Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Laporan F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan


Masyarakat
Topik : DIABETES MELLITUS
Diajukan dalam rangka praktek klinis dokter internsip sekaligus sebagai bagian dari
persyaratan menyelesaikan program internsip dokter Indonesia di Puskesmas Kandangan
Kabupaten Kediri

disusun oleh :
Wendy Yuhardika Marta Prabawanti, dr.
Nora Damayanti, dr.
Anis Nurul Farida, dr.
GigihLaksamana, dr.
Bernadetta, dr.

Program Dokter Internsip Indonesia


Kabupaten Kediri
Jawa Timur

Halaman Pengesahan

Laporan Upaya Kesehatan Masyarakat


Laporan F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat
Topik : DIABETES MELLITUS
Diajukan dalam rangka praktek klinis dokter internsip sekaligus sebagai bagian dari
persyaratan menyelesaikan program internsip dokter Indonesia di Puskesmas Kandangan
Kabupaten Kediri

disusun oleh :
Wendy Yuhardika Marta Prabawanti, dr.
Nora Damayanti, dr.
Anis Nurul Farida, dr.
GigihLaksamana, dr.
Bernadetta, dr.

Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal

Januari 2015

Oleh
Pembimbing Dokter Internsip Puskesmas Kandangan

dr. Linda Tjahjono


NIP. 19610805 198901 2 003

LATAR
BELAKANG

Abad XXI merupakan abad yang diwarnai dengan


perubahan dalam berbagai bidang kehidupan, antara
lain

ekonomi,

sosial,

budaya,

politik,

teknologi,

pendidikan, kesehatan, dan kedokteran. Abad ini


disebut periode III dalam transmisi epidemiologis,
yaitu terjadi perubahan pola penyakit dari pola
penyakit infeksi ke pola penyakit degeneratif, salah
satunya adalah diabetes melitus.
Berbagai penelitian epidemiologi

menunjukkan

adanya kecenderungan peningkatan angka insiden


dan prevalensi diabetes melitus di berbagai penjuru
dunia. WHO memprediksi adanya peningkatan jumlah
penyandang diabetes melitus yang cukup besar
untuk

tahun-tahun

mendatang. Untuk

Indonesia,

WHO memprediksi kenaikan jumlah pasien dari 8,4


juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada
tahun

2030.

Berdasarkan

pola

pertambahan

penduduk, Badan Pusat Statistik Indonesia tahun


2003

memperkirakan

pada

tahun

2030

jumlah

penduduk yang berusia di atas 20 tahun adalah 194


juta dan dengan asumsi prevalensi diabetes melitus
pada urban 12 juta (14,7%) dan rural 8,1 (7,2%).

PERMASALA
HAN

Tingginya angka morbiditas penyakit degeneratif


di wilayah kerja Puskesmas Kandangan khususnya
diabetes

mellitus.

Kurangnya

pengetahuan

masyarakat mengenai penyakit diabetes mellitus,


menyebabkan penegakan diagnosis diabetes yang
terlambat dan tidak jarang pasien datang dengan
komplikasi diabetes mellitus. Selain itu, pada pasien
yang

telah

didiagnosis

diabetes

mellitus

dan

dilakukan pengobatan, masih banyak yang tidak


mendapatkan hasil penurunan kadar gula darah yang
memuaskan. Hal ini disebabkan kebanyakan dari
pasien

diabetes

mellitus

tidak

mengerti

akan

bagaimana hakikatnya penyakit ini dan bagaimana

cara pengelolaan dan pengobatan yang tepat untuk

PERENCANA

penyakit ini.
Peningkatan angka kesadaran masyarakat akan

AN

penyakit diabetes mellitus tidak dapat dilakukan

DAN

PEMILIHAN

secara

serta

INTERVENSI

pendekatan personal dan mendalam. Puskesmas


sebagai

salah

peningkatan

merta,
satu

namun

lini

taraf

perlu

terdepan

dilakukan

dalam

kesehatan

upaya

masyarakat,

berkewajiban untuk meningkatkan taraf pengetahuan


masyarakat

umum,

secara

khusus,

penyakit diabetes mellitus.


Intervensi
yang
dipilih

mengenai

adalah

berupa

pembentukan paguyuban PROLANIS (Program Lansia


Dan Penyakit Kronis). Kegiatan ini meliputi senam
pagi bersama pemeriksaan gula darah, dan juga
penyuluhan kesehatan

mengenai penyakit-penyakit

degeneratif. Kegiatan ini dilakukan secara periodik

PELAKSANA

tiap bulan.
Telah dilakukan penyuluhan di kantor kecamatan

AN

kandangan pada Selasa, 11 November 2014. Dalam


pertemuan, peserta diberikan penjelasan mengenai
pengertian

diabetes

mellitus,

cara

penegakan

diagnosis diabetes mellitus, factor risiko terjadinya


diabetes

mellitus,

cara

penangannan

termasuk

pengobatan dan life style, serta perubahan pola dan


gaya hidup bagi penderita diabetes mellitus. Selain
dilakukan

penyuluhan

dalam

kegiatan

ini

juga

dilaksanakan pemeriksaan kadar gula darah puasa


dan

kadar

gula

darah

jam

post

prandial.

Penyuluhan ini dilakukan di balai kantor kecamatan


kecamatan

Kandangan

mulai

pukul

07.00-11.00,

dihadiri oleh sekitar 60 orang yang terdiri dari lansia


dan penderita diabetes mellitus di wilayah kecamatan
kandangan.
Dalam pertemuan ini, juga dilakukan diskusi dan
tanya jawab. Dari penyampaian materi, ternyata

banyak pertanyaan yang kebanyakan dari peserta


belum

mengetahui

pola

makan

dari

penderita

diabetes mellitus dan juga pola makan dan gaya


hidup salah yang masih diterapkan oleh peserta.
Kesimpulan yang bisa didapatkan dari penyuluhan
ini adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan
peserta mengenai penyakit diabetes mellitus dan
kesadaran peserta mengenai penanganan penyakit

MONITORIN

ini.
Secara keseluruhan, penyuluhan berjalan lancar

dan tanpa hambatan. Tidak ada gangguan teknis yag

DAN

EVALUASI

terjadi selama penyuluhan berlangsung. Para peserta


juga

merespon

antusiasme

para

dengan

baik,

peserta

ditandai

dalam

dengan

setiap

sesi

penyuluhan dan senam yang dilakukan.


Komentar/Umpan Balik:

Kediri,

Januari 2015

Peserta

Pendamping

Wendy Yuhardika Marta P., dr.

dr. Linda Tjahjono