Anda di halaman 1dari 45

Konservasi Kawasan

Danau Toba
Dalam skema Pengelolaan
DAS
Disampaikan oleh :
Kepala BPDAS Asahan
Barumun

Ruang Lingkup
Gambaran Umum BPDAS Asahan
Barumun
Tupoksi Wilayah Kerja
Kegiatan Pendukung Penyelamatan
Danau Toba

1. Gambaran
Umum BPDAS AB
Wilayah kerja BPDAS Asahan Barumun berdasarkan Instruksi
Menteri Kehutanan Nomor : INS.3/Menhut-II/2009 terletak di
Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau.
Secara geografis wilayah BPDAS Asahan Barumun terletak
pada posisi koordinat 980026- 1000022 BT dan pada 00053
- 30045 LU, dengan luas 4.560.400,69 ha, dengan batas batas sebagai berikut :
Sebelah Utara
Wampu
Sebelah Timur
Sebelah Selatan
Sebelah Barat

: DAS Bolon, DAS Padang, DAS Ular, DAS


: Selat Malaka
: DAS Rokan, Prop. Sumatera Barat, Prop.Riau
: DAS Singkil, Samudera Indonesia

Tupoksi BPDAS
Prinsip kerja yang diterapkan Balai Pengelolaan
DAS Assahan Barumun adalah menerapkan
prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi di
lingkungan internal maupun instansi lain di luar
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai sesuai
dengan bidang tugasnya masing-masing.
Yang termasuk tugas umum pemerintahan Balai
Pengelolaan DAS antara lain :
Melakukan Penyusunan Program Pengelolaan DAS
Melakukan Pengembangan Kelembagaan DAS
Melakukan Evaluasi Pengelolaan DAS

Pembagian DAS di SWP Asahan Barumun


No.

Nama SWP

1.

Asahan Toba

2.

Kualuh

3.

Batang Toru

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.

Administrasi (Kabupaten)
Toba Samosir,
Samosir,
Humbang Hasundutan,
Tapanuli Utara,
Dairi,
Simalungun,
Karo,
Asahan,
Kota Tanjung Balai
Toba Samosir,
Labuhan Batu Utara,
Labuhan Batu
Tapanuli Utara,
Tapanuli Tengah,
Tapanuli Selatan,
Humbang Hasundutan
Tapanuli Selatan,
Padang Lawas Utara,
Padang Lawas,
Tapanuli Utara,
Labuhan Batu Selatan

Luas (Ha)

737.185,03

425.637,33

383.494,54

4.

Barumun Bilah

1.
2.
3.
4.
5.

5.

Batang Natal

Mandailing Natal

306.850,00

6.

Batang Gadis

1.
2.
3.

Tapanuli Selatan,
Kota Padangsidempuan,
Mandailing Natal

505.429,98

7.

Lumut

8.

Sibundong Garigis

1.
2.
3.
1.
2.
3.

Tapanuli Tengah,
Tapanuli Utara,
Sibolga
Humbang Hasundutan,
Tapanuli Tengah,
Tapanuli Utara

9.

Nias

10.

Telo
Jumlah

1.
Nias
2.
Nias Selatan
3.
Nias Barat
4.
Nias Utara
5.
Kota Gunung Sitoli
Nias Selatan

1.338.385,82

8.5857,26

243.951,53

408.702,02

110.785,46
4.560.400,69

Penutupan Lahan
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Penutupan Lahan
Bandara/Pelabuhan
Hutan Lahan Kering Primer
Hutan Lahan Kering Sekunder
Hutan Mangrove Primer
Hutan Mangrove Sekunder
Hutan Rawa Primer
Hutan Rawa Sekunder
Hutan Tanaman
Pemukiman
Perkebunan
Pertanian Lahan Kering
Pertanian Lahan Kering Campur Semak
Rawa
Sawah
Semak Belukar
Semak Belukar Rawa
Tambak
Tanah Terbuka
Tubuh Air
Awan
Total

Luas
Prosentase (%)
(Ha)
645,02
0,01
300.826,93
6,60
698.397,42
15,31
1.526,94
0,03
17.353,61
0,38
2.541,84
0,06
80.625,59
1,77
83.053,98
1,82
17.603,49
0,39
722.732,49
15,85
1.394.772,45
30,58
255.241,81
5,60
7.846,78
0,17
143.055,32
3,14
472.188,38
10,35
64.097,84
1,41
743,36
0,02
155.072,83
3,40
141.759,44
3,11
315,11
0,01
4.560.400,69
100,00

Tingkat Bahaya Erosi


No

Tingkat

Luas (ha)

Prosentase ( % )

1 Sangat Berat

1.562.653,94

34,27

2 Berat

906.372,26

19,87

3 Sedang

648.279,95

14,22

4 Ringan

671.952,78

14,73

5 Sangat Ringan

629.382,22

13,80

6 Tubuh Air

141.759,44

3,11

TOTAL

4.560.400,69

100,00

Lahan Kritis
No

Tingkat kriXs

Luas (ha)

Prosentase (%)

1 Sangat KriXs

220.992,49

4,85

2 KriXs

722.640,89

15,85

1.003.385,96

22,00

961.361,59

21,08

1.510.260,32

33,12

141.759,44

3,11

4.560.400,69

100,00

3 Agak KriXs
4 Potensial KriXs
5 Tidak KriXs
6 Tubuh Air
TOTAL

Wilayah DAS

Asahan
Toba
DAS Asahan Toba terletak pada: 98 262799 5855BT dan 2 1048 2 1151LU
o

Daerah Tangkapan Air


(DTA)
Danau Toba (240.166
ha.)

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

Sub DAS
SUB DAS DI DTA TOBA
Arun (Samosir)
Sigumbing (Samosir)
Binanga Bolon (Samosir)
Bodang (Samosir dan Humbahas)
Bolon (Samosir)
Gopgopan (Toba Samosir)
Guluan (Samosir)
Halian (Toba Samosir)
Haranggaol (Simalungun)
Mandosi (Toba Samosir)
Naborsahon (Simalungun dan Tobasa)
Perembakan (Samosir)
Ringgo (Dairi, Karo, Samosir)
Sigumbang (Dairi, Karo, Simalungun)
Silabung (Samosir)
Aek Silang (Samosir, Karo, Humbahas)
Simala (Karo dan Samosir)
Simaratuang (Samosir)
Simare (Taput, Tobasa)
Siparbue (Taput, Humbahas)
SiXung-Xung (Samosir)
Sitobu (Taput, Tobasa)
Situnggaling (Simalungun)
Tongguran (Simalungun, Tobasa)
Tulas (Samosir)
Jumlah

LUAS (Ha)
LUAS (Km2 )
13.943,703
139,437
7.008,422
70,084
5.707,505
57,075
9.481.291
94.813
14.333.904
143.33
7.858,474
78,585
10.347,372
103,474
12.602,104
126,021
8.225,960
82,260
21.693,256
216,933
10.458.911
104.589
9.218.611
92.186
9.471.712
94.717
9.326.469
93.265
6.086.712
60.867
43.989.043
439.890
5.977.743
59.777
9.326.179
93.262
10.783.149
107.831
6.091.430
60.914
6.025.234
60.252
7.251.599
72.516
3.049.893
30.499
8.648.138
86.481
10.709.480
107.095
737.185,03
7.371,85

Jumlah Desa
37
15
13
18
47
18
14
45
14
53
16
12
11
20
10
51
15
15
34
20
13
18
7
16
10
542

Karakteristik
1. Wilayah Administrasi Di DAS Asahan
No.
Kabupaten/Kota
Luas (Km2)
Toba
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Kab .Asahan
Kota Tanjung Balai
Kab. Tapanuli Utara
Kab .Dairi
Kab. Toba Samosir
Kab. Humbang Hasundutan
Kab. Simalungun
Kab. Samosir
Kab. Karo
DAS Asahan Toba

3.719,00
60,52
80,00
200,00
1.054,00
509,00
488,00
1.444,00
13,00
7371,85

2. Iklim di DAS Asahan Toba


No.

Kabupaten

Tipe Iklim

Bulan Basah

Bulan Kering

1.

Simalungun

10 - 12 bln

0 - 1 bln

2.

Dairi

C1

5 6 bln

0 - 1 bln

3.

Toba Samosir

E2

0 2 bln

2 - 3 bln

4.

Samosir

C1

5 6 bln

0 - 1 bln

5.

Tapanuli Utara

10 - 12 bln

0 - 1 bln

6.

Humbang Hasundutan

10 - 12 bln

0 - 1 bln

7.

Karo

D1

3 - 4 bln

0 - 1 bln

8.

Asahan

C1

5 6 bln

0 1 bln

3. Keadaan Tutupan Lahan

Keadaan Tutupan
Lahan
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Penutupan Lahan
Hutan Dataran Rendah
Hutan Dataran Tinggi
Hutan Mangrove Primer
Hutan Mangrove Sekunder
Hutan Rawa Primer
Hutan Tanaman Industri
Pemukiman
Perkebunan
Pertanian Lahan Kering
Pertanian Lahan Kering bercamp dengan semak
Rawa
Sawah
Semak, Alang-alang
Semak/belukar
Tambak
TanahTerbuka
Danau
Jumlah

Luas (Ha)
171,76
150.889,26
1.182,87
2.341,90
13.957,65
33.601,31
3.546,85
92.650,89
90.217,63
124.229,31
2.441,37
23.054,13
4.363,72
39.205,21
489,84
40.968,84
113.872,49
737.185,03

Persentase (%)
0,02
20,47
0,16
0,32
1,89
4,56
0,48
12,57
12,24
16,85
0,33
3,13
0,59
5,32
0,07
5,56
15,45
100,00

4. Jenis
Penggunaan Lahan
Jenis, Luas Penggunaan Lahan (Ha)
No

Kabupaten/
Kota

Sawah

Pemukim
an dan
Tegal/ Perkebun
Lain-
Hutan
Jml
Pekarang
Ladang
an
lain
an
7.439
9.299
7.439
2.976
6.323 37.195
1.721
-
-
2.108
253
6.052
- - 4.725
- - 6.686

17.904
-
-
2.616
2.435 25.997
1.581
527
2.636 316

4.428 10.543
10.172
1.017 15.259
254 21.616 50.862

1
2
3
4
5
6

Asahan
Tanjung Balai
Tapanuli Utara
Dairi
Toba Samosir
Humbahas

3.719
1.970
1.961
3.042
1.054
2.543

7
8
9

Simalungun
Samosir
Karo

488
1.444
130

731
2.166
260

488
722
26

1.219
4.333
390

98
144
65

16.352

41.975

12.079

36.000

8.577

Jumlah

210
5.633
429

20.061
14.443
1.300

57.183 221.949

5. Siklus Hidrologi
Dominan Prompt Subsurface Runoff dan Surface Run-off parit
dan mata air termitten
Water holding capacity rendah
karena tekstur tanah kasar,
struktur lemah dan sangat gembur,
solum dangkal, kadar bahan
organik rendah, jenis pohon/
tanaman/vegetasi kurang
menyimpan air (pinus, eukaliptus,
alang-alang)
Air langsung (segera) ke badan air
saat terjadi hujan dan langka air
pada musim kemarau

6. Status DAS berdasarkan


Kondisi Siklus Hidrologi

a. Belum semua sungai yang terdapat di DAS Asahan Toba


ter-record, hanya sungai besar yang ter-record datanya
yaitu sungai Asahan.
b. Dari hasil inventarisasi sungai-sungai di Sumatera Utara
didapatkan debit maksimum DAS Asahan 306 m3/detik dan
debit minimum 0,57 m3/detik, sehingga nilai Koefesien
Rejim Sungai (KRS) sebesar 536,84.
c. Nilai KRS yang diatas 200 menunjukkan kondisi sungai
asahan terjadi fluktuasi yang besar antara debit maksimum
dan minimum yang menggambarkan kondisi SWP DAS
Asahan Toba mengalami kerusakan.

7. Erosi dan
Kerusakan Lahan
192.400 hektar tererosi berat
hingga sangat berat di
beberapa tempat: erosi parit
dan longsor (landslide)
116.000 hektar perlu segera
direhabilitasi
1985-2005 penutupan hutan
berkurang (lahan hutan terbuka
16.000 ha pada 1985 menjadi
17.000 ha pada 2005)
Lahan terbuka berupa
padang alang-alang dibakar
secara periodik mengusir
babi hutan dan peremajaan
rumput pakan ternak (kerbau)

8. Lahan Kritis DAS


Asahan Toba
No.

Tingkat KekriXsan

Luas (Ha)

Persentase (%)

1 Tidak KriXs

211.527

34.82

2 Potensial KriXs

119.263

19,63

3 Agak KriXs

125.361

20,63

4 KriXs

110.086

18,12

41.312

6,80
100,00

5 Sangat KriXs
Jumlah

607.549

Konservasi Kawasan
Danau Toba
Konteks konservasi bagi BPDAS Asahan Barumun
terhadap Danau Toba adalah dengan kegiatan-kegiatan
pendukung antara lain sbb :
A. Fasilitasi Rencana Pengelolaan DAS Terpadu Asahan
Toba
B. Penyusunan RTk-RHL
C. Penyusunan Data Lahan Kritis
D. Penyusunan klasifikasi DAS yang dipulihkan dan
dipertahankan
E. Penyelenggaraan RHL
F. Penyelenggaraan KBR
G. Kegiatan SCBFWM
H. Penyediaan Bibit Persemaian Permanen
I. Fasilitasi Forum DAS Asahan Toba

A. Fasilitasi Rencana
Pengelolaan DAS Terpadu
Asahan Toba
1.

Penyelesaian masalah di dalam ekosistem DAS sering bersifat lokalitas


tanpa memandang DAS sebagai satu kesatuan ekosistem yang utuh
dari hulu sampai hilir.

2.

Pengelolaan sumberdaya di dalam DAS harus dapat dirumuskan secara


holistik, memandang masalah secara utuh dan terpadu.

3.

Perlu disusun rencana pengelolaan terpadu DAS dengan melibatkan


semua stakeholders terkait di dalam DAS (formal dan informal)

4.

Pembagian tugas dalam implementasi rencana pengelolaan terpadu


DAS (siapa berbuat apa sesuai tupoksi) berlandaskan kesepakatan
yang tertuang dalam rencana, berazaskan prinsip Sustainability
Development

5.

Telah disusun buku RPDAST yang disyahkan oleh Gubernur Sumatera


Utara serta dalam rangka Pemetaan stakeholder dalam pengelolaan
DAS

B. Penyusunan
RTk-RHL
RTk-RHL DAS dimaksudkan untuk menyediakan suatu rencana
dasar dalam pelaksanaan kegiatan RHL agar dipergunakan
sebagai dasar dalam penyusunan RP-RHL dan RTn-RHL.
Sedangkan Tujuan disusunnya RTk-RHL DAS adalah memberikan
acuan agar RHL dapat dilaksanakan secara tepat, mantap dan
terarah sesuai kaidah-kaidah perencanaan DAS.
Bersifat perencanaan 15 Tahun
Pertama disusun Tahun 2009
Tahun 2014 dilakukan review RTk RHL oleh karena adanya
perubahan fungsi kawasan sesuai dengan SK 379/Menhut-II/2011
yang rencananya disusun dan selesai tahun ini

Output Penyusunan RTk-RHL DAS


mencakup:
Rencana Pemulihan Hutan dan Lahan;
Rencana Pengendalian Erosi dan
Sedimentasi;
Rencana Konservasi Sumberdaya Air;
Rencana Pengembangan Kelembagaan

C. Penyusunan
Lahan Kritis
Maksud : untuk menyediakan data dan
informasi tentang kekritisan lahan di
wilayah kerja Balai Pengelolaan DAS
Asahan Barumun
Data dan informasi tersebut dapat
dijadikan acuan dalam penyusunan
rencana kegiatan rehabilitasi hutan dan
lahan serta kegiatan pembangunan
lainnya.

Adapun tujuannya adalah untuk menyiapkan data dan informasi


yang objektif dan akurat sehingga dapat bermanfaat sebagai :
Masukan dalam menentukan prioritas penanganan DAS
Dasar penyusunan rencana kegiatan Rehabilitasi Hutan dan
Lahan
Acuan para pihak dan penentu kebijakan dalam menetapkan
pembangunan wilayah berdasarkan skala prioritas
Sebagai alat monitoring dan evaluasi kegiatan Rehabilitasi
Hutan dan Lahan
Alat negoisasi untuk para pihak yang berkepentingan baik
tingkat lokal, regional maupun nasional.

D. Penyusunan
klasifikasi DAS
Dasar permenhut no 60/Menhut-II/2014
tentang kriteria penetapan klasifikasi DAS
Sebagai basis penentuan kebijakan
penyelenggaraan pengelolaan DAS.
DAS Asahan Toba termasuk DAS yang
dipulihkan daya dukungnya

E.
Penyelenggaraan
RHL
Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) adalah
upaya untuk memulihkan,mempertahankan
dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan
sehingga daya dukung, produktivitas dan
peranannya dalam mendukung sistem
penyangga kehidupan tetap terjaga.
Acuan RHL : Peraturan Menteri Kehutanan
RI Nomor : P.9/Menhut II/2013

Penyelenggaraan RHL di
Catchment Danau Toba
NO SAT/KAB/KOTA


1 Samosir
2 Toba Samosir
3 BKSDA
4 Tapanuli Utara

Total

2010 2011 2012 2013 2014 Total


(Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha)




550
-
- 100 450
- 950
400 250 300
-
- 150 200 100 100 550
550
200 350
-
-
600 750 600 550 100 2600

E. Kegiatan KBR
KBR adalah salah satu kegiatan untuk
mendukung program RHL dengan
pemberdayaan masyarakat untuk
menyediakan bibit tanaman kayu kayuan
atau MPTs dengan tujuan peningkatan
kesejahteraan masyarakat
Acuan KBR : Peraturan Menteri Kehutanan
RI Nomor : P.12/Menhut II/2013

Penyelenggaraan
KBR di Catchment
Danau Toba
NO KAB/KOTA

1 Samosir
2 Toba Samosir
3 Tapanuli Utara
4 Humbang Hasundutan

Total

2010 2011 2012 2013 2014








-
34
15 18 11

4
48
58 25 15

30
55 45 25 20

4
20
20 10
6
132

148

98

57

28

F. Kegiatan
SCBFWM
Berada di Sub DAS Gop-gopan, DAS
Asahan Toba Koordinat ; 2o 03 2o 40 LU
98o 56 99o 40 BT
Luas : 2.021, 8 km2
Altitude : 300 2.200 mdpl
Administrasi Terletak di Kab. Toba Samosir :
a. Kec. Lumban Julu
: 5.881,9 Ha
b. Kec. Porsea
: 418,83 Ha
c. Kec. Uluan
: 1.350,19 Ha
d. Kec. Toba Samosir
: 7.650,95 Ha

Tujuan SCBFWM : mendukung upaya


upaya mengurangi degradasi hutan dan
lahan guna merestorasi fungsi DAS dan
jasa ekosistem

G. Penyediaan Bibit
Persemaian Permanen
1) Tahun 2011 sebanyak 600.000 batang :

Pinus
: 480.000 batang
Suren/ingul : 100.000 batang
Jengkol
: 10.000 batang
Alpukat
: 10.000 batang

2) Tahun 2012 Produksi sebanyak 1.276.000 batang :

Pinus
Suren
Eucalyptus
Mahoni
Kemenyan
Macadamia
Alpukat
Petai
Jengkol
Aren
Durian
Sengon
Misopsis
Tanjung
Meranti
Johar/Jiur

: 370.143 batang
: 241.539 batang
: 19.200 batang
: 191.288 batang
: 5.835 batang
: 9.615 batang
: 6.000 batang
: 59.025 batang
: 15.811 batang
: 9.447 batang
: 25.242 batang
: 259.580 batang
: 16.667 batang
: 5.524 batang
: 20. 649 batang
: 20. 435 batang

Selain Produksi Bibit di Persemaian


Permanen, BPDAS AB mengadakan bibit untuk
Penghijauan Lingkungan Tahun 2012 sebanyak
70.000 batang yang terdistribusi ke satker-satker
BPDAS. Adapun satker yang berada di sekitar
danau Toba adalah :
a)
b)
c)
d)

Tobasa
Tapanuli Utara
Humbang hasundutan
Samosir

: 4.000 batang
: 4.000 batang
: 4.000 batang
: 4.000 batang

3) Tahun 2013 Pengadaan Bibit untuk


Penanaman di Samosir dan Tapanuli Utara
dengan HKBP sebanyak 24.100 batang :
Aren
Jengkol
Petai
Durian
Kemiri
Mangga
Alpukat

: 1.000 batang
: 3.000 batang
: 3.000 batang
: 6.000 batang
: 6.000 batang
: 4.000 batang
: 1.100 batang

4) Penyediaan Bibit Persemaian Permanen Tahun 2011 dan 2012


tersebut , tercatat 239.997 batang dipergunakan untuk
mendukung kegiatan Toba Go Green, dengan komposisi jenis
antara lain:

Pinus
Surien/ingul
Euchalyptus
Mahoni
Kemenyan
Petai
Aren
Durian
Sengon
Karet
Kemiri

: 79.450 batang
: 60.250 batang
: 12.700 batang
: 24.250 batang
: 1.000 batang
: 1.500 batang
:
847 batang
: 1.500 batang
: 55.000 batang
: 2.500 batang
: 1.000 batang

5) Pada Tahun 2014 ini BPDAS Asahan


Barumun memproduksi bibit dari
Persemaian Permanen sebanyak
500.000 batang yang nantinya
digunakan untuk penghijauan
lingkungan SWP Asahan Barumun
termasuk pada kabupaten-kabupaten di
catchment area Danau Toba

H. Fasilitasi Forum
DAS Asahan Toba
Forum Pengelolaan DAS adalah wadah
para pihak terkait dalam pengelolaan DAS
untuk komunikasi, konsultasi dan koordinasi
dalam rangka memberikan rekomendasi
atau masukan kepada pembuat keputusan
tentang kebijakan, implementasi kegiatan
dan pengendalian pengelolaan sumber daya
alam secara terpadu di Daerah Aliran
Sungai,

FORUM DAS
Asahan Toba
Forum DAS Asahan Toba Di bentuk melalui SK
Gubsu No 614/468 Tahun 2008 Tanggal 23
Januari 2008
Tugas :
melakukan, pengkajian tentang kebijakan rencana,
pelaksanaan kegiatan dan dampak kegiatan
pengelolaan DAS;
mengadakan rapat secara berkala maupun setiap
saat diperlukan baik rapat pleno, terbatas maupun
gabungan;
bertanggungjawab dan wajib melaporkan hasil
pelaksanaan tugasnya kepada Gubernur Sumatera
Utara.

Wewenang Forum DAS :


menyelenggarakan rapat rutin dan insidentil dalam rangka
menyelesaikan konflik antar kepentingan
institusional,golongan masyarakat dan antar daerah;
merekomendasikan prioritas penggunaan dan pemanfaatan
wilayah DAS untuk keamanan in-situ dan ex-situ serta
kesejahteraan masyarakat;
merekomendasikan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan
(RHL), pembangunan bangunan pengaman aliran sungai
untuk perlindungan DAS dan investasi vital yang ada dan
untuk upaya antisipasi bahaya banjir, erosi, sedimentasi
dan kekeringan;

Lanjutan
memberikan saran pertimbangan terhadap kegiatan
pertambangan bahan galian terutama yang dapat mengubah
permukaan tanah pada wilayah DAS maupun reklamasinya;
memberikan saran dan masukan kepada Gubernur Sumatera
Utara tentang potensi masalah yang mungkin timbul sebagai
akibat penggunaan dan pemanfaatan wilayah DAS;
merekomendasikan atau memberi saran pertimbangan
kepada Gubernur Sumatera Utara dalam penentuan
Kebijakan Pengelolaan DAS;
menyampaikan laporan perkembangan penyelenggaraan
Kebijakan Pengelolaan DAS kepada Gubernur Sumatera
Utara.

Peran BPDAS AB dalam


usaha penyelamatan
Danau Toba

BPDAS telah menyelenggarakan kegiatan yang dapat


membantu memulihkan fungsi hutan dan lahan di DTA Toba,
sehingga diharapkan dapat membantu perbaikan lingkungan
di DTA Toba tsb
Penjaringan terhadap pemangku kepentingan (stakeholders)
kunci dan perwakilannya dalam pengelolaan DAS Asahan
Toba
Fasilitasi Forum DAS Asahan Toba dalam menggali
masalah, kerusakan DTA Toba yang berdampak pada Danau
Toba
Melalui RPDAST dapat merumuskan Program dan Kegiatan
serta kebijakan yang diperlukan untuk menunjang rencana
program dan kegiatan

lanjutan
Pengkajian kebijakan, rencana dan program yang sedang dan
akan dilaksanakan di dalam DAS;
Pengkajian permasalahan-permasalahan yang timbul akibat
kegiatan-kegiatan Pengelolaan DAS dan bencana alam;
Pengendalian bencana alam, tanah longsor dan daya rusak air/
banjir dan kekeringan melalui program rehabilitasi hutan dan
lahan serta sekitaran Danau Toba
Penggunaan dan pemanfaatan wilayah DAS sesuai dengn daya
dukungnya melalui RTk RHL;
Rehabilitasi dan konservasi DAS.
Fasilitasi atau penyelenggaraan rapat-rapat Forum Pengelolaan
DAS antar wilayah administrasi dalam rangka komunikasi,
Konsultasi, sosialisasi dan koordinasi PengelolaanDAS.