukan peninjauan pendahuluan
(Reconnaissance)
Melakukan perencanaan pemetaan
Melakukan pemetaan secara menyeluruh
Mencatat data-data lapangan pada buku catatan
lapangan
Melakukan pelengkapan data-data lapangan
Membuat peta tatagunalahan secara manual
Membuat peta tatagunalahan menggunakan software
ArcGis
Pencetakan peta tatagunalahan
Penyerahan peta tatagunalahan

kepada

pihak

kelurahan
Memberikan

berupa

peta

2.

Tujuan Kegiatan

3.
4.

tatagunalahan untuk perencanaan pembangunan desa


Sasaran Kegiatan
Masyarakat Desa Kalangsono
Waktu
Pelaksanaan 22 Januari - 5 Febuari 2014
Kegiatan

data

sekunder

5.

Tempat

Pelaksanaan Wilayah Desa Kalangsono

6.
7.
8.

Kegiatan
Pembiayaan
Parameter Keberhasilan
Metodologi

Rp 26.500,00
Seluruh tatagunalahan desa terpetakan
Melakukan pemetaan secara langsung di lapangan

45.3 Hasil Pelaksanaan


1. Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang bekerja
sama dengan Kelurahan Desa Kalangsono, yaitu Pemetaan dan pembuatan peta tataguna
lahan desa. Kegiatan ini bertempat wilayah Desa Kalangsono.
- Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan :
Seluruh tatagunalahan desa terpetakan
- Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:
Jumlah
1
1

Nama Barang
Print peta A3
Bingkain peta
TOTAL

Harga Satuan (Rp)


4.000
22.500

Harga Total (Rp)


4.000
22.500
26.500

Dana yang digunakan bersumber dari dana pribadi mahasiswa.


Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan secara langsung di lapangan
yang mencakup keseluruhan wilayah Desa Kalangsono.

45.4
-

Pembahasan
Kegiatan pemetaan dan pembuatan peta tatagunalahan dapat dikatakan berhasil.

Indikasinya adalah seluruh wilayah Desa Kalangsono sudah terpetakan tataguna lahanya.
Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu cuaca yang tidak
mendukung karena sering hujan setiap harinya.

Kekuatan
Wilayah Desa Kalangsono tidak begitu

Kelemahan
Penduduk Desa Kalangsono belum

luas sehingga mudah untuk mengcover

terlalu memahami kegunaan dari peta

keseluruhan wilayah.
Penduduk Desa Kalangsono sangat

tataguna lahan.

menyambut baik dengan program ini..


Peluang
Desa Kalangsono belum memiliki peta
tataguna lahan.

Hambatan
Kondisi akses jalan yang masih kurang
dan rusak sehingga waktu tempuh

menjadi bertambah
Cuaca yang hampir setiap hari hujan
sehingga

menghambat

pemetaan

Gambar 45.1 Identifikasi tataguna lahan di Dusun Gandu

kegiatan

Gambar 45.2 Areal persawahan desa di Dusun Gentan

46. Pemetaan dan pembuatan peta mitigasi kerentanan gerakan tanah


46.1 Latar Belakang
Bencana alam merupakan proses alamiah yang terjadi karena beberapa faktor yaitu
faktor kondisi geologi dan faktor dari aktifitas manusia, yang dimaksud faktor kondisi
geologi terdiri dari tektonik, struktur geologi, jenis batuan dan lain-lain sedangkan faktor
aktifitas manusia seperti pemaprasan tebing, mengubah tataguna lahan dan lain-lain. Faktor
faktor tersebut dapat mengakibatkan bencana alam khususnya gerakan tanah. Dengan
topografi yang bergelombang Desa Kalangsono memiliki potensi terjadinya gerakan tanah
selain itu sudah banyak dilakukan penggatian fungsi lahan yang seharusnya hutan dijadikan
area persawahan dan perkebunan.
46.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

Keterangan
Koordinasi dengan pihak Kelurahan

Persiapan peta dasar yang berupa pete RBI dan peta


Topografi
Persiapan alat lapangan yang berupa kompas, GPS,
buku catatan lapangan dan alat tulis
Melakukan
peninjauan

pendahuluan

(Reconnaissance)
Melakukan perencanaan pemetaan
Melakukan pemetaan secara menyeluruh
Mencatat data-data lapangan pada buku catatan
lapangan
Membuat peta dari beberapa faktor penyebab dan
pemicu gerakan tanah kemudian dilakukan overlay
dari semua faktor tersebut
Melakukan pembobotan pada overlay peta tersebut
dan dibuat zona dari nilai terbesar sampai terkecil
Membuat
peta
kerentanan
gerakan
tanah
menggunakan software ArcGis dan Coreldraw
Pencetakan peta kerentanan gerakan tanah
Penyerahan peta kepada pihak kelurahan
Memberikan data sekunder berupa peta kerentanan

2.

Tujuan Kegiatan

3.
4.

gerakan tanah untuk perencanaan pembangunan desa


Sasaran Kegiatan
Masyarakat Desa Kalangsono
Waktu
Pelaksanaan 22 Januari - 5 Febuari 2014

5.

Kegiatan
Tempat

6.
7.

Kegiatan
Pembiayaan
Parameter Keberhasilan

Rp 26.500,00
Zona-zona potensi terjadi gerakan tanah bisa

8.

Metodologi

terpetakan
Melakukan pemetaan secara langsung di lapangan

Pelaksanaan Wilayah Desa Kalangsono

46.3 Hasil Pelaksanaan


1. Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang bekerja
sama dengan kelurahan Desa Kalangsono, yaitu Pemetaan dan pembuatan peta mitigasi
-

kerentanan gerakan tanah. Kegiatan ini bertempat Desa Kalangsono.


Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan :
Seluruh zona potensi terjadinya gerakan tanah sudah terpetakan.

Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:
Jumlah
1
1

Nama Barang
Print peta A3
Bingkain peta
TOTAL

Harga Satuan (Rp)


4.000
22.500

Harga Total (Rp)


4.000
22.500
26.500

Dana yang digunakan bersumber dari dana pribadi mahasiswa.


Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan secara langsung di lapangan
yang mencakup keseluruhan wilayah Desa Kalangsono

46.4 Pembahasan
- Kegiatan pemetaan dan pembuatan peta kerentanan gerakan tanah dapat dikatakan
berhasil. Indikasinya adalah seluruh wilayah Desa Kalangsono sudah terpetakan zona
-

potensi gerakan tanahnya.


Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu cuaca yang tidak
mendukung karena sering hujan setiap harinya

Kekuatan
Wilayah Desa Kalangsono tidak begitu

Kelemahan
Penduduk Desa Kalangsono belum

luas sehingga mudah untuk mengcover

terlalu memahami kegunaan dari peta

keseluruhan wilayah.
Penduduk Desa Kalangsono sangat

kerentanan gerakan tanah.

menyambut baik dengan program ini.


Peluang
Desa Kalangsono belum memiliki peta

kerentanan gerakan tanah.

Hambatan
Kondisi akses jalan yang masih kurang
dan rusak sehingga waktu tempuh

menjadi bertambah
Cuaca yang hampir setiap hari hujan
sehingga
pemetaan

menghambat

kegiatan

Gambar 46.1 Deskripsi batuan untuk mengetahui pelapukannya

Gambar 46.2 Lapukan dari breksi vulkanik (kiri), potensi longsor pada Dusun Paseran
(kanan)

47. Pemetaan dan pembuatan peta hidrogeologi


47.1 Latar Belakang

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar karena setiap
harinya manusia membutuhkan minum dan beraktifitas lain yang membutuhkan air bersih,
namun kendala yang terjadi di Desa Kalangsono masi sangat susah mencari air bersih
khususnya air tanah pada saat musim kemarau, pada musim penghujanpun kualitas airnya
tidak cukup bagus karena menjadi keruh.
47.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

Keterangan
Koordinasi dengan pihak Kelurahan
Persiapan peta dasar yang berupa pete RBI dan peta
Topografi
Persiapan alat lapangan yang berupa kompas, GPS,
buku catatan lapangan dan alat tulis
Melakukan peninjauan pendahuluan
(Reconnaissance)
Melakukan perencanaan pemetaan
Melakukan pemetaan secara menyeluruh dengan cara
pengeplotan data koordinat, elevasi dan kedalaman
sumur warga.
Mencatat data-data lapangan pada buku catatan
lapangan
Melakukan pelengkapan data-data lapangan
Mengolah data dengan software surfer
Membuat peta arah aliran air tanah
Pencetakan peta aliran air tanah
Penyerahan peta tatagunalahan kepada

pihak

kelurahan
Memberikan data sekunder berupa peta aliran air

2.

Tujuan Kegiatan

3.
4.

tanah untuk penentuan titik sumur yang paling tepat


Sasaran Kegiatan
Masyarakat Desa Kalangsono
Waktu
Pelaksanaan 23 Januari - 6 Febuari 2014

5.

Kegiatan
Tempat

6.
7.

Kegiatan
Pembiayaan
Parameter Keberhasilan

Pelaksanaan Wilayah Desa Kalangsono


Rp 26.500,00
Arah alirah air tanah bisa diketahui dan mengetahui
titik pembuatan sumur yang tepat

8.

Metodologi

Melakukan pemetaan secara langsung di lapangan

47.3 Hasil Pelaksanaan


1.

Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang
bekerja sama dengan Kelurahan Desa Kalangsono, yaitu Pemetaan dan pembuatan peta

hidrogeologi desa. Kegiatan ini bertempat wilayah Desa Kalangsono.


- Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan :
Arah aliran air tanah bisa diketahui
- Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:
Jumlah
1
1

Nama Barang
Print peta A3
Bingkain peta
TOTAL

Harga Satuan (Rp)


4.000
22.500

Harga Total (Rp)


4.000
22.500
26.500

Dana yang digunakan bersumber dari dana pribadi mahasiswa.


Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan secara langsung di lapangan
yang mencakup keseluruhan wilayah Desa Kalangsono.

47.4 Pembahasan
- Kegiatan pemetaan dan pembuatan peta tatagunalahan dapat dikatakan berhasil.
-

Indikasinya adalah arah aliran air tanah sudah diketahui.


Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu cuaca yang tidak
mendukung karena sering hujan setiap harinya.

Kekuatan
Wilayah Desa Kalangsono tidak begitu

Kelemahan
Penduduk Desa Kalangsono belum

luas sehingga mudah untuk mengcover

terlalu memahami kegunaan dari peta

keseluruhan wilayah.
Penduduk Desa Kalangsono sangat

hidrogeologi.

menyambut baik dengan program ini.


Peluang
Desa Kalangsono belum memiliki peta

hidrogeologi.

Hambatan
Kondisi akses jalan yang masih kurang
dan rusak sehingga waktu tempuh

menjadi bertambah
Cuaca yang hampir setiap hari hujan
sehingga

menghambat

kegiatan

pemetaan

Gambar 47.1 Kondisi sumur saat musim hujan di Dusun Slatri (kiri), pendataan sumur warga
menggunakan GPS (kanan)

Gambar 47.2 Kondisi sungai di Dusun Kalinyamat

48. Pemetaan dan pembuatan peta potensi geologi


48.1 Latar Belakang
Setiap wilayah memiliki kondisi geologi yang berbeda-beda dan selalu mengalami
dinamika atau perubahan setiap kurun waktu geologi (berjuta-juta tahun), sehingga banyak
sekali potensi geologi yang bisa muncul pada suatau daerah. Pada desa kalangsono ini
memiliki beberapa potensi geologi yang belum dipetakan untuk dijadikan inventaris potensi
desa.
48.2 Rekapitulasi Kegiatan
No.
1.

Aspek
Bentuk Kegiatan

Keterangan
Koordinasi dengan pihak Kelurahan
Persiapan peta dasar yang berupa pete RBI dan peta
Topografi
Persiapan alat lapangan yang berupa kompas, GPS,
buku catatan lapangan dan alat tulis
Melakukan peninjauan pendahuluan
(Reconnaissance)
Melakukan perencanaan pemetaan
Melakukan pemetaan geologi secara menyeluruh
Mencatat data-data lapangan pada buku catatan
lapangan
Melakukan pelengkapan data-data lapangan
Membuat peta potensi geologi menggunakan
software ArcGis
Pencetakan peta potensi geologi
Penyerahan peta potensi geologi kepada pihak
kelurahan
Memberikan

2.

Tujuan Kegiatan

data

sekunder

berupa

peta

3.
4.

tatagunalahan untuk perencanaan pembangunan desa


Sasaran Kegiatan
Masyarakat Desa Kalangsono
Waktu
Pelaksanaan 24 Januari - 7 Febuari 2014

5.

Kegiatan
Tempat

6.
7.
8.

Kegiatan
Pembiayaan
Parameter Keberhasilan
Metodologi

Pelaksanaan Wilayah Desa Kalangsono


Rp 26.500,00
Seluruh potensi geologi desa terpetakan
Melakukan pemetaan secara langsung di lapangan

48.3 Hasil Pelaksanaan


1.

Program ini terlaksana oleh mahasiswa Tim I KKN UNDIP tahun 2013/2014 yang
bekerja sama dengan Kelurahan Desa Kalangsono, yaitu Pemetaan dan pembuatan peta

potensi geologi desa. Kegiatan ini bertempat wilayah Desa Kalangsono.


Program ini terlaksana dengan sukses dan lancar yang ditandai dengan :
Seluruh potensi geologi desa terpetakan
- Penggunaan dana pada program ini sesuai dengan anggaran pendanaan yang
-

direncanakan sebelumnya yaitu sebagai berikut:


Jumlah
1
1

Nama Barang
Print peta A3
Bingkain peta
TOTAL

Harga Satuan (Rp)


4.000
22.500

Harga Total (Rp)


4.000
22.500
26.500

Dana yang digunakan bersumber dari dana pribadi mahasiswa.


Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan secara langsung di lapangan
yang mencakup keseluruhan wilayah Desa Kalangsono.

48.4 Pembahasan
- Kegiatan pemetaan dan pembuatan peta tatagunalahan dapat dikatakan berhasil.
Indikasinya adalah seluruh wilayah Desa Kalangsono sudah terpetakan potensi
-

geologinya.
Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu cuaca yang tidak
mendukung karena sering hujan setiap harinya.

Kekuatan
Wilayah Desa Kalangsono tidak begitu

Kelemahan
Penduduk Desa Kalangsono belum

luas sehingga mudah untuk mengcover

terlalu memahami kegunaan dari peta

keseluruhan wilayah.

potensi geologi.

Penduduk Desa Kalangsono sangat

menyambut baik dengan program ini.


Peluang
Desa Kalangsono belum memiliki peta

potensi geologi.

Hambatan
Kondisi akses jalan yang masih kurang
dan rusak sehingga waktu tempuh

menjadi bertambah
Cuaca yang hampir setiap hari hujan
sehingga

menghambat

pemetaan

Gambar 48.1 Pemetaan untuk mencari potensi geologi (kiri), potensi mata air di dusun
kalinyamat (kanan)

kegiatan

Gambar 48.2 Potensi galian C (Pasir dan Batu) tetapi tidak ekonomis di Dusun Paseran