Anda di halaman 1dari 10

UTS

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

OLEH :
NAMA

: NI NYM MESTIA WENDY GUSTIARININGSIH

NIM

: 1315057014

KELAS

: VIII F

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2014

Buatlah sebuah perencanaan pembelajaran yang meliputi : Pendekatan, Strategi, dan


Model Pembelajaran. Silahkan kondisikan kelas tersebut, kemudian tetukan
pendekatan pembelajaran apa yag cocok. Strategi pembelajaran apa yang sesuai
digunakan, kemudian uraikan model pembelajran apa yang pas digunakan. (Gunakan
2 Kompetensi Dasar sari silabus yang digunakan).

Satuan Pendidikan : SMK / MAK


Kelas

: X / Ganjil

Paket Keahlian

: Teknologi Informasi dn Komunikasi

Mata Pelajaran

: Perakitan Komputer

Kompetensi Dasar

: 1. Memahami jenis jenis casing komputer


2. Menyajikan hasil klasifikasi casing komputer

1. Pendekatan Pemblejaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut
pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan
tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya
mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran
dengan cakupan teoritis tertentu. Pembelajaran yang akan direncanakan yaitu
dengan menggunakan pendekatan yang berorientasi atau berpusat pada siswa
(student centered approach). Pendekatan berfungsi sebagai pedoman umum dan
langsung bagi langkah-Iangkah metode pengajaran yang akan digunakan. Sering
dikatakan bahwa pendekatan melahirkan metode. Artinya, metode suatu bidang
studi ditentukan oleh pendekatan yang digunakan. Ada dua hal mendasar yang
harus selalu dipegang pada setiap proses yang berlangsung dalam pendidikan,
yaitu mengalami dan menemukan. Hal inilah yang menjadi fokus utama dari
pendekatan proses.
Kondisi suatu kelas X Jurusan Teknik Komputer Jaringan yang terdiri dari
30 siswa dimana mereka memiliki kemampuan yang heterogen. Mereka akan
mempelajari perakitan komputer dengan materi pokok Casing komputer. Untuk

alokasi waktu dalam pembelajaran ini adalah 4 x 45 menit pelajaran, dimana


untuk kompetensi dasarnya diambil dari Kompetensi Inti 3 (K.I 3) dan
Kompetensi Inti 4 (K.I 4). Untuk kompetensi dasar dan indikator yang menjadi
acuan dan pedoman dalam pembelajaran yaitu :
1) Memahami jenis-jenis casing komputer
Indikator :
a. Menjelaskan casing computer dan fungsi casing komputer
b. Menguraikan jenis jenis casing computer
c. Menjelaskan power supply dan fungsi power supply
d. Menguraikan jenis connector power supply
2) Menyajikan hasil klasifikasi casing komputer
Indikator :
a. Mengamati bagian jenis-jenis casing komputer dan jenis-jenis connector
yang ada pada power supply.
b. Menyajikan laporan hasil diskusi casing komputer, power supply dan jenis
connector power supply.
Sehingga tujuan pembelajaran yang harus dicapai yakni :
a. Peserta didik mensyukuri atas kebesaran Tuhan melalui memahami dan
dan menyajikan casing komputer.
b. 1) Peserta didik mampu berdisiplin dalam mengikuti pembelajaran.
2) Peserta didik mampu bertanggung jawab atas tugas yang diberikan
sehingga dapat terselesaikan tepat waktu.
c.

1) Dengan menggunakan metode ceramah dan demontrasi siswa mampu


menjelaskan casing komputer dan fungsi casing komputer.
2) Dengan menggunakan metode ceramah dan demontrasi siswa mampu
menguraikan jenis jenis casing komputer.
3) Dengan menggunakan metode ceramah dan demontrasi siswa mampu
menjelaskan power supply dan fungsi power supply.
4) Dengan menggunakan metode ceramah dan demontrasi siswa mampu
menguraikan jenis connector power supply.

5) Peserta didik mampu mengamati jenis-jenis casing komputer dan jenis


connector

power supply dan bertanggung jawab atas tugas yang

diberikan sehingga dapat terselesaikan tepat waktu.


Melihat dari tujuan yang akan dicapai Keterlibatan pebelajar dalam proses
pembelajaran disini dapat berbentuk:
1) Keterlibatan fisik, seperti melakukan pengukuran/perhitungan, pengumpulan
dan pengolahan data, atau memperagakan suatu konsep/prinsip/dll. Misalnya
dalam pembelajaran casing computer

(memahami jenis jenis casing

komputer) untuk menanamkan konsep jenis casing computer , siswa diminta


memperhatikan sebuah gambar di slide yang sudah di persiapakan oleh guru
lengkap dengan bentuk dan ukuran dari masing- masing casing tersebut, dan
guru memberikan waktu ke siswa untuk memperhatikan gambar yang ada di
slide, kemudian siswa di tugaskan untuk mencocokan kembali jenis-jenis
casing yang sudah di lihat di slide, dengan guru memberikan sebuah tebak
gambar dan mencocokan sesuai bentuk dan jenis casing.
Keterlibatan

fisik ini akan lebih sering nampak dalam pembentukan

ketrampilan motorik (dalam ranah psikomotorik). Pebelajar akan lebih cepat


mengerti dan memahami konsep dengan mempraktekkannya langsung.
1) Keterlibatan mental, meliputi:
Keterlibatan intelektual yang dapat terbentuk dari mendengarkan informasi
dengan cermat, berdiskusi dengan teman sekelas, atau melakukan
pengamatan terhadap suatu fakta atau peristiwa, sehingga memberi peluang
terjadinya asimilasi dan atau akomodasi kognitif terhadap pengetahuan baru
tersebut
Keterlibatan intelektual dalam bentuk latihan ketrampilan intelektual seperti
menyusun suatu rencana/program, menyatakan gagasan, dan lain-lain.
Keterlibatan emosional dapat terbentuk dari penghayatan terhadap perasaan,
nilai, sikap dan lain-lain dalam ranah afektif.
Misalnya dalam pembelajaran memahami jenis-jenis casing komputer, siswa
akn dibentuk menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberikan

bahan diskusi yang diberikan oleh guru untuk didiskusikan secara berkelompok.
Disini akan dituntut keaktifan siswa dalam bertanya, berkomentar, berpendapat,
atau memecahkan suatu permasalahan. Ketika mereka sudah mengerti tentang
apa-apa saja jenis dari casing komputer, siswa akan diminta untuk menyajikan
hasil diskusinya di depan kelas. Disini keterlibatan mental dari siswa itu akan
terbentuk dari proses belajar dan diskusi.

2. Strategi Pembelajaran
Strategi

pembelajaran

merupakan

bagian

penting

dari

tindakan

pembelajaran. Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan optimal akan


dapat mendorong prakarsa dan memudahkan belajar siswa. Strategi ini adalah
cara yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada siswa untuk
mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Disini saya menggunakan strategi
pembelajaran kooperatif yaitu rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan siswa
dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
telah dirumuskan.
Strategi pembelajaran yang saya gunakan disini adalah cooperative
learning. Cooperative Learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan

kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang biasa terdiri atas 3 sampai
5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai
tuntas. Melalui cooperative learning siswa didorong untuk bekerja sama secara
maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya. Sebab kegagalan individu adalah
kegagalan kelompok, dan sebaliknya keberhasilan individu adalah keberhasilan
kelompok. Oleh karena itu, setiap anggota harus memiliki tanggung jawab penuh
terhadap kelompoknya. Dengan demikian keberhasilan setiap indivindu pada
dasarnya adalah keberhasilan kelompok. Dalam strategi ini ada empat unsur yang
sangat penting yaitu ada peserta dalam kelompok, ada aturan kelompok, ada
upaya belajar setiap kelompok, dan ada tujuan yang harus dicapai dalam
kelompok belajar.

Peserta adalah siswa yang melakukan proses pembelajaran dalam setiap


kelompok belajar. Aturan kelompok adalah segala sesuatu yang menjadi
kesepakatan semua pihak yang terlibat, baik siswa sebagai peserta didik, maupun
siswa sebagai anggota kelompok. Upaya belajar adalah segala aktivitas siswa
untuk meningkatkan kemampuannya yang telah dimiliki maupun meningkatkan
kemampuan baru, baik kemampuan dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun
keterampilan. Aktivitas pembelajaran tersebut dilakukan dalam kegiatan
kelompok, sehingga antar peserta dapat saling membelajarkan melalui tukar
pikiran, pengalaman, maupun gagasan-gagasan. Aspek tujuan dimaksudkan untuk
memberikan arah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Melalui tujuan yang
jelas, setiap anggota kelompok dapat memahami sasaran setiap kegiatan belajar.
Komponen utama dari strategi cooperative learning yaitu : cooperative
task, berkaitan dengan hal yang menyebabkan anggota bekerja sama dalam
menyelesaikan tugas kelomok dan cooperative incentive structure, merupakan
sesuatu yang membangkitkan motivasi individu untuk bekerja sama mencapai
tujuan kelompok. Adapun prosedur pembelajaran kooperatif yang akan dilakukan
yaitu sebagai berikut.
1) Penjelasan Materi
Tahap penjelasan diartikan sebagai proses penyampaian pokok-pokok materi
pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Tujuan utama dalam tahap
ini adalah pemahaman siswa terhadap pokok materi pelajaran. Pada tahap ini
guru memberikan gambaran umum tentang materi pelajaran yang harus
dikuasai selanjutanya siswa akan memperdalam materi dalam pembelajaran
kelompok (tim). Pada tahap ini guru dapat menggunakan metode ceramah,
curah pendapat, dan tanya jawab, bahkan kalau perlu guru dapat
menggunakan demonstrasi. Disamping itu, guru juga dapat menggunakan
berbagai media pembelajaran agar proses penyampaian dapat lebih menarik
siswa.

2) Belajar Dalam Kelompok


Setelah guru menjelaskan gambaran umum tentang pokok-pokok materi
pelajaran, selanjutnya siswa diminta untuk belajar pada kelompoknya masingmasing yang telah dibentuk sebelumnya. Pengelompokan dalam pembelajaran
kooperatif ini bersifat heterogen. Kelompok heterogen ini memberikan
kesempatan

untuk

saling

mengajar

(peer

toturing) dan

saling

mendukung. Kelompok ini meningkatkan relasi dan interaksi antar ras,


agama, etnis, dan gender. Selain itu, kelompok heterogen memudahkan
pengelolaan kelas karena dengan adanya satu orang yang berkemampuan
akademis tinggi, guru mendapatkan satu asisten untuk setiap kelompok.
Melalui pembelajaran tim siswa didorong untuk melakukan tukar-menukar
(sharing) informasi dan pendapat, mendiskusikan permasalahan secara
bersama, membadingkan jawaban mereka, dan mengoreksi hal-hal yang
kurang tepat.
3) Penilaian
Penilian dalam SPK bisa dilakukan dengan tes atau kuis. Tes atau kuis
dilakukan baik secara individual maupun secara kelompok. Tes individual
nantinya akan memberikan informasi kemampuan setiap siswa dan tes
kelompok akan memberikan informasi kemampuan setiap kelompok. Hasil
akhir setiap siswa adalah penggabungan keduanya dan dibagi dua. Nilai setiap
kelompok memiliki nilai sama dalam kelompoknya. Hal ini disebabkan nilai
kelompok adalah nilai bersama dalam kelompoknya yang merupakan hasil
kerja sama setiap anggota kelompok.
4) Pengakuan Tim
Pengakuan tim (team recognition) adalah penetapan tim yang dianggap
paling menonjol atau tim paling berprestasi untuk kemudian diberikan
penghargaan atau hadiah. Pengakuan dan pemberian pengharagaan tersebut
diharapkan dapat memotivasi tim untuk terus berprestasi dan juga
membangkitkan motivasi tim lain untuk lebih mampu meningkatkan prestasi
mereka.

Tabel 1. Langkah-langkah pembelajaran cooperative learning


Langkah

Langkah 1

Indikator

Tingkah Laku Guru

Menyampaikan tujuan dan


memotivasi siswa.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan


mengkomunikasikan kompetensi dasar yang
akan dicapai serta memotivasi siswa.

Langkah 2 Menyajikan informasi

Guru menyajikan informasi kepada siswa

Mengorganisasikan siswa ke
Langkah 3 dalam kelompok-kelompok Guru menginformasikan pengelompokan siswa
belajar
Langkah 4

Membimbing kelompok

Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja

belajar

siswa dalam kelompokkelompok belajar


Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi

Langkah 5 Evaluasi

pembelajaran yang telah dilaksanakan

Langkah 6 Memberikan penghargaan


Untuk mengimplementasikan

Guru memberi penghargaan hasil belajar


individual dan kelompok.

strategi pembelajaran

cooperative learning

digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Metode pembelajaran adalah


sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah
disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Metode yang tepat untuk digunakan dalam strategi pembelajaran
cooperative learning yaitu:
a) Metode Ceramah
Penggunaan metode ceramah sangat penting, karena pada awal pembukaan
pembelajaran pasti harus didahului dengan metode ceramah untuk
menyiapkan siswa dan membuat siswa fokus sebelum pelajaran dimulai. Dan
metode ceramah juga digunakan pada penyampaian materi.

b) Meode Tanya Jawab


Metode tanya jawab digunakan untuk mengeksplorasi kemampuan siswa
mengenai materi yang akan dipelajari, baik secara individu maupun
kelompok.
c) Metode Diskusi Kelompok
Metode diskusi kelompok digunakan pada saat siswa berkumpul bersama
kelompoknya. Melihat juga model yang digunakan yaitu model
pembelajaran kooperatif dimana mengutamakan kerjasama dalam
kelompok. Metode diskusi ini juga bertujuan untuk :
1. Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, membantu
siswa memahami konsep-konsep sulit.
2. Agar siswa dapat menerima teman-temannya yang yang mempunyai
berbagai perbedaan latar belakang.
3. mengembangkan keterampilan sosial siswa antara lain: berbagi tugas,
aktif bertanya menghargai pendapat orang lain, memancing teman
untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam
kelompok.
3. Model Pembelajaran
Dalam pembelajaran Casing komputer ini, saya menggunakan model
pembelajaran

kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division).

Menurut Wina (2008:242) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif


merupakan model pembelajaran menggunakan sistem pengelompokkan atau tim
kecil,yaitu antara 4-5 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan
akademik,jenis kelamin,ras atau suku yang berbeda (heterogen).
Pada

pembelajaran

kooperatif

tipe

STAD,

mula-mula

guru

mempresentasikan pembelajaran dan siswa sudah dikelompokkan dalam tim


pembelajaran. Siswa akan diberikan tugas diskusi yang sudah disiapkan guru,
setiap kelompok dipastikan bahwa seluruh anggota dapat menuntaskan atau
menguasi

pembelajaran

yang

didapat

melalui

diskusi

dengan

teman

kelompoknya. Setelah itu guru mengajukan sebuah pertanyaan dan memberi


batasan waktu untuk menjawabnya. Guru akan memberikan kesempatan pada
masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi yang sudah
dilakukan oleh setiap kelompok siswa. Guru menandai siswa-siswa yang
menjawab benar dan memperkaya pemahaman siswa tentang jawaban pertanyaan
itu melalui sebuah diskusi.

Kemudian, seluruh siswa juga diberikan tugas

individual dan siswa tidak boleh lagi saling membantu dalam penyelesaian tugas
tersebut. Terakhir, guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan skor
terbaik.
Model pembelajaran ini sangat cocok untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
siswa, dimana dengan belajar kelompok kecil siswa bisa secara langsung
mengeluarkan pendapat kepada teman kelompoknya dan siswa bisa tau seberapa
tingkat

kemampuan

kelompoknya.

yang

dimiliki

setelah

melakukan

diskusi

dengan