Anda di halaman 1dari 2

Resistivity meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur geolistrik tahanan

jenis. Sedangkan alat untuk mengukur geolistrik Induced Polarization (IP) adalah IP
Meter. Beberapa contoh model alat resistivity meter, yaitu Resistivity Meter Naniura
NRD22, Resisitivity Meter Naniura 300HF, dan Res&IP Meter Supersting R8
Multichannel.
Resisitivity Meter Naniura NRD300HF dan Naniura NRD22 merupakan alat geolistrik
konvensional yang masih menggunakan 1 channel. Data yang diperoleh dari alat ini
yaitu nilai beda potensial (V) dan arus (I). data V dan I ini kemudian diolah untuk
mendapatkan harga tahanan jenis semu (apparent).
Resistivity Meter NRD22 dan NRD300HF banyak digunakan untuk pengukuran
sounding 1D, sedangkan untuk 2D sangat jarang dilakukan karena harus membuat
dahulu geometri pengukuran (stacking chart), tabel akuisisi, membuat format
konversi data lapangan ke format data software (dilakukan secara manual).
Spesifikasi Resistivity Meter Naniura NRD300HF terdiri dari dua bagian, yaitu :
Pemancar (Transmitter)

Catu daya : 12 V, minimal 6 AH


Daya keluar : 300 W
Tegangan keluar : 500 V
Arus keluar : 2000 mA
Ketelitian arus : 1 mA
Sistem pembacaan : Digital
Catu daya digital meter : 9 V, baterai kering

Penerima (Receiver)

Impedansi maksimum : 10 M Ohm


Batas ukur : 0,1 mV
Ketelitian : 0,1 mV
Kompensator kasar : 10 x putar
Kompensator halus : 1 x putar
Catudaya digital meter : 3 V
Massa : 5,5 kg

Salah satu alat resisitivity meter lainnya yaitu geolistrik multichannel 28 electroda
Res&IP Meter Supersting R8 merupakan alat yang bisa digunakan untuk mengukur
geolistrik tahanan jenis 1D/2D/3D/4D dan geolistrik IP 2D/3D/4D.

Data pengukuran yang diperoleh alat ini sudah merupakan harga tahanan jenis
semu (apparent) yang tersimpan di memori alat. Res&IP Meter Supersting R8
Multichannel terdiri dari 1 switch box, 28 elektroda, bentangan kabel maksimal 945
m.
Bebepara kelebihan pengukuran resistivity 2D/3D dan IP 2D/3D dengan alat
geolistrik Res&IP Meter,yaitu :

Pengukurannya relatif lebih cepat dibandingkan menggunakan

Resistivity Meter singel channel. Pengukuran dengan panjang lintasan


810 945 m dan 28 elektroda dengan 3 konfigurasi membutuhkan
waktu sekitar 1,5 jam.
Tidak perlu melakukan konversi data secara manual karena telah

ada softwarenya.
Hasil pengukuran bisa langsung dilihat di lapangan.