Anda di halaman 1dari 21

MATEMATIKA PADA

POKOK BAHASAN
BILANGAN BULAT
DITINJAU DARI
KEMAMPUAN AWAL
SISWA DI SMPN 1
ARJOSARI
OLEH :
DARMANTO

LATAR BELAKANG MASALAH


1.

Minat dalam bidang Matematika menurun disebabkan karena


matematika banyak berhubungan dalam pemahaman dan konsep yang
lebih matang.

2.

Pokok Bahasan Bilangan Bulat dianggap sulit

3.

Hal ini terbukti berdasarkan hasil ujian semester ternyata banyak siswa
yang memperoleh nilai di bawah SKM. Pada SMP tersebut nilai SKMnya
adalah 7,5. Berikut data presentase nilai Hasil ulangan matematika
Nilai
Semester I
Semester II
pada SMP I Arjosari.
75-100

45%

40%

45-75

38%

48%

20-45

15%

9%

0-20

2%

3%

FOKUS PENELITIAN
1. Karakteristik kemampuan pemecahan masalah siswa pada
mata pelajaran matematika pokok bhasan bilangan bulat.

2. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan


kemampuan pemecahan masalah siswa pada pokok
bahasan bilangan bulat.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah Karakteristik kemampuan pemecahan
masalah siswa pada mata pelajaran matematika pokok
bahasan bilangan bulat ?

2. Bagaimanakah bentuk-bentuk kemampuan pemecahan


masalah siswa pada mata pelajaran matematika pokok
bahasan bilangan bulat.

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN


TUJUAN :

1.Untuk mengetahui karakteristik kemamouan pemecahan masalah siswa pada mata


pelajaran matematika pokok bahasan bilangan bulat.

2.Untuk mengetahui bentuk-bentuk pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran


matematika pokok bahasan bilangan bulat.
MANFAAT :

Secara teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menambah dan mengembangkan ilmu
pengetahuan tentang pemecahan masalah siswa dalam pelajaran matematika.

Secara praktis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam upaya perencanaan pembelajaran,
meningkatkan kualitas pendidikan khususnya bagi guru, selanjutnya dalam penelitian
ini diharapkan bermanfaat bagi lembaga yang berwenang dalam meengambil
kebijakan mengenai pelayanan kesejahteraan siswa.

KEMAMPUAN MEMECAHKAN
MASALAH

Kemampuan

Kemampuan merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan.


Kemampuan berfungsi dalam menunjukkan bahwa seseorang dapat atau
tidak dapat melakukan suatu aktivis munadar dalam (Nashar 2004)

Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah adalah proses yang digunakan untuk menyelesaikan


masalah. Pada tahun 1983, Mayer mendefinisikan pemecahan masalah
sebagai suatu proses banyak langkah dengan si pemecah masalah harus
menemukan hubungan antara pengalaman (skema) masa lalunya
dengan masalah yang sekarang dihadapinya dan kemudian bertindak
untuk menyelesaikanya (kirkley, 2003).

LANGKAH - LANGKAH PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA


Karna menyelesaikan masalah bagi siswa itu dapat bermakna, maka dapat diambil dari
beberapa teori mengenai langkah-langkah pemecahan masalah matematika. Salah satunya Teori
Pemecahan masalah matematika yang disusun oleh Polya (1985) sebagai berikut :

Pemahaman Masalah (Understanding the problems)


Dalam hal ini siswa harus mengetahui apa yang belum diketahui dalam masalah tersebut, apakah
kondisi sudah cukup untuk ditanyakan, lalu tahap ini mengharuskan siswa membuat gambar dan
menuliskan notasi.

Perencanaan Penyelesaian (Devising a plan)


Langkah ini menyangkut beberapa aspek penting seperti pernahkah siswa menemui soal seperti
tersebut, teori dan rummus apa yang akan digunakan, apakah semua data dan kondisi sudah
diperhitungkan. Hal ini akan mempermudah dalam pemecahan masalah.

Melaksanakan perencanaan (Carrying out the plan)


Langkah ini menekan pada pelaksanaan rencana penyelesaian. Prosedur yang ditempuh adalah
memeriksa dan membuktikan kebenaran jawaban.

Pemeriksaan kembali prosesdan hasil (Looking Back)


Pada bagian akhir polya menekankan pada bagaimana cara memeriksa kebenaran jawaban yang
telah diperoleh. Prosedurnya adalah adakah sanggahannya, apakah jawaban dapat dicari dengan
rumus dan teori lain, dapatkan jawaban tersebut digunakan untuk soal lain.

PENGERTIAN MATEMATIKA
Nasoetion (Sri Subarinah, 2006: 1) mengemukakan bahwa istilah
Matematika berasal dari kata Yunani mathein atau manthenin yang
artinya mempelajari. Mungkin juga kata itu erat hubungannya
dengan kata sansekerta medha atau widya yang artinya ialah
kepandaian, ketahuan atau intelegensi. Dengan menguasai
matematika, orang akan belajar mengatur jalan pemikirannya dan
sekaligus belajar menambah kepandaiannya.
Johnson dan Rising (Sri Subarinah, 2006: 1) mengemukakan
bahwa matematika merupakan pola berfikir, pola mengorganisasikan
pembuktian logik, pengetahuan struktur yang terorganisasi memuat
sifat-sifat, teori-teori, dibuat secara deduktif berdasarkan unsur yang
tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan
kebenarannya.

BILANGAN BULAT
Bilangan bulat adalah bilangan bukan pecahan yang terdiri dari
bilangan :
Bulat positif (1, 2, 3, 4, 5, )
Nol

:0

Bulat Negatif ( ,-5,-4,-3,-2,-1)


Himpunan Bilangan bulat
A = { , -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, }

KEMAMPUAN AWAL SISWA


Kemampuan awal merupakan hasil belajar yang didapat sebelum
mendapat kemampuan yang lebih tinggi. Kemampuan awal siswa
merupakan prasyarat untuk mengikuti pembelajaran sehingga dapat
melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Kemampuan seseorang
yang diperoleh dari pelatihan selama hidupnya, dan apa yang dibawa
untuk menghadapi suatu pengalaman baru. Menurut Rebber (1988)
dalam Muhibbin Syah (2006: 121) yang mengatakan bahwa kemampuan
awal prasyarat awal untuk mengetahui adanya perubahan
Gerlach dan Ely dalam Harjanto (2006:128) Kemampuan awal
siswa ditentukan dengan memberikan tes awal. Kemampuan awal siswa
ini penting bagi pengajar agar dapat memberikan dosis pelajaran yang
tepat, tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Kemampuan awal juga
berguna untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

PENDEKATAN PENELITIAN
Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan pada
penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi
mengenai Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada
Pokok Bahasan Bilangan Bulat Ditinjau Dari Kemampuan Awal
Siswa di SMPN 1 Arjosari secara mendalam dan komprehensif.
Selain itu, dengan pendekatan kualitatif diharapkan dapat
diungkapkan situasi dan permasalahan yang dihadapi dalam
kegiatan Pemecahan Masalah Matematika Pada Pokok Bahasan
Bilangan Bulat oleh siswa SMPN 1 Arjosari ini.

WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

Penelitian tentang Analisis Kemampuan Pemecahan


Masalah Matematika Pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat
Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa di ini dilaksanakan di
SMP Negeri 1 Arjosari Pacitan. Kegiatan penelitian ini dimulai
sejak disahkannya proposal penelitian serta surat ijin
penelitian, yaitu bulan Januari s.d Febuari 2015.

OBYEK DAN SUBYEK PENELITIAN


Obyek Penelitian
Obyek penelitian dapat dinyatakan sebagai situasi sosial penelitian yang ingin diketahui
apa yang terjadi di dalamnya. Pada obyek penelitian ini, peneliti dapat mengamati secara
mendalam aktivitas (activity) orang-orang (actors) yang ada pada tempat (place) tertentu
(Sugiyono, 2007:215).
Obyek dari penelitian ini adalah Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada Pokok
Bahasan Bilangan Bulat yang Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa.

Subyek Penelitian
Pengambilan sumber data penelitian ini menggunakan teknik purpose sampling yaitu
pengambilan sampel didasarkan pada pilihan penelitian tentang aspek apa dan siapa
yang dijadikan fokus pada saat situasi tertentu dan saat ini terus-menerus sepanjang
penelitian, sampling bersifat purpossive yaitu tergantung pada tujuan fokus suatu saat
(Nasution , 2006 : 29). Subjek penelitian adalah Siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Arjosari
dan guru matematika kelas VII SMP Negeri 1 Arjosari.

METODE PENGUMPULAN DATA


WAWANCARA
Wawancara dilakukan secara mendalam dan tidak terstruktur kepada
subjek penelitian dengan pedoman yang telah di buat. Teknik
wawancara digunakan untuk mengungkapkan data tentang bentuk
-bentuk kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata
pelajaran matematika pokok bahasan bilangan bulat.

DOKUMENTASI
Dalam penelitian ini, dokumentasi diperoleh dari arsip kegiatan siswa
dan guru mengenai kemampuan pemecahan masalah siswa pada
mata pelajaran matematika pokok bahasan bilangan bulat.

KEABSAHAN DATA
Dalam memenuhi keabsahan data penelitian ini dilakukan
triangulasi dengan sumber. Menurut Patton, triangulasi dengan
sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat
kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan
alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif (Moleong, 2007:29).
Triangulasi dengan sumber yang dilaksanakan pada
penelitian ini yaitu membandingkan hasil wawancara dengan isi
dokumen yang berkaitan.

TEKNIK ANALISIS DATA


Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan
langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Burhan Bungin (2003:70), yaitu sebagai
berikut:

Pengumpulan Data (Data Collection)


Pengumpulan data merupakan bagian integral dari kegiatan analisis data. Kegiatan
pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara dan
studi dokumentasi.

Reduksi Data (Data Reduction)


Reduksi data, diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada
penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis
di lapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data dimulai dengan membuat
ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugus-gugus, menulis memo dan
sebagainya dengan maksud menyisihkandata/informasi yang tidak relevan.

Display Data
Display data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun
yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan
pengambilan tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam
bentuk teks naratif. Penyajiannya juga dapat berbentuk matrik,
diagram, tabel dan bagan.

Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan (Conclution Drawing and


Verification)
Merupakan kegiatan akhir dari analisis data. Penarikan kesimpulan
berupa kegiatan interpretasi, yaitu menemukan makna data yang
telah disajikan.