Anda di halaman 1dari 46

Episiotomi

dan
penjahitan jalan lahir
Pembimbing : Dr.Iskandar
Zulkarnain, Sp.OG(K)

01/25/15

Anggota Kelompok
Alfredo Armando,S.Ked
Adinda Paramartha,S.Ked
Siti Rohani,S.Ked
Alfi Fadilah,S.Ked
Nia Wahyuni,S.Ked
Nurul Fajriyah W U,S.Ked
Rudini Effendi,S.Ked

Kasus

Anamnesis Pribadi

Nama Pasien : Ny. Heryani


Usia Pasien : 29 tahun
Nama Suami : Tn. Peri
Usia Suami : 32 tahun
KU: mau melahirkan dengan darah
tinggi

Penilaian Awal

KU
Kesadaran
TD
Nadi
Pernapasan
Suhu

: tampak sakit ringan


: compos mentis
: 190/120 mmHg
: 96 x/menit
: 20 x/menit
: 36,6 0C

Penanganan Awal

IVFD
Kateter uretra
MgSO4 40% 8 mg I.M.
nifedipine

Anamnesis Khusus
KU : Mau melahirkan dengan darah tinggi
RPP : 1 hari SMRS, parturien kontrol ke bidan dan
didapatkan tekanan darah 180/120 mmHg. Penderita
lalu disarankan ke RSMH. Riwayat perut mules yang
menjalar ke punggung (-), riwayat keluar darah lendir
(-), riwayat keluar air-air (-), riwayat darah tinggi
sebelum hamil (-). Riwayat darah tinggi pada
kehamilan sebelumnya (-). Riwayat mual muntah (-),
riwayat nyeri epigastrik (-). Parturien mengaku hamil
cukup bulan dan gerakan anak masih dirasakan.

Pemeriksaan Fisik
STATUS PRESENT
KU : tampak sakit ringan
: compos mentis
Kesadaran
TD : 130/90 mmHg
: 96 x/menit
Nadi
: 20 x/menit
Pernapasan
: 36,6 0C
Suhu
BB : 58 kg
TB : 157cm

Pukul 20.00
Keluhan: mau melahirkan dengan darah tinggi
PL: FUT 3 jbpx (36 cm), memanjang, puki, kepala,
2/5, his 4x/10/40, DJJ: 143 x/menit, TBJ:
3565 gram
VT: portio lunak, anterior, effacement 100%,
pembukaan 9 cm, ketuban (-), bau (-), kepala, H
III, UUK kiri depan.
G3P2A0 hamil aterm dengan PEB inpartu kala I
fase aktif JTH preskep

RENCANA
Ekstraksi Cunam
Episiotomi mediolateral

EPISIOTOMI

Definisi ?

Tujuan ?

Indikasi ?

Anatomi ?

Macam episiotomi ?

Saat yang tepat ?

Tekhnik episiotomi ?

Cara penjahitan / merepair ?

Sebab-sebab kegagalan episiotomi ?

DEFINISI

An Episiotomy is the surgical


incision designed to enlarge the
vulva outlet during stage II of
Delivery.

Irisan
pada
perineum
(perineotomi)
untuk
memperluas jalan lahir dengan
maksud
mempermudah
pengeluaran
janin
pada
persalinan kala II.

TUJUAN
Mencegah ruptur perinei totalis
Mencegah terjadinya sistokel, rektokel,
inkontinensia urine / alvi
Mencegah ruptur sphincter ani & rektum
Penyembuhan ruptur perinei derajat III/IV
tak baik

01/25/15

INDIKASI
Peregangan perineum (bayi besar)
Mengurangi tekanan atau trauma pada
kepala bayi prematur
Indikasi tertentu : distosia bahu, pres
bo,VE, forceps, distosia pada PBP, gawat
janin

01/25/15

ALASAN EPISIOTOMI KURANG


DIPAKAI

Daerah penyembuhan luka yang

lambat

Menyebabkan
yang berlebih

infeksi

nyeri

perineal

Risiko perdarahan, dispareunia,

Belum
proteksi janin

ada

bukti

dari

Menganggu
pengembangan laktasi

efek
proses

panggul

Memperlemah

otot

dasar

Resiko terjadinya inkontinensia

ANATOMI

MACAM EPISIOTOMI
MEDIAL
MEDIOLATERAL

01/25/15

JARINGAN
TERPOTONG
1. Kulit
(Perineal
Tissue)

skin

YANG
and

subcutaneous

2. Dinding belakang vagina


(Posterior vaginal wall)
3. Musculus Bulbo Cavernosus
4. Musculus
Superficialis

Perinei

Transversus

5. Pubococcygeus / serabut anterior dari

KAPAN EPISIOTOMI
Bila dilakukan lebih awal perdarahan lebih
banyak
Bila terlambat dilakukan bisa terjadi ruptur
perinei
Biasanya dilakukan pada saat terlihat kepala
3 4 cm waktu ibu mengedan atau HIS
Pada VE dilakukan setelah mulai dilakukan tarikan

01/25/15

KAPAN PENUTUPAN
JAHITAN

Setelah plasenta lahir

01/25/15

PRINSIP EPISIOTOMI

Hemostasis
Tidak terlalu banyak jahitan
Mukosa vagina jelujur cat gut chromic 20
Otot benang 2-0 interrupted
Jahit kulit secara interrupted atau
subcuticuler
Medio lateral
Mengembalikan struktur anatomis
01/25/15

TEKNIK EPISIOTOMI
1.

Operator berdiri disamping kanan pasien


atau didepan vulva

2.

Telapak tangan kiri masuk melindungi


kepala bayi dari sentuhan gunting

3.

Satu daun gunting dimukosa vagina yang


satu lagi dikulit perineum

4.

Sudut gunting tepat di median raphe atau


1
cm
dari
mid
line
mengarah
ke
pertengahan antara anus dengan tuberosity
ischium.

5.

Pasien diberi anestesi infiltrasi / lokal.

6.

Perineum yang meregang ditekan diantara


telunjuk dan ibu jari sebelum digunting
pada saat ada HIS.

7.

Insisi / guntingan harus dilakukan dengan


sekali , panjang insisi 3 4 cm.

8.

Perdarahan dikontrol / ditekan dengan kasa


teril.

9.

Kepala/bayi
episiotomi

harus

segera

lahir

setelah

Setelah bayi lahir perdarahan akan


berhenti spontan, bila tidak, lakukan
tampon padat sebelum direpair.

Segera repair karena dapat menyebabkan


perdarahan yang cukup banyak (considerable
blood can be lost)

KLASIFIKASI ~ Sultan dkk

Klasifikasi robekan perineum menurut Sultan:


1: laserasi epitel vagina atau laserasi pada kulit
perineum saja
2: melibatkan kerusakan pada otot-otot perineum,
tetapi tidak melibatkan kerusakan sfingter ani
3: kerusakan pada otot sfingter ani:
3a: robekan < 50% sfingter ani eksterna

3b: robekan > 50% sfingter ani ekterna

3c: robekan juga meliputi sfingter ani interna

4: robekan stadium tiga disertai robekan epitel anus

1.

Tehnik Repair
Sebelum
merepair luka epis, jalan lahir
Episiotomi
harus di expose dengan spekulum
vagina yang besar.

2.

Cari adanya laserasi cervik atau vagina


jika ada harus direpair terlebih dahulu.

3.

Setelah itu tampon padat masukkan


kepuncak
vagina
untuk
menahan
perdarahan dari dalam uterus untuk
sementara sehingga luka episiotomi
tampak jelas.

4.

Jari ke II dan III operator masukkan dalam


vagina regangkan didnding vagina,
exposkan batas atas (ujung) dimana jahitan
akan dimulai.

5.

Puncak insisi vagina disatukan dan dijahit


dengan cat gut I terus ke bawah sampai 2
cm diatas posterior commissura.

6.

Rekonstruksi
diaphragma
dengan chromic cat gut 2-0 .

7.

Jahitan diteruskan lapis demi lapis sampai


terakhir menutup kulit perineum.

urogenital

Vertical Aversi

Horizontal
Aversi

Faktor Kegagalan Episiotomi

Cara penjahitan
Faktor benang
Infeksi
Cairan vagina
Perawatan
KU pasien
Penyakit khronis
Keganasan
01/25/15

Akibat Kegagalan Repair

Luka dehisensi
Gejala klinis infeksi
Prolapsus uteri
Gangguan seksual
Fistel
Kala II lebih cepat
Gangguan rasa nyeri, psikologis
01/25/15

Robekan jalan lahir


Partus presipitatus
Trauma karena alat
Melahirkan kepala pada letak
sungsang
Partus lama

Teknik menjahit robekan


serviks
Pinggir robekan kiri-kanan dijepit
Serviks di tarik sedikit
Pinggir robekan digunting bila
bergerigi
Robekan dijahit terputus atau
jahitan delapan
Robekan dalam jahitan lapis demi
lapis

TERIMA KASIH