Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PSIKOLOGI
KELOMPOK C4
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

PENYUSUN :
1
2

NENSI RANTE .P
NOVIANTI EVA .W

NIM :
NIM :

(PO7220113027)
(PO7220113028)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN


KALIMANTAN TIMUR
JURUSAN D-III KEPERAWATAN
SAMARINDA
2013/2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat tuhan Yang maha Esa. bahwa penulis telah
menyelesaikan tugas mata kuliah Psikologi dengan membahas Perkembangan Kepribadian
dalam bentuk makalah.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan dan bimbingan rekan-rekan kami, sehingga kendala-kendala yang penulis
hadapi teratasi. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Psikologi di Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan
Samarinda.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki
penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga
kepada rekan-rekan yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Semua pihak yang
tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan
makalah ini.

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengembangan Kepribadian dasarnya berarti meningkatkan dan perawatan seseorang
luar dan dalam diri untuk membawa perubahan positif bagi hidup Anda.Setiap individu
memiliki kepribadian yang berbeda yang dapat dikembangkan,dipoles dan
disempurnakan. Kepribadian dalam bahasa inggris disebut personality yang berasal dari
bahasa latin persona, yang berarti topeng. Kata persona lambat laun berubah menjadi
istilah yang mengacu pada gambaran sosial atau peran tertentu pada diri individu. Proses
ini termasuk meningkatkan kepercayaan diriseseorang, memperbaiki komunikasi dan
kemampuan bahasa berbicara,memperluas ruang lingkup yang pengetahuan,
mengembangkan hobi tertentu atau keterampilan, belajar etiket halus dan sopan santun,
menambahkan gaya dan rahmatdengan cara yang terlihat, berbicara dan berjalan dan
secara keseluruhan penghisapan diri dengan positif, keaktifan dan perdamaian.Meskipun
ada banyak crash program pengembangan kepribadian yang tersediauntuk orang-orang
dari semua kelompok usia, menerapkan rutin Anda dan membawa tentang perubahan
positif dalam diri seseorang membutuhkan cukup banyak waktu. Hal ini tidak perlu
bergabung dengan kursus pengembangan kepribadian, salah dapat mengambil beberapa
tips dan mengembangkan aura sendiri atau pesona :

Anda mungkin pernah mendengar ini sejuta kali "Berpikir Positif". Ia bekerja.
Itu menambah nilai nominal Anda dan kepribadian Anda juga.
Ini akan membantu dalam berkomunikasi dengan lancar.
Ikuti cara makan dan etiket makan
Merawat kesehatan Anda, berpakaian baik, rapi dan terorganisir
Siapkan bagan yang menyebutkan kekuatan dan kelemahan Anda.
Sekarang berkonsentrasi pada yang terakhir dan menemukan cara untuk

memperbaikihal yang sama. Jangan lupa untuk memperkuat kekuatan Anda.


Habiskan waktu sendirian berkonsentrasi pada Anda dan diri Anda sendiri.
Berlatih meditasi dan yoga. Ini akan membantu Anda mengembangkankedamaian

batin dan harmoni yang akan mencerminkan luar.


Jadilah kreatif dan melakukan sesuatu yang baru setiap saat. lebihbesar darisukacita
kepuasan kreatif Tidak ada.
Pengembangan Kepribadian adalah mendapatkan lebih penting dan lebih
karenamemungkinkan orang untuk menciptakan kesan yang baik tentang diri
merekasendiri pada orang lain, membantu mereka untuk membangun dan
mengembangkanhubungan, membantu dalam perkembangan karir Anda dan juga

membantu untuk meningkatkan kebutuhan keuangan Anda.Setelah semua, pengembangan


kepribadian tidak lain adalah alat yang membantuAnda menyadari kemampuan Anda dan
kekuatan Anda membuat Anda lebih kuat,lebih bahagia dan orang yang ceria.
B. Rumusan Masalah
1
2
3
4
5

Apa itu kepribadian ?


Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kepribadian ?
Apa saja perubahan yang terjadi dalam kepribadian seseorang ?
Apa karakteristik kepribadian ?
Apa pengertian kepribadian menurut para tokoh ?

C. Tujuan Penulis
Berharap para mahasiswa dapat mengenali dan mengetahui perkembangan kepribadian
yang terjadi pada diri masing-masing, sehingga tidak ada penyalagunaan yang terjadi
pada perkembangan kepribadian seseorang.

BAB II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
A. PENGERTIAN KEPRIBADIAN

Kepribadian dapat diartikan sebagai kualitas perilajku individu yang tampak


dalam melakukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan secara unik ( Abin
Syamsuddin Makmur, 1996). Keunikan
Menurut Calvin S.Hall dan Gardner Lindzey (2000) kepribadian adalah
sesuatu yang memberi tat tertib dan keharmonisan terhadap segala macam tingkah laku
yag berbeda-beda yang dilakukan si individu.
Penyesuaian tersebut sangat berkaitan dengan spek-aspek kepribadian itu sendiri, yaitu
meliputi hal-hal berikut :
1. Karakter, yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsisten aau
teguh tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
2. Temperamen, yaitu disposisi reaktif sseorang, atau cepat/lambatnya mereaksi
terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
3. Sikap, sambuan terhadap objek yang bersifat positif, negatiif,tau ambilvalen
(ragu-ragu)
4. Stabilitas emosional, yaitu kadar kesetabilan reaksi emosional terhadap
rangsangan dari lingkungan
5. Responsibilitas (tanggung jawab). Kesiaan untuk menerima resiko dari tindakan
atau perbuatan yang dilakukan .
6. Sosiabilitas, yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan
interpersonal.
B.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN


a. Fisik
Faktor fisik yang dipandang mempengaruhi perkembangan kepribadian adalah
postur tubuh, kecantikan, kesehatan, keutuhan tubuh, dan keberfungsian organ
tubuh.
b. Inteligensi
Tingkat
intelegensi
individu
dapat
mempengaruhi
perkembangan
kepribadianya.individu yang lemah intelegensinya sering mengalami hambatn
dalam menyesuaikan diri dengan lingknganya.
c. Keluarga
Suasana atau iklim keluaga sangat penting bagi perkenbangan keperibadian anak
d. Teman sebaya
e. Kabudayaan
Setiap kelompok masyarakt memiliki tradisi, adat, atau kebudayaan yang khas.
Kebudayan atau tradisi setiap masyarakat memberikan pengaruh terhadap
kepribadian setiap anggotanya, baik yang menyangkut cara berfikir, besikap,
berprilaku.

C.

PERUBAHAN KEPRIBADIAN

Mskipun kepribadian seseorang itu relatif konstan, namun dalam kenyataannya sering
ditemukan bahwa perubahan kepribadian itu dapat mugkin terjadi. Perubahn itu
terjadi pada umumnya karena lebih dipengaruhi olehfaktor lingkungan daripada faktor
fisik. Disamping itu, perubahan ini sering dialami oleh anak daripada orang dewasa.
Febton (E. Hurlock, 1956) mengklasifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya perubahan kepribadian ke dalam 3 kategori yaitu,
a. faktor organik, seperti : makanan, obat, inveksi, dan ganggun organik
b. Faktor lingkungan sosial budaya, seperti : pendidikan rekresi, dan pertisipasi
sosial.
c. Faktor dari dalam individu itu sendiri seperti : tekanan emosioal, identifikasi
terhadap orang lain, dan imitasi.
D.

KARAKTERISTIK KEPERIBADIAN
Salah satu kunci dari definisi kepribadian adalah penyesuaian. Menurut Alexander
A.Schneiders (1964), penyesuaian dapat diartikan sebagai suatu proses respons
individu baikyang bersifat behavioral mauun mental dalam upaya mengatasi
kebutuhan dari dalam diri , tegangan emosional,frustasi dan konflik.
E. B. Hurlock (1986) mengemukakan bahwa penyesuaian yang sehat atau kepribadian
yang sehat ditandai dengan karakteristik sebagai berikut :
a. mampu menilai diri secara realistik .
Individu yag sehat daat menilai dirinya sebagaimana apa adanya. Baik kelebihan
maupun kekuranganya yang menyangkut fisik dan kemampuan.
b. mampu menilai situsi secara realistik.
Individu dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dihadapi secara
realistik dan mau menerimanya secara wajar.
c. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik.
Individu dapat menilai prestasinya secara realistik dan mereaksikanya secara
rasional. Dan tidak menjadi sombang, angkuh, atau mengalam superiority
complekx, apabila memperoleh prestasi yang tinggi, atau kesuksesan dalam
hidunya.
d. Menerima tanggung jawab. Individu yang sehat adalah yang bertanggung jawab.
Dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuan untuk mengatasi masalahmasalah kehidupang yang dihadapinya.

e. Kemandirian (autonomi).
Individu memiliki sikap mandiri dalam cara berpikir dan bertindak,mampu
mengambil keputsan,mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan
diri sacara konstruktif dengan norma yang berlaku di lingkunganya.
f. Dapat mengontrol emosi.
Individu merasa nyaman dengan emosinya. Dia dapat menghadapi situasi frustasi,
depresi atau stres secara positif atau konstruktif, tidak destruktif (merusak).
g. Berorientasi tujuan

h.

i.
j.
k.

Setiap orang mempunyai tujuan yang inggin dicapainya, namun, dalam


merumuskan tujuan itu ada yang realistik ada yang tidak. Pada individu yang
sehat dia berupaya untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara mengembangkan
kepribadian (wawasan) dan keterampilan
Berorientasi keluar
Individu yang sehat memiliki orientasi keluar (ekstrovert). Dia bersikap respek,
empati terhadap orang lain, mempunyai kepedulian terhadap situasi, atau masalahmasalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam pikiranya.
Penerimaan sosial.
Individu dinilai positif oleh orang lain, mau berpartisifasi aktif dalam kegiatan
sosial, dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
Memiliki filsafat hidup.
Dia mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari
keyakinan agama.
Berbahagia.
Individu yang sehat, situasi kehidupanya diwarnai kebahagiaan. Kebahagiaan ini
didukung oleh faktor-faktor achievement (pencapaian prestasi), acceptance
(penerimaan dari orang lain), dan affaction (perasaan dicintai atau disayangi orang
lain).
Adapun kepribadian yang tidak sehat itu ditandai dengan karakteristik seperti
berikut.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.

E.

Mudah marah (tersinggung)


Menunjukan kekhawatiran dan kecemasan
Sering merasa tertekan (stress atau deperesi)
Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yan sianya lebih muda
atau terhadap binatang
Ketidak mampuan untuk menghiari dari perilaku menyimpang meskipun
sudah diperingati atau dihukum.
Mempunyai kebiasaa berbohong.
Hiperaktif
Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
Senang mengkritik
Sulit tidur
Kurang memiliki rasa tanggung jawab
Sering mengalami pusing kepala
Kurang memiliki kesadaran untuk menaati ajaran agama
Bersikap pesimis dala menghadapi kehidupan
Kurang bergairah dalam menjalani kehidupan

PERKEMBANGAN KEPERIBADIAN MENURUT TOKOH-TOKOH


PSIKOLOGI
1. RAYMON CATTELL

Dalam membahas perkembangan kepribadian, cuttell banyak mengambil


bahan-bahan dari psikologi analisa danpsikologi belajar. Menurut cattell proses
perkembangan itu terutama adalah modifikasi erg, elaborasi metaerg dan
organisasi selfstruktur. Mudah tidkny serta luas tidaknya modifikasi dan
pertumbuhan ini tergantung kepada intelegensi, dispotition rigidity dan kekuatan
ingatan.

Prinsip-prinsip belajar
Perkembangan sebagai proses belajar, oleh cuttell digambarkan
melewati serangkaian titik yang merupakan kejadian-kejadian yang
merupakan penjelmaan dari pada pola-pola tingkah laku yang didorong oleh
erg, jelasnya apabila ada pola penyesuaian bertemu dengan keadaan
lingkungan yang berpengaruh terhadap pola penyesuaian tersebut. Maka
tentulah menimbulka hasil dalam keperibadian tatau perkembangan.
Perubahan-perubahan inilah yang merupakan titik-titik yang dilalui oleh
individu dalam jalan perkembanganya, yang oleh cattell disebut dynamic cross
road.
Adapun cross road yang dilalui oleh individu difalam perkembangannya itu
adalah sbb :
a. Dynamic croosroad 1
Ini terjadi bila individu memulai usaha untuk mendapatkan pemuasan
dalam suatu erg tertentu. Akibat dari usaha ini ada 4 macam kemungkinan
yaitu :
1. Individu mungkin mendapatkan pemuasan bakat adanya pola tingkah
laku yang dibawa sejak lahir.
2. Individu mungkin gagal dalam mendapatkan pemuas karena kurang
efektifnya pola-pola response perseptuil dan motoris yang dibawa
sejak lahir untuk menghadapi faktor-faktor lingkunan
3. Pola yang berdasar ergitu mungkin dimodifikasikan atau disisihkan
dengan mengaktifkan erg lain yang tadinyasubsider terhadap erg yang
disisihkan itu.
4. Individu mungkin gagal dalammencapai tujuan karena adanya suatu
halangan atau barrier, walaupun jalan ke arah tujuan itu ukup jelas.
Selanjutnya cuttell memberikan penjelasan tentang bedanya kemungkinan
kadua yaitu deprivasi dan kemungkinan keempat yaitu frustasi. Raksi dari
deprivasi adalah respon dispersion, individu kurang mampu mengerti
bagaimana sebaiknya dia berbuat, karna responya tidak langsung to the point.
Pada kemungkinan keempat, individu yang menghadapi frustasi akan merasa
marah dan reaksinya akan merupakan agressi.
b. Dynamic croosroad II
Jika individu dihadapkan deng suatu rintangan, maka jalan yang terbuka
baginya adalah :
1. Meningkatkan activitas yang menuju kepuasan.

2. Marah yang dapat mengatasi rintangan dan selanjutnya menuju kesuatu


pemuasan.
3. Marah yang menghasilkan kegagalan yang menghadapi rintangan
Jika poin ketiga membutuhjkan analisa lebih jauh maka disinilah
mulanya crosroad ketiga.
c. Dynamic crosroad ke III
Pada titik ini ada empat kemungkinan respon, yaitu :
1. Putus asa atau menyerah
2. Takut dan menarik diri
3. Tetap pada agresinya yang tidak efektif,
4. Lari kedalam fantasi untuk mendapat pemuasan secara khayal
d. Dynamic crosroad IV
Dalam hal ini individu meninggalkan erg. Menurut cuttell kecemasan
merupakan faktor kunci dalam menolak atau menghentikan erg.
Kecemasan ini kerap brkaitan erat dengan ketakutan
Dalam menghadapi perunya meninggalkankcenderungan karena erg itu
terbuka empat kemugkinan jalan bagi individu, yaitu ;
1. Dia mungkin menekan erg itu.
2. Dia munngkin menekan erg itu, tapi dengan terpaksa
3. Dia mungkin dengan sadar mensublimasikan erg itu.
4. Dia tetap (mungkin) pada tingkah lakuna yang nonadaptive.
e. Dynamic crosroad ke V
Ini berawal dari idividu melakukan penekanan. Dalam keadaan ini
terbuka empat kemungkinan bagi idividu, yaitu :
1. Dia mungkin membentuk fantasi-fantasi tak sadar, yang kadangkadang dapat disadari.
2. Mungkin dia melakukan penekanan yang berhasil, hingga impuls dapat
tetap ditempatka dalam ketidak sadaran.
3. Mungkin terjadi penekanan yang tidak stabil.
4. Mungkin terjadi sublimasi yang tidak terjaga.

f. Dynamic ini bermula pada keadaan penekanan yang tidak stabil. Dalam
keadaan ini cuttell menunjukan sepuluh jalan yaitu:
1. Fantasi
2. Pembentukan reaksi
3. Rasionalisaai
4. Proyeksi
5. Penekanan lebih lanjut
6. Pembatasan lebih lanjut
7. Regresi
8. Pengalihan dengan pembentukan symtom
9. Lain-lain pembentukan simtom
10. Lain-lain bentuk mekanisme pertahanan

2. GARDENER MURPHY
Teory Murphy menekankan pada perkembangan kepribadian,
merangkum tentang bagaimana kepribadian itu berkembang

untuk

1. Fase-fase perkembangan.
dalam hal ini, Murphy membedakan atas tiga masa perkembangan
a. Fase pertama, individu terbuat terlebih lebih sebagai keseluruhan
terhadap keseluruhan situasi ( pada bayi)
b. Fase kedua, fungi fungsi khusus mengalami differensiasi, dan muncul
dari keseluruhan.
c. Fase ketiga, fungsi-fungsi yang sudah mengalami differensiasi,
diintegrasikan dalam suatu unitas yang terkoordinasi dan terorganisasi.
2. Hal-hal yang memungkinkan perkembangan organisme dan lingkungan.
Pada garis besarnya , tentang hal ini Murphy mengikuti pendapat
konvergensinya W. Stern.
3. Belajar sebagai bentuk perkembangan
Menurut Murphy, proses belajar teradi karena adanya interaksi organisme
yang dasarnya bersifat individual dan lingkungan khusus tertentu. Maka
interaksi tersebut membentuk koneksi antara kebutuhan dan respon, antara
tegangan dengan tingkah laku tersebut
Koneksi tersebut terbentuk dari 2 macam proses yaitu kanalisasi dan
persyaratan.
Kanalisasi, adalah proses yang memberi jalan tersalurnya motif atau
konsentrasi enersi pada tingkah laku. Yang dapat digunakan untuk berbagai
tujuan.
Kekuatan kanalisasi menurut Murphy dapat diperhitungkan dan tergantung
pada 4 faktor.
a. Kekuatan kebutuhan, yaitu konsentrasi dalam jaringan
b. Intensita kepuasan, yaitu besrnya perubahan tegangan
c. Taraf atau fase perkembangan tertentu
d. Frekwensi kepasan
Keempat faktor tersebut. Berhubungan secara fungsional dan
kompensoris. Seseorang mungkin memiliki kebutuhan yang lemah dan
kepuasan yang tipis, tetapi karena pengalaman semacam ini terulangulang, maka kanalisasinya menjadi cukup kuat. Sebaliknya, kalau suatu
kbutuhan yang sangat kuat semuanya terpenuhi dengan sangat
memuaskan maka kanalisasinya sudah sangat cukup kuat pula, tanpa
ulangan lagi.
4. Sosialisasi sebagai bentuk perkembangan
Kecuali perkembangan tersebut merupakan proses asosias, diferensiasi
integrai, Murphy mengakui bahwa faktor sosiokultural mempengaruhi
kepribadian dalam empat cara yaitu :
1. Masyarakat mempunyai suatu rangkaian tanda-tanda yang menjadi tujuan
persyaratan anak-anak yag hidup didalamnya.

2. Masyarakat, melalui berbagai lembaga membawa anak-anak untuk


mengkanalisasikan enersi mereka.
3. Masyarakat, dengan hadiah dan hukuman dapat mengubah dorongandorongan yang akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
4. Masyarakat didalam proses-proses perseptuil dan kognitif dapat
membawa anggota-anggotanya sedemikian rupa, seingga mereka akan
belajar dan berfikir sesuai dengan norma-norma yang masyarjadi, antara
kepribadian dan masyarakat, adalah merupakan hubungan yang tidak
dapat dipisahkan.
3. SIGMUND FREUD
Freud berpendapat, bahwa kepribadian sebenarnya pada dasarnya telah terbentuk
pada akhir tahun ke lima, dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya
merupakan penghalusan struktur dasar itu. Kesempulan yang demikian itu di
ambilnya atas dasar pengalaman-pengalamannya dalam melakukan psikoanalisis.
Kepribadian itu berkembang dalam hubungan dengan empat macam sumber
tegangan pkok, yaitu :
(1) Proses pertumbuhan fisiologis,
(2) Frustasi,
(3) Konflik, dan
(4) Ancaman,
Sebagai akibat dari meningkatnya tegangan karena keempat sumber itu, maka
orang terpaksa harus belajar cara-cara yang baru untuk mereduksi tegangan.
Belajar mempergunakan cara-cara baru dalam mereduksikan tegangan inilah
yang disebut perkembangan kepribadian.

Identifikasi
Di definisikan sebagai metode yang di pergunakan orang dalam
menghadapi orang lain yang membuatnya menjadi bagian daripada
kepribadiannya.
Dia belajar mereduksi tegangannya dengan cara bertingkah laku seperti
tingkah laku orang lain. Freud mempergunakan istilah identifikasi dan bukan
imitasi, sebab menurut dia istilah imitasi mengandung arti peniruan yang
dangkal, sedangkan dalam identifikasi apa yang di tiru itu lalu menjadi bagian
daripada kepribadiannya. Pada umumnya identifikasi ini berlangsung dengan
tidak din sadar; jarang dilakukan dengan maksut sadar. Dalam pada itu perlu
di kemukakan, bahwa orang tidak perlu mengidentifikasikan diri dengan
semua hal yang ada pada orang lain tempat dia mengidentifikasikan diri itu,
akan tetapi biasanya dia memilih hal-hal yang dalam anggapannya akan dapat
menolongnya untuk mencapai sesuatu maksud. Dalam proses identifikasi ini
banyak terjadi jatuh bangun, trial and error, karena biasanya orang tidak pasti
benar, apakah yang ada pada orang lain itu yang dapat membawa sukses
baginya. Obyek identifikasi itu tadak hanya terbatas pada manusia saj, tetapi

dapat bermacam-macam sekali; mengidentifikasikan diri dengan binatang,


sifat-sifat yang dikhayalkan, fikiran-fikiran abstrak dan sebagainya.
Pemindahan Obyek
Apabila obyek pilihan sesuatu instink yang asli tidak dapat dicapai
karena rintangan (anti-cathexis), baik rintangan dari dalam maupun dari luar,
maka terbentuklah cathexis yang baru, kecuali kalau terjadi penekanan yang
cukup kuat. Selama proses pemindahan itu sumber dan tujuan instink tetap,
hanya obyeknya yang berubah-ubah. Pemindahan obyek yang menghasilkan
hasil kebudayaan yang tinggi di sebut sublimasi. Karena sublimasi ini juga
tidak dapat memberikan kepuasan yang sempurna ( seperti halnya lain-lain
pemindahan obyek), maka akan selalu akan ada sisa tegangan yang tak
terpuaskan.
Adapun arah pemindahan obyekini di tentukan oleh 2 faktor, yaitu :
1. kemiripan obyek pengganti terhadap obyek aslinya, dan
2. Sanksi-sanksi dan larangan-larangan masyarakat.
Mekanisme-mekanisme pertahanan das Ich
Das Ich mengambil cara yang ekstrim untuk menghilangkan atau
mereduksikan cara yang ekstrim untuk menghilangkan atau mereduksi
tegangan. Betuk-betuk pokok mekanisme pertahanan itu adalah :
(a) Penekanan atau represi,
(b) Proyeksi
(c) Pembentukan reaksi
(d) Fiksasi
(e) Regresi.
Semua mekanisme pertahanan itu mempunyai kesamaan sifat-sifat, yaitu :
(1). Kesemuanya itu menolak, memalsukan atau mengganggu kenyataan;
(2). Kesemuanya itu bekerja dengan tidak di sadari, sehingga orangnya yang
bersangkutan tak tahu (tak menginsyafi) apa yang sedang terjadi.

Fase-fase perkembangan
Freud berpendapat bahwa bahwa anak sampai kira* umur lima tahun melewati
fase-fase yang terdiferensiasikan secara dinamis, kemudian sampai umur dua
belas atau tigabelas tahun mengalami fase latent, yaitu dinamika menjadi lebih
stabil. Adapun fase-fase tersebut ialah :
(1). Fase oral 0;0 sampai kira-kira 1;0. Pada fase ini mulut merupakan daerah
pkok aktivitas dinamis
(2). Fase anal : kira-kira 1;0 sampai kira-kira 3;0. Pada fase ini cathexis dan
anti cathexis berpusat pada fungsi eliminatif (pembuangan kotoran)
(3) fase phallis ; kira-kira 3.0 sampai 5;0. Pada fase ini alat-alat klamin
merupakan daerah organ terpenting
(4) fase latent : 5;0 sampai kira-kira 12;0 atau 13;0. Pada masa ini impulsimpuls cenderung untuk ada dalaam keadaan tertekan.
(5) fase fase pubertas : kira-kira 12;0 atau 13;0. Pada masa ini impuls-impuls
menonjol kembali. Apa bila ini dapat di pindahkan dan di sublimasikan

oleh das Ich dengan berhasil maka sampailah orang kepada fase
kematangan terakhir, yaitu :
(6) fase geneital

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kepribadian memiliki banyak arti karena perbedaan sudut pandang para ahli yang di
dasari dari hasil penelitian, cara pengukuran maupun teori yang di kemukakan.
Dan dari beberapa pengertian tersebut Kepribadian meliputi segala corak tingkah
laku individu yang terhimpun dalam dirinya, yang di gunakan untuk bereaksi dan
menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan, baik yang datang dari luar dirinya
atau lingkungannya (eksternal) maupun dari dalam dirinya sendiri (internal)
sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas
bagi individu itu.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kepribadian ke dalam 3
kategori yaitu :
a. faktor organik, seperti : makanan, obat, inveksi, dan ganggun organik
b. Faktor lingkungan sosial budaya, seperti : pendidikan rekresi, dan
pertisipasi sosial.
c. Faktor dari dalam individu itu sendiri seperti : tekanan emosioal,
identifikasi terhadap orang lain, dan imitasi.

DAFTAR PUSTAKA

H. Syamsu Yusuf, Dr.Ln.,Mpd. (2009) Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung
Klage,L.,Die Grundlagen de karakterkunde.Barth,Leipzing 1992
Freud,S.,the ego and the Id. The hogart Press, London 1950
Freud,S., Het Ik en de psychologie der massa. Werel dbibliotheek,Amsterdam, 1952
Soemadi S., Psikologi kepribadian. Jajasan Penerbit Fak. Psikologi Yogyakarta, 1967
Murphy , G Field theory and survival. J. Amer, soc. Psych. Res, 1945

DAFTAR ISI

Cover
Daftar isi
Kata Pengantar
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan Penulis
BAB II : PEMBAHASAN PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
A.
B.
C.
D.
E.

Pengertian kepribadian
Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepribadian
Perubahan Kepribadian
Karakteristik Kepribadian
Perkembangan Kepribadian menurut tkoh-tokoh Psikologi

BAB III : PENUTUP


A. Kesimpulan
Daftar Pustaka