Anda di halaman 1dari 11

INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI

Di dunia, tingkat prevalensi gangguan Bipolar sebagai gangguan yang lama dan menetap
sebesar 0,3 1,5 %. Di Amerika Serikat tingkat prevalensi ini dapat mencapai 1 6 %,
dimana dua jenis gangguan Bipolar ini berbeda pada populasi dewasa, yaitu sekitar 0,8 %
populasi mengalami BP I dan 0,5 % populasi mengalami BP II. Morbiditas dan mortalitas
dari gangguan Bipolar sangat signifikan. Banyaknya angka kehilangan pekerjaan, kerugian
yang ditimbulan sebagai akibat dari gangguan tingkat produktivitas yang disebabkan
gangguan ini di Amerika Serikat sepanjang periode awal tahun 1990an diperkirakan sebesar
US$ 15,5 milyar. Perkiraan lainnnya sekitar 25-50 % individu dengan gangguan Bipolar
melakukan percobaan bunuh diri dan 11 % benar-benar tewas karena bunuh diri.(1)
Sedangkan jumlah yang menderita gangguan ini di Indonesia, tidak diketahui dengan pasti.
Sekitar 10%, individu dengan gangguan depresi mayor biasanya akan mengalami episode
manik atau hipomanik pada perkembangan penyakitnya. Onset usia yang muda,
ditemukannya gejala-gejala psikotik (menyerupai skizofrenia), dan ditemukannya episode
depresi

berulang

merupakan

faktor

risiko

munculnya

gangguan

Bipolar.

Menurut perkiraan, rata-rata angka morbiditas dari pasien yang tidak diterapi adalah 14 tahun
dimana akan muncul kondisi hilangnya produktifitas dan gangguan dalam fungsi hidup
sehari-hari. Dijumpai perilaku bunuh diri pada 10 hingga 20 persen pasien. Gangguan ini
umumnya

muncul

pada

awal

usia

20

tahunan

walaupun

variasinya

luas.(5)

ETIOLOGI
Penyakit ini diyakini sebagai penyakit keturunan, meskipu kelainan genetik pasti masih
belum diketahui.(4)
Faktor Resiko
1.

Ras
Tidak ada kelompok ras tertentu yang memilik predileksi kecenreungan terjadinya
gangguan ini. Namun, berdasarkan sejarah kejadian yang ada, para klinisi menyatakan

bahwa kecenderungan tersering dari gangguan ini terjadi pada populasi Afrika-Amerika
2. Jenis kelamin
Angka kejadian dari BP I, asma pada kedua jenis kelamin, namun Rapidcycling Bipolar
Disorder (gangguan dengan 4 atau lebih episode dalam setahun) lebih sering terjadi pada
wanita dibandingkan pria. Insiden BP II lebih sering pada wanita daripada pria.
3. Usia

Usia individu yang mengalami gangguan Bipolar ini bervariasi cukup besar. Rentang usia
dari keduanya, BP I dan BP II adalah antara anak-anak hingga 50 tahun, dengan perkiraan
rata-rata usia 21 tahun. Kasus ini terbanyak pada usia 15-19 tahun dan rentang usia
terbanyak kedua adalah pada usia 20-24 tahun. Sebagian penderita yang didiagnosa
dengan depresi hebat berulang mungkin saja juga mengalami gangguan Bipolar dan baru
berkembang mengalami episode manik yang pertama saat usia mereka lebih dari 50 tahun.
Mereka mungkin memiliki riwayat keluarga yang juga menderita gangguan Bipolar.
Sebagian besar menderita dengan onset manik pada usia lebih dari 50 6tahun harus
dilakukan

penelusuran

terhadap

adanya

gangguan

neurologis

seperti

penyakit

serebrovaskuler. Gangguan Bipolar juga dipengaruh oleh beberapa faktor meliputi genetik
dan lingkungan.
4. Genetik
Gangguan Bipolar terutama BP I, memiliki komponen genetik utama. Bukti yang
mengindikasikan adanya peran dari faktor genetik dari gangguan Bipolar terdapat
beberapa bentuk, antara lain:
- Perlu digaris bawahi keturunan dari orang tua yang menderita gangguan Bipolar
memiliki kemungkinan 50 % menderita gangguan psikiatrik lain. Secara genetik, diketahui
bahwa pasien dengan gangguan Bipolar tipe I, 80-90% di antaranya memiliki keluarga
dengan gangguan depresi atau gangguan Bipolar juga (yang mana 10-20 kali lebih tinggi
dibandingkan
-

dengan

yang

ditemukan

pada

populasi

umum).

Penelitian pada orang yang kembar menunjukkan adanya hubungan 33-90 % menderita

BP I dari saudara kembar yang identik. Anak kembar yang berasal dari satu telur memiliki
kemungkinan lebih besar untuk menderita gangguan yang serupa dibandingkan anak
kembar yang berasal dari dua telur, jika anak kembar tersebut dibesarkan di lingkungan
yang berbeda. Rata-rata tingkat kemungkinan pasangan kembar menderita gangguan yang
sama
-

berkisar

60-70%.

Penelitian pada keluarga adopsi, membuktikan bahwa lingkungan umum bukan satu-

satunya faktor yang membuat gangguan Bipolar terjadi dalam keluarga. Anak dengan
hubungan bilogis pada orang tua yang menderita BP I atau gangguan depresif hebat
memiliki resiko lebih tinggi dari perkembangan gangguan afektif, bahkan meskipun
mereka bertempat tinggal dan dibesarkan oleh orangtua yang mengadopsi dan tidak
menderita gangguan.(5)
5. Lingkungan
- Faktor psikososial yang diketahui sering memicu timbulnya gangguan mood ini, di
antaranya tekanan lingkungan sosial, gangguan tidur, atau kejadian traumatis lainnya.

Pada beberapa kejadian, suatu siklus hidup mungkin berkaitan langsung dengan stress

eksternal dan tekanan eksternal yang dapat memperburuk berulangnya gangguan pada
-

beberapa kasus yang memang sudah memiliki predisposisi genetik atau kimiawi.
Kehamilan merupakan stres tertentu bagi wanita dengan riwayat MDI dan meningkatkan
kemungkinan psikosis postpartum. Contoh lain, oleh karena sifat pekerjaan, beberapa
orang memiliki periode permintaan yang tinggi diikuti periode kebutuhan yang sedikit.
Hal ini didapat pada seorang petani, dimana ia akan sangat sibuk pada musim semi, panas,
dan gugur, namun selama musim dingin akan relative inaktif kecuali membersihkan salju,
sehingga akan nampak manik pda hampir sepanjang tahun dan tenang selama musim
dingin. Hal ini menunjukkan lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap keadaan
psikiatri seseorang.(1,5)

DIAGNOSIS
Gangguan Bipolar memiliki dua kutub yaitu manik dan depresi. Dari situ pulalah
nama Bipolar berasal. Berdasarkan pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan
jiwa (PPDGJ) III, gangguan ini bersifat episode berulang yang menunjukkan suasana
perasaan pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu, dan gangguan ini pada
waktu tertentu terdiri dari peningguan suasana perasaan dan tingkat aktivitasnya jelas
terganggu, dan gangguan ini pada waktu tertentu terdiri dari peninggian suasana
perasaan serta peningkatan energy dan aktivitas (mania atau hipomania), dan pada
waktu lain beruap penurunan suasana perasaan serta pengurangan energi dan aktivitas
(depresi).yang khas adalah terdapat penyembuah sempurna antar episode. Episode
manik biasanya mulai dengan tiba-ttiba dan berlangsung antara 2 minggu sampai 4-5
bulan,

sedangkan

depresi

cenderung

berlangsung

lebih

lama.

Episode pertama bisa imbul pada setiap usia dari masa kanak kanaksampai tua.
Kebanyakan kasus terjadi pada usia dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini
seseorang menderita Bipolar, maka resiko penyakit akan lebih berat, kronik bahkan
refrakter.
Gangguan bipolar adalah suatu jenis gangguan jiwa yang sulit ditegakan
diagnosisnya secara tepat. Ketika pasien datang untuk pertama kalinya, umumnya
pasien didiagnosa dengan gangguan lain yang gejalanya bertumpang tindih dengan
gangguan bipolar. Sekitar 19% pasien, mendapatkan diagnosis lain ketika datang

untuk pertama kalinya. Sekitar sepertiga pasien mengalami kekambuhan gejala dalam
rentang waktu sepuluh tahun paska mencari pertolongan untuk pertama kalinya
hingga mendapatkan tatalaksana yang tepat. Kemungkinan kekambuhan gejala sangat
tinggi sehingga diperlukan pengobatan maintenance yang ditujukan untuk
pencegahan

kekambuhan

gejala.

Pasien biasanya tidak mencari pertolongan ke psikiater atau dokter ketika mengalami
episode manik atau hipomanik. Episode manik dan hipomanik sering kali disangkal
atau dilupakan oleh pasien. Pada kondisi hipomanik terutama, pasien umumnya
mengalami kondisi kepercayaan diri yang meningkat, lebih mudah bergaul dengan
orang lain, produktifitas yang meningkat. Hal-hal tersebut akan menyebabkan pasien
mengesampingkan gejala-gejala yang lebih berat dan mengganggu dari gangguan ini,
seperti emosi yang tidak stabil, argumentatif, insomnia, penilaian situasi yang buruk,
dan melakukan perilaku berisiko tanpa memikirkannya dengan baik hingga pasien
dapat terlibat dalam perilaku free sex atau munculnya perilaku-perilaku impulsif
lainnya.
Pada kondisi depresi sendiri, juga terkadang pasien tidak datang untuk mencari
pertolongan karena gejala-gejala yang muncul umumnya berupa keluhan fisik yang
serupa dengan sakit fisik yang sesungguhnya seperti pusing, sesak nafas, rasa sakit
di badan, dan sebagainya.(5)
Tabel 1. Pembagian Gangguan Afektif Bipolar Berdasarkan PPDGJ III (F.31)
F31.0

Gangguan

afektif

bipolar,

episode

kini

hipomanik

F31.1 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik tanpa gejala psikotik
F31.2 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik dengan geejala psikotik
F31.3 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresi ringan atau sedang
F31.4 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresi berat tanpa gejal psikotik
F31.5 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresi berat dengan gejala psikotik
F31.6
F31.7
F31.8
F31.9

Gangguan

afektif

Gangguan

bipolar,

afektif

Gangguan
Gangguan

afektif

episode
bipolar,

kini
episode

afektif
bipolar

depresif

yang

campuran

kini

remisi

bipolar

lainnya

tak

tergolongkan

Berdasarkan diagnosis and statistical manual (DSM) IV, gangguan Bipolar dibedakan

menjadi dua yaitu Bipolar I dan II. Bipolar I atau tipe klasik ditandai dengan adanya
2 episode yaitu manik dan depresi, sedangkan gangguan Bipolar II ditandai dengan
hipomanik dan depresi. PPDGJ III membaginya dalam klasifikasi yang berbeda yaitu
menurut

episode

kini

yang

dialami

penderita

(tabel

1).

(11)

Dari tabel 1, dapat terlihat bahwa episode manik dibagi menjadi 3 menurut derajat
keparahannya yaitu hipomanik, manik tnpa gejala psikotik dan manik dengan gejala
psikotik. Hipomanik dapat diidentikkan dengan seorang permempuan yang sedang
mengalami masa ovulasi (estrus) atau seorang laki-laki yang dimabuk cinta. Perasaan
senang, sangat bersemangat untuk berkativitas, doronga seksual yang meningkat
adalah beberapa contoh gejala hipomanik. Derajat hipomanik lebih ringan daripada
manik dengan gejala-gejala tersebu tidak mengakibatkan disfungsi sosial.
Pada manik, gejala-gejalanya sudah cukup berat hingga emngacaukan hampir seluruh
pekerjaan dan aktivitas sosial. Harga diri membumbung tinggi dan terlalu optimis.
Perasaan mudah tersinggung dan curiga lebih banyak daripada elasi. Bila gejala
tersebut sudah berkembang menjadi waham maka diagnosis mania dengan gejala
psikotik

perlu

ditegakkan.

Bertolak belakang dengan hipomanik/manik, gejala pada depresi menjadi sebaliknya.


Suasana hati diliputi perasan depresif, tiada minat dan semangat, aktivitas berkutang,
cemas, pesimis, dan timbul perasaan bersalah dan tidak berguna. Episode depresi
tersebut harus berlangsungminimal selama 2 minggu baru diagnosisdapat ditegakkan.
Bila perasaan depresi sudah menimbulkan keinginan bunuh diri berarti sudah masuk
dalam

depresi

derajat

Gambaran

berat.(6)
Klinis

Terdapat dua pola dasar pada gangguan mood, satu untuk depresi dan satu untuk
mania.
1.

Episode

depresif

Suatu mood depesi dan hilangnya minat atau kesenangan merupakan gejala utama
dari deprsi. Pasien mengatakan bahwa mereka merasa murung, putus asa, dalam
kesedihan, atau tidak berguna. Bagi pasien mood depresi seringkali memiliki kualitas
yang terpisah yang membedakannya dari emosi normal dan kesedihan atau dukacita.

Pasien sering kali menggambarkan gejala depresi sebagai suatu rasa nyeri emosional
yang menderita sekali. Pasien terdepresi kadang-kadang mengeluh tidak dapat
menangis,

suatu

gejala

yang

hilang

saat

mereka

membaik.

Hampir semua pasien terdepresi (97%) mengeluh adanya penurunan energi yang
menyebabkan kesulitan dalam menyelesaikan tugas, sekolah dan pekerjaan, dan
penurunan motivasi untuk mengambil proyek baru. Pasien juga mengeluh susah tidur,
terbangun pad amalam hari, selama mereka merenungkan masalahnya.(7)
Fase
-

depresi:
Perasaan

murung

atau

Mudah

Minat

sedih
menangis

dan

kegembiraan

hilang
Kelelahan

Nafsu

makan

Gangguan

terganggu

tidur

(insomnia/hipersomnia)

Putus

asa

Pesimis

Sulit

Berat

badan

konsentrasi
naik/turun

secara

Merasa

Sering

berpikir

2.

bermakna
bersalah

untuk

bunuh

Episode

diri.(9)
manik

Suatu mood yang meningkat, meluap-luap, atau lekas marah merupakan tanda dari
episode manik. Selain itu mood pasien mudah tersinggung , khususnya jika rencana
pasien yang sangat ambisisus terancam. Sering kali seorang pasien menunjukkan
perubahan mood yang utama dari euphoria awal pada sebuah perjalanan penyakit
menjadi

lekas

marah

dikemudian

Fase
-

manik:

Rasa haraga diri yang tinggi secara berlebihan. Ia merasa dirinya paling hebat dan

dapat
-

waktu.(7)

melakukan
Selalu

gembira

apa
secara

saja.
berlebihan

Gangguan tidur. Pasien biasanaya hanya butuk waktu 3-4 jam untuk tidur tapi

tidak

merasa

kelelahan.

Bicara

cepat,

kata-kata

dan

idenya

Perhatian

banyak

secara

berlebihan.

gampang

teralih

Aktivitasnya

Nafsu

berlebihan

seksual

yang

meninggi.(7)

Pemeriksaan

Tambahan

Dari penelitian pada penderita gangguan bipolar berusia dewasa, diketahui bahwa
pada pemeriksaan MRI didapatkan pembesaran ventrikel ke-3. Pemeriksaan PET
(Positron Emission Tomographic) menunjukan penurunan aktivitas metabolisme pada
bagian otak depan (lobus frontalis). Hingga saat ini dikatakan bahwa abnormalitas
yang terjadi pada bagian-bagian otak tersebut akan menyebabkan gangguan dalam
pengaturan

mood

dan

fungsi

kognitif.(5,6)

IV.

TERAPI

Farmakoterapi
a.

Penatalaksanaan

Kedaruratan

Agitasi

Akut

Pada

Gangguan

Lini
-

Bipolar
I:

Injkesi IM Aripiprazol efektif untuk pengobatan agitasi pada pasien dengan

episode mania atau campuran akut. Dosis adalah 9,75mg/injeksi. Dosis maksimum
adalah 29,25mg/hari (tiga kali injeksi per hari dengan interval dua jam). Berespons
dalam
-

45-60

menit.

Injeksi IM Olanzapin efektif untuk agitasi pada pasien dengan episode mania atau

campuran akut. Dosis 10mg/ injeksi. Dosis maksimum adalah 30mg/hari. Berespons
dalam 15-30 menit. Interval pengulangan injeksi adalah dua jam. Sebanyak 90%
pasien menerima hanya satu kali injeksi dalam 24 jam pertama. Injeksi lorazepam 2
mg/injeksi. Dosis maksimum lorazepam 4mg/hari. Dapat diberikan bersamaan
dengan injeksi IM Aripiprazol atau Olanzapin. Jangan dicampur dalam satu jarum
suntik

karena

mengganggu

stabilitas

antipsikotika.

Lini
-

Injeksi IM Haloperidol yaitu 5 mg/kali injeksi. Dapat diulang setelah 30 menit.

Dosis
-

II:
maksimum

adalah

15

mg/hari.

Injeksi IM Diazepam yaitu 10 mg/kali injeksi. Dapat diberikan bersamaan dengan

injeksi

haloperidol

IM.

Jangan

dicampur

dalam

satu

jarum

suntik.(8)

b.

Penatalaksanaan

Gangguan

Bipolar

Sudah lebih dari 50 tahun Lithium digunakan sebagai terapi gangguan Bipolar.
Keefektifitasananya telah terbukti dalam mengobati 60-80 % psie. Pamornya
semakin berkibar kaeran dapat menekan ongkos perawtan dan angka kematian akibat
bunuh

diri.

Tapi bukan tanpa cela. Teradapat segelintir orang yang kurang memberi respon
terhadap Lithium di antaranya penderita dengan riwayat cidera kepala, mania derajat
berat (dengan gejala psikotik), dan yang disertai dengan komorbid. Bila
penggunaannya dientikan tiba-tiba, penderita cepat mengalami relaps. Selain itu
indeks terapinya sempit dan perlu monitor ketat kadar Lithium dalam darah.
Gangguan ginjal menjadi kontraindikasi pengguanaan lithium karena akan
menghambat proses eliminasi sehingga menghasilkan kadar toksik. Disamping itu,
pernah juga dilaporkan lithium dapat merusak ginjal bila digunakan dalam jangka
lama.

Karena

itulah,penggunaan

Lithium

mulai

ditinggalkkn.

Antipsikotik mulai digunakan sebagai anti manik sejak tahun 1950-an. Antipsikotik
lebih baik daripada lithium pada penderita Bipolar dengan agitasi psikomotor.
Perhatian ekstra harus dilakukan bila hendak merencanakan pemberian antipsikotik
jangka panjang terutama generasi pertama (golonga tipikal) sebab dpat menimbulkan
beberapa efek samping seperti ekstrapiramidal, sindrom neurotik malingna, dan
tardive

dyskinesia.

Valproat menjadi pilihan ketika pasien Bipolar tidak member respon terhadap
Lithium. Bahkan Valproat mulai menggeser domniasi Lithium sebagai regimen lini
pertama. Salah satu kelebihan Valproat adalah memberikan respon yang baik pada
kelompok rapid cycler. Penderita Bipolar digolongkan rapid cycler bila dalam 1
tahun mengalami 4 atau lebih episode manik atau depresi. Efek terapeutik tercapai
pada kadar optimal dalam darah yaitu 60-90 mg/L. Efek samping dapat timbul ketika
kadar melebihi 125 mg/L, diantaranay mual, berat badan meningkat, gangguan fungsi
hati, tremor, sedasi, dan rambut rontok. Dosis akselerasi Valproat yang dianjurkan
adalah loading dose 30 mg/kg pada 2 hari pertama dilanjutkan dengan 20 mg/kg pada
7

hari

selanjutnya.

Pencarian obat alternative terus diupayakan. Salah satunya adalah Lamotrigine.


Lamotrigine merupakan antikonvulsan yang digunakan untuk mengobati epilepsy.
Beberapa studi acak double-blind telah menyimpulkan, Lamotrigine efektif sebagai
terapi akut pada gangguan Bipolar episode kini depresi dan kelompik dapid cycler.

Sayangnya
Panduan

Laotrigine

kurang

Obat-Obatan

Bipolar

Psychopharmacology

baik

pada

berdasarkan

(Journal

of

episode

British

manik.

Association

Psychopharmacology

of

2003):

Lithium

Dosis : dosis tunggal 800 mg, malam hari. Dosis direndahkan pada pasien diatas 65
tahun

dan

yang

mempunyai

Valproat

Dosis

rawat

(Divalproate

rawat
jalan

gangguan

inap
dosis

dosis

dosis

inisial

500

ginjal.
Semisoodium)

inisial
mg,

20-30
titrasi

maksimum

mg/kg/hari.
250

60

mg/hari.
mg/kg/hari.

Karbamazepin

Dosis

Dosis

Dosis

inisial

maintenance

400

mg.

200-1600

mg/hari
Lamotrigine

Dosis : dosis inisial 25 mg/hari pada 2 minggu pertama, lalu 50 mg pada minggu
kedua dan ketiga. Dosis juga diturunkan setengahnya bila pasien juga mendapat
Valproate.
Gangguan Bipolar harus diobati secara kontinyu, tidak boleh putus. Bila putus, fase
normal akan memendek sehingga kekambuhan akan semakin sering. Adanya fase
normal pada gangguan Bipolar sering menngakibatkan buruknya compliance untuk
berobat karena dikira sudah sembuh. Oleh karena itu edukasi sangat penting agar
penderita

dapat

ditangani

lebih

Non

dini.(6)
Farmakoterapi

1.

Konsultasi

Konsultasi dengan seorang psikiater atau psikoffarmakologi selalu sesuai bila


penderita tidak menunjukkan respon terhadap terapi konvensional dan medikasi.
2.

Aktivitas

Pendeita dengan fase depresi harus didukung untuk melakukan olahraga/aktivitas


fisik. Jadwal aktivitas fisik yang regular harus dibuat. Baik aktivitas fisik dan jadwal
yang
V.

regular

merupakan

kunci

untuk

bertahan

dari

penyakit

ini.(1,10)

KOMPLIKASI

Komplikasi dari gangguan ini antara lain bunuh diri, pembunuhan dan adiksi.(1)

VI.
-

PROGNOSIS
Penderita dengan BP I lebih buruk daripada depresi berat. Dalam 2 tahun pertama

setelah episode awal, 40 50% penderita mengalami serangan manik lain.


-

Hanya 50-60% penderita BP I dapat dikontrol dengan Lithium terhadp gejalanya.

Pada 7% penderita, gejala tidak kembali/mengalami penyembuhan, 45% penderita


mengalami episode berulang, dan 40% mengalami gangguan yang menetap.
-

Sering kali perputaran episode depresif dan manik berhubungan dengan usia.

Faktor-faktor yang membuat prognosis menjadi lebih buruk antara lain; riwayat

kerja yang buruk; penyalahgunaan alkohol; gambaran psikotik; gambaran depresif


diantara episode manik dan depresi; adanya bukti keadaan depresif, jenis kelamin
laki-laki.
-

Indikator prognosis yang baik adalah: fase manik(dalam durasi pendek); onset

terjadi pada usia yang lanjut; pemikiran untuk bunuh diri yang rendah; gambaran
psikotik

yang

rendah;

masalah

kesehatan

(organik)

yang

VII.

sedikit.(1,10)
KESIMPULAN

Gangguan bipolar (GB) merupakan gangguan jiwa yang bersifat episodik dan
ditandai oleh gejala-gejala manik, hipomanik, depresi, dan campuran, biasanya
rekuren

serta

dapat

berlangsung

seumur

hidup.

Episode depresif dari gangguan bipolar memiliki kriteria diagnostik yang sama
dengan gangguan depresi mayor episode tunggal. Sedangkan pada gangguan bipolar
episode campuran terdapat gejala-gejala manik atau hipomanik dan depresi yang
berganti-ganti secara cepat pada suatu periode waktu yang berlangsung sekurangnya
satu minggu. Pada tampilan klinis, seorang yang menderita gangguan bipolar episode
campuran biasanya mengalami kondisi mood yang sangat tidak stabil. Secara umum,
terdapat dua jenis gangguan bipolar, pada gangguan bipolar tipe satu, ditemukan
sekurangnya satu episode manik. Sedangkan pada gangguan bipolar tipe dua
ditemukan

sekurangnya

satu

episode

hipomanik.

Hingga saat ini, tatalaksana untuk gangguan bipolar masih difokuskan dalam
pemberian terapi farmakologi. Obat-obat golongan mood stabilizer diberikan (seperti
Lithium dan Valproate) baik untuk kondisi akut maupun untuk terapi maintenance
yang bertujuan mencegah kekambuhan. Terapi farmakologis biasanya dikombinasi
dengan

terapi

non

farmakologis

berupa

psikoterapi.

DAFTAR
1.

PUSTAKA

Marlyn,

E.S,

Gangguan

Afektif

URL:http://www.atwordpress.com,
2.

Anonym,

Gangguan

Last

Mental

URL:http://www.suaramerdeka.com,
3.

dan

Bunuh

Last

United

State

of

Irma,

Fransisca.

Mengenal

URL:http://www.medicalera.com.
Anonym,

from
2009

page:180

Memahami

Bipolar.

update

Kepribadian

Dua

Last

April

2009

Available

from

January

Kutub,
update

2010

Available

from

Oktober

2009

Kaplan I. H, Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis, Edisi

Ketujuh,

Wiguna
Anonyim,

M.

S;

Pedoman

Jakarta,

Tatalaksana

1997.
GB

Hal:799-806.
PDSKJI.

2010

Anonym, Global Missing, Available from URL:http://www.spirit of tiger.com,

Last

update
Marionate,

Gangguan

Bipolar:

URL:http://www.miracle_Health.com,
11.

January

update

Last

URL:http://www.majalah_farmacia.com,

10.

Available

Anonym, Penyakit Manik-Depresif (Kelainan Bipolar), Available form


Gangguan

9.

2008.

America.

5.

8.

Diri,

update

Last

7.

from

update

URL:http://www.medicastore.com,

6.

available

Maddock L, Pschyatry Clerckship Gude. 2003, Chapter 29 Figure 2, Manley;

MRS,
4.

Bipolar,

2009
Manik

Last

Depresif,
update

Available
January

from
2008

American Psychiatric Association. Mood Disorders. Dalam: Diagnostic and

Statistical Manual of Mental Disorders, 4th Ed, Text Revision, DSM-IV-TR,


Washington

DC,

SKYDRUGZ:

2005:

hal.

Refarat

Bipolar http://skydrugz.blogspot.com/2012/01/refarat-gangguanbipolar.html#ixzz3L6fSGomp

345-429.
Gangguan