Anda di halaman 1dari 5

Diagnosis DBD = 2 klinis+ 2 laboratorium

Klinis
1.
2.
3.
4.

:
Demam 2-7 hari terus menerus
Manifestasi pendarahan spontan maupun diprovokasi (+)
Hepatomegali
Rejatan

Laboratorium
1. Trombosit < 100.000
2. Hematokrit > 20% atau meningkat lebih
Grade DBD
1. Grade 1
2. Grade 2
3. Grade 3
4. Grade 4
terukur.

:
:
:
:

demam 2-7 hari terus menerus+ rumple leede (+)


grade 1 + pendarahan spontan
grade 1+2 + kegagalan sirkulasi ( rejatan)
rejatan dalam dengan nadi tidak teraba,tensi tidak

Tanda-tanda rejatan :
Nadi cepat dan lemah sampai tidak teraba
Tekanan darah menyempit ( < 20 mmHg)
Hipotensi ( sistol < 80mmHg)]
Akral dingin,lembab dan sianosis
Kesadaran menurun
Gelisah
Oliguri sampai anuri
CRT menurun

Penatalaksanaan
Protokol 1 : Tersangka DBD

Pasien pulang bila : Hb,Ht normal, trombosit >100.000 /l dalam 24


jam. Dengan catatan kontrol kembali bila keadaan malin buruk. Bila
masih meragukan, observasi dan berikan infus kristaloid 500 cc per
4 jam, ulang Hb, Ht, trombosit.
Pasien di rawat bila Hb, Ht normal tapi trombosit < 100.000/ l.
Atau Hb, Ht tetap/meningkat dengan trombosit normal/ menurun.
Monitor vital serta jumlah urin tiap 4 jam.
Protokol 2 DBD : tanpa perdarahan masif dan syok
Berikan infus larutan kristaloid 4 jam/ kolf. Bila Hb,Ht normal dan
trombosit > 100.000 -150.000

maka cukup monitor lagi tiap 24

jam. Tapi bila Hb, Ht meningkat periksa ulang tiap 12 jam. Setelah
24 jam bila Hb, Ht, dan trombosit :
-

stabil, pasien boleh pulang

normal/ meningkat trombosit >100.000, ulang periksa tiap


12 jam selama 24 jam. Bila normal dan stabil, boleh
pulang.

klinis memburuk, menunjukkan tanda syok,

terapi di

sesuaikan seperti pada syok.


Pasien pulang bila : tidak demam, hemodinamik baik. Kontrol
poliklinik 24 jam kemudian sambil periksa darah perifer lengkap.
Bila keadaan memburuk harus segera kembali dirawat.
Protokol 3

: DBD dengan perdarahan spontan dan masif tanpa

syok
Segera infus larutan kristaloid 4 jam/ kolf. Periksa tanda-tanda vital,
darah perifer lengkap, dan homeostasis tiap 4-6 jam. Bila ada tanda-

tanda KID berikan heparin. Transfusi komponen darah diberikan


sesuai indikasi. Fresh rozen plasma (FFP) diberikan bila terdapat
defisiensi faktor-faktor pembekuan (PT dan PTT memanjang). Packed
Red Cells (PRC) diberikan bila nilai Hb kurang dari 10 g%. transfusi
trombosit diberikan pada DBD dengan perdarahan spontan dan
masif dengan jumlah trombosit < 100.000 disertai atau tanpa KID.
Pada kasus dengan KID pemeriksaan homeostasis diulang 24 jam
kemudian, sedangkan pada kasus tanpa KID pemeriksaan dikerjakan
bila masih ada perdarahan. Penderita DBD dengan gejala-gejala
tersebut bila dijumpai di puskesmas perlu dirujuk dengan infus,
idealnya dengan plasma expander (dekstran) 1-1,5 lt/24 jam. Bila
tidak tersedia dapat diberikan kristaloid.
Juga diberikan terapi simtomatik sesuai indikasi.
Protokol 4 : DBD dengan syok dan perdarahan spontan.
Fase awal segera berikan infus larutan kristaloid terutama RL 20
ml/kgBB/jam. Berikan O2 2-4 lt/mnt periksa elektrolit dan ureum,
kreatinin. Evaluasi selama 30-120 menit. Syok dikatakan teratasi
bila keadaan umum membaik, keadaan Sistim Saraf Pusat baik,
sistol di atas 100 mmhg dengan tekanan nadi > 20 mmHg. Nadi
kurang dari 100X/menit dengan volume yang cukup. Akral hangat,
tidak pucat serta diuresis 0,5-1 ml/kgBB/jam. Bila syok telah teratasi
infus dikurangi menjadi 10 ml/kgBB/jam lanjut evaluasi 60-120
menit berikut. Bila klinis menjadi stabil kurangi lagi menjadi 4
jam/kolf. Selama ini periksa ulang Hb, Ht, trombosit, serta elektrolit
tiap 4-6 jam. Bila hemodinamik masih belum stabil dengan Ht >30%

anjuran kombinasi kristaloid dan koloid dengan perbandingan 3-4: 1


namun bila Ht <30% berikan transfusi darah merah. Bila syok dari
awal tidak teratasi langsung berikan lar koloid 10-20 ml/kgBB/jam
maksimal 1500 ml/24 jam. Bila Ht<30% segera transfusi darah
merah.
Bila syok masih juga belum teratasi berikan obat-obatan vasopresor
seperti dopamin, dobutamin atau epinefrin. Bila ternyata ada KID
berikan heparin dan

transfusi

komponen darah sesuai indikasi.

Periksa homeostasis 24 jam setelah pemberian heparin. Tanpa KID


periksa homeostasis di ulang bila masih ada perdarahan. Berikan
juga obat- obatan sesuai gejala yang ada. (terapi simtomatik)
Protokol 5 : DBD dengan syok tanpa perdarahan
Pada dasarnya sama prinsipnya seperti protokol 4 hanya saja
pemeriksaan klinis dan laboratorium dilakukan seteliti mungkin
untuk menentukan kemungkinan perdarahan tersembunyi disertai
KID, maka heparin dapat diberikan. Bila tidak didapatkan tandatanda

perdarahan,

walau

hasil

pemeriksaan

homeostasis

menunjukkan KID maka heparin tidak diberikan, kecuali bila ada


perkembangan ke arah perdarahan.