Anda di halaman 1dari 3

PERTEMUAN 8

Chapter 17: Process Costing


1. -Membuat ringkasan arus unit fisik output
-Menghitung output dalam bentuk equivalent unit
-Menentukan total cost to account for
-Menghitung cost per equivalent unit
-Melakukan pembebanan total cost pada unit yang telah diselesaikan dan
unit dalam ending
WIP
2. Equivalent unit adalah jumlah turunan unit output yang menggambarkan
jumlah unit input /faktor produksi dalam perhitungan units completed dan
incomplete units of WIP, serta mengkonversi jumlah input tersebut ke dalam
jumlah completed output units yang dapat dihasilkan.
3. FIFO membebankan biaya produksi equivalent units periode lalu dalam
beginning WIP ke unit-unit awal yg diselesaikan & ditransfer keluar
(completed & transferred out); membebankan biaya produksi equivalent
units periode kini ke beginning WIP yang diselesaikan, lalu untuk unit yang
baru mulai diproduksi & diselesaikan pada periode kini, dan terakhir ke
ending WIP.
Weighted average : menghitung biaya per equivalent unit atas semua
pekerjaan/unit yang dikerjakan sampai periode kini (tanpamemperhatikan
pekerjaan tersebut dimulai pada periode lalu atau periode kini) kemudian
membebankan biaya tersebut ke equivalent unit yang diselesaikan
&ditransfer keluar (completed & transferred out) dank e equivalent units
dalam ending WIP.
Standard costing : perhitungan equivalent units sama dengan metode FIFO ,
tetapi biaya yang dibebankan ke equivalent units menggunakan tarif biaya
standar per unit yang telah ditetapkan, lalu penyimpangan/variance antara
standard cost dengn actual cost yang timbul akan dibuat perhitungannya

PERTEMUAN 9
Chapter 17: Process Costing
1. Karakteristik process costing:
a. Produk yang dihasilkan relatif homogen.
b. Semua biaya produksi dibebankan ke pusat biaya, dalam hal ini adalah
departemen.
c. Menentukan biaya per unit dengan membagi total biaya yang masuk ke
pusat biaya dengan jumlah unit yang diproduksi.
2. Previous-department costs atau transferred-in costs adalah biaya yang
dikeluarkan departemen sebelumnya yang diteruskan sebagai biaya
produk ketika bergerak ke proses berikutnya dalam suatu siklus produksi.
3. Hybrid costing systems: memadukan karakteristik job-costing dan
process-costing systems. Contoh Ford Motor Company yang memiliki cost
per unit dalam setiap operasi (seperti assembly), tetapi menggunakan
mesin dan aksesoris yang berbeda (customized) untuk setiap mobil.

Mo
du

lA
ku
nta
n

si
Bia
ya

PERTEMUAN 12

Universitas Multimedia Nusantara

Pe
r

iod
e

Chapter 16: Cost Allocation-Joint


1 Products and Byproducts
1. Joint cost
secara

4/1
5

: biaya proses produksi yang menghasilkan multiple products

bersamaan yang terjadi sebelum splitoff point


Separable cost
: seluruh biaya produksi seperti pembuatan, marketing,
distribusi, dll yang
terjadi setelah splitoff point
2. Main Products merupakan produk yang memiliki total penjualan tertinggi
dibandingkan produk lain yang dihasilkan di dalam proses joint
production. Sedangkan byproduct memiliki penjualan yang paling rendah
di antara produk yang dihasilkan di joint production.
3. Production method
byproducts dapat diidentifikasi ketika proses
produksi telah selesai
Sales method
byproducts dapat diidentifikasi ketika terjual
4. a. Karena menghasilkan pendapatan merupakan alas an utama mengapa
suatu perusahaan mengadakan joint costs.
b. Tidak membutuhkan informasi lain setelah titik split off seperti urutan
spesifik untuk proses selanjutnya, separable costs proses selanjutnya, dan
poin dimana individu produk akan terjual.
c. Memiliki dasar alokasi yang umum untuk alokasi joint cost ke produk
yaitu menggunakan basis pendapatan. Physical measure menggunakan
dasar alokasi yang kemungkinan sulit untuk diidentifikasi.
d. Metode yang paling sederhana dibandingkan dengan metode yang lain.

PERTEMUAN 13
Chapter 20: Inventory Management, Just in Time, and Simplified Costing Methods
Accounting
1. Metode costing yang mensupport penciptaan value untuk customer dan
mengeliminasi waste dalam proses akuntansi.
2. 6 kategori cost yang terkait dengan goods for sale
a) Purchasing cost : biaya pembelian dari supplier
b) Ordering cost : biaya untuk menyiapkan purchase order
c) Caryying cost : biaya dari menyimpan inventory
d) Stockout cost : biaya yang terjadi ketika customer ingin membeli
barang tetapi
barang tersebut sedang kosong
e) Cost of quality : biaya prevention, appraisal, internal failure, dan
external failure
f) Shrinkage cost : biaya yang terjadi karena pencurian dari pihak luar,
penggelapan
oleh karyawan, dll

Mo
du

lA
ku
nta
n

si
Bia
ya

Universitas Multimedia Nusantara

Pe
r

iod
e

14
/ 15