Anda di halaman 1dari 8

Modalitas Radiologi sebagai penunjang diagnosa

-Foto Polos - Kepala


- Tulang belakang
-Myelografi.
-CT Scan (Computer Tomography)
-MRI (Magnetic Resonance Imaging)
-Angiografi
-USG
Foto Polos : Foto Kepala
Foto Tulang Belakang
Terbatas hanya bisa menilai tulang-tulangnya dan jaringan lunak sekitarnya, tapi tidak
dapat menilai lebih jauh keadaan dalam tulang kepala.
Foto Polos Kepala yang harus diperhatikan :
tabula externa dan interna : intact/fraktur/ destruksi.
Anatomi pembuluh darah harus tahu normalnya
Letak Calsifikasi fisiologis
Foto Polos Tulang Belakang yang harus diperhatikan :
Lengkungannya
Trabeculasi/densitas
Diskus intervertebalis
Foramen intervertebalis
Myelografi : foto dengan memasukkan kontras di sub arachnoid pada tulang belakang
dengan melakukan lumbal pungsi. Yang harus diperhatikan :
Lancar tidaknya kontras di sub arachnoid
Ada tidaknya penekanan rongga sub arachnoid tersebut (misal kasus HNP yang setinggi
diskus, tumor extra medullare)
Ada tidaknya infeksi
Ada tidaknya tumor intra medullare
CT Scan : Computer Tomography dengan X Ray.
CT Scan kepala untuk kasus trauma :
Ada tidaknya perdarahan intracerebri, perdarahan epidural, subdural, ataupun perdarahan
sub arachnoid.
Ada tidaknya oedema cerebri.
Ada tidaknya tulang-tulang fraktur.
Ada tidaknya perselubungan di sinus paranasal maupun mastoid.
Ada tidaknya soft tissue swelling.
CT Scan kepala untuk kasus tumor (biasanya dilakukan dengan CT Scan polos dan
pemberian kontras Intra Venus):
Untuk menentukan ada tidaknya tumor primer atau sekunder.
Untuk menilai perluasan dan side effect tumor tersebut.
CT Scan kepala kasus infeksi (biasanya dilakukan dengan CT scan polos dan pemberian
kontras Intra Venus) untuk lebih memperjelas kelainannya :
CT Scan kepala untuk kelainan kongenital :
Untuk mengetahui seberapa jauh kelainan kongenital dan melibatkan apa saja.
CT Scan kepala untuk kasus kelainan vaskuler (bisa CT scan polos ataupun dengan kontras
IV)
CT Scan tulang belakang kasus trauma untuk menentukan seberapa jauh kelainan tulang
belakang dan jaringan sekitarnya.

CT Scan tulang belakang untuk kasus tumor dan infeksi (biasanya dilakukan CT Scan
polos dan pemberian kontras intra venus) juga kadang-kadang dilakukan MyeloCT yaitu
dilakukan Myelografi dulu kemudian dilakukan CT Scan tulang belakang.
CT Scan tulang belakang untuk kelainan kongenital untuk mengetahui sejauh mana
melibatkan organ-organ sekitarnya.
MRI atau Magnetic Resonance Imaging :
Kemampuan hampir sama dengan CT Scan perbedaannya pada kasus-kasus kelainan soft
tissue pada tulang belakang lebih baik dibanding CT Scan, tetapi untuk kasus tulang CT
Scan lebih unggul dibanding MRI. Kasus stroke yang non hemorargik atau infak (infark)
lebih cepat didiagnose dengan MRI dibanding CT Scan .
USG (Ultra Sonografi) terbatas kemampuannya.
Angiografi pemeriksaan pembuluh darah dengan memasukkan kontras.

Foto Normal kepala anak

Foto Anak dengan Sutura yang melebar

Foto kepala dengan kalsifikasi patologis

Foto kepala metastasis ke tulang kepala

Angiorafi

diagram angiografi

CT Scan kepala perdarahan epidural

Perdarahan subdural kronik

Fraktur tulang kepala

Perdarahan subdural akut

Anda mungkin juga menyukai