Anda di halaman 1dari 27

BAGIAN OBSTETRI GINEKOLOGI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA


FAK. KEDOKTERAN UNTAD
PALU
2014

HIDROSALPING
NUR FITRIANI JURAIJ
N 111 12 001
PEMBIMBING :
DR. ABDUL FARIS, SP. OG

Definisi

Hidrosalping adalah kondisi dimana


terjadi sumbatan pada saluran telur
wanita (tuba fallopii) dan terisi cairan
(hidro).

Tuba fallopi Terdiri dari 4 bagian yaitu:


Pars interstisialis
Pars istmika
Pars ampularis
Infundibulum

Etiologi
Penyakit radang panggul (PID) atau salpingitis

kronik (peradangan tuba fallopi) yang dapat dipicu


oleh infeksi klamidia dan gonore.
IUD, endometriosis, dan operasi kadang-kadang
berhubungan dengan masalah ini. Sebagai reaksi
terhadap cedera, tubuh bergegas mengirim sel-sel
inflamasi ke daerah peradangan dan kemudian hasil
penyembuhan menyebabkan hilangnya fimbria dan
terjadi penutupan tabung.

Patofisiologi
Proses peradangan dan penyembuhan akibat infeksi
tersebut menghancurkan halus jari-seperti fimbria,
yang membentang dari ujung tuba fallopi pada
ovarium.
Fimbria
bertanggungjawab
untuk
membawa telur menunggu sperma, kemudian sel
telur dan sperma bergerak bersama-sama untuk
pembuahan. Ketika terluka, fimbria menjadi
menyatu bersama-sama, sehingga menutup tabung.
Cairan kemudian mengumpulkan di saluran tuba
sehingga mustahil bagi mereka untuk berfungsi.

Gejala
Gejala dapat bervariasi :
Beberapa pasien mengalami nyeri perut sering
berulang atau nyeri panggul, sementara keluhan
yang lain mungkin asimptomatik.
Infertilitas merupakan gejala yang umum pada
gangguan fungsi tuba.
Beberapa orang mungkin mengalami keputihan
tidak normal karena infeksi panggul atau
peradangan.

Diagnosis
USG Transvaginal
Histerosalpingogram
Laparoskopi

Penatalaksanaan
Terapi operatif
Apabila

keluhan tetap ada dan


mengganggu kehidupan sehari-hari
Apabila tiap kali timbul reaktivisasi dari
proses radang
Apabila ada infertilitas yang sebabnya
terletak pada tuba
In Vitro Fertilization (IVF)

LAPORAN KASUS
IDENTITAS
Nama
: Ny. NP
Umur
: 27 tahun
Alamat : BTN Lagarutu
Pekerjaan : PNS
Agama : Hindu
Pendidikan : DIII Perawat

ANAMNESIS
P0A0 Menarche : 13 tahun
Perkawinan: Pertama (4 thn)
Keluhan Utama : Nyeri perut
Rw. Penyakit Sekarang :
Pasien masuk dengan keluhan nyeri perut menjalar
sampai ke pinggang belakang sekitar 1 bulan sebelum
masuk rumah sakit. Pasien mengeluhkan nyeri
pinggang yang dirasakan + 6 bulan terakhir, nyeri juga
dirasakan sampai di kemaluan 3-4 hari sebelum masuk
rumah sakit. Riwayat haid teratur namun nyeri
dirasakan sepanjang masa haid dan riwayat keputihan
yang berlebihan sebelum dan sesudah haid. Pasien
tidak mengeluhkan adanya demam. BAK dan BAB
lancar.

Riwayat Obstetri : (-)


Riwayat KB : (-)
Riwayat Perkawinan : Menikah 1 kali dengan suami
sekarang
Riwayat Penyakit Dahulu :
Hipertensi (-), Diabetes Mellitus (-), Peny.Jantung (-),
Asma (-), alergi obat/makanan (-)

PEMERIKSAAN FISIK
KU : Baik Tek. Darah: 110/70 mmHg
Kesadaran : Kompos mentis Nadi : 80x/menit
BB : 53 Kg Respirasi : 20x/menit
TB : 155 cm Suhu : 36,5C
Kepala Leher: Konjungtiva anemis -/-, sklera Ikterik -/-,
pupil isokor D = 3 mm
Pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-)
Thoraks : I : Pergerakan thoraks simetris, sikatrik (-)
P : Nyeri tekan (-), massa tumor (-)
P : Sonor pada kedua lapang paru, pekak pada
area
jantung, batas paru-hepar SIC VII LMD,
batas jantung DBN
A : Bunyi pernapasan vesikular +/+, rhonki -/-,
wheezing
-/Bunyi jantung I/II murni reguler

Abdomen :
I : Tampak datar, seirama gerak nafas, sikatrik (-)
A : Peristaltik (+), kesan normal
P : Timpani
P : Nyeri tekan (-) suprapubik, tidak teraba adanya
benjolan, hepar dan lien tidak teraba

Genitalia :
VT :
Vulva : tidak ada kelainan
Vagina : tidak ada kelainan
Porsio : konsistensi kenyal, teraba permukaan licin,
tidak ada pembukaan, nyeri goyang (-), masssa
tumor (-)
Pelepasan : (-)
Inspekulo : Tampak porsio dengan permukaan licin,
warna merah muda, fluor (+), perdarahan (-),
erosi (-)
Ekstremitas : Akral hangat, edema (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium :
Wbc : 8,0 x 109/l
BT: 3
Hgb : 12,6 gr/dl
CT: 7
Hct : 37,4 %
Plt : 216 x 109/l
Rbc : 4,38 x 1012/l
Hasil USG :

Kesan Kista Ovarium

RESUME

Pasien perempuan (P0A0) berusia 27 tahun


masuk RS dengan keluhan nyeri perut menjalar
sampai ke pinggang belakang sekitar 1 bulan
sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengeluhkan
nyeri pinggang yang dirasakan + 6 bulan terakhir,
nyeri juga dirasakan sampai di kemaluan 3-4 hari
sebelum masuk rumah sakit. Riwayat haid teratur
namun nyeri dirasakan sepanjang masa haid dan
riwayat keputihan yang berlebihan sebelum dan
sesudah haid. BAK dan BAB lancar.

Berdasarkan pemeriksaan fisik, pada palpasi


abdomen didapatkan nyeri tekan (-) suprapubik,
tidak teraba adanya benjolan. Pada pemeriksaan
VT teraba porsio dengan konsistensi kenyal, teraba
permukaan licin, tidak ada pembukaan, nyeri
goyang (-), tidak teraba massa, pelepasan (-). Pada
pemeriksaan inspekulo, tampak porsio dengan
permukaan licin, warna merah muda, fluor (+),
perdarahan (-), erosi (-). Pada pemeriksaan USG,
didapatkan kesan kista ovarium.

DIAGNOSIS
Kista Ovarium

PENATALAKSANAAN
IVFD RL 28 tpm
Pemasangan kateter
Persiapan 2 kantong WB
Klisma 2 hari
Pro op Laparatomi

ANJURAN
Pemeriksaan kimia darah
Pemeriksaan Chest X-Ray
Pemeriksaan EKG

Laporan Operasi
Desinfeksi lapangan operasi
Pasang doek steril
Insisi abdomen secara pfanenstiell lapis demi lapis tembus

secara tajam dan tumpul


Bebaskan perlengketan usus dari salping dan uterus
Dilakukan salpingoektomi sinistra
Repair salping dextra
Kontrol perdarahan
Jahit abdomen lapis demi lapis
Tutup luka dengan kasa
Operasi selesai

FOLLOW UP
17 September 2014
Diagnosis post operatif: Hidrosalping bilateral
Dilakukan tindakan:
Salpingektomi sinistra
Repair tuba kanan
Instruksi post op. :
Drips tramadol
IVFD RL + oxytocin 28 tpm
Injeksi cefotaxim 2 gr/24jam/iv
Injeksi metronidazole 500 mg/12 jam/iv
Injeksi kalnex 1 amp/8jam/iv
Injeksi ranitidin 1 amp/12jam/iv
Injeksi ketorolac 1amp/8jam/iv
Obs. TTV dan perdarahan

FOLLOW UP
18 September 2014
S : Nyeri luka op (+), nyeri perut, perdarahan (+)
O: TD : 120/80 mmHg
N : 80x/menit
R : 20x/menit
S : 36,7C
BAB (-), flatus (+).
BAK perkateter
A : Hidrosalping bilateral, post salpingektomi hari ke-1
P : IVFD RL
Injeksi cefotaxim 2 gr/24jam/iv
Injeksi metronidazole 500 mg/12 jam/iv
Injeksi kalnex 1 amp/8jam/iv
Injeksi ranitidin 1 amp/12jam/iv
Injeksi ketorolac 1amp/8jam/iv
Obs. TTV dan perdarahan

FOLLOW UP
19 September 2014
S : Nyeri luka op (+), pusing (+)
O: TD : 110/80 mmHg
N : 84x/menit
R : 20x/menit
S : 36,8C
BAB (+), BAK perkateter
A : Hidrosalping bilateral, post salpingektomi hari ke-2
P : Aff infus
Aff kateter
Cefixim 2x100 mg
Metronidazole 3x500 mg
Meloxicam 2x15 mg

FOLLOW UP
20 September 2014
S : Nyeri luka op (+)
O: TD : 120/70 mmHg
N : 72x/menit
R : 16x/menit
S : 36,6C
BAB (+), BAK (+).
A : Hidrosalping bilateral, post salpingektomi hari ke-3
P : Cefixim 2x100 mg
Metronidazole 3x500 mg
Meloxicam 2x15 mg
Boleh rawat jalan

TERIMA KASIH