Anda di halaman 1dari 6

Pelabuhan PT.

Bukit Asam
A.1 Sekilas tentang Pelabuhan Tarahan
Mahasiswa Tambang 2013 sampai ke Pelabuhan Tarahan pada tanggal
10 Januari 2015 pukul 02.00. Kami mengunjungi satu dari tiga pelabuhan
atau dermaga yang dimiliki PT. Bukit Asam yaitu Pelabuhan Tarahan. Unit
Pelabuhan Tarahan terletak di jalan Soekarno Hatta KM. 15, Bandar
Lampung, Lampung, Indonesia. Batubara yang disimpan di tempat
penyimpanan di distribusikan ke dermaga maupun pelabuhan. PT Bukit
Asam memiliki 3 buah pelabuhan maupun dermaga yaitu Pelabuhan
Batubara Tarahan, Dermaga Kertapati dan Pelabuhan

Teluk Bayur.

Batubara yang disimpan di tempat penyimpanan di angkut dengan kereta


api. Pengangkutan dengan kereta api tersebut bekerja sama dengan PT
Kereta Api Indonesia ( PT. KAI ) dengan kontrak panjang yang mengangkut
batubara ke Pelabuhan Tarahan di Lampung maupun Dermaga Kertapati di
Palembang.

Rangkaian

kereta

api

yang

mengangkut

batubara

ke

Pelabuhan Tarahan terdiri dari 45-60 gerbong yang masing-masing


berkapasitas 50 ton, sementara rangkaian kereta ke Dermaga Kertapati
terdiri dari 35 gerbong dengan kapasitas 30 ton. Di Pelabuhan Tarahan
dan Dermaga Kertapati, PTBA memiliki penyimpanan batubara yang
dilengkapi dengan alat pemuat ke kapal. Pelaksanaan pembongkaran
muatan batubara dari gerbong kereta antara Pelabuhan Tarahan dan
Dermaga Kertapati berbeda. Untuk pembongkaran di Pelabuhan Tarahan
dilakukan dengan Rotary Car Dumper (RCD) dan di Dermaga Kertapati
menggunakan Apron Feeder (AF). Seluruh rangkaian proses ini didukung
dengan Supply Chain Management System (SCMS). Dalam pengangkutan
batubara ke Pelabuhan Tarahan, jumlah dan kualitas batubara yang
dimuat di setiap gerbong kereta api melalui Train Loading Station di atur
terlebih dahulu.

Gambar 1. Rotary Car Dumper ketika Unloading


( Foto dokumentasi pribadi kelompok )

A.2 Alur Proses Kegiatan di Pelabuhan Tarahan

Gambar 2. Tarahan Coal Terminal


Dikutip dari Presentasi PT. Bukit Asam Januari 2013

Alur proses pengangkutannya yaitu batubara dari Tanjung Enim


diangkut dengan Kereta Api Batubara Rangkaian Panjang (Kereta Api
Babaranjang) ke Pelabuhan Tarahan dengan jarak tempuh kurang lebih
420 km. Setelah sampai di Pelabuhan kereta api ini menuju ke RCD
(Rotary Car Dumper) I-IV yaitu alat penumpahan isi gerbong, dimana
gerbong-gerbong
yang bermuatan batubara satu persatu akan dibalikkan guna menumpahkan isinya. Operasi
penumpahan batubara di RCD dilakukan secara otomatis. Kemudian dari RCD I, II, III, IV
batubara diangkut dengan ban berjalan (Belt Compeyor) ke mesin penghancur batubara
pertama (Primary Crusher) dimana batubara akan dipecahkan menjadi bongkahanbongkahan yang lebih kecil. Setelah itu batubara akan dibawa dengan menggunakan ban
berjalan ke tempat penimbunan batubara yang disebut Stock Pile. PT. Bukit Asam memiliki 4
unit Stock Pile dengan kapasitas stock batubara sebagai berikut :
1. Stock Pile I -> 60.000 ton
2. Stock Pile II -> 250.000 ton
3. Stock Pile III -> 250.000 ton
4. Stock Pile IV -> 250.000 ton
Penimbunan batubara pada Stock Pile I, II, III, IV untuk memenuhi kebutuhan
domestik di wilayah Lampung, juga untuk memenuhi kebutuhan batubara PLTU
Suralaya dan kegiatan ekspor. Pemuatan batubara dari tempat penimbunan (Stock Pile) ke
dalam kapal dilakukan dengan mempergunakan Bulldozer yang mendorong batubara dari
tempat penimbunan kedalam sumur pengambilan (Reclaim Pit) untuk selanjutnya dibawa ke
mesin penghancur batubara kedua (Secondary Crush), dimana bongkahan batubara akan
dipecahkan lagi sampai butirannya sesuai dengan spesifikasi ukuran yang dikehendaki oleh
konsumen. Untuk pengambilan batubara dari Stock Pile I dan II tidak menggunakan
Bulldozer tetapi menggunakan Steacker Recleamer. Batubara yang sudah dipecah di
secondary crusher kemudian diangkut dengan ban berjalan ke mesin pemuat kapal dan
selanjutnya akan memuatkannnya ke dalam kapal, kapasitas pemuat kapal ini adalah 5000 ton
batubara/hours.
Untuk menjamin kualitas batubara kepada konsumen,PT. Bukit Asam melakukan
quality control dengan cara melakukan uji sampling batubara di stockpile area pertambangan
sebelum dimuat di kereta api atau dikirim ke konsumen. Analisis kualitas batubara ini
dilakukan di Laboratorium Perseroan yang telah menerima sertifikasi Sistem Manajemen

Mutu Laboratorium ISO. Untuk mendapatkan batubara sesuai dengan keinginan


konsumen,PT. Bukit Asam juga melakukan proses blending untuk mendapatkan kalori sesuai
dengan keinginan yang didukung dengan fasilitas Hopper Blender dan Overhaul stacker
reclaimer di stockpile.

Gambar 3. Stockpile di Pelabuhan Tarahan


Dokumentasi pribadi kelompok

Gambar 5. Kapal Pengangkut Batubara


Dokumentasi pribadi kelompok

Gambar 4. Belt Conveyor


Dokumentasi pribadi kelompok

Gambar 6. Tongkang
Dokumentasi pribadi kelompok

Gambar 7. BWE di Stockpile


Dokumentasi pribadi kelompok

Gambar 8. Gerbong Angkut


Dokumentasi pribadi kelompok

A. 3 Mesin Utama
Mesin-mesin yang digunakan dalam kegiatan di Pelabuhan Tarahan yaitu:
a. RCD (Rotary Car Dumper) 1 dan 2 adalah alat penumpahan gerbong, dimana gerbonggerbong yang bermuatan batubara satu persatu akan dibalikkan guna menumpahkan isinya.
b. RCD (Rotary Car Dumper) 3 dan 4 adalah alat penumpahan gerbong, dimana gerbonggerbong yang bermuatan batubara dibalikkan 2 gerbong secara bersamaan.
c. Fasilitas coal handling batu bara:
1) Dumper adalah untuk pembongkaran.
2) Apron feeder adalah untuk pengangkutan batubara yang sudah ditumpahkan dari
gerbong kereta api ke Stock Pile I.
3) Car clamp adalah penjepit gerbong kereta api.
4) Water spra untuk membersihkan debu yang keluar dari bongkaran gerbong.
5) Positioned arm adalah untuk membawa gerbong ke RCD.
6) Sensor adalah untuk menentukan pas atau tidaknya RCD.
7) Control room adalah ruangan control.
8) Chair feeder adalah rantai.
d. Belt Conveyor adalah ban berjalan yang digunakan untuk membawa batubara ke mesin
penghalus atau membawa batubara menuju dermaga.
e. Crusher adalah mesin penghalus batubara dari belt conveyor menjadi partikel yang kecil.
Terdapat 2 sistem crusher, crusher pertama menjadikan batubara minus 100 ml dan crusher
kedua menjadikan batubara minus 50 ml.
f. Stacker Reclaimer adalah gabungan di satu mesin dengan roda timba di mesin.
g. Barge loading adalah alat pengisian batubara ke kapal tongkang.

h. Ship loader adalah alat pencurah batubara ke kapal atau tongkang.


i. Bucket Wheel Excavator
j. Sarana penunjang yang digunakan antara lain; Bulldozer, Excavator, Whell Loader, Mobil
Vacuum, Truck Crain, Tangki, Dump Truck, Forklift.
k. Alat pengangkutan batu bara ke konsumen adalah; Kapal, Tongkang, Dump Truck .