Anda di halaman 1dari 2

KEMENTERIAN AGAMA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
Jl Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telp. 7601295 Semarang 50185
==================================================
===================================

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP


TAHUN AKADEMIK 2013 / 2014
Mata Kuliah : Fiqih Siyasah (2 SKS)
Kode
: PAI-11027

Kelas
Keterangan

: PAI 6
: Take Home

Jawablah 3 pertanyaan saja dan soal nomor 1 sebagai pilihan wajib !


1. Nabi Muhammad Saw figur politikus handal. Ia piawai dalam hal; mengelola Negara
Madinah, memenej dinamika keumatan, menstabilkan perkembangan moneter, dan
sebagainya. Itulah sebabnya, politik profetik (politik kenabian) menjadi sebuah alternatif
menuju negara ideal. Menurut anda, apa kunci politik profetik?; bagaimana pula konsep
ini dapat mengkritisi model perpolitikan di Indonesia?
2. Agama diyakini sebagai sistim keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara. Namun idealitas ini perlu diuji manakala pada kontestasi politik
kekuasaan, agama justru hanya dijadikan sebagai alat justifikasi yang bias dan
mengaburkan universalitas nilai agama yang menjunjung tinggi keadilan, kesejahteraan
dan kedamaian. Tak ayal, rakyat diposisikan berhadap-hadapan dan saling menyerang.
Ironisnya, isu agama justru mendominasi konflik tidak fair tersebut. Menurut anda,
bagaimana agama dan negara terpola dalam frame yang saling menguatkan ?
3. Konstitusi Madinah dirumuskan atas dasar kepentingan untuk menciptakan stabilitas
dinamika keumatan di Madinah. Dengan tanpa menegasikan konflik yang ada, konstitusi
ini efektif membimbing rakyat Madinah yang hidup dalam skema multikultural agar
senantiasa menjunjung tinggi toleransi. Mengapa itu terjadi ?; Bagaimana pula hal itu
dapat dikontekstualisasikan dalam perpolitikan di Indonesia?
4. Sejak era Khulafa Rasyidin hingga saat ini, agama menjadi komoditas politik kekuasaan.
Agama begitu laris saat individu dan kelompok tertentu berambisi mengusung agenda
politik. Apa saja faktor yang melatarbelakangi politisasi agama dalam politik kekuasaan?;

Bandingkan pula antara era Khulafaur Rosyidin, Dinasti Umayyah dan Dinasiti
Abbasiyah?; dan, bagaimana praktik tersebut menjadi dominan dalam konstelasi politik
nasional?

Salam Sukses