Anda di halaman 1dari 9

Penghindaran Pajak (Tax

Avoidance) dan
Penyelundupan Pajak (Tax
Evasion)
Cici Sutarmi
Sri Wahyuni M
Rosida Maedina

Latar Belakang
Penghindaran pajak atau perlawanan terhadap pajak
adalah hambatan-hambatan yang terjadi dalam
pemungutan pajak sehingga mengakibatkan
berkurangnya penerimaan kas negara. Perlawanan
terhadap pajak terdiri dari perlawanan aktif dan
perlawanan pasif.
Umumnya penghindaran pajak (tax avoidance) selalu
diartikan sebagai kegiatan yang legal (misalnya
meminimalkan beban pajak tanpa melawan
ketentuan perpajakan) dan penyelundupan pajak
(tax evasion/tax fraud) diartikan sebagai kegiatan
yang ilegal (misalnya meminimalkan beban pajak
dengan memanipulasi pembukuan).

Penghindaran Pajak
Salah satu definisi Penghindaran Pajak
(tax avoidance) adalah arrangement of a
transaction in order to obtain a tax
advantage, benefit, or reduction in a
manner unintended by the tax law
(Brown, 2012). Penghindaran pajak
umumnya dapat dibedakan dari
penggelapan pajak (tax evasion), di mana
penggelapan pajak terkait dengan
penggunaan cara-cara yang melanggar
hukum untuk mengurangi atau
menghilangkan beban pajak sedangkan

Penghindaran Pajak
Penghindaran pajak dilakukan dengan 3 cara,
yaitu:
1. Menahan Diri
2. Pindah Lokasi
3. Penghindaran Pajak Secara
Yuridis

Penyelundupan Pajak (Tax


Evasion)
Tax Evasion merupakan usaha
penghindaran pajak yang terutang
secara ilegal, sepanjang wajib pajak
tersebut mempunyai alasan yang
meyakinkan bahwa akibat dari
perbuatannya tersebut kemungkinan
besar mereka tidak akan dihukum
serta yakin pula bahwa rekanrekannya melakukan hal yang sama.

Penghindaran Dan
Penyelundupan Pajak
Penggelapan pajak (tax evasion) adalah tindak
pidana karena merupakan rekayasa subyek
(pelaku) dan obyek (transaksi) pajak untuk
memperoleh penghematan pajak secara
melawan hukum (unlawfull), dan penggelapan
pajak boleh dikatakan merupakan virus yang
melekat (inherent) pada setiap system pajak
yang berlaku di hampir setiap yurisdiksi.
Begitupun penggelapan pajak mempunyai
resiko terdeteksi yang inherent pula, serta
mengundang sanksi pidana badan dan denda.

Melawan Penghindaran
Pajak
Secara umum dikenal dua pendekatan
yang dapat dilakukan untuk memerangi
praktik penghindaran pajak (Arnold, 2008).
Yang pertama dengan pendekatan tanpa
menggunakan ketentuan khusus dalam
peraturan melalui:
1. Judicial General Anti Avoidance
Doctrine
2. Statutory General anti avoidance
rule

FENOMENA
VARIABEL

Penghindaran
Pajak (X1)

FENOMENA

wajib pajak yang melakukan penghindaran pajak


karena minimnya pengetahuan dan informasi
yang diperoleh (Divisi Knowledge Management
Suryohadi Djulianto)

Penggelapan Pajak
Wajib Pajak
(X2)

yang diduga menggelapkan pajak


yang nilainya sebesar Rp 32 miliar dengan cara
menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT)
yang isinya tidak benar (Bambang Soesatyo,
2012)

Penerimaan Pajak
(Y)

Banyaknya manipulasi dalam pembayaran pajak


membuat penerimaan pajak tidak maksimal
(Agus Martowardojo : 2011)

Terima Kasih