Anda di halaman 1dari 8

SAVANT SYNDROME

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Patofisiologi


Dosen pengampu: Woro Harjaningsih, Sp.FRS, S.Si., Apt.

Disusun oleh:
Yustina Myrna A.
Bagas Prasetya F.
Dwi
Setyaningrum
Salma Fajar P.
Sabrina Umi K.
Nindya
Kusumorini
Ch. Alfiani Hana
Rizqi Hidayatullah
Fahmi Rosyadi

:
12/333320/FA/093
03
:
12/333325/FA/093
06
:
12/333360/FA/093
09
:
12/333366/FA/093
12
:
12/333369/FA/093
15
:
12/333372/FA/093

18
:
12/333392/FA/093
21
:
12/333439/FA/093
24
:
12/333472/FA/093
27
Kelas A 2012

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA


2014

Savant syndrome
Definisi
Savant syndrome adalah suatu kondisi di mana seseorang dengan cacat
mental,

seperti

gangguan

spektrum

autisme,

menunjukkan

kapasitas

yang

mendalam dan luar biasa atau kemampuan jauh melebihi dari apa yang akan
dianggap normal. Orang dengan Savant syndrome mungkin memiliki gangguan
perkembangan saraf, terutama gangguan spektrum autisme, dan cedera otak.
Contoh yang paling dramatis Savant syndrome terjadi pada individu yang mendapat
skor sangat rendah pada tes IQ, sementara menunjukkan keterampilan yang luar
biasa. Peneliti savant, Treffert, mengatakan sebab gangguan perkembangan itu bisa
bawaan dari lahir (yang hamper setengahnya berupa gejala autism), mental
retardasi, cedera otak, ataupun akibat penyakit lainnya. Namun Savant syndrome
atau kadang disingkat savantism bukan merupakan diagnosis medis yang diakui.
Hingga kini masih belum diketahui apa penyebab Savant syndrome tersebut.
Meskipun sindrom ini hampir mirip dengan penderita autis.

Penyebab dan Etiology


Hingga saat ini penderita Savant syndrome masih belum diketahui jelas apa
penyebabnya. Sebagian besar penyakit Savant syndrome ini dijumpai pada orangorang autis, namun tak semua Savant syndrome penderita autis dan tak semua
autis penderita Savant syndrome, bisa saja disebabkan oleh cacat, keterbelakangan
mental, cacat otak dan sakit. Serta penyakit Savant syndrome ini dijumpai pada
orang-orang yang mengalami trauma fisik yang berat. Penjelasan bagaimana
terjadinya Savant syndrome sampai sekarang belum ditemukan oleh para ilmuwan,
namun banyak yang meyakini bahwa Savant syndrome disebabkan oleh hancurnya
salah satu sisi otak oleh kondisi tertentu, sementara sisi lain dari otak mengalami
overdevelop (berkembang berlebihan).

Penyakit Savant syndrome ini bisa merupakan bawaan sejak lahir atau
diperoleh adanya cedera atau penyakit otak yang terjadi pada masa bayi, masa
kanak-kanak atau dewasa.
Sebuah teori yang dapat menjelaskan penyebab terjadinya Savant syndrome
adalah kerusakan pada otak kiri yang disertai dengan kompensasi otak kanan atau
terjadinya abnormalitas pada left hemisphere terutama pada lobus temporal.
Abnormalitas ini menyebabkan defisit produksi serotonin pada left hemisphere.
Selain itu, ada beberapa teori lain dalam menjelaskan Savant syndrome yaitu :
1. Biological-Developmental, seperti kelainan genetik, neirochemical, disfungsi left
hemispher, serta kerusakan lobus temporal dan frontal.
2. Cognitive, seperti koherensi teori yang lemah.
3. theory of mind dan Compensation, seperti disabiliti sensori dan isolasi sosial.
4. modularity of mind, seperti gangguan kognitif.

Tanda dan Gejala


Sebagian penderita autis menunjukkan kemampuan-kemampuan savant.
Sekitar separuh dari orang-orang dengan Savant syndrome memiliki gangguan
autistik, sementara separuh lainnya lagi cacat, keterbelakangan mental, kerusakan
otak

atau

penyakit.

Namun

tidak

semua

penderita

autis

memiliki Savant

syndrome dan tidak semua Savant syndrome adalah penderita autis


Penderita Savant syndrome memiliki daya ingat yang luar biasa serta
keterampilan

khusus

yang

menarik.Treffert

mengelompokkan

kecemerlangan Savant syndrome dalam 5 kategori umum, yaitu keahlian musik,


seni, penghitungan kalender, matematika, dan mekanikal atau kemampuan spasial.
Keterampilan yang dimiliki Savant syndrome biasanya tidak bisa hilang dan jika
terus dilatih dan digunakan akan terus meningkat.
Jumlah penderita autis dan Savant syndrome lebih banyak laki-laki. Secara
normal, otak kiri lebih dulu berkembang dibanding otak kanan. Namun menurut
sebuah penelitian, pada janin laki-laki umumnya beredar testosteron yang dengan
tingkat yang sangat tinggi sehingga dapat memperlambat pertumbuhan dan fungsi

kerusakan saraf yang lebih rentan terjadi pada otak kiri. Inilah yang menyebabkan
jumlah laki-laki penderita Savant syndrome lebih banyak dibandingkan perempuan.

Contoh Kasus
Kim Peek
Kim dilahirkan dengan gangguan berat pada otaknya sehingga dokternya
pada masa kecil mengatakan bahwa Kim akan mengalami gangguan tumbuh
kembang yang berat dalam artian tidak akan bisa berjalan sendiri apalagi belajar
layaknya manusia normal. Dokter tersebut juga sempat mensarankan Kim untuk
dimasukan ke sebuah panti untuk anak-anak dengan keterbelakangan mental.
Namun Orang tua Kim tidak setuju dan tetap merawatnya layaknya seorang
manusia biasa.
Prediksi dokter tersebut tidak sepenuhnya benar, memang Kim saat ini
mengalami kesulitan berat dalam melakukan hal-hal berkaitan dengan pergerakan
seperti berjalan, memasang kancing, menyendok makanan dan mempunyai IQ yang
rendah namun Kim saat ini dijuluki sebagai Kimputer. Mengapa? Karena ia dapat
mengingat sekitar 12.000 lebih buku yang ia telah baca secara detail. Kim
membaca dua halaman sekaligus, mata kanannya membaca halaman satu dan
mata kirinya membaca halaman sebelahnya. Ia hanya membutuhkan waktu sekitar
3 detik untuk membaca kedua halaman tersebut berbarengan. Tidak hanya itu ia
juga dapat mengingat hal-hal trivia dalam 15 bidang berbeda (seperti olahraga,
music, dll). Dan terakhir jika kamu memberitahukan sebuah tanggal dan tahun
kapan saja Kim dapat memberitahukan hari apa tanggal tersebut.
Stephen Wiltshire
Pada masa kanak-kanak, Stephen didiagnosa autis dan dikirim ke sekolah
luar biasa. Disana ia menemukan kecintaannya dalam menggambar. Pertama-tama
ia menggambar biantang, bus, gedung dan kemudian monumen. Pada saat itu gurugurunya sudah terkesima oleh detail pada gambarnya. Selama masa kecilnya itu
Stephen berkomunikasi melalui gambar. Sampai pada saat usia Sembilan tahun
ditambah dengan bantuan gurunya, ia pun mulai berbicara. Tentu saja, kata
pertama yang ia ucapkan adalah kertas.
Pada usia dewasa keunikannya dalam menggambar barulah terlihat, ia
pernah menggambar secara detail kota Tokyo (lengkap dengan gedung, lampu
jalan, mobil-mobil dll) dalam lembar kertas berukuran 10 meter. Sebelum
menggambar ini ia hanya berkeliling Tokyo dengan helicopter selama 10 menit.

Daniel Tammet
Ia adalah seorang autistic savant yang mempunyai kelebihan dalam bidang
matematika dan bahasa. Daniel pertama kali terkenal pada saat ia mengurutkan
(phi) hingga 22,514 desimal dibelakang koma. Bukan hanya itu ia juga berbicara 11
bahasa dengan lancar.
Daniel bukan merupakan savant biasa karena ia bisa secara gambling
menggambarkan bagaimana proses/keunikannya itu terjadi yang mana adalah
sesuatu yang langka. Baginya angka adalah sesuatu yang special. Ia juga
mempunyai keadaan yang disebut dengan

synesteshia, pada kasus ini ia

mempunyai korelasi tiap angka dengan warna dan bentuk (mulai dari angka 1
hingga 10.000 tiap angka mempunyai bentuk dan warna masing-masing). Ia juga
dapat merasakan apakah suatu angka misalnya 17.371 itu bilang prima atau
bukan. Untuk masalah bahasa Daniel pernah ditantang untuk mempelajari bahasa
baru (pada saat itu adalah bahasa Islandia). Dan ia menkhatamkan bahasa itu
dalam 7 hari saja.

Pustaka
Baron-Cohen, S. (2003). The Essential Difference: Male and Female Brains and the
Truth About Autism. New York: Basic Books.
Baron-Cohen, S. (2006b). The hyper-systemizing,assortative mating theory of
autism. Progress in Neuro-Psychopharmacology & Biological Psychiatry, 30,
865-972.
Happ, F., & Frith, U. (2006). The Weak Coherence Account: Detail-focused Cognitive
Style in Autism Spectrum Disorders. Journal of Autism and Developmental
Disorders, 36(1), 5-25.
Treffert, D. A. (2009). "The savant syndrome: An extraordinary condition. A synopsis:
Past, present, future". Philosophical Transactions of the Royal Society B:
Biological Sciences 364 (1522): 13517.