Anda di halaman 1dari 5

Berbagai Tanaman Memiliki Khasiat Sebagai Obat Tradisional Diabetes Melitus:

1. Buncis : setengah kacang merah rebus, kacang kranberi, butterbean, kacang panggang
kaleng, kacang hitam, kacang navy, lentil, kacang pinto. kacang great northern, kacang
polong, kacang belah, dan kacang lima.
2. Gandum dan oatmeal : setengah cangkir oatmeal, menambah serat larut sebanyak 3 gram,
dan 1 cangkir oatmeal masak mengandung 2gr serat larut, 1 saset oatmeal instan menambah
1gr serat.
3. Gandum Hitam : Gandum jenis ini biasanya ada di wilayah Amerika, dan biasanya di
masak sebagai sup.
4. Beberapa jenis buah : Apel, mangga, prem, kiwi, pir, beri hitam, strawberry, rasberri,
persik, aprikot, jeruk, anggur. Merupakan buah-buahan yang kaya akan serat, dan sangat
membantu penderita diabetes.
5. Beberapa jenis sayuran : Articok, umbi seledri, ubi, par-snip, lobak china, labu acorn,
kentang, kubis brussel, kubis, kacang polong, brokoli, wortel, kacang hijau prancis, kembang
kol, asparagus, but.
6. Produk biji Psilium : Satu sendok teh penuh sebagian besar produk psilium akan
memberikan sekitar 3 gram serat larut.
7. Mimba
Efek farmakologi: dipergunakan sebagai anti daibetis, diare, piretik, serta bilious.
Cara pemakaian: tujuh lembar daun mimba rebus dengan tiga gelas air hingga menjadi
kurang lebih 1 gelas. Dinginkan kemudian saring dan diminum setiap pagi dan sore.
8. Mahkota Dewa
Efek farmakologi: sebagai antiradang, sakit kulit, obat disentri, dan eksim.
Cara pemakaian : lima sampai tujuh potong buah mahkota dewa diseduh dalam segelas air
panas. Tutup rapat dan biarkan sebentar agar larut. Setelah itu minum 1x sehari atau
secukupnya.
9. Ciplukan.
Efek farmakologi : untuk menghilangkan rasa sakit, meredakan batuk, dan mengaktifkan
fungsi kelenjar-kelenjar tubuh.
Cara pemakaian: seluruh tanaman direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas.
Kemudian saring dan diminum.
10. Brotowali
Efek farmakologi : Berdampak sebagai penghilang rasa sakit (analgesik, anti piretik
(menurunkan
panas),
dan
melancarkan
meridian.
Cara pemakaian : siapkan 6 batang brotowali, potong-potong, kemudian cuci bersih.
Tambahkan sepertiga genggam daun sambiloto dan sepertiga daun kumis kucing. Rebus
dengan tiga gelas sampai menjadi dua gelas. Diminum setelah makan. Sehari 2 x 1 gelas.
11. Mengkudu
Efek farmakologi : buah ini menghilangkan hawa lembab pada tubuh, meningkatkan
kekuatan pada tulang, memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak
berfungsi
dengan
baik,
dan
membersihkan
darah.

Cara pemakaian: dua buah mengkudu yang sudah masak diparut, tambahkan dengan sedikit
air kapur. Lalu aduk hingga rata. Peras dengan sehelai kain lalu diminum.
12. Daun Sendok
Efek farmakologi : buah ini dapat digunakan sebagai antiseptik, peluruh dahak , dan
antiradang.
Cara pemakaian: 1/2 genggam daun sendok direbus dengan tiga gelas air menjadi dua
setengah gelas. Kemudian saring dan minum dengan madu. Sehari dapat diminum 2 x
gelas sehari.
13. Lidah buaya
Efek farmakologi : memiliki efek sebagai paraistiside, antirdang, dan pencahar.
Cara pemakaian : 1 lembar lidah buaya cuci hingga bersih, buang durinya, lalu potongpotong. Lidah buaya direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi satu setengah gelas.
Minumlah 3 x1,5 gelas setiap setelah makan.
14. Tapak Dara
Efek Fermatologi : sebagai antikanker, penenang, dan menyejukkan darah.
Cara pemakaian: seluruh tanaman sekitar 6 sampai 15 gram direbus, saring, lalu diminum.
Penggunaan tanaman obat sebagai penyembuhan berfungsi konstruktif yaitu membangun
kembali jaringan-jaringan rusak serta dapat menyebuhkan berbagai komplikasi.
Mekanisme tanaman obat dalam menurunkan kadar gula darah diduga melalui mekanisme
berikut:
Menghambat penyerapan gula karena serat sangat tinggi,
Memperbaiki sel beta pankreas seperti pada penggunaan tanaman obat ciplukan dan pare,

Merangsang
sel
beta
pankreas
untuk
memproduksi
insulin,
dan
Menyembuhkan berbagai penyakit yang diakibatkan diabetes mellitus.
15. Pare
Efek farmakologi : Buah yang sering dijadikan sayur ini memberi dampak antiradang pada
meridian jantung, hati, dan paru, sifatnya dingin. Charantin dan polypeptide-P di dalam pare
merangsang
sel
beta
pankreas
mengeluarkan
insulin.
Cara pemakaian : 200 gram buah pare segar dipotong-potong, lalu dijus atau direbus.
Kemudian airnya diminum.
16. Teh Hijau
Efek farmakologi : polifenol di dalam teh meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.
Efek teh hijau terhadap insulin ini pernah diteliti oleh Hiroshi Tsuneki dkk dan diterbitkan
dalam jumal BMC Pharmacology edisi 2004. Cara pemakaian: satu sendok tek daun teh hijau
diseduh dengan air panas. Minum setelah makan.
17. Sambiloto.
Efek farmakologi : obat untuk menurunkan panas, antiracun, dan antipiretik.
Cara pemakaian: genggam dauh sambitolo direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal
sekitar 2 gelas. Dinginkan dan saring, kemudian minum setelah makan, sehari 3 x
gelas.
SAMBILOTO

(Andrographis paniculata Nees)


Sambiloto merupakan tanaman terna semusim yang masuk ke dalam familia Achanthaceae. Ciri
yang paling mudah dikenali adalah seluruh bagian tanaman terasa pahit. Tinggi tanaman bisa
mencapai 80 cm. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji.
Bagian tanaman yang digunakan adalah daun.
Caranya:
Sebagai obat diabetes, ambil sambiloto sebanyak kira-kira 5 gram daun segar, seduh dengan 1
gelas air panas (matang), setelah dingin lalu disaring. Hasil saringan kemudian diminum sehari 2
kali sama banyak, pagi dan sore setelah makan.
SALAM
(Eugenia polyantha Wight.)
Tanaman salam merupakan tanaman menahun yang masuk ke dalam familia Myrtaceae. Tinggi
tanaman bisa mencapai 25 meter. Perbanyakan tanaman bisa dilakukan dengan biji, cangkok,
stek.
Bagian tanaman yang digunakan adalah daun, namun kulit batang, akar dan buah juga berkasiat
sebagai obat.
Caranya:
Untuk obat diabetes, ambil daun salam 7 lembar, rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1
gelas. Setelah didinginkan lalu airnya diminum 2 kali sehari masing-masing setengah gelas.
KUMIS KUCING
(Orthosiphon spicatus B.B.S)
Tanaman Kumis Kucing adalah tanaman semak tahunan. Kumis Kucing termasuk dalam
familiaLamiaceae. Tinggi tanaman bisa mencapai 150 cm. Bagian tanaman yang digunakan
adalah daun.
Caranya:
Untuk obat diabetes, ambil kira-kira 25 gram daun segar, cucia dan rebus dengan 2 gelas air
selama 15 menit. Hasil rebusan diminum sehari dua kali pagi dan sore. Setiap kali minum
setengah gelas.
PULE.
(Aistonia scholaris R.Br.)
Tanama Pule adalah tanaman pohon , masuk dalam familia Apocinaceae. Tinggi pohon bisa
mencapai 25 meter. Ciri-ciri tanaman, kulit kayu rasanya pahit. Cara pembiakannya dengan stek
batang. Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit batang.

Caranya:
Untuk obat kencing manis , ambil kulit batang sebanyak kira-kira 2 jari, dipotong-potong
seperlunya, kemudian rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa air separuhnya. Setelah
didinginkan, kemudian saring dan minum setengah jam setelah makan, dua kali sehari. Masingmasing sajian sebanyak gelas.
BUNGUR
(Lagerstroemia speciosa Pers.)
Tanam Bungur merupakan tanaman perdu atau pohon kecil, mauk ke dalam familia Lythraceae.
Tinggi pohon bisa mencapai 7 meter. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun.
Caranya:
Cuci 8 lembar daun bungur segar hingga bersih, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1
gelas. Setelah didinginkan lalu saring dan minum sekaligus pada pagi hari.
JAMBU MEDE
(Anacardium occidentale L.)
Tanaman Jambu Mede merupakan tanaman pohon. Tinggi pohon bisa mencapai 12 meter, masuk
dalam familia Anacardiaceae. Perbanyakan tanamana bisa dilakukan dengan biji, cangkokan
atau okulasi
Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit batang.
Caranya:
Cuci 15 gram kulit batang jambu mede sampai bersih lalu potong-potong seperlunya. Rebus
dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gela saja. Setelah dingin, saring kemudian air saringannya
diminum sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas.
MAHONI
(Swietenia mahagoni Jacq.)
Tanaman Mahoni merupaka tanaman pohon. Tinggi pohon bisa mencapai 25 meter. Tanaman ini
di Indonesia banyak tumbuh di pinggir jalan sebagai tanaman peneduh. Mahoni termasuk dalam
Familia Meliaceae. Bagian tanaman yang digunakan untuk obat adalah biji.
Caranya:
Seduh setengah sendok teh serbuk biji mahoni dengan 1/3 cangkir air panas. Minumlah selagi
masih hangat 30 menit sebelum makan. Lakukan 2-3 kali sehari
Bungur

adalah sejenis pohon yang tingginya bisa mencapai 5-25 meter, memiliki batang yang umumnya
bengkok, dan daunnya berbentuk bulat panjang dengan panjang 24 cm dan lebar 12 cm.
Bunganya bisa mencapai 40 cm panjangnya dan berwarna ungu.
Hampir semua bagian dari pohon bungur bisa dijadikan obat untukdiabetes melitus. Tetapi yang
terbaik adalah daunnya yang sudah tua. Cara membuatnya adalah 30 gram daun bungur tua yang
masih segar dari bungur berbunga ungu direbus dengan 150 ml air selama kurang lebih satu jam.
Hasil rebusan dibagi menjadi tiga bagian yang sama dan diminum tiga kali sehari. Ramuan ini
diminum satu jam sebelum makan dan diminum sampai diabetes melitus atau kencing manis
sembuh.
Daun salam
bisa dijadikan alternatif pengobatan diabetes melitus atau kencing manis karena daun salam bisa
menetralkan kadar gula dalam darah.
Caranya, yaitu dengan merebus 75-100 gr daun salam dengan tiga gelas air. Direbus hingga
airnya tersisa setengahnya. Dinginkan air rebusan dan saring, minum tiga kali sehari, masingmasing setengah gelas. Ramuan ini diminum terus-menerus hingga kadar gula darah menjadi
netral. Ramuan harus diganti tiap dua hari sekali dengan yang baru.
Buah duwet
berwarna biru keungu-unguan atau hitam. Adapula varietas lain yang buahnya berwarna putih.
Biji duwet dapat menyembuhkan luka yang sulit sembuh. Selain itu, biji duwet dapat mengatasi
gejala mudah lelah dan kurang tenaga.
Cara membuat ramuannya adalah satu biji duwet bawang (duwet yang bunganya berwarna putih)
atau 15 biji duwet biasa ditumbuk halus dan direbus dengan dua gelas air. Air rebusan ini
diminum dua atau tiga kali sehari dan harus habis. Pemberian ramuan ini diberikan selama 2-3
hari, bila badan sudah segar dan tidak lelah, pemberian ramuan dihentikan. Ramuan ini hanya
bisa untuk kencing manis yang masih ringan.
Pare
merupakan golongan sayuran yang merambat. Selain bisa digunakan sebagai sayuran, buah pare
bisa dijadikan obat alternatif untuk diabetes melitus ringan. Caranya buah pare diparut atau
dihaluskan, lalu diambil ekstrak perasan buahnya. Perasan ini diminum tiga kali sehari sampai
kadar gula menjadi normal.
Ubi jalar
yang umbinya berwarna merah mampu menggantikan 76-86 unit insulin. Penderita kencing
manis dapat mengkonsumsi 300 gram pucuk daun ubi jalar setiap hari sebagai lalapan. Akan
tetapi, bagi yang memiliki penyakit maag jangan menggunakan resep ini. Pilihlah resep dari
buah pare, biji duwet ataupun daun bungur.