Anda di halaman 1dari 3

1.

PRODUKSI
Produk
Perseroan dan anak perusahaan memiliki fasilitas produksi
yang terbagi ke dalam empat kategori, yaitu : kosmetika
cair, kosmetika kering, kosmetika semi padat, dan obat
tradisional. Kosmetika cair termasuk di dalamnya cairan
pembersih muka, pelembab, toner, alas bedak, body splash
cologne, hair spray, dan produk cair lainnya. Kosmetika kering
termasuk di dalamnya eye shadow, blush on, loose powder
dan compact powder dan produk kering lainnya. Kosmetika
semi padat termasuk didalamnya lipstik, creamy foundation,
dan lain-lain. Obat tradisional termasuk di dalamnya masker,
mangir, lulur, dan teh herbal.
Selain pembagian kategori produk berdasarkan proses
produksi, Perseroan membagi produk-produk yang
dimilikinya berdasarkan kategori produk, yaitu: colour
cosmetic, skin care, body care, hair care, jamu (obat
tradisional), dan lain-lain. Berikut adalah histogram
penjualan bagi setiap kategori produk dalam lima tahun
2.Bahan Baku
Perseroan melakukan pembelian bahan baku yang
berasal dari supplier internal dan eksternal. Sebagian dari
bahan-bahan nabati merupakan hasil budidaya tanaman
di Kampoeng Djamoe Organik (KADO). Berikut adalah
persentase pasokan yang didapat dari dalam negeri dan luar
negeri berdasarkan kelompok bahan baku:

a. Bahan baku nabati : 100% didapat dari tanaman dalam


negeri.
b. Bahan baku kimia : sekitar 75% berasal dari luar negeri
dan sisanya sekitar 25% dari dalam
negeri.
c. Bahan baku kemas : sekitar 5% berasal dari luar negeri
dan sisanya sekitar 95% didapat
dari dalam negeri. Bahan baku
kemas yang berasal dari luar negeri
tersebut sebagian diimpor langsung
oleh Perseroan dan sebagian lagi
dibeli dari agen lokal.

3.PEMASARAN
Pengembangan merek yang bervariasi merupakan strategi
Perseroan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di
pasar kosmetika dan jamu yang sangat dinamis guna
memperoleh dan meningkatkan market share, mind share,
dan heart share. Setiap merek diciptakan sedemikian rupa
dengan brand positioning yang berbeda-beda baik secara
demografis maupun psikografis, yaitu meliputi jenis kelamin
pria dan wanita, usia konsumen dari 15 tahun (remaja)
sampai usia menengah (<50 tahun) dan segmen harga dari
Premium (kelas sosial ekonomi A), Menengah Keatas (kelas
sosial ekonomi B), Menengah (kelas sosial ekonomi C) dan
Menengah Kebawah (Kelas sosial ekonomi D), lihat grafik

piramida dibawah ini